Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Fisika FLUX

Alternatif Penanggulangan Kekeringan Pada Lahan Sawah Tadah Hujan dengan Menggunakan Pompa Air Sistem Fotovoltaic Henny Johan
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.462 KB) | DOI: 10.20527/flux.v7i1.3073

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mencari lokasi konsentrasi air tinggi diareal sawah tadah hujan Desa Pekik Nyaring, Kabupaten Bengkulu Utara denganmetode Geolistrik. Setelah lokasi konsentrasi air ditemukan dengan kedalaman ±5m kemudian dilakukan penggalian pada lokasi tersebut kemudian airnyadiangkat ke permukaan dengan pompa system fotofoltaic. Dari hasil penelitian, diareal sawah tadah hujan tersebut terdapat lokasi yang konsentrasi airnya tinggi.System fotofotaic berhasil membangkitkan energi listrik sebesar ± 150 watt yangberasal dari energi matahari. Energi listrik ini digunakan untuk mengalirkan air darilokasi konsentrasi air tinggi dan kemudian mengairi areal persawahan.
Pemetaan Zona Indeks Kerentanan Seismik di Lingkungan Universitas Bengkulu Devicawati Devicawati; Bhakti Karyadi; Henny Johan; Muhammad Farid; Endang Widi Winarni
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 22, No 1 (2025): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v21i3.18791

Abstract

Bengkulu salah satu daerah yang beresiko tinggi terhadap ancaman bencana gempa bumi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan upaya untuk mewujudkan kota siaga bencana, contohnya tempat evakuasi sementara. Salah satunya Universitas Bengkulu, berdasarkan observasi yang dilakukan terdapat 4 titik kumpul yang ada di lingkungan Universitas Bengkulu. Ada yang fungsional dan ada beberapa yang tidak fungsional karena belum memenuhi kriteria penentuan titik kumpul evakuasi bencana, termasuk indeks kerentanan tanah yang belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona indeks kerentanan seismik di lingkungan Universitas Bengkulu. Pengukuran dilakukan menggunakan alat ukur mikrotremor periode pendek yang menghasilkan data mikrotremor. Analisis mikrotremor dilakukan dengan penerapan metode Horizontal To Vertical Spectrum Ratio (HVSR) menggunakan software Geopsy. Pengukuran dilakukan pada 12 stasiun pengukuran. Hasilnya menunjukkan data indeks kerentanan seismik diperoleh tiga kategori, untuk indeks kerentanan seismik kategori rendah terdapat pada stasiun pengukuran ST 2, ST 3, ST 4, ST 6, ST 7, ST 8, ST 9, ST 10, ST 11 dan ST 12 dengan rentan nilai < 3. Indeks kerentanan seismik kategori sedang terdapat pada stasiun pengukuran ST 1 dan ST 5 dengan rentan nilai 3 – 6. Pengukuran pada penelitian ini tidak terdapat stasiun pengukuran yang termasuk zona kerentanan seismik kategori tinggi, karena nilai indeks kerentanan seismik pada semua stasiun pengukuran bernilai < 6. Zona yang memiliki indeks kerentanan yang rendah dapat dijadikan sebagai titik kumpul.KATA KUNCI: gempa bumi, geopsy; indeks kerentanan seismik; mikrotremor