Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA LABORATORIUM UNSYIAH Eza Sofiani; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reward dan punishment adalah salah satu gejala yang bisa menumbuhkan motivasi belajar. Dalam kegiatan belajar, gejala yang timbul yaitu siswa kurang bersemangat saat proses pembelajaran berlangsung. Sehubungan dengan itu, fenomena yang sering terjadi yaitu siswa kurang aktif, mengantuk, dan kurang berkonsentrasi, sehingga sangat diperlukan pemberian reward dan punishment dalam kegiatan belajar. Adapun inti permasalahan dalam penelitian ini yaitu adakah memperoleh korelasi yang baik dan signifikan antara pemberian reward dan punishment dengan motivasi belajar geografi siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Unsyiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pemberian reward dan punishment dengan motivasi belajar geografi siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Unsyiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPS SMA Laboratorium Unsyiah yang berjumlah 31 peserta didik. Pengumpulan data diperoleh dengan metode dokumentasi dan angket. Sedangkan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi ganda, koefisien determinasi, analisis korelasi berganda, dan uji F. Dari hasil olahan data, nilai koefesien hubungan ganda antara reward dan punishment dengan motivasi belajar sebesar 0,46 yang berarti terdapat korelasi taraf sedang dengan koefesien determinasi (r2) = 21%. Hasil pengujian signifikansi diperoleh dari nilai Fhitung Ftabel yaitu 3,76 3,34 sehingga Ha diterima. Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa adanya korelasi baik dan signifikan antara pemberian reward dan punishment dengan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Unsyiah. Kata Kunci: reward, punishment, motivasi belajar, geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEACHING GAME TEAM BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IS SMA NEGERI 1 TEUPAH BARAT KABUPATEN SIMEULUE Susanti Susanti; Alamsyah Taher; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Teaching Game merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena dapat melibatkan seluruh aktivitas peserta didik tanpa perbedaan status, sedangkan guru berperan sebagai pembimbing peserta didik. Media Audio Visual adalah media yang digunakan untuk pembelajaran dalam kerja kelompok untuk mempermudah peserta didik memahami materi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik; (2) Aktivitas guru dan peserta didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek penelitian ini ialah peserta didik kelas XI IS SMA Negeri 1 Teupah Barat Kabupaten Simeulue dengan jumlah 24 peserta didik. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar tes yaitu pre-test dan post-test, instrumen aktivitas guru dan peserta didik, instrumen keterampilan guru terhadap pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data menggunakan statistik desktriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Ketuntasan individual pada siklus I sebesar 42%, menjadi 62% pada siklus II dan 96% pada siklus III. Ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 33%, menjadi 50% siklus II, dan 92% pada siklus III. (2) Aktivitas guru dan peserta didik meningkat dari 8 aktivitas yang sesuai pada siklus I, menjadi 11 aktivitas pada siklus II, dan 12 aktivitas pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari 2,5 berkategori sedang pada siklus I, menjadi 3,2 berkategori baik pada siklus II, dan 3,7 berkategori sangat baik pada siklus III. (4) Respon peserta didik sebanyak 93,75% peserta didik menjawab “Ya” bahwa penerapan model pembelajaran Teaching Game Team berbantuan media Audio Visual merupakan model yang menyenangkan untuk diterapkan dan membantu peserta didik memperoleh peningkatan hasil belajar karena peserta didik lebih mudah memahami materi pelajaran dan membuat peserta didik lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA PROJECTED MOTION BERBANTUAN MEDIA PROJECTED MOTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Cut Ulva Mutia Sari; Abdul Wahab Abdi; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan pengembangan diri siswa agar lebih berkualitas, memiliki kemampuan berpikir aktif. Discovery Learning adalah salah satu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri dan menyelidiki sendiri permasalahan sehingga hasil belajar tahan lama dalam ingatan peserta didik. Dengan dibantu media projected motion yang dapat mengvisualisasikan penjelasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar peserta didik; (2) aktivitas guru dan peserta didik; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan; (4) respon peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS1 SMA Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 30 peserta didik.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan ketuntasan individual pada siklus I menunjukan persentase sebesar 10%, siklus II meningkat menjadi 70%, dan siklus III meningkat menjadi 93%. Untuk ketuntasan klasikal pada siklus I 10%, siklus II 60% dan siklus III meningkat menjadi 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan bertahap dari 11 kegiatan yang dilakuakan, pada siklus I terdapat 7 kegitan yang tercapai, pada siklus II teerdapat 8 kegiatan yang tercapai, dan pada siklus ke III meningkat menjadi 11 kegiatan. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memiliki skor 2,43 berarti sedang, siklus II mendapat skor 2,82. berarti baik, dan siklus III mendapat skor 3,63 berarti sangat baik. Respon peserta didik terhadap pembelajaran terdapat 94% menyatakan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media projected motion membuat peserta didik mudah memahami materi dalam pembelajaran. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES BERBANTUAN APLIKASI MOVIE MAKER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMAN 1 DARUL IMARAH ACEH BESAR Muliani Muliani; Thamrin Kamaruddin; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker adalah model yang menampilkan vidoe atau gambar sebagai contoh untuk dianalisis. Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Darul Imarah Aceh Besar; (2) Mengetahui aktivitas guru dan siswa; (3) Mengetahui keterampil guru dalam mengelola pembelajaran (4) Respon siswa setelah penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 1 Darul Imarah yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan  tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa menggunakan penerapan model Examples Non Examples berbantuan  aplikasi Movie Maker. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peningkatan hasil belajar mengalami peningkatan pada setiap siklus baik secara individual maupun klasikal; ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 35%, klasikal 40%, pada siklus II meningkat untuk individual menjadi 65%, klasikal 60%, selanjutnya siklus III ketuntasan individual meningkat menjadi 85% dan klasikal menjadi 90%.  (2) Aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan kesesuaian yakni, dari 12 aktivitas 6 aktivitas yang sesuai pada siklus I, meningkat menjadi 9 aktivitas sesuai pada siklus II, kemudian meningkat hingga 11 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) keterampilan guru dalam mengolah pembelajaran mengalami perubahan cukup baik, pada siklus I dengan perolehan skor 2,2 dengan kategori sedang, meningkat mejadi baik dengan perolehan skor 2,8 pada siklus II, dan meningkat lagi pada siklus III mencapai skor 3,2 dengan kategori baik; dan (4) sekitar 93,5% atau pada umumnya peserta didik kelas XI IPS 1 menyatakan ya, bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker sangat membantu siswa memahami materi secara mendalam, melatih berbicara secara aktif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN BERBANTUAN MEDIA SMART CARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS-2 SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Mera Anggrela; Thamrin Kamaruddin; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul penerapan model pembelajaran discovery learning dengan berbantuan media smart card. Terkait dengan tujuannya yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, kegiatan guru dan peserta didik, keterampilan guru, dan respon terhadap pembelajaran. Subjeknya yaitu peserta didik kelas XI IPS-2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa post-test, lembar kegiatan guru dan peserta didik, lembar pengamatan keterampilan guru, dan angket respon peserta didik. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan individual terjadinya peningkatan yaitu pada percobaan I dari 62% menjadi 78% pada percobaan II, sedangkan 88% pada percobaan III. Secara klasikal persentase ketuntasan pada percobaan I mencapai 43%, kemudian percobaan II yaitu 71%, dan meningkat menjadi 86%  pada percobaan III; (2) Kegiatan guru dan peserta didik pada percobaan I dari 11 kegiatan secara keseluruhan yaitu 4 yang sesuai dan 7 yang tidak sesuai dengan perencanaan, percobaan II yaitu 7 sesuai dan 4 yang tidak sesuai, sedangkan pada percobaan III meningkat menjadi 9 kegiatan sesuai dan 2 kegiatan yang tidak sesuai; (3) Keterampilan guru pada percobaan I memperoleh skor 2,14 dikategorikan sedang, sedangkan percobaan II memperoleh skor 3,01 dapat dikategorikan baik, selanjutnya pada percobaan III meningkat menjadi 3,59 dengan kategori sangat baik; dan (4) Respon peserta didik dalam pembelajaran menyatakan bahwa 88% atau pada umumnya memberikan respon yang sangat baik.
KEMAMPUAN ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP PENCEMARAN UDARA AKIBAT AKTIVITAS TAMBANG DARI PT. MEDCO EP MALAKA BLOK A DI DESA SEUNEUBOK CINA, KECAMATAN INDRA MAKMU, KABUPATEN ACEH TIMUR Angga Angga; Alamsyah Taher; Ahmad Nubli Gadeng
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.105 KB)

Abstract

Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Peristiwa ini telah menyebabkan kerugian secara medis, di kawasan PT. Medco EP Malaka Blok A, Desa Seuneubok Cina, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. Menyadari akan datangnya permasalahan lingkungan, suka tidak suka masyarakat terbiasa dan mengharuskan mereka bertahan dan berupaya beradaptasi. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana kemampuan adaptasi masyarakat Desa Seuneubok Cina, di kawasan kebocoran gas milik PT. Medco. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan adaptasi masyarakat terhadap pencemaran udara di kawasan PT. Medco, Desa Seuneubok Cina. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Desa Seuneubok Cina berusia 15 tahun ke atas. Peneliti memilih sampel sebanyak 49 orang yaitu masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan PT. Medco, Desa Seuneubok Cina. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket. Pengolahan data menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui gambaran kemampuan adaptasi masyarakat terhadap pencemaran udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menghadapi pencemaran udara, masyarakat di kawasan PT. Medco, Desa Seuneubok Cina pada umumnya mampu beradaptasi terhadap pencemaran udara dengan keahlian dan pengetahuan yang dimiliki.
TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP SARANA DAN PRASARANA OBJEK WISATA PANTAN TERONG DI GAMPONG TENSARAN KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH Mina Indah; Alamsyah Taher
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.898 KB) | DOI: 10.24815/jpg.v7i1.23607

Abstract

Objek wisata Pantan Terong adalah salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Aceh Tengah. Sebagai objek wisata Pemandangan alam yang berada dikawasan  Pantan Terong sudah sepenuhnya dikenal oleh pengunjung luas sehingga perlu diadakan tingkat kepuasan pengunjung terhadap  sarana dan prasarana objek wisata Pantan Terong. Rumusan masalah penelitian ini adalah tingkat kepuasan pengunjung terhadap sarana dan prasarana objek wisata Pantan Terong di Gampong Tensaran Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung terhadap sarana dan prasarana objek wisata Pantan Terong di Gampong Tensaran Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk mendeskripsikan pengunjung objek wisata Pantan Terong  tingkat kepuasan pengunjung terhadap sarana dan prasarana objek wisata Pantan Terong di Gampong Tensaran Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket. Data diolah dengan menggunakan statistik deskriptif sederhana. Hasil pengolahan data menyimpulkan bahwa, pada umumnya tingkat kepuasan pengunjung sudah dapat dikatakan puas terhadap sarana dan prasarana objek wisata Pantan Terong. Hal ini dapat dilihat pada jawaban responden yang menjawab sangat puas sebanyak (32,13%) ,puas sebanyak (50,62%), kurang puas sebanyak (9,50%), tidak puas sebanyak (4,03%) dan sangat tidak puas sebanyak  (3,72%).
HUBUNGAN 21st CENTURY SKILLS DAN SELF EFFICACY DENGAN KESIAPAN MENJADI GURU MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA Intan Agusriati; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.983 KB) | DOI: 10.24815/jpg.v6i2.22544

Abstract

Pendidikan tidak lepas dari pembentukan calon guru. Oleh sebab itu, dibutuhkan kesiapan agar membentuk calon guru berkualitas yang terus berkembang seiring perubahan zaman. Kesiapan menjadi guru adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa siap untuk berprofesi sebagai guru dengan memiliki kompetensi yang dipersyaratkan sehingga dapat memenuhi segala tugas dan kewajiban sebagai guru. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan 21st century skills dan self efficacy dengan kesiapan menjadi guru mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Penelitian dilakukan pada populasi yaitu seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Angkatan 2017 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang telah lulus pengajaran mikro sebanyak 47 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Analisis data menggunakan statistik korelasi ganda diperoleh persamaan regresi  = 20,35 + 0,41X1 + 0,69X2 dan koefisien korelasi ganda sebesar 0,82 yang artinya terdapat hubungan sangat kuat dengan koefisien determinasi ganda sebesar 67,24%. Hasil uji signifikansi menunjukkan Fhitung(45,43) lebih besar dari Ftabel(3,21) pada taraf signifikansi 5% yang berarti  ditolak dan  diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara 21st century skills dan self efficacy dengan kesiapan menjadi guru mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala.Kata Kunci: hubungan, 21st century skills, self efficacy, kesiapan menjadi guru
KONTRIBUSI BANK SAMPAH UNIVERSITAS SYIAH KUALA TERHADAP PENGURANGAN SAMPAH DI KAMPUS Khaliza Rahmi; Alamsyah Taher; Ahmad Nubli Gadeng
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.189 KB)

Abstract

Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan konsep 3R dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat. Pendirian bank sampah USK untuk mengurangi volume sampah dan membina kesadaran mahasiswa agar lebih peduli terhadap lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kontribusi bank sampah USK terhadap pengurangan sampah di kampus. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menjadi nasabah bank sampah Unsyiah berjumlah 64 orang dan dari jumlah populasi tersebut ditetapkan 33 orang sampel dengan cara random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan angket. Teknik pengolahan data menggunakan teknik deskriptif dan rumus statistik sederhana. Berdasarkan hasil wawancara disimpulkan bahwa dengan adanya bank sampah Unsyiah, terjadi pengurangan sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan dari hasil pengolahan data kuesioner, sebanyak 82,51% responden menjawab “ya” dan sebanyak 17,49% menjawab “tidak”. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa bank sampah USK berkontribusi mengurangi sampah di kampus.
PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING TIPE BERIKAN UANGNYA DENGAN BERBANTUAN MEDIA KERTAS FLIPCHART UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP N 17 BANDA ACEH Maya Silvina; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.332 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model active learning tipe berikan uangnya dengan berbantuan media kertas flipchart. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 17 Banda Aceh yang berjumlah 27 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre test dan post test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 74% pada siklus II, dan 100% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 30% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II, dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,52 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,23 dengan kategori baik pada siklus II, dan 3,78 dengan kategori sangat baik pada siklus III; (4) Pada umumnya siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran active learning tipe berikan uangnya dengan berbantuan media kertas flipchart sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi dan meningkatkan hasil belajar.