Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

META ANALISIS: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Zehrina Altafiana; Iskandar Zulkarnain; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 5 No. 1 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i1.2842

Abstract

Kajian mengenai pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) terhadap hasil belajar Matematika siswa SMP telah banyak dilakukan. Namun, temuan dari berbagai penelitian terdahulu memperoleh hasil yang tidak konsisten sehingga memerlukan evaluasi komprehensif dengan menggabungkan penelitian-penelitian tersebut. Salah satu metode yang dapat menggabungkan penelitian adalah systematic review melalui pendekatan meta analisis yang memanfaatkan perhitungan dari effect size. Penelitian meta analisis bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh dari model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) terhadap hasil belajar Matematika siswa SMP. Data diperoleh dari penelusuran artikel jurnal dan naskah skripsi pada aplikasi Publish or Perish dalam rentang tahun 2019 sampai dengan 2023 melalui proses seleksi dengan kriteria tertentu. Adapun empat tahapan seleksi tersebut yaitu identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan lingkup studi. Melalui aplikasi Comprehensive Meta Analysis kemudian dianalisis effect size menggunakan rumus Hedges dari enam belas artikel jurnal dan empat naskah skripsi yang terdiri dari delapan artikel jurnal model pembelajaran PBL dan empat naskah skripsi PBL serta delapan jurnal model pembelajaran DL. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa model pembelajaran PBL berpengaruh besar, sedangkan model pembelajaran DL berpengaruh sedang terhadap hasil belajar Matematika siswa SMP.
PENGEMBANGAN SOAL TES FORMATIF MATEMATIKA GARIS DAN SUDUT BERBASIS ETNOMATEMATIKA RUMAH ADAT BUBUNGAN TINGGI Hilma Sara; Chairil Faif Pasani; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 4 No. 3 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i3.2861

Abstract

Penggunaan tes formatif dalam pembelajaran matematika termasuk kunci untuk mengukur dan meningkatkan pemahaman peserta didik secara berkelanjutan. Pengembangan tes formatif yang mengaitkan unsur budaya lokal seperti etnomatematika dari rumah adat Bubungan Tinggi masih sangat terbatas. Tujuan utama kajian ini ialah untuk memaparkan proses pengembangan soal tes formatif dengan memperhatikan aspek validitas serta reliabilitas sehingga menghasilkan soal tes formatif matematika yang reliabel dan valid yang bisa dipergunakan sebagai alat evaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi garis dan sudut. Kajian ini mempergunakan metode Research and Development (R&D) atau penelitian pengembangan dengan model pengembangan tipe formative research. Uji coba ini dilaksanakan di MTs Negeri 2 Hulu Sungai Tengah dengan subjek penelitian untuk tahap one-to-one tiga orang peserta didik, untuk tahap small group enam orang peserta didik dan untuk tahap field test 35 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data mempergunakan lembar angket respon peserta didik, lembar validasi dan 15 soal tes fomatif yang berbentuk pilihan ganda disertai dengan penyelesaiannya. Produk yang dikembangkan dinilai oleh dua orang validator ahli sehingga didapat skor validitas logis senilai 3,53 termasuk dalam kategori sangat valid. Uji validitas empiris butir soal didapat sembilan soal valid, enam soal tidak valid dan uji reliabilitas didapat skor 0,657 termasuk dalam kategori reliabilitas tinggi. Sehingga kajian ini menghasilkan sembilan soal tes formatif matematika materi garis dan sudut berbasis etnomatematika rumah adat Bubungan Tinggi untuk SMP/MTs yang valid dan reliabel.
PENGEMBANGAN SOAL TES LITERASI MATEMATIS MODEL PISA UNTUK SISWA SMP/MTS DENGAN KONTEKS KEBUDAYAAN ISLAM BANJAR Muhammad Ridhoni; Iskandar Zulkarnain; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 5 No. 1 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i1.3111

Abstract

Skor rata-rata literasi matematis siswa Indonesia berdasarkan hasil PISA pada periode 2000-2022 masih jauh tertinggal dibandingkan skor rata-rata negara lainnya. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan pengetahuan matematika ke dalam berbagai konteks, serta kurangnya pembiasaan dalam memecahkan soal non-rutin seperti yang terdapat pada PISA. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan soal tes literasi matematis menggunakan model PISA dengan konteks yang relevan bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal tes literasi matematis model PISA untuk siswa SMP/MTs dengan konteks kebudayaan Islam Banjar yang valid, praktis, dan reliabel. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons siswa, dan hasil pengerjaan soal oleh siswa. Produk yang dikembangkan dinilai oleh tiga validator dan memperoleh skor validitas logis sebesar 3,84, yang termasuk dalam kategori valid. Hasil pengerjaan soal oleh siswa menunjukkan bahwa soal valid secara empiris dan memiliki tingkat reliabel tinggi yaitu 0,640. Selain itu, hasil angket respons siswa menunjukkan nilai kepraktisan sebesar 3,85, yang termasuk dalam kategori praktis. Penelitian ini menghasilkan empat soal tes literasi matematis model PISA untuk siswa SMP/MTs dengan konteks kebudayaan Islam Banjar berbentuk uraian yang valid, praktis, dan reliabel.
PENGEMBANGAN TES FORMATIF PIKTOGRAM DAN DIAGRAM BATANG BERBASIS SELF-DIRECTED LEARNING ORIENTED ASSESSMENT (SLOA) DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Nurul Hidayah; Chairil Faif Pasani; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 5 No. 2 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i2.3181

Abstract

Kurikulum dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyempurnaan dan perbaikan terus menerus. Dalam pembelajaran materi piktogram dan diagram batang di kelas IV sekolah dasar, penting untuk menerapkan asesmen yang mendorong siswa mandiri dan aktif dalam memantau progres mereka. Guru dapat melakukannya dengan asesmen yang berorientasi pada proses belajar, yaitu asesmen formatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes formatif piktogram dan diagram batang berbasis self-directed learning oriented assessment (SLOA) pada kelas IV yang valid, praktis, dan efektif. Soal tes formatif pada penelitian ini berbentuk uraian yang terdiri dari 2 paket soal tes formatif. Dengan menerapkan pendekatan asesmen yang mendukung kemandirian belajar, diharapkan siswa dapat lebih aktif dalam mengevaluasi proses dan hasil belajar mereka. Uji coba ini dilakukan di SDN Benua Anyar 10 dengan subjek penelitian 14 peserta didik. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Research and Development (R&D). Metode yang digunakan adalah model ADDIE, yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil dari pengembangan ini menunjukkan bahwa tes formatif yang dihasilkan valid dengan nilai rata-rata 3,45 dan sangat praktis dengan persentase 82% untuk digunakan dalam pembelajaran, serta mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menciptakan alat asesmen yang efektif dan mendukung pembelajaran mandiri di sekolah.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH FPB DAN KPK Tri Muthoharoh; Iskandar Zulkarnain; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 5 No. 3 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i3.3182

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah adalah bagian dari kompetensi inti dalam Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, terutama dalam mata pelajaran seperti matematika dan IPA. Penelitian diperlukan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai kompetensi ini. Hasil observasi di SMP Negeri 1 Wanaraya menunjukkan bahwa tidak semua siswa mampu memahami dan menyelesaikan masalah sesuai dengan langkah-langkah yang diajarkan, seperti menyusun rencana penyelesaian untuk mendapatkan jawaban yang benar. Penelitian ini secara khusus mengevaluasi kemampuan pemecahan masalah siswa SMP terkait dengan FPB dan KPK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII A SMPN 1 Wanaraya sebanyak 24 orang dan pengumpulan data dilakukan melalui soal-soal tes. Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata dan persentase berdasarkan indikator pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMPN 1 Wanaraya termasuk dalam kategori sedang, dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII A sebesar 62,62 yang termasuk dalam kategori sedang.
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Rizka Adila Lestari; Noor Fajriah; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 5 No. 3 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i3.3184

Abstract

Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki siswa ialah kemampuan pemecahan masalah. Namun, pada kenyataannya menunjukkan bahwa kemampuan siswa tidak begitu baik dalam memecahkan suatu masalah. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam melatih kemampuan pemecahan masalah nya ialah model Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui: Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran PBL berbasis etnomatematika; Kemampuan suatu pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional berbasis etnomatematika; Pengaruh model pembelajaran PBL berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian dilakukan dengan Quasi eksperimen dan subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI MIPA SMAN 6 Banjarmasin. Kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol dan XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen digunakan sebagai kelas kontrol dan eksperimen, yang diambil menggunakan simple random sampling. Metode pengumpulan data meliputi pemberian informasi dan pengujian yang dilakukan melalui penggunaan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial berupa uji normalitas, homogenitas, dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelas yang menggunakan model PBL memiliki kualfikasi yang baik dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa; (2) kelas yang menggunakan pembelajaran konvensioal memiliki kualifikasi cukup dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa; (3) model PBL berbasis etnomatematika berpengaruh terhadap kemampuan suatu pemecahan masalah matematis siswa.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM NUMERASI LEVEL 4 BERBASIS ETNOMATEMATIKA SUKU BANJAR Alfina Nur Hafidiah; Noor Fajriah; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 5 No. 2 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i2.3217

Abstract

Kemampuan numerasi menjadi kompetensi esensial yang wajib dikuasai oleh setiap orang di tengah perkembangan era digital. Hasil survei PISA dan AKM Nasional menunjukkan bahwa pencapaian numerasi masih di bawah standar yang ditargetkan, sehingga menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) numerasi level 4 berbasis etnomatematika Suku Banjar yang valid, reliabel, dan praktis untuk melatih kemampuan numerasi peserta didik Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian ini mengadopsi model pengembangan Plomp, dengan melibatkan 37 peserta didik kelas VII dari SMP Negeri 3 Banjarmasin sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, uji keterbacaan, uji coba lapangan, serta respons guru dan peserta didik. Hasil pengembangan instrumen AKM numerasi menunjukkan validasi isi yaitu, 1,00 dan validasi empiris dengan r-hitung lebih dari 0,325. Selain itu, instrumen ini memiliki reliabilitas yang baik dengan koefisien 0,717 dan distribusi tingkat kesukaran yang terdiri dari 30% soal mudah, 30% sedang, dan 40% sukar, dengan daya pembeda cukup hingga sangat baik. Instrumen ini juga dinilai praktis oleh guru dengan skor rata-rata 3,89, sehingga layak digunakan untuk melatih kemampuan numerasi peserta didik kelas VII Sekolah Menengah Pertama.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF NUMBERED HEADS TOGETHER Nor Atika Tri Wulan Sari; Iskandar Zulkarnain; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 6 No. 2 (2026): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v6i2.3195

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami mata pelajaran matematika terutama materi perkalian dan pembagian bilangan pecahan. Siswa juga terlihat kurang aktif, dikarenakan penggunaan model pembelajaran guru kurang variatif. Salah satu upaya meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa yaitu melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada kelas V SD Negeri Tabunganen Muara 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas siswa dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis PTK, dilaksanakan dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Analisis data dihitung berdasarkan skala persentase dan indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi peningkatan hasil belajar, dari siklus I memiliki nilai rata-rata 40, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 84. Persentase ketuntasan pada siklus I sebesar 10%, dan pada siklus II meningkat menjadi 90%. Hasil penelitian juga menunjukkan telah terjadi peningkatan terhadap aktivitas siswa pada siklus I memiliki rata-rata 7,5 dengan persentase 75%, sedangkan pada siklus II meningkat dengan nilai rata-rata 10 dengan persentase 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa.
PENERAPAN TEKNIK JARIMATIKA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PERKALIAN PECAHAN DALAM HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 5 Moh. Luthfi Nuriawanudin; Iskandar Zulkarnain; Rizki Amalia
JURMADIKTA Vol. 6 No. 2 (2026): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v6i2.3196

Abstract

Pembelajaran yang baik di sekolah menuntut kreativitas siswa termasuk juga guru. Berdasarkan observasi peneliti selama bertugas dalam Kampus mengajar masih terdapat permasalahan di SDN Sungai Ramania, yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam berhitung dan sebagian guru sekolah dasar yang menjadi guru wali kelas kesulitan dalam mengajarkan materi perkalian pecahan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan aktivitas siswa dan hasil belajar dalam menyelesaikan operasi hitung perkalian pecahan melalui teknik jarimatika pada siswa sekolah dasar kelas 5. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, lembar observasi aktivitas siswa. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif. Hasil penelitian dengan menerapkan demonstrasi teknik jarimatika menunjukkan bahwa (1) Penerapan jarimatika terhadap aktivitas siswa mampu meningkat dari pertemuan I (70%) ke pertemuan II (100%) dengan kategori sangat baik. (2) Hasil belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan setelah dilakukan penerapan teknik jarimatika. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan  teknik jarimatika dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa SDN Sungai Ramania kelas 5 dalam menyelesaikan operasi hitung perkalian pecahan.
Computational Thinking Skill of Prospective Mathematics Teachers in Statistic Methods Courses Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah; Rizki Amalia
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v14i1.14559

Abstract

The statistics methods course is compulsory in the Mathematics Study Program, which uses applications according to technological developments, including the SPSS application. This study describes the computational Thinking of prospective mathematics teachers in solving statistics problems in statistics methods courses. This research is quantitative-qualitative descriptive research. The subjects were 88 students in the statistics methods course in the 2022/2023 academic year. The research instrument was a test containing three statistics problems. The findings have indicated that the computational Thinking of prospective mathematics teachers in solving statistics problems was in the Very Good Category with a percentage of 2,27%, the Good Category was 31,8%, the Enough category was 38,64%, the low Category was 19,32%, and the deficient Category was 7,95%. The researchers suggest that ongoing research needs to be conducted to improve students' computational thinking skills, and it is necessary to look for factors that influence students' computational thinking skills.