Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi manajemen area disposal pada PT Usaha Baratama Jesindo Andi Riduansyah; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i2.9813

Abstract

Penggalian batubara dalam metode open pit dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memindahkan overburden dari loading point menuju area disposal. Dalam proses pemindahan overburden tersebut perlu memperhatikan pengaturan penumpahan overburden, metode penumpahan pada area disposal, konstruksi disposal, perawatan disposal, hingga aspek keamanan dan keselamatan kerja. Melihat dari beberapa persoalan tersebut maka dibutuhkan sebuah manajemen di dalam area disposal. Berdasarakan parameter dari Good Mining Practice, manajemen disposal area PT Usaha Baratama Jesindo terdiri dari desain disposal dengan parameter terdiri dari kapasitas dan dimensi dsposal area, serta konstruksi disposal dengan parameter terdiri dari tanggul pengaman (bundwall), jenjang (bench), lampu penerangan (tower lamp), pemandu (dump man), kemiringan disposal (grade), patok pembatas, dumping di atas lumpur atau retakan dan unit pendukung (unit supporting). Overburden yang dipindahkan selama bulan Oktober 2016 sebanyak 298.068,4 BCM atau 307.287,01 LCM dengan jumlah ritasi sebanyak 26.988. Jumlah material tertinggi yang di dumping pada disposal area yaitu pada hari ke 12 bulan Oktober 2016 sebanyak 11.593,8 BCM dan terendah pada hari ke 31 yaitu sebanyak 3.815 BCM. Evaluasi implementasi manajemen disposal mendapatkan nilai sebesar 24/30 dari keadaan aktual parameter-parameter yang diterapkan. Pencapaian tingkat keberhasilan manajemen disposal area yang telah dilakukan yaitu sebesar 80%.
Estimation of coal resources and distribution of calories and total sulfur at PT KTC Coal Mining & Energy Site Cakra Andatu Sukses Ai Supiatun Nur; Riswan Riswan; Sari Melati; Hafidz Noor Fikri; Febri Ramadhani
Jurnal Himasapta Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Himasapta Volume 11 Nomor 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v11i1.18492

Abstract

ABSTRAKEstimasi sumber daya batubara serta sebaran nilai kalor dan kandungan sulfur total di wilayah kerja PT KTC Coal Mining & Energy tepatnya di Site Cakra Andatu Sukses di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, sangat penting dilakukan untuk kepentingan ekplorasi dan studi kelayakan tambang. Penelitian ini memanfaatkan data dari 199 titik pengeboran eksplorasi. Proses pemodelan geologi dan perhitungan sumber daya menggunakan software MineScape versi 5.7, dengan pendekatan Metode Elemen Hingga (FEM) dan mengacu pada standar SNI 5015:2019. Dari hasil interpretasi geologi, ditemukan enam lapisan (seam) batubara utama, yaitu lapisan AC, AB, AA, A, B, dan C. Rata-rata ketebalan masing-masing lapisan bervariasi antara 0,9 hingga 1,7 meter. Total sumber daya batubara yang dihitung mencapai sekitar 49.148.000 ton, dimana lapisan C menyumbang volume terbesar dibandingkan lapisan lainnya. Nilai kalor batubara di wilayah ini berada pada kisaran 4.254–4.882 kkal/kg, dengan lapisan A mencatat nilai kalori tertinggi. Sedangkan kandungan sulfur total batubara bervariasi antara 0,28% hingga 1,21%, dan lapisan C menunjukkan kandungan sulfur paling rendah yang menunjukkan kualitas batubara yang lebih ramah lingkungan. Informasi mengenai sebaran kualitas batubara sangat penting sebagai dasar penyusunan strategi produksi dan pengendalian kualitas batubara di lapangan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi landasan pengelolaan sumber daya batubara yang lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus mendukung praktik pertambangan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.Kata-kata kunci: Batubara, Sumberdaya, Kalori, Total sulfur, FEM ABSTRACTThe estimation of coal resources and the spatial distribution of calorific value and total sulfur content at the Cakra Andatu Sukses Site of PT KTC Coal Mining & Energy, located in North Barito Regency, Central Kalimantan, are critical for exploration and mine feasibility studies. This study utilized data from 199 exploration boreholes. Geological modeling and resource calculations were conducted using MineScape version 5.7 software, employing the Finite Element Method (FEM) in compliance with the SNI 5015:2019 standard. Geological interpretation identified six primary coal seams: AC, AB, AA, A, B, and C, with average thicknesses ranging from 0.9 to 1.7 meters. The total estimated coal resource is approximately 49,148,000 tons, with Seam C contributing the largest volume. The calorific values within the study area range from 4,254 to 4,882 kcal/kg, with Seam A exhibiting the highest energy content. Total sulfur content varies between 0.28% and 1.21%, where Seam C recorded the lowest sulfur levels, indicating a more environmentally favorable coal quality. Information regarding the distribution of coal quality is essential for production strategizing and on-site quality control. The results of this study are expected to serve as a framework for more efficient and sustainable coal resource management while supporting responsible mining practices.Keywords: Coal, Resources, Calorie, Total sulfur, FEM
Evaluation of target achievement of overburden removal at PT Madurejo Jaya Utama Ahsan Derajat Bimantara; Riswan Riswan; Karina Shella Putri
Jurnal Himasapta Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Himasapta Volume 11 Nomor 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v11i1.19345

Abstract

Pengupasan lapisan overburden merupakan kegiatan penting pada operasi tamabng terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi alat gali muat dan alat angkut dan kinerjanya dalam mencapai target pembongkaran overburden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan di lapangan yaitu cycle time alat angkut, cycle time alat angkut, dan kondisi loading point. Data sekunder yang diperoleh dari perusahaan yaitu spesifikasi alat, bucket fill factor, target produktivitas, dan swell factor. Pengolahan data berupa perhitungan produktivitas alat gali muat dan alat angkut serta match factor. Berdasarkan perhitungan data yang diambil dari lapangan, produktivitas alat gali muat dan alat angkut tidak mencapai target. Rata-rata produktivitas alat gali muat dengan jumlah passing 2 kali dan 3 kali ke setiap alat angkut adalah 302.84 bcm/jam dan 423.79 bcm/jam. Rata-rata produktivitas alat angkut dengan jumlah passing 2 kali dan 3 kali ke setiap alat angkut adalah 100.94 bcm/jam dan 141.27 bcm/jam. Alat gali muat dan alat angkut tidak mampu mencapai target produktivitas yang direncanakan oleh perusahaan yaitu 480 bcm/jam untuk alat gali muat dan 160 bcm/jam untuk alat angkut. Hasil analisis match factor, 0.70 dan 0.99, menunjukkan bahwa diperlukan alat angkut tambahan atau perbaikan cycle time pemuatan untuk meningkatkan produktivitas fleet/pasangan alat. Kata-kata kunci: produktivitas, cycle time, alat gali muat, alat angkut, passingABSTRACTOverburden stripping is a critical activity in surface mining operations. This study evaluates the productivity and performance of loading and hauling equipment in achieving the planned overburden removal target. Primary data were collected through field observations, including loading and hauling cycle times and loading point conditions. Secondary data obtained from the company included equipment specifications, bucket fill factor, productivity targets, and swell factor values. Equipment productivity and match factor were calculated to assess fleet performance. The results show that neither the loading nor hauling equipment achieved the company’s productivity targets. The average productivity of the loading equipment under two-pass and three-pass loading configurations was 302.84 bcm/h and 423.79 bcm/h, respectively. The corresponding average productivity of the hauling equipment was 100.94 bcm/h and 141.27 bcm/h. These values were below the planned targets of 480 bcm/h for loading equipment and 160 bcm/h for hauling equipment. The calculated match factor values of 0.70 and 0.99 indicate an imbalance between the loading and hauling fleets, resulting in suboptimal equipment utilization. To improve fleet performance and increase overburden removal productivity, additional hauling units and/or improvements in loading cycle time are recommended. Key words: productivity, cycle time, loading equipment, hauling equipment, passing
Evaluasi kinerja crushing plant dan alat support pengumpan dalam pencapaian target produksi batubara PT Binuang Mitra Bersama Muhammad Zaini Arief; Lasron Napitu; Uyu Saismana; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8427

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menemukan solusi dalam meningkatkan produktivitas unit crushing plant dan mencapai target produksi PT Binuang Mitra Bersama sebesar 500 ton/jam. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis faktor-faktor pendukung produktivitas unit crushing plant seperti cycle time alat pengumpan, efisiensi kerja unit crusher, kapasitas dari tiap komponen crusher, dan kondisi aktual lapangan penyebab loss time seperti idle dan delay time, serta downtime. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan simulasi peningkatan produktivitas alat pengumpan dan perbaikan pola penumpukan dan pengumpanan pada area ROM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas crushing plant hanya mencapai 304 ton/jam, sementara target produksi 500 ton/jam. Analisa kemungkinan terbaik untuk mencapai target produksi tersebut adalah dengan cara simulasi peningkatan produktivitas alat pengumpan dengan lebih menekan atau mengurangi delay time per siklus pengumpanan, kemudian perbaikan pola penumpukan dan pengumpanan pada area ROM sehingga alat pengumpan dapat beroperasi secara continue dan mengurangi terjadinya downtime. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai target produksi sebesar 500 ton/jam, perlu dilakukan evaluasi untuk pencapaian target produksi yang lebih maksimal dan diharapkan dengan melakukan simulasi peningkatan produktivitas alat pengumpan dan perbaikan pola penumpukan dan pengumpanan pada area ROM, target produksi yang diinginkan dapat tercapai.
Evaluasi pencapaian target produksi penambangan berdasarkan metode survey dan bucket count di PT Binuang Mitra Bersama Amiruddin Basri; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.17286

Abstract

Pada umumnya sering terjadi selisih antara perhitungan jumlah metode survey dan bucket count. Juga pencapaian mine progress terhadap target produksi yang telah direncanakan. Untuk mengetahui berapa besar selisih perhitungan volume overburden dan batubara yang tertambang serta pencapain mine progress terhadap target produksi maka diperlukan kegiatan survey aktual. Pada penelitian ini terdapat selisih antara metode survey dan bucket count. Selisih dari kedua metode tersebut disebebkan oleh beberapa faktor yaitu pemegangan stick prisma yang kurang standar saat pengambilan data, pengambilan titik detail data dilapangan kurang teliti, kesalahan pencatatan jumlah bucket dan muatan bucket yang kurang optimal.Target produksi yang direncanakan di PT Binuang Mitra Bersama untuk kegiatan pemindahan overburden sebesar 80.000 Bcm bulan Mei dan 70.000 Bcm bulan Juni dan produksi batubara sebesar 15.000 Ton bulan Mei dan 12.500 Ton bulan Juni. Persentase selisih pencapaian target produksi bulan Mei untuk overburden -5,9% dan batubara sebesar -11%. Sedangkan persentase selisih pencapaian target produksi bulan Juni untuk overburden sebesar -14,4% dan batubara -8,2%. Persentase ini menunjukkan bahwa seringnya terjadi target produksi yang tidak tercapai, sehingga perlu dievaluasi. Adapun faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian target produksi ini yaitu produktivitas alat gali yang rendah, alat angkut yang kurang.Kata-kata Kunci: Survei, Target produksi, Bucket countABSTRACTDiscrepancies frequently occur between volume calculations obtained through the survey method and the bucket count method, as well as in the achievement of mine progress relative to planned production targets. To accurately determine the extent of volume differences for overburden and coal, and to assess mine progress performance, actual field surveys are essential. This study identifies a variance between the survey and bucket count methods, which is attributed to several factors: non-standard prism stick handling during data collection, inaccuracy in recording detailed field points, and errors in bucket count data, including suboptimal bucket loading.At PT Binuang Mitra Bersama, the planned overburden removal was 80,000 BCM in May and 70,000 BCM in June, while coal production targets were 15,000 tons and 12,500 tons, respectively. The percentage shortfall from production targets in May was -5.9% for overburden and -11% for coal, while in June it was -14.4% for overburden and -8.2% for coal. These figures indicate frequent underperformance against production targets. Contributing factors include low excavation equipment productivity and insufficient hauling capacity. The findings highlight the need for continuous evaluation and operational improvements to enhance production accuracy and efficiency in open-pit mining operations.Keywords : Survey, Production target, bucket count
Co-Authors Abbas Abbas Abdillah Rasyid Abdul Azis Abdul Khair Abrar Briando Noure Achmad Achmad Adip Mustofa Agus Santoso Agus Triantoro Agus Tryono Ahmad Ali Syafi’i Ahmad Ramli Ahmad Zaidan Ahsan Derajat Bimantara Ai Supiatun Nur Aji Ahdinata Akhmad Rezni Ilhami Alpian Nafarin Amiruddin Basri Andi Riduansyah Andi Syaputra Andri Toding Annisa Rizky Nur Adzmi Arief, Muhammad Zaini Ayuni Islamiaty Azwar Azwar Basri Basri Billy Grace Palit Deddy J. Sitio Dimas Saputra Eko Santoso Emma Rahmi Febri Amri Oktaviantono Febri Ramadhani Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferry Fernando Fikri, Hafidz Noor Freddy Aditya Gading Abi Pangestu Gita Andini Nilasari Gusfrimanuel Gusfrimanuel Gusti Yunizar Haipan Haipan Hambali Hambali Handri Irawan Hariyono Gunawan Heru Cahyo Prasakto Heru Heru I Gede Mahardika Putra I Putu Sugiarta Imam Imam Jhon Tohom Y.P Johan Eka Saputra Kartini Kartini Lasron Napitu Leo Cahyo Adi M Faisal Amiruddin M. Thoriq Bagoes Saifuddin Mahdi Salam Mahfudz Ade Kurnia Mardyanza Radeng Marselinus Untung Dwiatmoko Mart Wandy Mayati Isabella Muhammad Ali Syaefudin Muhammad Azmi Rahman Muhammad Fuady Muhammad Yusuf Mula Janang Muslikin Muslikin Noor Wahidatul Jannah Noviar Rahmatillah Nur Mulya Sari Nurhakim Nurhakim Nurhakim Nurhakim Oki Prastio Putri, Karina Shella Rahman Muhammad Rakhman Silvika Maksum Ramadhani Febrian Malta Rezky Ade Pratama Ricky Joetra Rizki Tri Cahyana Romansius Limbong Damanik Romla Noor Hakim Rudi Frianto Rusdi Suhairi Rusmawarni Rusmawarni Sari Melati, Sari Sayyidina Billynardo Bimantoro Subianto Subianto Syafira Dian Sari Thoni Riyanto Tiurlan Simamora Tri Lestari Tri Okta Maulana Uyu Saismana Wahyu Nur Hidayat Wendly Wiwin Wulandari Puspitasari Yosep Sumitra Yosua Dinata Olla Yuliana Yuliana