Claim Missing Document
Check
Articles

Found 50 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Waktu Pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Dengan Precedence Diagram Method (PDM) Pontoh, Miyabi R.; Mangare, Jantje B.; Malingkas, Grace Y.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60866

Abstract

Manajemen waktu merupakan salah satu aspek krusial dalam keberhasilan proyek konstruksi, termasuk proyek rekonstruksi jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu pelaksanaan pada proyek rekonstruksi Jalan Lahendong (1) dengan menerapkan metode Precedence Diagram Method (PDM). Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam memetakan hubungan ketergantungan antar aktivitas secara rinci, meliputi hubungan finish-to-start, start-to-start, finish-to-finish, dan start-to-finish. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang mencakup daftar aktivitas proyek, durasi masing-masing aktivitas, serta hubungan ketergantungan antar aktivitas. Data diperoleh dari dokumen proyek dan wawancara dengan pihak terkait. Analisis dilakukan untuk menyusun jadwal proyek, mengidentifikasi jalur kritis (critical path), serta menentukan aktivitas yang memiliki kelonggaran waktu (float). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PDM memungkinkan penyusunan jadwal proyek yang lebih efisien dan akurat. Identifikasi jalur kritis membantu memastikan aktivitas-aktivitas penting dapat diselesaikan tepat waktu, sementara aktivitas dengan kelonggaran waktu dapat diatur untuk meminimalkan risiko keterlambatan secara keseluruhan. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi waktu dan mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan Lahendong (1). Penelitian ini diharapkan menjadi panduan bagi manajer proyek dalam merancang jadwal yang lebih terstruktur, efektif, dan sesuai dengan tujuan proyek, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap manajemen proyek konstruksi di masa mendatang. Kata kunci: manajemen waktu, rekonstruksi jalan, Precedence Diagram Method (PDM), jalur kritis, efisiensi proyek
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Konstruksi Peningkatan Air Baku Mahlimbukar Kota Tomohon, Sulawesi Utara Frendy, Vania T.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60886

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang efektif membutuhkan komitmen yang kuat dari manajemen puncak, keterlibatan aktif seluruh pekerja, dan dukungan sistem yang memadai. Dengan mengidentifikasi, mengukur, dan mengendalikan risiko secara sistematis, SMK3 tidak hanya melindungi pekerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan reputasi perusahaan. Selain itu, SMK3 juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penilaian SMK3 pada Proyek Peningkatan Air Baku Mahlimbukar Tomohon mempunyai tujuan untuk mengetahui besarnya tingkat penerapan SMK3. Melalui dari hasil audit dan analisis dari 122 kriteria (Tingkat Transisi) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3, jumlah kriteria yang terpenuhi sebanyak 118 kriteria dengan nilai persentase yaitu 96,72% dan juga terdapat 4 kriteria (2 Major 2 Minor) yang tidak terpenuhi dengan nilai presentase yaitu 3,27%. Hasil tersebut termasuk pada kategori Tingkat penilaian penerapan ‘Memuaskan’. Kata kunci: penerapan SMK3, peningkatan air baku
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Sangkub Kanan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara Felicia, Zefanya P.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60922

Abstract

Sistem Manajeman Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) merupakan sistem yang dirancang untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja. SMK bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan produktif, serta mengurangi risiko kecelakaan kerja. Dengan menerapkan SMK3, Perusahaan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi pekerja dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja, serta mencapai standar kesehatan dan keselamatan kerja yang optimal. Penilaian SMK3 pada Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Sangkub Kanan mempunyai tujuan untuk mengetahui besarnya tingkat penerapan SMK3. Melalui dari hasil audit dan analisis dari 122 kriteria (Tingkat Transisi) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3, jumlah kriteria yang terpenuhi sebanyak 116 kriteria dengan nilai presentase yaitu 95,09% dan juga terdapat 6 kriteria (Minor) yang tidak terpenuhi dengan nilai presentase yaitu 4,91%. Hasil tersebut termasuk pada kategori tingkat penilaian penerapan “Memuaskan”. Kata kunci: SMK3, rehabilitasi daerah irigasi
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Pembangunan Ruang Praktik Nautika SMKS Kema Perintis Tilaar, Melisa F.; Pratasis, Pingkan A. K.; Malingkas, Grace Y.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60952

Abstract

Proyek pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) di SMKS Kema Perintis merupakan upaya yang diusahakan oleh pemerintah dalam pembangunan fasilitas pendidikan yang memadai di Provinsi Sulawesi Utara. Dalam suatu proyek konstruksi perlu diterapkan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat agar pelaksanaan pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan dokumen Rencana Kerja dan Syarat – syarat (RKS). Jadi, merancang suatu metode pelaksanaan sangat penting namun yang lebih penting adalah bagaimana metode pelaksanaan tersebut di realisasikan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat metode pelaksanaan pekerjaan untuk proyek tersebut diatas. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode observasi lapangan untuk pengumpulan data. Keakuratan data tersebut ditunjang dengan dokumentasi yang diambil secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan terhadap perencanaan dan realisasi pekerjaan untuk pondasi dan kolom, pondasi di sepanjang as B ditiadakan untuk menekan biaya yang akan dikeluarkan serta terdapat penambahan jumlah kolom utama dari yang sebelumnya 37 titik kolom menjadi 42 titik kolom. Kata kunci: metode pelaksanaan, proyek konstruksi, rencana kerja dan syarat–syarat
Evaluasi Implementasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Bolaang Mongondow Selatan Paputungan, Faisya A.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66872

Abstract

Sektor konstruksi merupakan sektor industri dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi hal yang sangat penting, khususnya pada proyek pembangunan gedung rumah sakit yang memiliki kompleksitas risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan implementasi K3 serta mengidentifikasi faktor kendala penerapannya pada pekerjaan arsitektur proyek pembangunan gedung rumah sakit umum daerah Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan campuran melalui pengumpulan data berupa kuisioner, observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen K3 proyek. Evaluasi kepatuhan didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970, Permenaker & Transmigrasi No. 01 Tahun 1980, dan Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan kualitatif deskriptif serta diperkuat dengan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan implementasi K3 sebesar 66,67% dan termasuk dalam kategori patuh. Penerapan K3 telah berjalan pada aspek manajemen keselamatan, seperti pemasangan rambu-rambu K3, pelaksanaan safety morning dan safety induction, serta pemeliharaan peralatan kerja. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian pada penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan keterbatasan fasilitas kesiapsiagaan darurat. Faktor kendala meliputi keterbatasan sumber daya manusia, perilaku pekerja yang belum konsisten, serta aspek teknis dan operasional. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kepatuhan K3, pekerjaan arsitektur, proyek konstruksi
Evaluasi Implementasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan (K3L) Pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Topayu, Luthfiyah R.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66938

Abstract

Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado merupakan proyek konstruksi berskala besar dan berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) pada pekerjaan struktur (kolom, balok, dan pelat lantai) sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mengidentifikasi hambatan yang muncul di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui teknik triangulasi data yang menggabungkan hasil kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tertulis prosedur implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) telah sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1970, PP No 50 Tahun 2012, dan Permen PU No. 10 Tahun 2021. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara dokumen prosedur perencanaan (RKK dan CSA) dengan implementasi di lapangan. Meskipun tingkat kesadaran pekerja dikategorikan sangat baik (93%), hal tersebut tidak menjamin kepatuhan pada penggunaan alat pelindung diri khusus ketinggian (Full Body Harness), penempatan fasilitas darurat (APAR dan Kotak P3K), pengelolaan limbah cair (air bercampur semen) dan limbah padat (sisa beton), serta pengendalian debu. Adapun faktor-faktor penghambat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) meliputi faktor perilaku pekerja seperti rasa percaya diri berlebihan (Overconfidence) dan persepsi yang keliru terhadap bahaya medis trauma suspensi, serta kendala teknis berupa keterbatasan lahan yang menyebabkan prioritas mobilisasi kendaraan berat mengesampingkan fasilitas pengelolaan limbah cair dan padat. Secara keseluruhan, lemahnya pengawasan dan kendala teknis menjadi hambatan terbesar dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L). Kata kunci: implementasi K3L, pekerjaan struktur, triangulasi data, hambatan K3L, proyek rumah sakit
Analisis Sisa Material Konstruksi Menggunakan Metode Pareto Dan Fishbone Diagram Pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Hermana Lembean Kurniawan, Dedi; Malingkas, Grace Y.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67122

Abstract

Material merupakan komponen utama dalam pekerjaan konstruksi karena berperan sebagai penyusun struktur bangunan sekaligus memengaruhi besarnya anggaran biaya proyek. Ketersediaan dan pengelolaan material yang kurang tepat dapat menimbulkan sisa material konstruksi, yaitu material yang tidak terpakai dan tidak menjadi bagian dari bangunan. Permasalahan ini menjadi isu penting dalam industri konstruksi karena berdampak pada pemborosan biaya, efisiensi pekerjaan, dan keberhasilan proyek secara keseluruhan. Dalam setiap pelaksanaan proyek konstruksi, kemunculan sisa material sulit dihindari. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap sisa material untuk mengetahui jenis material yang paling dominan menyumbang sisa serta faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan rumah sakit umum hermana lembean dengan fokus pada consumable material. Metode Pareto digunakan untuk mengidentifikasi material dengan volume sisa paling dominan, sedangkan Fishbone Diagram digunakan untuk menganalisis penyebab terjadinya sisa material. Hasil identifikasi dengan menggunakan metode Pareto, terdapat 4 jenis material yang memiliki volume sisa dominan, yaitu besi tulangan sebesar 53,21%, keramik dinding 60 x 60 sebesar 11,38%, bata ringan sebesar 8,49%, serta keramik lantai 60 x 60 sebesar 7,49%, dengan percent cumulative sebesar 80,57% dari total waste. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Fishbone Diagram, faktor-faktor penyebab terjadinya sisa material konstruksi pada jenis material yang memiliki volume sisa dominan yakni besi tulangan, keramik, dan bata ringan disebabkan oleh potongan material yang terlalu pendek sehingga tidak dapat digunakan kembali akibat penyesuaian dimensi serta kesalahan pemotongan di lapangan. Selain itu, penyesuaian motif keramik, kerusakan material selama proses pengiriman dan penanganan di proyek, serta ketidaktepatan dalam estimasi kebutuhan material menyebabkan terjadinya sisa material konstruksi. Kata kunci: sisa material, Metode Pareto, Fishbone Diagram
Penjadwalan Pembangunan Gedung Kost 2 Lantai Di Kelurahan Malalayang I Barat Kota Manado Menggunakan PDM (Precedence Diagram Method) Lasut, Isabella L.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67123

Abstract

Penjadwalan proyek konstruksi merupakan faktor penting dalam menjamin dicapainya waktu pelaksanaan konstruksi sesuai dengan rencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyusun penjadwalan pembangunan gedung kost dua lantai dengan menggunakan Precedence Diagram Method (PDM) yang diimplementasikan melalui perangkat lunak Microsoft Project. PDM digunakan untuk menggambarkan hubungan ketergantungan antar kegiatan, kegiatan kritis, lintasan kritis dan durasi total proyek. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gambar kerja dan jenis pekerjaan yang dicantumkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sebelum menerapkan PDM disusun Time Schedule dalam bentuk Bar Chart. Berdasarkan hasil analisis menggunakan perangkat lunak Microsoft Project, penerapan PDM dalam penyusunan jadwal proyek menghasilkan Network Diagram yang menampilkan hubungan serta urutan kegiatan secara sistematis dan terstruktur. Hasilnya menunjukkan perbedaan antara jangka waktu kontrak pembangunan selama 1 tahun dan estimasi durasi penyelesaian berdasarkan hasil penjadwalan yang hanya 297 hari. Penjadwalan ini juga mengidentifikasi 62 kegiatan pada lintasan kritis yang berperan penting dalam mencegah terjadinya keterlambatan pembangunan gedung kost. Kata kunci: Microsoft Project, penjadwalan proyek, Precedence Diagram Method
Metode Pelaksanaan Bored Pile Dan Pile Cap Pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Lalawi, Maharani K. G.; Pratasis, Pingkan A. K.; Malingkas, Grace Y.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pelaksanaan pekerjaan pondasi bored pile dan pile cap pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara, serta dokumen proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan bored pile dilakukan melalui tahapan persiapan, pengeboran, pemasangan tulangan, dan pengecoran beton menggunakan pipa tremie. Selanjutnya pekerjaan pile cap meliputi pemotongan kepala tiang, galian tanah, pemasangan lantai kerja, pembesian, bekisting, pengecoran, dan curing beton. Dapat disimpulkan bahwa metode pelaksanaan bored pile dan pile cap pada proyek ini telah dilakukan secara sistematis sesuai prosedur teknis sehingga menghasilkan pondasi yang kuat dan stabil. Kata kunci: bored pile, pile cap, metode pelaksanaan
Metode Pelaksanaan Pemasangan Atap Baja Ringan Pada Proyek Penambahan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Hermana Lembean Wardiva, Tasya; Malingkas, Grace Y.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67725

Abstract

Pada proyek konstruksi bangunan, metode pelaksanaan pekerjaan merupakan salah satu aspek penting karena berpengaruh terhadap kualitas hasil pekerjaan, efisiensi pelaksanaan, serta kestabilan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tahapan metode pelaksanaan dan mengidentifikasi kendala yang terjadi dalam pemasangan atap baja ringan pada Proyek Penambahan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Hermana Lembean. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaksana proyek, dokumentasi, dan studi literatur yang relevan dengan pekerjaan konstruksi atap baja ringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan persiapan, pemasangan bracket L, perakitan kuda-kuda, pemasangan kuda-kuda, pemasangan elemen penutup seperti aluminium foil dan reng, pemasangan penutup atap, pemasangan nok, serta pemasangan talang air. Kendala teknis yang dihadapi meliputi keterlambatan ketersediaan material, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang belum optimal, serta keterbatasan luas area pekerjaan yang mempengaruhi efisiensi pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian, metode pelaksanaan yang diterapkan tersebut efisien dan mampu menghasilkan struktur atap yang kuat, ringan, dan sesuai standar teknis. Namun, untuk proyek sejenis disarankan peningkatan pengawasan teknis dan mutu material yang ketat, perencanaan logistik material yang matang, penerapan standar K3 secara konsisten, serta penataan area kerja yang lebih luas dan terorganisir guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan pelaksanaan pekerjaan. Kata kunci: atap baja ringan, metode pelaksanaan, kuda-kuda baja ringan, konstruksi atap
Co-Authors . Junaidi Abd. Rajab R. Dasinangon Adikavara E. T. Rapar Agryanto P. Parinding Ariestides K. T. Dundu Ariestides K. T. Dundu Asrini Novita Rompas Audie L. E. Rumayar Bachdar, Reza Rizki Kurnia Bartje F. Tombokan Bobby Rocky Kani Bonny F. Sompie Buyung, Rudy. A. H. F. Ceisya G. Keintjem Cendy Merry Tumbelaka Charen N. P. Montolalu Christina A. J. Pangkey Christy A. Labolaang D. R. O. Walangitan David H. Mewengkang David M. Walean Deane R. O. Walangitan Dedi Kurniawan Eris Rosita Eurene M. Rawis Fabian J. Manoppo Failen Pratasik Febrina P. Y. Sumanti Febyana Pangkey Felicia, Zefanya P. Fharel Novel Lantang Fransisko Noktavian Wowor Frendi D. Lumintang Frendy, Vania T. Grace Priscillia Kamagi Grasheila B. Tambayong Hairunisa Mokodompis Huibert Tarore Inkiriwang, Revo L. Irene G. Tumbel Jantje B. Mangare Jantje B. Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Jermias Tjakra Jermias Tjakra Johan p Rantung Johan P. Rantung Jolan Juliana Sumajow Juno E. Ch. Langi Kevin Imanuel Kambey Kornelia Pararuk Kristi Elsina Leatemia Lalawi, Maharani K. G. Langgeroni, Reni Lasut, Isabella L. Lestiani Nova Pontoh Livia L. Luntungan Lucia I. R. Lefrandt Lucia I.R. Lefrandt Lumentah, Christin Natalia Magdalena Monica Pontoh Malifa, Yusuf Mantiri, Deisy H. M. Meylisa E. Balirante Mochtar Sibi Mokolensang, Virginia Marcelin Muh. F. Sumantri Nono, Yousantho Paputungan, Faisya A. Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pondaag, Nathalia Elizabeth Pontoh, Miyabi R. Porajow, Tania G. Praesillia Christien Ator, Praesillia Christien Prince A. Sepang Rando R. V. Kare Ratag, Kezia Aprilia Rayhan Aslah Rebecca Glory Ropa Regina Lombogia Rivi K. Lantang Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rori, Widya Fanheyvel Rumboisano, Arnol Sokop, Ronald Martin Sompie, Cecilia T. Stefi Priescha Tauro Stevano Krista Kambey Sthefanus A. Lengkong Sumanti, Febrina P. Y. The, Londy Herianto Tilaar, Melisa F. Tisano Arsjad Tisano T. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Topayu, Luthfiyah R. Umboh, Alfian H. Vania Y. Moningkey Victor Michael Tyson Lempoy Victoria Mintje Vivian G. Iroth Wanta, Isty M. Wardiva, Tasya Wilar, Wingky P. R. Wongkar, Deny Wuisan, Felleps Yeremia B. Mokalu