Claim Missing Document
Check
Articles

PERMODELAN ENDAPAN LATERIT DI DESA KIRAM, KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Muhammad Fuady; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4437

Abstract

Endapan laterit merupakan salah satu sumberdaya alam yang terdapat di Kalimantan Selatan. Pada daerah ini terdapat ini terdapat endapan laterit yang kadar mineral berharganya diperkirakan berpotensi untuk memberikan profit, sehingga perlu dilakukan kajian permodelan endapan bahan galian tersebut agar dapat diketahui distribusi kadar serta bentuknya dan guna mengetahui kuantitas dari bahan galian terssebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode perhitungan aktual di lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan menggunakan metode komputasi dan analisa data – data berupa peta, gambar, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampai informasi hasil penelitian.Bentuk endpan laterit menerus mengikuti morfologi permukaan dengan ketebalan antara 1-3 meter, dan didapat sumberdaya keseluruhan lapisan sebesar 500674 m3. Dengan lapisan Lapisan Red Limonite sebesar 218,934m3, dengan Fe 126,697m3, Cr 4,466m3 dan Ni 3,240 m3,Lapisan Yellow Limonite sebesar 152,700m3, dengan Fe 86,917 m3, Cr 4,001m3 dan Ni 2,825 m3, dan Lapisan Transition sebesar 132,197m3, dengan Fe 74,136 m3, Cr 3,953m3 dan Ni 2,472 m3 Kata-kata kunci: Permodelan, Sumberdaya, Kadar
EVALUASI PENAMBANGAN DI PIT 3 BERDASARKAN PENGUKURAN SURVEY KEMAJUAN TAMBANG TERHADAP RITASE ALAT ANGKUT (TRUCK ACOUNT) PADA PT TANJUNG ALAM JAYA KECAMATAN PENGARON, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Mahfudz Ade Kurnia; Uyu Saismana; Riswan Riswan; Eko Santoso; Gusti Yunizar
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.733

Abstract

PT Tanjung Alam Jaya yang bergerak di bidang pertambangan batubara menggunakan kegiatan survey dan perhitungan ritase alat angkut untuk mengetahui volume bahan galian yang terbongkar/dipindahkan. Kedua metode ini memberikan hasil yang berbeda namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kedua metode tersebut dalam mengontrol dan mengevaluasi kemajuan tambang.Kegiatan survey memberikan selisih volume antara dua model permukaan yang diperoleh dari pengambilan titik-titik koordinat di dalam pit. Volume OB (overburden) yang terbongkar dapat diperkirakan dari perhitungan ritase alat angkut yang mengangkut OB ke luar pit. Data faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada bulan Februari 2012 berupa bucket fill factor (BFF) alat, swell factor (SF) material, cycle time (CT) alat, produksi alat dan efisiensi kerja (EU) alat diambil untuk menghitung produksi OB yang selanjutnya dianggap sebagai volume pembongkaran OB yang sebenarnya.Berdasarkan data faktor-faktor produksi alat angkut yang diambil pada bulan Februari 2011, didapat volume OB yang terbongkar sebesar 257,136.86 BCM. Volume OB dari hasil survey sebesar 216,252.21 BCM dan dari hasil pendataan ritase alat angkut diperoleh 230,885.00 BCM, atau dikatakan terdapat perbedaan 6.77%.
PERENCANAAN PENAMBANGAN BATUBARA PIT TIMUR DI PT PADA IDI DESA LUWE HULU KALTENG Heru Cahyo Prasakto; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Karina Shella Putri
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2932

Abstract

PT Pada Idi memerlukan perencanaan dan perancangan tambang pada area prospek yang telah dilakukan eksplorasi sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai pedoman dalam pelaksanaan penambangan, mengurangi ketidakpastian dan pemilihan kemungkinan terbaik.Penelitian dikerjakan dengan bantuan software. Batas penambangan, cadangan tertambang, volume OB ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) 7, 9 dan 10. Rancangan pit dan timbunan mengacu pada rekomendasi geoteknik lereng perusahaan. Tahapan penambangan dibuat dengan target produksi 100.000 ton/bulan.Hasil penelitian dengan SR 9 yaitu : pit limit sampai elevasi -10 mdpal, luas pit 128.08 Ha, cadangan  tertambang 2.84 juta ton, volume OB 25.99 juta BCM, umur pit 2 tahun 8 bulan. Hasil penelitian dengan SR  7 yaitu : pit limit sampai elevasi -5 mdpal, luas pit 103.05 Ha, cadangan  tertambang 2.80 juta ton, volume OB 19.72 juta BCM, umur pit 2 tahun 11 bulan. Hasil penelitian dengan SR  10 yaitu : pit limit sampai elevasi -25 mdpal, luas pit 182.3 Ha, cadangan  tertambang 3.93 juta ton, volume OB 39.17 juta BCM, umur pit 3 tahun 10 bulan. Kebutuhan alat mekanis pit SR 9 adalah 7 unit Excavator PC-400, 2 unit Excavator PC-200, 28 unit Dump Truck Nissan CWB dan 10 unit Dump Truck Hino FM260. Kata-kata kunci: Pit, Stripping Ratio, Pit Limit, Cadangan, Alat Mekanis 
STUDI KETERDAPATAN BIJIH KROMIT PADA ENDAPAN LATERIT DI KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Akhmad Rezni Ilhami; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3356.552 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5714

Abstract

ABSTRAK Kromit (FeCr2O3) adalah satu-satunya mineral yang dapat digunakan menjadi sumber logam kromium. Kromit bisa terbentuk sebagai endapan primer, yaitu sebagai cebakan stratiform dan juga podiform, atau menjadi endapan sekunder berupa pasir hitam dan juga tanah laterit. Keterdapatan kromit di Indonesia lebih sedikit jika dibandingkan negara-negara lain di dunia seperti Kazakhstan, Turkey, Kanada, Afrika Selatan, Finland, Brazil, India, dan Zimbabwe. Meskipun demikian, potensi kromit di Indonesia cukup besar, hal ini dikarenakan kromit terbentuk pada batuan induknya yaitu ofiolit, sedangkan penyebaran ofiolit di Indonesia diperkirakan lebih dari 80 ribu km2.Metode dalam penelitian ini berdasarkan pada metode perhitungan aktual di lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses memecahkan masalah yaitu menggunakan metode komputasi dan analisa data - data berupa peta, gambar, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampai informasi hasil penelitian.Dari penelitian tersebut hasil yang didapatkan dari pengujian laboratorium yang menggunakan metode X-Ray Fluoresensi (XRF) di Laboratorium Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan, kandungan Cr tertinggi terdapat pada TA-01 B dengan persentase 2,42% , dan yang terendah terdapat pada TA-03 B dengan persentase 0,68%.Kata-kata kunci: Kromit, Laterit, X-Ray Fluoresensi
PENGARUH KOMPOSISI BRIKET BATUBARA NON-KARBONISASI TERHADAP PARAMETER KUALITAS DAN KARAKTERISTIK PEMBAKARAN Syafira Dian Sari; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5164

Abstract

Briket batubara merupakan bahan bakar padat yang mempunyai kelayakan teknis untuk digunakan sebagai bahan bakar, untuk menghasilkan briket batubara dengan kualitas yang baik maka perlu dilakukan analisis terhadap parameter kualitas dan karakteristik pembakaran dari briket yang telah diolah. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan briket batubara yang diharapkan memiliki kualitas yang dapat menunjang penggunaan energi panas yang dihasilkan dari briket.Metode analisis yang digunakan adalah melakukan pengujian di laboratorium meliputi pengujian kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, nilai kalori dan karbon tertambat. Serta melakukan pembakaran briket untuk mengetahui waktu nyala api, waktu nyala bara dan waktu pembakaran.Hasil analisis parameter kualitas dengan kadar air terendah terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 0,40 mm), kadar air sebesar 9,69%. Kadar abu terendah terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 0,40 mm), kadar abu sebesar 3,50%. Kadar zat terbang tertinggi terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 2,38 mm), kadar zat terbang sebesar 61,90%. Nilai kalori tertinggi terdapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 0,40 mm), nilai kalori sebesar 6586,5 kkal/kg. Karbon tertambat tertinggi terdapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 0,40 mm), nilai karbon tertambat sebesar 37,97%. Serta waktu pembakaran briket terlama didapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 2,38 mm) dengan waktu nyala api 50 menit 31 detik, waktu nyala bara 1 jam 25 menit 45 detik dan waktu pembakaran 2 jam 16 menit 16 detik. Kata-kata Kunci : Batubara, Briket, Non-Karbonisasi, Kualitas, Ukuran Partikel
EVALUASI PRODUKTIVITAS PEMUATAN BATUBARA PADA KEGIATAN PENGAPALAN PT ASMIN BARA BRONANG Wulandari Puspitasari; Uyu Saismana; Riswan Riswan
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3902

Abstract

Pada kegiatan pengapalan di PT Asmin Bara Bronang telah terjadi ketidak tercapaian target barging time, barging time yang sudah ditentukan adalah sebesar 6 jam 20 menit. Tidak tercapainya target barging time dipengaruhi oleh beberapa hal yang berhubungan seperti ketersediaan batubara, produktivitas unit pengumpan wheel loader, dan belt conveyor.Penelitian ini meggunakan pendekatan dengan menganalisa tiga faktor yang beprengaruh langsung pada kegiatan barging, yaitu ketersediaan batubara, produktivitas wheel loader, dan belt conveyor.  Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 47% dari barging bulan Mei tidak mencapai target barging time. Dari ketiga faktor, ditemukan bahwa, produktivitas wheel loader adalah penyebabnya. Dimana produktivitas rata-rata aktual wheel loader 862,19 ton/jam, maka CR 30 hanya mampu memuat ±5.000 MT batubara dalam waktu 6 jam. Untuk memenuhi barge dengan ukuran maksimal, yaitu ±8.000 MT. Maka dilakukan simulasi. Simulasi yang dilakukan ada dua, yang pertama adalah dengan memaksimalkan waktu wheel loader maju dan kembali. Menggunakan kecepatan sesuai hand book wheel loader. Maka didapatkan rata-rata produktivitas taksiran wheel loader adalah 1.156,91 ton/jam, CR 30 mampu memuat ±6.900 MT. Simulasi kedua adalah dengan memperkecil loading time, dengan menaikkan produktivitas wheel loader. Untuk menaikan produktivitas wheel loader maka dilakukan penambahan 1 unit wheel loader, produktivitas wheel loader naik menjadi 1.724,28 ton/jam ton/jam. Dengan produktivitas tersebut untuk memuat barge ukuran 300 ft (8.000 MT) dibutuhkan waktu 4 jam 58 menit. Kata-kata Kunci : produktivitas, barging, belt conveyor, barging time, wheel loader, demurrage
PERHITUNGAN SUMBERDAYA DAN CADANGAN BATUBARA PT KADYA CARAKA MULIA Muslikin Muslikin; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3132.698 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5672

Abstract

ABSTRAKKegiatan eksplorasi di Blok Selatan PT Kadya Caraka Mulia telah dilakukan pemboran sebanyak 30 titik bor dan dilanjutkan dengan logging geofisika di 8 lokasi. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan model geologi serta mengetahui sumberdaya dan cadangan batubara di daerah penelitian.Metode yang digunakan untuk perhitungan sumberdaya dan cadangan batubara pada penelitian ini adalah metode Poligon dengan menggunakan bantuan software.Dari penelitian ini didapatkan bahwa di Blok Selatan PT Kadya Caraka Mulia terdapat sumberdaya batubara terukur 4,094,583 ton dan sumberdaya batubara tertunjuk 670,380 ton. Adapun cadangan batubara terukur sebesar 356,470 ton dengan volume overburden adalah 4,250,992 BCM. Kata Kunci: Permodelan, Sumberdaya, Cadangan, Metode Poligon
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP TOTAL MOISTURE BATUBARA BASIS AS RECEIVED Haipan Haipan; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4199

Abstract

PT Amanah Anugerah Adi Mulia Site Kintap dihadapkan dengan permasalahan pengiriman batubara dari pelabuhan ke vessel dimana selama proses pengiriman tersebut batubara akan terpapar udara bebas sehingga kualitasnya dapat berubah. Perubahan kualitas yang dimaksud adalah berubahnya nilai dari total moisture (TM) yang berpotensi menyebabkan terjadinya penurunan atau kenaikan nilai kalori batubara.Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan perhitungan model matematika (analisis regresi linier berganda) untuk mendapatkan konstanta terhadap perhitungan TMlaut yang dipengaruhi curah hujan terhadap TMdarat. Selanjutnya menghitung curah hujan rencana yang diambil dari data 10 tahun yang didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Regional Banjarbaru untuk diolah menjadi data curah hujan rencana perbulan.Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan metode regresi linier berganda diketahui hubungan antara pengaruh curah hujan dengan perubahan nilai TMlaut batubara digambarkan dengan persamaan TMlaut = -0.136 + 0.035CH + 1.002TMdarat.  Persamaan yang diperoleh dapat digunakan untuk memprediksi nilai TMlaut sehingga dalam pelaksanaan blending parameter yang mempengaruhi penurunan nilai kalori ini dapat dijadikan pertimbangan dalam memenuhi kriteria kualitas batubara yang diminta pembeli. Kata-kata kunci : Analisis regresi linier berganda, curah hujan rencana, total moisture, transhipment
OPTIMASI PENGELOLAAN STOCKROM-STOCKPILE SERTA SIMULASI PENANGANAN TUMPUKAN BATUBARA DI STOCKROM Rakhman Silvika Maksum; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4206

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada perusahaan pertambangan ketika produksi batubara mengalami hambatan salah satunya adalah dampaknya tumpukan batubara di stockROM terlalu lama tertimbun dan meninggi. Salah satu opsi penanganan adalah segera mengolah batubara lama yang masih ekonomis dan mencampurnya dengan batubara baru (homogenisasi). Selain itu manajemen terhadap proses produksi dan kontrol kualitas seperti tata ruang, pengelolaan air penjadwalan dan penempatan unit penunjang serta skema penumpukan juga masih belum optimal.Penelitian dilakukan berdasarkan data aktual produksi pada bulan Januari 2014. Data kemudian diolah dan disimulasikan untuk memberikan opsi manajemen stockpile yang lebih baik. Berdasarkan perbaikan tata ruang dan penumpukan, kapasitas stockROM 841.791,68 m3 dan kapasitas stockpile 261.772,94 m3. Bentuk tumpukan limas terpancung dengan sudut kemiringan tumpukan 30o dan ketinggian 16 m. Drainase berbentuk trapesium dengan dimensi aplikatif: lebar dasar saluran (b) 1 m, lebar permukaan saluran (B) 2 m, Kedalaman saluran (d) 1 m, Kemiringan dinding saluran (α) ±63o. Dimensi sediment pond di stockROM: panjang 30 m, lebar 12,5 m, jumlah kolam 3, kedalaman 3 m (kolam 1 dan 3), 4 m (kolam 2). Sediment pond stockpile: panjang 10 m, lebar 8 m, jumlah kolam 3, kedalaman 3 m (kolam 1 dan 3), 4 m (kolam 2).Berdasarkan perbaikan penggunaan unit penunjang di area stockROM-stockpile, maka unit yang direkomendasikan untuk produksi lancar dengan target 458.333,33 Ton/bulan: 1 unit dozer Caterpillar D8R di StockROM, 2 unit wheel loader Komatsu WA 500-3 di stockpile dan 2 unit wheel loader Caterpillar 966H di stockroom, 3 unit excavator Komatsu PC 200-8 untuk memuat batubara ke hopper dan 1 unit excavator Komatsu PC 300-8 untuk mengelola drainase dan kolam pengendap serta mengantisipasi genangan dan swabakar. Unit stand by: 2 unit dozer Caterpillar D8R, 3 unit wheel loader Komatsu WA 500-3 dan 1 unit wheel loader Caterpillar 966H. Dengan manajemen penumpukan menggunakan konsep FIFO. Waktu penyelesaian tumpukan batubara warute di stockROM dengan menggunakan opsi realistis adalah 41 hari dan waktu penyelesaian tumpukan batubara warute di stockROM dengan menggunakan opsi terbaik adalah 24 hari Kata-kata kunci: StockROM, Stockpile, Timbunan, Produktivitas, Drainase, Settling Pond
EVALUASI KEMAJUAN TAMBANG BULANAN BERDASARKAN METODE SURVEY PADA PT XYZ Rusdi Suhairi; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4509

Abstract

Evaluasi kemajuan tambang sangat berkaitan dengan perencanaan tambang yang akan dilakukan selanjutnya. Evaluasi itu menjadi faktor dalam perhitungan cadangan sehingga dapat merencanakan proses penambangan yang akan berlangsung. Tujuan yang akan dicapai adalah menentukan batas-batas penambangan yakni dalam keadaan aktual di lapangan, pada PT XYZ sering kali tingkat perolehan tidak mencapai persentase yang diperkirakan.Pengukuran survey kemajuan tambang yang dilakukan pada PT XYZ mengunakan metode pengukuran joint survey. Dimana semua pekerjaan pengukuran topografi dilaksanakan di lapangan dengan tujuan untuk mendapatkan data tiap titik detail.Berdasarkan Perbandingan Peta monthly plan dan topografi progres bulan Mei, Juni dan Juli 2016 didapatkan hasil yaitu pada pencapaian kemajuan tambang berdasarkan luasan yaitu mulai 82,23% sampai dengan 133%. Berdasarkan kedalaman pencapaian mulai dari 84,96% sampai dengan 100%. Dan pencapaian progres tambang berdasarkan volume mulai dari 65,56% sampai dengan 88,72%. Kata-kata kunci: Luas, Actual Survey, Rencana Penambangan, Evaluasi
Co-Authors Abbas Abbas Abdillah Rasyid Abdul Azis Abdul Khair Abrar Briando Noure Achmad Achmad Adip Mustofa Agus Santoso Agus Triantoro Agus Tryono Ahmad Ali Syafi’i Ahmad Ramli Ahmad Zaidan Aji Ahdinata Akhmad Rezni Ilhami Alpian Nafarin Andi Riduansyah Andi Syaputra Andri Toding Annisa Rizky Nur Adzmi Arief, Muhammad Zaini Ayuni Islamiaty Azwar Azwar Basri Basri Billy Grace Palit Deddy J. Sitio Dimas Saputra Eko Santoso Emma Rahmi Febri Amri Oktaviantono Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferry Fernando Fikri, Hafidz Noor Freddy Aditya Gading Abi Pangestu Gita Andini Nilasari Gusfrimanuel Gusfrimanuel Gusti Yunizar Haipan Haipan Hambali Hambali Handri Irawan Hariyono Gunawan Heru Cahyo Prasakto Heru Heru I Gede Mahardika Putra I Putu Sugiarta Imam Imam Jhon Tohom Y.P Johan Eka Saputra Kartini Kartini Lasron Napitu Leo Cahyo Adi M Faisal Amiruddin M. Thoriq Bagoes Saifuddin Mahdi Salam Mahfudz Ade Kurnia Mardyanza Radeng Marselinus Untung Dwiatmoko Mart Wandy Mayati Isabella Muhammad Ali Syaefudin Muhammad Azmi Rahman Muhammad Fuady Muhammad Yusuf Mula Janang Muslikin Muslikin Noor Wahidatul Jannah Noviar Rahmatillah Nur Mulya Sari Nurhakim Nurhakim Oki Prastio Putri, Karina Shella Rahman Muhammad Rakhman Silvika Maksum Ramadhani Febrian Malta Rezky Ade Pratama Ricky Joetra Rizki Tri Cahyana Romansius Limbong Damanik Romla Noor Hakim Rudi Frianto Rusdi Suhairi Rusmawarni Rusmawarni Sayyidina Billynardo Bimantoro Subianto Subianto Syafira Dian Sari Thoni Riyanto Tiurlan Simamora Tri Lestari Tri Okta Maulana Uyu Saismana Wahyu Nur Hidayat Wendly Wiwin Wulandari Puspitasari Yosep Sumitra Yosua Dinata Olla Yuliana Yuliana