Iskandar Zulkarnain
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL BERBASIS KONTEKS LINGKUNGAN LAHA BASAH UNTUK SISWA KELAS X Siti Nur Azizah; Iskandar Zulkarnain; Taufiq Hidayanto
JURMADIKTA Vol. 4 No. 2 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i2.2198

Abstract

Pada materi sistem persamaan linear tiga variabel sering kita temukan soal pemecahan masalah berkaitan dalam kehidupan nyata. Namun sistem persamaan linear tiga variabel masih saja membuat siswa kesulitan dalam menyelesaikanpermasalahan-permasalahan yang diberikan oleh guru. Untuk meningkatkan kualitas dalam proses belajar maka perlu adanya soal dengan konteks lingkungan siswa. Tujuannya ialah agar siswa dapat lebih terbuka terhadap lingkungan sekitarnya, melatih mereka untuk menganalisis permasalahan terlebih dahulu serta mempermudah pemahaman mereka terkait masalah matematika menggunakan konteks yang berada disekitar mereka. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dalam rangka menghasilkan LKPD materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel berbasis konteks lingkungan lahan basah untuk siswa kelas X yang valid. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (Four-D) dari Thiagarajan et al.(1974) yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Namun, pada penelitian ini dibatasi pada tahap pengembangan (develop) sampai uji validasi. Pada tahap pengembangan dilakukan validasi yang dilakukan oleh 3 orang validator melalui lembar validasi. Kemudian, dilakukan analisis kuantitatif terhadap skor yang diperoleh dari lembar validasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki skor 3,26 yang mana skor tersebut memenuhi kriteria valid namun masih memerlukan perbaikan.
META ANALISIS: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Riqa Anisa; Iskandar Zulkarnain; Rahmita Noorbaiti
JURMADIKTA Vol. 4 No. 2 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i2.2427

Abstract

Banyak penelitian telah dilaksanakan mengenai pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TPS pada pemahaman konsep matematika siswa, namun temuan-temuannya beragam. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis yang bertujuan untuk mendeskripsikan effect size dari model pembelajaran kooperatif tipe TPS terhadap pemahaman konsep matematis siswa dengan karakteristik studi berupa jenjang pendidikan dan ukuran sampel. Data diperoleh dari penelusuran melalui Google Cendikia dengan kata kunci tertentu dan diperoleh 55 studi primer yang diterbitkan antara tahun 2017-2023. Selanjutnya diperiksa sesuai kriteria inklusi dan didapat 20 studi primer yang memenuhi kelayakan. Dengan menggunakan perangkat lunak Comprehensive Meta-Analysis (CMA) V3.0, effect size dari 20 studi primer dianalisis. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe TPS berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa dengan effect size 0,835 tergolong pada kategori besar; (2) berdasarkan jenjang pendidikan lebih berpengaruh pada jenjang SMP dengan effect size 0,869 tergolong pada kategori besar; dan (3) berdasarkan ukuran sampel lebih berpengaruh pada sampel besar (>30) dengan effect size 0,878 tergolong pada kategori besar.
META ANALISIS: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Zehrina Altafiana; Iskandar Zulkarnain; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 5 No. 1 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i1.2842

Abstract

Kajian mengenai pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) terhadap hasil belajar Matematika siswa SMP telah banyak dilakukan. Namun, temuan dari berbagai penelitian terdahulu memperoleh hasil yang tidak konsisten sehingga memerlukan evaluasi komprehensif dengan menggabungkan penelitian-penelitian tersebut. Salah satu metode yang dapat menggabungkan penelitian adalah systematic review melalui pendekatan meta analisis yang memanfaatkan perhitungan dari effect size. Penelitian meta analisis bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh dari model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) terhadap hasil belajar Matematika siswa SMP. Data diperoleh dari penelusuran artikel jurnal dan naskah skripsi pada aplikasi Publish or Perish dalam rentang tahun 2019 sampai dengan 2023 melalui proses seleksi dengan kriteria tertentu. Adapun empat tahapan seleksi tersebut yaitu identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan lingkup studi. Melalui aplikasi Comprehensive Meta Analysis kemudian dianalisis effect size menggunakan rumus Hedges dari enam belas artikel jurnal dan empat naskah skripsi yang terdiri dari delapan artikel jurnal model pembelajaran PBL dan empat naskah skripsi PBL serta delapan jurnal model pembelajaran DL. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa model pembelajaran PBL berpengaruh besar, sedangkan model pembelajaran DL berpengaruh sedang terhadap hasil belajar Matematika siswa SMP.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES ALJABAR DENGAN KONTEKS KEBUDAYAAN BANJAR UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Muhammad Nanda Ramadhana; Iskandar Zulkarnain; Kamaliyah Kamaliyah
JURMADIKTA Vol. 5 No. 1 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i1.3105

Abstract

Aljabar merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang dipelajari di kelas VIII pada kurikulum merdeka. Untuk mendapatkan informasi tentang pemahaman siswa pada materi yang telah dipelajari, perlu diadakannya tes. Hal ini yang melatarbelakangi pengembangan instrumen tes ini. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen tes aljabar pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, sehingga menghasilkan dua paket soal tes berbentuk uraian yaitu paket soal persamaan linear satu variabel dan paket soal pertidaksamaan linear satu variabel yang valid dan reliabel. Ujicoba paket soal dilakukan di SMP Negeri 1 Banjarmasin dengan subjek penelitian 35 siswa kelas VIII G. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Evaluation). Ada tiga macam analisis data yang dilakukan yaitu validitas logis, validitas empiris, dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua paket soal yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan reliabel. Berdasarkan dari penilaian tiga validator ahli, dua paket soal tes ini dinyatakan valid secara logis. Demikian juga, berdasarkan uji empiris. Selain itu, dua paket soal ini juga dinyatakan reliabel dengan nilai koefisien mencapai 0,645 untuk paket soal persamaan linear satu variabel dan 0,750 untuk paket soal pertidaksamaan linear satu variabel. Sehingga, dua paket soal ini memiliki reliabilitas tinggi.
PENGEMBANGAN SOAL TES LITERASI MATEMATIS MODEL PISA UNTUK SISWA SMP/MTS DENGAN KONTEKS KEBUDAYAAN ISLAM BANJAR Muhammad Ridhoni; Iskandar Zulkarnain; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 5 No. 1 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i1.3111

Abstract

Skor rata-rata literasi matematis siswa Indonesia berdasarkan hasil PISA pada periode 2000-2022 masih jauh tertinggal dibandingkan skor rata-rata negara lainnya. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan pengetahuan matematika ke dalam berbagai konteks, serta kurangnya pembiasaan dalam memecahkan soal non-rutin seperti yang terdapat pada PISA. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan soal tes literasi matematis menggunakan model PISA dengan konteks yang relevan bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal tes literasi matematis model PISA untuk siswa SMP/MTs dengan konteks kebudayaan Islam Banjar yang valid, praktis, dan reliabel. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons siswa, dan hasil pengerjaan soal oleh siswa. Produk yang dikembangkan dinilai oleh tiga validator dan memperoleh skor validitas logis sebesar 3,84, yang termasuk dalam kategori valid. Hasil pengerjaan soal oleh siswa menunjukkan bahwa soal valid secara empiris dan memiliki tingkat reliabel tinggi yaitu 0,640. Selain itu, hasil angket respons siswa menunjukkan nilai kepraktisan sebesar 3,85, yang termasuk dalam kategori praktis. Penelitian ini menghasilkan empat soal tes literasi matematis model PISA untuk siswa SMP/MTs dengan konteks kebudayaan Islam Banjar berbentuk uraian yang valid, praktis, dan reliabel.
PENGEMBANGAN SOAL TES SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DENGAN KONTEKS ETNOMATEMATIKA PASAR TERAPUNG UNTUK SMP/MTs Hadiyati Rahmani Qadariah; Iskandar Zulkarnain; Asdini Sari
JURMADIKTA Vol. 5 No. 2 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i2.3144

Abstract

Salah satu cara untuk mengukur pemahaman siswa adalah melalui tes. Penerapan konteks etnomatematika dalam soal tes dianggap dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep matematika, karena soal tersebut dapat dihubungkan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian pengembangan soal tes berbasis etnomatematika ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan soal tes dengan konteks etnomatematika sehingga menghasilkan soal tes dengan materi sistem persamaan linear dua variabel dengan konteks etnomatematika pasar terapung yang valid dan reliabel. Soal tes yang dikembangkan berbentuk uraian dan diuji cobakan di SMP Negeri 1 Banjarmasin dengan melibatkan 32 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Proses analisis data meliputi validitas logis, validitas empiris, dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Proses pengembangan soal tes dilakukan dengan melalui lima tahapan, yaitu tahap analysis untuk memeriksa kurikulum dan jenjang kelas, tahap design menyusun kisi-kisi dan instrumen, tahap development untuk menyempurnakan kisi-kisi dan instrumen, tahap implementation untuk untuk menguji validitas dan reliabilitas, serta tahap evaluation untuk perbaikan instrumen. (2) Hasil analisis validitas memperoleh soal uraian dengan kategori valid, sementara analisis reliabilitas menunjukkan nilai koefisien dengan kategori reliabilitas tinggi.
META ANALISIS: PENGARUH PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Nur Annisa Ependy; Iskandar Zulkarnain; Taufiq Hidayanto
JURMADIKTA Vol. 5 No. 2 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i2.3179

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi dampak yang signifikan dari penerapan model PMR terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada jenjang kelas dan materi, khususnya siswa yang ada di jenjang Sekolah Dasar. Metode yang dipakai ialah systematic review dengan teknik meta analisis. Artikel didapat melalui penelusuran menggunakan Google Scholar dari tahun 2015 sampai dengan 2024. Didapat sebanyak 16 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Software Comprehensive Meta-Analysis (CMA) V3.0. dipakai sebagai alat bantu dalam melakukan analisis penelitian ini. Ukuran efek dihitung menggunakan persamaan Hedges dan ditentukan berdasarkan pada model estimasi efek acak. Analisis variasi dalam studi dilakukan dengan mempertimbangkan dua variabel moderator, yaitu tingkatan kelas dan materi yang diajarkan. Temuan dari penelitian ini memberikan gambaran bahwa ukuran efek secara keseluruhan dari penerapan model PMR terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa Sekolah Dasar ialah sebesar 1,094, menempatkannya dalam kategori efek besar. Temuan dari analisis ini menegaskan bahwa penerapan model pembelajaran PMR memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan siswa Sekolah Dasar dalam pemahaman konsep matematika. Berdasarkan tingkatan kelas model pembelajaran PMR paling efektif diterapkan di kelas IV dan berdasarkan materi yang diajarkan model pembelajaran PMR paling efektif diterapkan pada materi Bangun Datar.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH FPB DAN KPK Tri Muthoharoh; Iskandar Zulkarnain; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 5 No. 3 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i3.3182

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah adalah bagian dari kompetensi inti dalam Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, terutama dalam mata pelajaran seperti matematika dan IPA. Penelitian diperlukan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai kompetensi ini. Hasil observasi di SMP Negeri 1 Wanaraya menunjukkan bahwa tidak semua siswa mampu memahami dan menyelesaikan masalah sesuai dengan langkah-langkah yang diajarkan, seperti menyusun rencana penyelesaian untuk mendapatkan jawaban yang benar. Penelitian ini secara khusus mengevaluasi kemampuan pemecahan masalah siswa SMP terkait dengan FPB dan KPK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII A SMPN 1 Wanaraya sebanyak 24 orang dan pengumpulan data dilakukan melalui soal-soal tes. Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata dan persentase berdasarkan indikator pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMPN 1 Wanaraya termasuk dalam kategori sedang, dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII A sebesar 62,62 yang termasuk dalam kategori sedang.
META ANALISIS: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP Venny Damayanti Tony Putry; Iskandar Zulkarnain; Juhairiah Juhairiah
JURMADIKTA Vol. 5 No. 3 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i3.3215

Abstract

Kajian mengenai pengaruh model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) terhadap kemampuan berfikir kritis matematis siswa SMP telah banyak dilakukan dengan penelitian yang beragam sehingga diperlukannya hasil analisis secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengetahui besar pengaruh model pembelajaran TPS terhadap kemampuan berfikir kritis matematis siswa SMP secara keseluruhan, berdasarkan tingkatan kelas dan materi yang diajarkan. Metode yang digunakan adalah meta-analisis yaitu systematic review dengan protokol pemilihan studi yang digunakan adalah PRISMA yang terdiri dari (1) Identifikasi (Identification), (2) Penyaringan (Screening), (3) Kelayakan/Eligibilitas(Eligibility), (4) Lingkup Studi (Included). Artikel dan naskah skripsi yang diperoleh melalui penelurusan menggunakan aplikasi Publish or Perish. Diperoleh 7 artikel ilmiah dan naskah skripsi dari tahun 2015 sampai dengan 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Alat bantu yang digunakan dalam menganalisis adalah software Comprehensive Meta-Analysis (CMA) V3.0, dan indeks Effect size dari persamaan Hedges-g yang diperoleh berdasarkan pada estimasi model efek acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan penerapan model pembelajaran TPS terhadap kemampuan berfikir kritis matematis siswa SMP, memiliki Effect size sebesar 1,538 dengan kategori sangat besar. Hasil penelitian berdasarkan tingkatan kelas menunjukkan bahwa model pembelajaran TPS paling efektif diterapkan pada tingkatan kelas IX dengan kategori Effect size sangat besar dan berdasarkan materi yang diajarkan model pembelajaran TPS efektif diterapkan pada materi Kubus dan Balok dengan Effect size sangat besar.
PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK SMP KELAS VIII PADA MATERI POLA DAN BARISAN BILANGAN DITINJAU DARI GENDER Anzila Fatikhunisa Kamila; Iskandar Zulkarnain; Kamaliyah Kamaliyah
JURMADIKTA Vol. 5 No. 2 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i2.3218

Abstract

Salah satu komponen yang harus dikuasai peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika adalah kemampuan penalaran matematis. Kemampuan penalaran matematis setiap peserta didik pasti berbeda yang salah satunya dipengaruhi oleh gender. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas VIII pada materi pola dan barisan bilangan ditinjau dari gender. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan melibatkan satu peserta didik laki-laki dan satu peserta didik perempuan yang memenuhi kategori tinggi pada nilai akademik matematika sebagai subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini ditentukan berlandaskan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini dipilih lima aspek sebagai fokus bahan ukur untuk meneliti kemampuan penalaran matematis peserta didik, yaitu aspek analyze (menganalisis), integrate/synthesize (mensintesis), justify (membenarkan), draw conclusions (menarik kesimpulan), dan evaluate (mengevaluasi). Hasil penelitian ini adalah peserta didik laki-laki dapat memenuhi kelima aspek penalaran matematis. Peserta didik perempuan hanya dapat memenuhi empat dari lima aspek penalaran matematis, adapun aspek analyze (menganalisis) tidak terpenuhi.