Said Nurdin
Universitas Syiah Kuala

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Motivasi orang tua dalam memilih sekolah dasar islam terpadu bagi anak (Penelitian pada orang tua murid di SDIT Nurul Ishlah Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh) Desi Puspita Sari; Martunis Yahya; Said Nurdin
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15331

Abstract

Parents have a very big role in choosing schools for children. Motivation of parents in choosing school is a factor that influences and also makes a significant contribution. This study aims to determine the motivation of parents in choosing schools for children. This type of qualitative research uses a descriptive approach, the subjects of the study amounted to 6 (six) parents / guardians of students from SDIT Nurul Ishlah, Ulee Kareng Subdistrict, Banda Aceh City, data collection techniques were carried out through interviews and documentation studies. The results showed that the motivation of parents to choose an Integrated Islamic Primary School for children at SDIT Nurul Ishlah which is seen from intrinsic factors parents want children to be able to read and memorize the Qur'an, and focus on forming Islamic characters such as, obedient to parents and teacher, honest, religious, and able to memorize short suras. Besides that, it can be seen from the extrinsic factors of the motivation of parents to send their children to SDIT because, this school has a vision and mission to shape the character of Islamic children and the curriculum that is applied according to the needs of students and in accordance with the expectations of parents. The hope of parents is that children can be independent, love to study, focus on learning and be able to compete in achieving superior achievements. From the results of the study it is recommended that parents continue to assist children in developing all their potential so that there is a match between parents' expectations and children's wishes in school selection.Keywords: Selection of Schools, Parents, Motivation ABSTRAK Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam pemilihan sekolah bagi anak. Motivasi orang tua dalam memilih sekolah merupakan faktor yang mempengaruhi dan juga memberikan kontribusi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi orang tua dalam pemilihan sekolah bagi anak. Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, subyek penelitian berjumlah 6 (enam) orang tua/wali murid dari SDIT Nurul Ishlah Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi orang tua memilih Sekolah Dasar Islam Terpadu bagi anak di SDIT Nurul Ishlah yaitu dilihat dari faktor intrinsik orang tua menginginkan anak mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta fokus pada pembentukan karakter islami seperti, patuh kepada orang tua dan guru, jujur, taat beragama, dan mampu menghafal surah-surahpendek. Selain itu dilihat dari faktor ekstrinsik motivasi orang tua menyekolahkan anak ke SDIT dikarenakan, sekolah ini memiliki visi misi membentuk karakter anak yang islami dan kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan sesuai dengan harapan para orang tua. Harapan orang tua adalah anak bisa mandiri, senang dalam menuntut ilmu, fokus belajar dan mampu bersaing dalam mencapai prestasi yang unggul. Dari hasil penelitian disarankan para orang tua untuk terus mendampingi anak dalam mengembangkan segala potensi yang dimiliki agar terjadi kesesuaian antara harapan orang tua dan keinginan anak dalam pemilihan sekolah.Kata Kunci : Pemilihan Sekolah, Orang Tua, Motivasi
Penerapan teknik seni berpikir kreatif teratai mekar untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa Cut Nurul Wazna; Said Nurdin; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14098

Abstract

Abstract: Every person had different creativity, but creativity is not purely innate it can be fostered one of them by Lotus Blossom Technique. The research aims to determine the ratio of creativity in finding the idea as a research theme between the groups given Lotus Blossom Technique treatment and the un treatment group. The method used is quasi experimental research with pre-test and post-test group design. Data collection techniques in this research in the form of a questionnaire scale. Data analysis technique with sign test. Its population is students 6th semester in FKIP Guidance and Counseling program of Syiah Kuala University. A total of 20 students were selected randomly to be sampled and distributed into two different groups, they are the treatment group and the comparison group. Based on the result of research, it can be concluded that there is difference of score between treatment group and comparison group. The treatment group experienced an increase in mean value (mean) is greater than the comparison group, which is 64.9 ≥ 49.1. By looking at the binominal table n = 10 and p = 0.05, the probability for X≥10 is 0,000. Since 0.000 is less than 0.05 and W = 58, it can be concluded that there is a significant creativity difference between groups using Lotus Blossom Technique versus groups that do not use the Lotus Blossom Technique.Keywords: Creativity, Idea, Lotus Blossom Technique Abstrak: Kreativitas individu berbeda-beda, namun kreativitas bukanlah murni sifat bawaan dalam diri melainkan dapat dipupuk salah satunya dengan teknik seni berpikir Teratai Mekar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kreativitas  dalam menemukan ide sebagai tema penelitian antara kelompok yang diberikan treatment Teratai Mekar dan kelompok yang tidak diberi treatment. Metode yang digunakan adalah quasi experimental research dengan pre-test dan  post-test group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket berskala. Teknik analisis data dengan sign test. Populasinya adalah  semester 6 di program studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Syiah Kuala. Sebanyak 20 mahasiswa dipilih secara random untuk dijadikan sampel dan dibagikan ke dalam dua kelompok berbeda, yakni kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan skor antara kelompok perlakuan dengan kelompok pembanding. Kelompok perlakuan mengalami peningkatan nilai rata-rata (mean) lebih besar dibandingkan kelompok pembanding, yaitu 64.9≥ 49.1. Dengan melihat tabel binominal n=10 dan p=0.05, probabilitas untuk X≥10 adalah 0.000. Karena 0.000 lebih kecil dari 0.05 dan W=58, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kreativitas yang signifikan antara kelompok yang menggunakan teknik seni berpikir Teratai Mekar dibandingkan  kelompok yang tidak menggunakan teknik seni berpikir Teratai Mekar.Kata Kunci: Kreativitas, Ide, Teknik Seni Berpikir Teratai Mekar
Kontrol diri mahasiswa yang kecanduan game online di Asrama Kaway XVI Khairiah Asfaruddin; Said Nurdin; Rezki Saifan
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15764

Abstract

Addicted to online games are harmful behaviors, dangerous and can even be classified into mental disorders that need to be avoided. Individuals who are addicted to online games are characterized by behavior unable to break away from thinking about games, neglecting work and not being able to control themselves which causes more intensity and duration of playing time and drains the mind. The study aims to describe the self-control of college students who have the characteristics of online game addicts employing a qualitative with descriptive approach. Research subjects were three teenagers who have the characteristics of online game addiction. Data collection techniques are done through interviews. The results showed that students were sometimes unable to control themselves, especially when playing online games. They will forget or rule out other things that need to be done. But there are times when students are able to avoid playing online games for example when there are class schedules and other assignments and jobs. Students are in the early period of adulthood; this was predicted what underlies the change of ability and inability to control themselves in playing online games. Keywords: Self-control, College Student, Game Online addiction ABSTRAK Kecanduan game online adalah perilaku yang merugikan, berbahaya bahkan dapat digolongkan ke dalam gangguan mental sehingga perlu dihindari. Individu yang mengalami kecanduan game online ditandai dengan perilaku selalu memikirkan game, mengabaikan pekerjaan, kehilangan kontrol diri, sehingga intensitas dan durasi bermain game semakin banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontrol diri mahasiswa yang memiliki ciri pecandu game online dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tiga orang mahasiswa yang memiliki ciri kecanduan game online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa terkadang tidak mampu mengontrol dirinya terutama saat sedang bermain game online. Mereka akan melupakan atau mengesampingkan hal-hal lain yang perlu dikerjakan. Namun ada waktunya mahasiswa mampu menghindar dari bermain game online misalnya saat ada jadwal perkuliahan maupun tugas dan pekerjaan lain. Mahasiswa berada pada periode awal masa dewasa, ini yang diperkirakan mendasari adanya perubahan dari kemampuan dan ketidakmampuan mengontrol diri dalam bermain game online.   Kata Kunci: Kontrol Diri, Mahasiswa, Kecanduan Game Online 
IDENTIFIKASI MASALAH STRES KERJA KARYAWAN DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (Studi pada PT. PLN (Persero) Area Banda Aceh) Siti Wahyu Murni; Said Nurdin; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i1.14166

Abstract

Abstrak: Karyawan yang dapat menanggulangi stres dengan baik akan memberi pengaruh yang positif terhadap pekerjaannya, dalam arti stres yang dialami tidak menurunkan motivasi karyawan dalam bekerja. Diduga lingkungan kerja berkontribusi terhadap stres kerja pada karyawan di PT. PLN (Persero) Area Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres dan upaya penanggulangan stres pada karyawan PT. PLN (Persero) Area Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. PLN (Persero) Area Banda Aceh yang berjumlah 121 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling sebanyak 55 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Adapun angket dalam penelitian ini bersifat tertutup dengan menggunakan skala Likert. Pengolahan data menggunakan statistika sederhana. Kesimpulan dalam penelitian skor rata-rata tingkat stres kerja pada karyawan termasuk ke dalam kategori sedang. Sementara upaya penanggulangan stres kerja meliputi relaksasi dan meditasi, program pelatihan, dan terapi rata-rata termasuk ke dalam kategori sedang.Kata kunci : stres kerja, upaya penanggulangannya Abstract: Employees who can cope with stress well will have a positive influence on their work, in the sense that stress experienced does not reduce employee motivation at work. Allegedly the work environment contributes to work stress on employees at PT. PLN (Persero) Banda Aceh Area. This study aims to determine the level of stress and stress management efforts on employees of PT. PLN (Persero) Banda Aceh Area. The approach used in this study is a quantitative approach in the form of descriptive research. The population in this study were all employees of PT. PLN (Persero) Banda Aceh Area which amounts to 121 people. Sampling is done by accidental sampling technique of 55 people. Data collection in this study used a questionnaire. The questionnaire in this study is closed by using a Likert scale. Processing data using simple statistics. Conclusions in the study of the average score of the level of work stress on employees belong to the medium category. While efforts to overcome work stress include relaxation and meditation, training programs, and therapies on average included in the medium category.Keywords: work stress, prevention efforts
Regulasi diri mahasiswa bimbingan dan konseling yang terlambat menyelesaikan studi Dara Rosita; Febrina Abdullah; Said Nurdin; Khairiah Asfaruddin
Jurnal Suloh Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v5i2.20663

Abstract

Keterlambatan mahasiswa dalam proses menyelesaikan studi dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor yang berhubungan dengan regulasi diri. Termasuk mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 yang terlambat menyelesaikan studi salah satunya dipengaruhi oleh faktor regulasi diri. Regulasi diri adalah usaha atau upaya yang dilakukan individu dalam mengontrol pikiran, perasaan, dan perilakunya untuk memperoleh suatu tujuan dalam berbagai proses aktivitas sehari-hari. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 yang terlambat menyelesaikan studi atau melebihi batas ketentuan kelulusan yang ditentukan oleh Unsyiah yaitu 4 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Unsyiah angkatan 2014 yang berjumlah 6 subjek. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pelaksanaan penelitian dilakukan secara langsung dan juga secara daring. Adapun hasil penelitian yang diperoleh dari 6 responden dapat digambarkan  bahwa regulasi diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling pada beberapa indikator sudah menggambarkan regulasi diri yang cukup baik namun pada sebagian indikator lainnya berada pada tingkatan regulasi diri yang rendah. Diharapkan pada penelitian selanjutnya peneliti dapat mengembangkan alternatif, kegiatan atau training inspiratif sebagai upaya dalam meningkatkan regulasi diri mahasiswa bimbingan dan konseling sehingga menjadi lebih baik kedepannya.