Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Motivasi dan Pelatihan Kerja Terhadap Pengembangan Karir Karywan di PT. Golden Blossom Sumatera (GBS) Yulia Ningsih; Santi Puspita; Benny Usman
Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jmae.v4i2.1473

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelatihan kerja dan motivasi terhadap pengembangan karir karyawan di PT. Golden Blossom Sumatera.Metode kuantitatif digunakan dengan populasi 116 karyawan. Sampel sebanyak 54 responden dipilih menggunakan proportional stratified random sampling dan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi (X1) dan pelatihan kerja (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karir (Y). Secara simultan, kedua variabel tersebut juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan karir karyawan. Kesimpulannya, peningkatan motivasi dan pelatihan kerja secara bersama-sama berdampak positif pada pengembangan karir di perusahaan ini.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 1 SUMBER DALAM KOMPETENSI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)) yulia ningsih
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v4i1.13

Abstract

Latar belakang penelitian adalah nilai rata-rata tes formatif pada kompetensi Operari Hitung Bentuk Aljabar SMPN 1 SUMBER Tahun pelajaran 2008 / 2009 adalah 5,7. Permasalahannya adalah bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII SMPN 1 SUMBER dalam kompetensi dalam kompetensi Operasi Hitung Bentuk Aljabar Tujuan penelitian ini adalah ingin meningkatkan hasil belajar siswa tersebut. Manfaat penelitian adalah bagi siswa, bagi guru, dan bagi sekolah. Metode dalam penelitian adalah metode tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus, dimana tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah siswa KELAS VII SMPN 1 Sumber Kabupaten Cirebon Tahun Pelajaran 2009 / 2010, yang terdiri dari 40 siswa. Indicator keberhasilan adalah nilai siswa secara individu 75 dan secara klasikal 75% dari semua siswa. Hasil penelitian yang dapat peneliti sajikan adalah sebagai berikukt : pada siklus pertama, siswa yang tuntas belajar klasikal 23 siswa (57,5%) dan yang tidak tuntas 17 siswa (42,5%) dengan rata-rata kelas 68,75 daya serap 68,75%. Pada siklus ke dua siswa yang tuntas belajar klasikal 27 siswa (67,5% dan yang tidak tuntas belajar 13 siswa (32,5%) dengan rata-rata kelas 74,25 daya serap 74,25%. Pada siklus ketiga, sisa yang tuntas belajar klasikal31 siswa (77,5%) dan tidak tuntas belajar 9 siswa 922,5%) dengan rata-rata kelas 77 atau daya serapnya 77%. Karena sudah memenuhi target yang diharapkan maka proses penelitian dihentikan pada nsiklus ke tiga. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL))”. Dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam kompetensi Operasi Hitung Bentuk Aljabar pada siswa KELAS VII SMPN 1 SUMBER Kabupaten Cirebon tahun pelajaran 2009/2010. Aktivitas dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar meningkat serta kemampuan guru dalam kegiatan Pembelajaran juga meningkat. Oleh sebab itu dalam pembelajaran disarankan guru menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual.   Keywords:Pendekatan Kontekstual, Contextual Teaching and Learning, Hasil Belajar, Operasi Hitung Bentuk Aljabar
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERNIKAHAN DINI DI SMPN 2 SELO KABUPATEN BOYOLALI Luluk Khusnul Dwihestie; Yulia Ningsih
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.02 DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i02.946

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan krusial di Indonesia karena remaja belum siap secara fisik dan psikologis. Kabupaten Boyolali (2025) mencatat Kecamatan Selo menjadi peringkat ke-1, dengan kasus tertinggi di Dusun Jrakah (26 kasus), Dusun Bakalan (15 kasus), dan Dusun Sepi (11 kasus). Studi pendahuluan di SMPN 2 Selo mengindikasikan rendahnya pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di SMPN 2 Selo, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian: penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 2 Selo sebanyak 42 siswa, dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: Sebelum intervensi, sebagian besar responden pada kategori pengetahuan kurang sebanyak 29 responden (69%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar pengetahuan responden meningkat menjadi kategori cukup sebanyak 22 responden (52,4%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan melalui media poster berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai pernikahan dini di SMPN 2 Selo. Saran: Pendidikan kesehatan perlu dikembangkan sebagai upaya preventif pencegahan pernikahan dini dan peningkatan pemahaman remaja. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Pernikahan Dini
Analisis Best Practice Program Sekolah Keluarga di Kota Bukittinggi Rizan Hasbullah; Wahib Assyahri; Diga Putri Ooktaviane; Yulia Ningsih
Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Vol. 4 No. 1 (2026): Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/eksekusi.v4i1.2496

Abstract

Family resilience in Indonesia faces multidimensional pressures reflected in increasing divorce rates, violence against children, and youth involvement in drug abuse and promiscuity. Bukittinggi City, despite having strong cultural traditions based on local wisdom and religious values, has also experienced an increase in divorce cases and domestic violence. In response, the Bukittinggi City Government launched the Family School Program aimed at strengthening the eight functions of the family: religious, cultural, affection, protection, reproductive, educational, economic, and environmental. This study aims to analyze the best practices of this program using five UN-Habitat indicators: impact, partnership, sustainability, leadership, and transferability. The research method used is qualitative exploratory with data collection through in-depth interviews with informants consisting of alumni, active participants, program managers, and sub-district coordinators, as well as participatory observation and documentation. The results show that the program successfully improved emotional control, family communication, and child-rearing patterns significantly. Multi-stakeholder partnerships with technical agencies, religious institutions, and academics are strong, but the private sector has not yet been involved. Program sustainability is supported by the Mayor's Decree and alumni enthusiasm, but funding remains vulnerable as it is entirely dependent on the local budget. Leadership is distributive from the political level to the community level, but is female-dominated with very low male participation. The program has high replication potential and has attracted many regions for comparative studies. In conclusion, this program falls into the category of good practice approaching best practice, but requires strengthening economic impact, diversifying funding, and increasing male participation.
Penyediaan Pojok Baca Berbasis Masjid sebagai Upaya Penguatan Budaya Literasi Masyarakat di Bungus Timur Novya Fitri; Yulia Ningsih; Novia Zenulia; Nola Elita; Dondon Syafril Dani; Nila Kumala; Zetnawati Zetnawati; Trisna Lervia; Weldawati Weldawati; Putri Rahma Najli; Nurhayati Nurhayati; Novita Sultri; Hilma Suria Dewi; Felayati Felayati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i3.12801

Abstract

The low interest in reading and limited access to reading materials remain challenges in fostering a culture of literacy among the Indonesian public. This situation is evident in the vicinity of the Bungus Timur Grand Mosque, which lacks adequate literacy facilities for both children and the local community. This community service initiative aims to establish a mosque-based reading corner to strengthen the local literacy culture in Bungus Timur. The project employs a participatory approach—encompassing observation, planning, implementation, and evaluation—and actively involves university students participating in the Community Service Program (KKN), mosque administrators, and local residents. The program successfully established a reading corner featuring a collection of 120 books, including children's storybooks, general knowledge books, and religious literature. During its implementation, the reading corner was utilized by 35 children and adolescents as well as 20 adults. The results indicate that the reading corner successfully boosted residents' enthusiasm for reading, created a conducive learning environment, and optimized the mosque's role as a center for community-based non-formal education. Program sustainability is ensured through the formation of a management team comprising mosque administrators and local youth. Thus, the establishment of a mosque-based reading corner serves as an effective and sustainable model for strengthening community literacy culture.