Articles
PERWUJUDAN INTEGRASI NASIONAL PADA MASYARAKAT KOTA PALEMBANG
Edwin Nurdiansyah;
Aulia Novemy Dhita
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i1.7165
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud integrasi nasional pada masyarakat Kota Palembang yang terbentuk dari berbagai proses akulturasi dan asimilasi dari berbagai kebudayaan mulai dari zaman sriwijaya sampai kepada masa kesultanan darussalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, pengujian data, analisis data dan laporan penulisan penelitian. Pengumpulan data penelitian ini meliputi studi kepustakaan yang berhubungan dengan Integrasi Nasional,. Perwujudan integritas nasional, salah satunya dapat dilihat dari situasi sosiologis dan psikologis Kota Palembang, yaitu Bukit Siguntang, Motif Songket, Masjid Agung, Kampung Arab Al Munawar, dan Kampung Kapiten. Perpaduan antara kebudayaan tersebut disebut assimilation incorporation atau cultural autonomy, yang menghasilkan kebudayaan yang harmoni sebagai ciri khas kelokalitasan. Ciri khas tersebut merupakan identitas nasional Bangsa Indonesia, sebagai bentuk Bhineka Tunggal Ika. Maka sudah seharusnya setiap komponen masyarakat kota Palembang untuk selalu menghormati keberagaman dalam menjaga utuhnya integrasi nasional. Kata kunci: Integrasi Nasional, Masyarakat, Kota Palembang
ANALISIS TINGKAT VALIDITAS BAHAN AJAR BERBASIS LINGKUNGAN PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Sulkipani Sulkipani;
Vina Amilia Suganda;
Edwin Nurdiansyah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v9i2.7549
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas bahan ajar berbasis lingkungan pada Mata Kuliah Pendidikan Kewargarenagaraan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (RnD) dengan teknik pengumpulan data angket dan dokumentasi. Angket digunakan untuk menghimpun data dari para validator mengenai aspek materi, media, dan bahasa dalam bahan ajar. Dokumentasi digunakan untuk menghimpun data mengenai materi yang akan dikembangkan. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Tingkat validitas aspek materi dinyatakan valid dengan skor 87.5 % (validasi 1) dan 100% (validasi 2), ditemukan bahwa dari segi materi bahan ajar telah disajikan secara sistematis dengan contoh yang kontekstual; (2) Tingkat validitas aspek media dinyatakan cukup valid pada validasi I dengan skor 78.12%, ditemukan masih terdapat penggunaan gambar dan ukuran huruf yang harus disesuaikan, dan pada validasi ke 2 dinyatakan valid dengan skor 93.75%; dan (3) Tingkat validitas aspek bahasa dinyatakan cukup valid pada validasi I, karena terdapat beberapa struktur kalimat dan ejaan yang harus direvisi, dan dinyatakan valid pada alidasi ke 2 dengan skor 90. Dengan demikian, bahan ajar yang telah dikembangkan dinyatakan valid.Kata kunci: Tingkat Validitas, Bahan Ajar, Pendidikan Kewarganegaraan
UTILIZATION OF POWTOON TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES AT CITIZENSHIP EDUCATION COURSE
Edwin Nurdiansyah;
Emil El Faisal;
Sulkipani Sulkipani
Sriwijaya University Learning and Education International Conference Vol 3, No 1 (2018): 3rd-SULE-IC
Publisher : Sriwijaya University Learning and Education International Conference
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This literature review aims to show the subject of Citizenship Education is one of the compulsory subjects at university level, it shows if Citizenship Education has an important role in the effort to realize the goal of education in Indonesia. But in practice in the field, sometimes this subject is considered boring by the students so that the achievement of existing learning in Citizenship Education is not achieved optimally. What makes this subject boring is the use of lecture methods in lectures, civic education lecturers tend to often use lecture methods without accompanied by the use of other media. To overcome this, in lecturers lectures can use learning media that are able to attract interest and generate motivation from students. PowToon as a multimedia application can be used as a learning media, in addition to very easy to use this application also has a variety of interesting features in it. It is hoped that using PowToon as a learning medium can realize what is expected from civic education learning.
CIVIC EDUCATION AS AN INSTRUMENT OF STRENGTHENING STUDENTS’ ARCHIPELAGO INSIGHT
Sulkipani Sulkipani;
Vina Amilia Suganda M;
Edwin Nurdiansyah
Sriwijaya University Learning and Education International Conference Vol 3, No 1 (2018): 3rd-SULE-IC
Publisher : Sriwijaya University Learning and Education International Conference
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This literature review aims to analyze the nature of civic education as an instrument of strengthening student insight. That the love of citizens of his country will grow when the citizens have strong knowledge or insight about the nation and country. In the context of Indonesia, the Insight to the nation and state is called the insight of the archipelago. The insight of the archipelago is defined as the perspective of the Indonesian nation and state against itself and its environment. The concept of self means the Indonesian nation, and the environment refers to the State of Indonesia in the sense of the territory of the of the Indonesia Republic. The insight of the archipelago becomes the visional foundation of Indonesia to make all citizens must have strong insight into the archipelago. Efforts to strengthen the insight of the archipelago must be continuously done in order to maintain the unity and existence of the Indonesia Republic. Strategic efforts that can be taken include through civic education in college. Civic education in universities specifically examines the nature and implementation of the insight of the archipelago in the life of the nation and state.
Analisis pemanfaatan jurnal elektronik oleh mahasiswa menggunakan Technology Acceptance Model (TAM)
Edwin Nurdiansyah;
Aulia Novemy Dhita;
Dewi Pratita
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 6, No 2 (2019): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/hsjpi.v6i2.27515
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan jurnal elektronik yang terdapat pada program studi PPKn, program studi Pendidikan Sejarah dan program studi Pendidikan Ekonomi di Universtas Sriwijaya menggunakan technology acceptance model (TAM). Sampel penelitian yaitu mahasiswa semester 3, 5, dan 7 pada jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS). Metodologi penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data, kemudian data di analisis secara deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil uji hipotesis menunjukan tidak ada pengaruh positif dan signifikan instrument perceived easy to use terhadap attitude toward using pada Jurnal Bhineka Tunggal Ika serta Jurnal Criksetra. Selanjutnya hasil uji hipotesis juga menunjukan ada pengaruh positif dan signifikan perceived usefulness terhadap attitude toward using pada Jurnal Bhineka Tunggal Ika serta Jurnal Criksetra. Untuk Jurnal Profit pada program studi Pendidikan Ekonomi tidak memenuhi kriteria untuk dilanjutkan penelitian karena hanya lima mahasiswa yang mengetahui tentang jurnal tersebut. AbstractThis study aims to describe the utilization of electronic journals contained in the civic education study program, historical education study programs and economic education study programs using technology acceptance models (TAM). The sample of the study is the semester 3, 5, and 7 students in the Educational of Social Science department. The research methodology uses quantitative methods with a questionnaire as a data collection tool, then the data is analyzed descriptively and inferential statistical analysis. The results of the hypothesis test show that there is no positive effect and that the instrument is perceived to be easy to use towards the attitude toward using the Journal of Unity in Diversity and the Criksetra Journal. Furthermore, the results of the hypothesis test also showed that there was a positive and significant perceived usefulness effect on the attitude toward using the Journal of Unity in Diversity and the Criksetra Journal. For the Profit Journal in the Economic Education study program does not meet the criteria for continued research because only five students know about the journal.
PENDIDIKAN POLITIK GENERASI Z DI ERA DISTRUPSI
Rini Setiyowati;
Alfiandra Alfiandra;
Edwin Nurdiansyah
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 1 (2022): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jbti.v9i1.17687
The younger generation is aware that politics is an investment for the development of a nation in the future. This is because the younger generation is the spearhead of change in a nation. Today, the development of the times has led us to an era of disruption in which all changes occur erratically in all basic aspects of life, so that they cannot predict future political developments. This study aims to describe political education that is in accordance with the characteristics of generation Z in the midst of the era of disruption to create political awareness in generation Z. The research approach used is qualitative with descriptive methods. The results of this study indicate that generation Z is a critical generation and has high adaptability but related to politics cannot use conventional methods to be able to teach about political education to generation Z in this era of disruption. The approach taken must be based on technology that is close to their daily lives, especially by developing content on social media in addition to conventional education. This is to attract the interest of Generation Z to the world of politics so that they can continue the nation's leadership relay in the future.Keywords: Political Education, Generation Z, Era of DisruptionGenerasi muda sadar politik merupakan investasi bagi perkembangan suatu bangsa di masa depan. Hal ini dikarenakan generasi muda merupakan ujung tombak perubahan suatu bangsa. Dewasa ini perkembangan zaman mengantarkan kita pada era distrubsi dimana segala perubahan terjadi tidak menentu dalam semua aspek kehidupan yang mendasar, sehingga tidak dapat memprediksi perkembangan politik masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pendidikan politik yang sesuai dengan karakteristik generasi Z di tengah era distrubsi untuk mewujudkan kesadaran politik pada generasi Z. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode diskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa generasi Z merupakan generasi yang kritis dan memiliki daya adaptasi yang tinggi namun terkait dengan hal politik tidak bisa menggunakan cara-cara konvensional untuk dapat membelajarkan tentang pendidikan politik pada generasi Z di era distrupsi ini. Pendeketan yang dilakukan harus berbasis teknologi yang dekat dengan keseharian mereka dapat terlebih dengan mengembangkan konten-konten di media sosial selain dengan pendidikan secara konvensional. Hal ini untuk menarik ketertarikan generasi Z terhadap dunia politik sehingga dapat meneruskan estafet kepemimpinan bangsa dimasa depan.Katakunci: Pendidikan Politik, Generasi Z, Era Distrupsi
Pengembangan Ensiklopedia Identitas Nasional Berbasis Kearifan Lokal
Edwin Nurdiansyah;
Emil El Faisal;
Sulkipani Sulkipani
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jch.v6i2.14612
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ensiklopedia identitas nasional berbasis kearifan lokal pada perkuliahan PKn di Universitas Sriwijaya. Penelitian pengembangan yang digunakan ialah model ADDIE, model tersebut digunakan karena paling sesuai ketika menghasilkan produk dan menguji keefektifannya Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Pada tahap implementasi ensiklopedia mendapatkan tanggapan sebesar 90,3% dari angket ujicoba kepada dosen, dan memperoleh tanggapan sebesar 88% dari angket ujicoba kepada mahasiswa. Hal ini menunjukan bahwa ensiklopedia yang dihasilkan valid. Pada tes dapat terlihat rata-rata skor tes awal mahasiswa sebesar 7,4 sedangkan nilai rata-rata tes akhir sebesar 8,5. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan sebesar 1,1 dan didapatkan N-Gain sebesar 0,4 dengan kategori sedang. Dengan demikian ensiklopedia yang dikembangkan memiliki dampak potensial dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa pada perkuliahan PKn.
The Urgence of Developing Civic Education E-Book Based On Mind Mapping For Students And Lecturers
Mariyani Mariyani;
Edwin Nurdiansyah;
Aulia Novhemy Dhita SBK;
Ulfatul Hasanah;
Ernawati Ernawati;
Dini Herdianti
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 3 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/jed.v7i3.7909
This study aims to determine the urgency of developing mind mapping-based civic education e-books for students and lecturers. This research is a research method This research method is research and development (RnD) which ultimately produces a product and tests the level of product effectiveness. The subjects of this research are 54 first semester students in the 2021/2022 academic year who are taking civic education courses and 10 lecturers who are lecturers of civic education courses. The sampling technique used random sampling. The research activity was carried out at Sriwijaya University, South Sumatra. The data collection technique used is filling out questionnaires and documentation. The results of the study showed that the development of mind mapping-based civic education e-books was needed to facilitate student learning, both with educators and independently. E-books are teaching materials that are packaged digitally in the form of files and schematics according to the Lesson Plan. The existence of mind mapping in e-books will help students and lecturers to achieve fun and creative civic education learning goals.
PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN SMART AND GOOD CITIZENSHIP
Camellia;
Edwin Nurdiansyah;
Puspa Dianti;
I Putu Windu Mertha Sujana
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan merupakan sarana yang efektif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, hal ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan tujuan negara Indonesia yang ketiga yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk memperoleh hasil Pendidikan yang baik sudah seharusnya didukung oleh proses pembelajaran yang baik pula dengan menggunakan berbagai model dan metode yang sesuai sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Problem based learning merupakan salah satu model yang mampu meningkatkan perhatian, kemampuan serta aktivitas dari siswa sehingga dapat untuk mengkonstruksi pengetahuan sebagai bagian dari memahami suatu konsep dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deksriptif. Sumber data yang digunakan berupa jurnal penelitian terdahulu yang menjawab pertanyaan penelitian yang diteliti dan didukung oleh data sekunder yang diperoleh dari kepustakaan lainnya. Metode pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan triangulasi sumber yaitu berupa mencari data dari berbagi sumber jurnal dan Pustaka yang berbeda untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukan tujuan Pembelajaran kewarganegaraan yaitu smart and good citizenship akan dapat dicapai melalui Problem based learning karena model ini mampu mengasah aspek berpikir kritis sekaligus melatih untuk secara nyata memecahkan persoalan yang dihadapi.
PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN SMART AND GOOD CITIZENSHIP
Camellia;
Edwin Nurdiansyah;
Puspa Dianti;
I Putu Windu Mertha Sujana
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan merupakan sarana yang efektif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, hal ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan tujuan negara Indonesia yang ketiga yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk memperoleh hasil Pendidikan yang baik sudah seharusnya didukung oleh proses pembelajaran yang baik pula dengan menggunakan berbagai model dan metode yang sesuai sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Problem based learning merupakan salah satu model yang mampu meningkatkan perhatian, kemampuan serta aktivitas dari siswa sehingga dapat untuk mengkonstruksi pengetahuan sebagai bagian dari memahami suatu konsep dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deksriptif. Sumber data yang digunakan berupa jurnal penelitian terdahulu yang menjawab pertanyaan penelitian yang diteliti dan didukung oleh data sekunder yang diperoleh dari kepustakaan lainnya. Metode pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan triangulasi sumber yaitu berupa mencari data dari berbagi sumber jurnal dan Pustaka yang berbeda untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukan tujuan Pembelajaran kewarganegaraan yaitu smart and good citizenship akan dapat dicapai melalui Problem based learning karena model ini mampu mengasah aspek berpikir kritis sekaligus melatih untuk secara nyata memecahkan persoalan yang dihadapi.