Saifuddin Mahmud
Jurusan PBSI FKIP Unsyiah

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ABREVIASI DALAM BAHASA ACEH Zahran Zikra; Saifuddin Mahmud; Azwardi Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2016): Jurnal PBSI Juli 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.307 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berupaya mengungkapkan abreviasi dalam bahasa Aceh. Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk abreviasi dalam bahasa Aceh dan proses pembentukan abreviasi dalam  bahasa Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Data penelitian ini bersumber dari tuturan bahasa Aceh dialek Peusangan.Sumber data penelitian ini adalah penutur bahasa Aceh dialek Peusangan.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak, cakap, dan introspeksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, dan cakap bersemuka.Adapun data yang diperoleh dari penelitian berjumlah 155 data.Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat empat bentuk abreviasi dalam bahasa Aceh.Adapun empat bentuk abreviasi tersebut terdiri atas (1) penggalan, (2) kontraksi, (3) akronim, dan (4) singkatan.Bentuk penggalan terdiri atas (a) penggalan suku akhir kata, (b) penggalan dua suku kata, (c) penggalan kata, dan (d) pelesapan sebagian kata. Bentuk singkatan terdiri atas singkatan satu huruf awal dan singkatan beberapa huruf.Kata kunci: Abreviasi, bahasa Aceh ABSTRACT This study seeks to reveal the abbreviation in the Acehnese language. In accordance with the formulation of the problem, this study aims to assess the form of abbreviation in the Acehnese language and the process of formation in the Acehnese language abbreviation. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive methods. This research data sourced from speech language dialect Aceh Peusangan. The data source of this research is Acehnese dialect speakers Peusangan. The data collection is done by using methods refer, capable, and introspection. The data collection technique used is the technique involved refer to a conversation, see the involved free conversation, and face- to-face conversation. The data obtained from the study amounted to 155 data. The results showed that there are four forms of abbreviation in the Acehnese language. The four form the abbreviation consisting of (1) fragments, (2) contraction, (3) acronym, and (4) stands. Forms fragment consisting of (a) a fragment of the final syllable word, (b) a fragment of two syllables, (c) a fragment of a word, and (d) deletion some of the words. The abbreviated form consists of one initial letter abbreviation and acronym few letters.Keywords: Abbreviation, Acehnese
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PAIRED STORY TELLING PADA SISWA KELAS XI IPA-1 SMA INSHAFUDDIN BANDA ACEH Cut Nabilla Kesha; Saifuddin Mahmud; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal PBSI Maret 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.642 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Cerpen dengan Menggunakan Teknik Paired Story Telling Pada Siswa Kelas XI IPA-1 SMA Inshafuddin Banda Aceh” ini mengangkat masalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan teknik Paired Story Telling pada siswa kelas XI IPA-1 SMA Inshafuddin Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan teknik PST. Sumber data penelitian ini diperoleh dari guru bahasa Indonesia dan siswa kelas XI IPA-1 SMA Inshafuddin Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan pengolahan data dengan menganalisis rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun guru, pelaksaan pembelajaran yang telah diamati, dan hasil pembelajaran berdasarkan penilaian yang guru berikan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa RPP yang disusun guru terdapat beberapa kesalahan, akan tetapi, proses pelaksanaan pembelajaran berlangsung cukup baik, dan penilaian hasil dari pembelajaran menulis cerpen dengan teknik PST cukup memuaskan dengan nilai rata-rata 71. Dengan demikian, rata-rata siswa kelas XI IPA-1 SMA Inshafuddin Banda Aceh menulis cerpen dengan teknik PST berdasarkan hasil penelitian ini tergolong baik. Disarankan penelitian yang berhubungan dengan pembelajaran menulis dapat dilanjutkan oleh peneliti lain sehingga dapat memperoleh gambaran lain sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: Pembelajaran, menulis, cerpen, PST (Paired Story Telling), RPP ABSTRACT This research entitled “The Implementation of Learning to Write Cerpen by using Paired Story Telling technique at XI IPA-1 students of SMA Inshafuddin Banda Aceh”. This study raised the issues that are related to the planning, the implementation, and the outcome of learning to write cerpen by using Paired Story Telling technique at XI IPA-1 students of SMA Inshafuddin Banda Aceh. This study aims to describe the planning, the implementation, and the outcome of the implementation of learning to write cerpen by using PST technique. The source of the data in this research was obtained from the Indonesian teacher and the students at XI IPA-1. Methodology in this study is the descriptive method with the qualitative approach. In collecting the data, an observation technique was used. Where in processing the data all of the lesson plans which has been prepared by the teacher, teaching and learning process has been observed, and the learning outcome which it is based on the assessment by the teacher were analyzed. This research finding shows that there were several mistakes in lesson plan (RPP) that is prepared by the teacher. However, the teaching process is done well, and the result of learning to write cerpen by using PST technique is good enough with the average score 71. Therefore, according to the outcome of this study, the average students of XI IPA-1 class at SMA Inshafuddin Banda Aceh in writing cerpen by using PST technique are good. Advised to following research that is related to learning to write can be continued by the other researcher so that it can obtain another overview as an effort to improve student learning outcomes.Keywords: Learning, writing, short story (cerpen), PST (Paired Story Telling) technique, lesson plan (RPP).
BAHASA REGISTER KELOMPOK PETANI KOPI DI DATARAN TINGGI GAYO Yulia Rahmah; Rajab Bahry; Saifuddin Mahmud
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 4 (2017): Jurnal PBSI Oktober 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.628 KB)

Abstract

ABSTRAK Kajian ini difokuskan pada pembahasan mengenai Bahasa Register Kelompok Petani Kopi di Dataran Tinggi Gayo. Pembahasan yang dikaji terdiri atas dua masalah yaitu: (1) Apasajakah bahasa register yang digunakan kelompok petani kopi di Dataran Tinggi Gayo?(2) Bagaimanakah fungsi bahasa register kelompok petani kopi di Dataran Tinggi Gayo?Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi bahasa register yang digunakan kelompok petani kopi di Dataran Tinggi Gayo.(2) Mendeskrifsikan fungsi bahasa register kelompok petani kopi di Dataran Tinggi Gayo.Rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik libat cakap semuka. Analisis data yang dilakukan terdiri atas tiga proses yaitu seleksi data, pengolahan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan register yang digunakan oleh masyarakat petani kopi di Dataran Tinggi Gayo.Fungsi bahasa register terdiri dari fungsi instrumental, fungsi kepribadian, fungsi interaksi, fungsi informasi, fungsi pemecahan masalah, dan fungsi imajinasi. Register ini digunakan untuk berkomunikasi dan sebagai bentuk penggambaran kegiatan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat petani yang ada di Dataran Tinggi Gayo.Register ini merupakan bentuk keragaman variasi bahasa yang digunakan sesuai dengan fungsinya.Kata kunci: bahasa register, petani kopi, gayo ABSTRACT This study focuses on discussions on the Language Register Coffee Farmer Group in the Gayo Highlands. The discussion studied consists of two problems: (1) What are the register languages used by coffee farmers in the Gayo Highlands? (2) How does the language function register groups of coffee farmers in the Gayo Highlands? The objectives to be achieved in this research are (1) to identify the register language used by coffee farmer group in Gayo Highlands. (2) Describe the function of register coffee group of coffee farmers in the Gayo Highlands. The design of this research is qualitative research design and descriptive research type. The data collection is done by the technique libat skilled face. Data analysis is done consist of three process that is data selection, data processing, and conclusion. The results of this study describe the registers used by coffee farming communities in the Gayo Highlands. The function of the register language consists of instrumental functions, personality functions, interaction functions, information functions, problem-solving functions, and imagination functions. This register is used to communicate and as a form of depiction of activities undertaken by groups of farming communities in the Gayo Highlands. This register is a varied form of variation of the language used in accordance with its function.Keywords: register language, coffee farmer, gayo
KEMAMPUAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKAMAKMUR MENGABSTRAKSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI Asmaul Husna; Saifuddin Mahmud; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal PBSI Januari 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.643 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Kemampuan Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sukamakmur Mengabstraksi Teks Laporan Hasil Observasi” ini mengangkat masalah bagaimanakah kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukamakmur mengabstraksi teks laporan hasil observasi. Populasi ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukamakmur  tahun ajaran 2016/2017 berjumlah 93 siswa dengan sampel 32 siswa. Sampel dilakukan secara random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik nontes dan pengolahan data digunakan teknik kuantitatif dalam bentuk penghitungan nilai rata-rata (mean) dan penghitungan batas lulus. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukamakmur mengabstraksi teks laporan hasil observasi adalah 61,78. Berdasarkan acuan penilaian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Suka Makmur mengabstraksi teks laporan hasil observasi berada pada kategori cukup yaitu berada pada rentang 56-65. Dilihat dari kelulusannya dengan batas lulus pada M + 0,25 SD, jumlah yang tergolong dalam kategori lulus sebanyak 18 siswa.Kata kunci: Kemampuan siswa, mengabstraksi, teks laporan hasil observasi ABSTRACT The title for this research is “ The ability of students in first grade at SMA Negeri 1 Sukamakmur to abstract report text the result of Observation”. This is to know about how the ability of students in first grade at SMA Negeri 1 Sukamamur to abstract report text the result of Observation. The population is student in first grade SMA Negeri 1 Sukamakmur in 2016/2017 with 93 students. The sample is 32 students. The sample used random or sampling is 32 students. The research method is descriptive quantitatif. Data collection used pontes technic and data accounting all average value and accounting limits passed. The result of analysis data show if the avarage value of the ability students in first grade SMA Negeri 1 Sukamakmur to abstract report text the result of observation is 61,78. Depend on assesment shows if the ability students in first grade SMA Negeri 1 Sukamakmur to abstract report text the result of observation is in enough category and in 56-65. The graduation with limits passed in M+ 0,25 SD, sum in this category is 18 students.Keyword: The ability of students, to abstract, report text the result of observation
DISFEMISME BAHASA ACEH DALAM TUTURAN ANAK-ANAK DI GAMPONG ULEE LHAT, MONTASIK, ACEH BESAR Khairatin Nisak; Rajab Bahry; Saifuddin Mahmud
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.767 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berupaya mengungkapkan ragam disfemisme bahasa Aceh dalam tuturan anak-anak. Penelitian yang berjudul Disfemisme Bahasa Aceh dalam Tuturan Anak-Anak di Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh Besar membahas tentang bentuk ungkapan disfemisme, konteks penggunaan disfemisme  bahasa Aceh dalam tuturan anak-anak di Gampong  Ulee Lhat, dan faktor yang melatarbelakangi penggunaan ungkapan disfemisme bahasa Aceh dalam tuturan anak-anak di Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Data penelitian ini adalahungkapan lisan berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung ungkapan disfemisme, sedangkan sumber data adalah tuturan anak-anak di Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak (pengamatan/observasi), teknik rekam/catat, dan teknik wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, anak-anak Gampong Ulee Lhat menggunakan ungkapan disfemisme berbentuk kata, frasa, dan klausa. Ungkapan disfemisme berbentuk kata terdiri atas, dèk, bui, jén,takat, dan klo. Ungkapan disfemisme berbentuk frasa terdiri atas, 'ok ma, dèk lumo, he pungö, pèk lumo, 'ok lumo, pencuri-pencuri lumo, he asèe, 'ok ma, he kloe, he jén, lagèe eumpeuenta'euen, he budôkkanyan, pèk ma, ureueng pungo, ureueng pungo, aneuk pèk lumo, aneuek pèk ma, pap lumo, dan dèk ma.Ungkapan disfemisme berbentuk klausa terdiri atas, kusipak, bangai lagèe bui, kuantok, beu’o lagèe bui, bansa buloe inong, bansa raya ulè, dan tungang lagèe bui. Kedua, konteks penggunaan disfemisme dalam tuturan anak-anak Gampong Ulee Lhatdisebabkan marah, menjawab panggilan, bercanda, meminta, bertanya,saat kesakitan, karena kebiasaan, merespons pertanyaan, terkejut, tidak sependapat dan bermaksud mengejek. Ketiga,faktor yang melatarbelakangi penggunaan disfemisme dalam tuturan anak-anak Gampong Ulee Lhat adalah faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat, faktor pendidikan orang tua, status sosial, jenis kelamin, dan usia.Kata kunci: Disfemisme, bahasa Aceh, tuturan anak-anak ABSTRACT This research seeks to reveal the diversity of dysfemism of Aceh language in the children's speech. The study entitled Acehnese Dysfemism in Children's Speech at Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh Besar discusses the forms of expression of dysphism, the context of the use of Acehnese dysfemism in the children's speech in Gampong Ulee Lhat, and the underlying factors of using the expression of the dysfemism of the Aceh language in the children's speech at Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh Besar. The approach used in this research is descriptive qualitative approach. The data of this research is oral expression in the form of sentence or not sentence containing expression of dysfemism, while data source is speech of children in Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh besar. The data were collected by observation technique, recording technique, and interview technique. Based on the results of data analysis, the findings of this study can be put forward as follows. First, the children of Gampong Ulee Lhat use the expression of dysphism in the form of words, phrases, and clauses. The expression of word-like dysfism consists of, dèk, bui,  jén,takat, and klo. Phrases of disfeminism are phrases, 'ok ma, dèk lumo, he pungö, pèk lumo, 'ok lumo, pencuri-pencuri lumo, he asèe, 'ok ma, he kloe, he jén, lagèe eumpeuenta'euen, he budôkkanyan, pèk ma, ureueng pungo, ureueng pungo, aneuk pèk lumo, aneuek pèk ma, pap lumo, and dèk ma. The clauses of disfeminism are clauses, kusipak, bangai lagèe bui, kuantok, beu’o lagèe bui, bansa buloe inong, bansa raya ulè, and tungang lagèe bui. Secondly, the context of the use of dysphism in the speech of the children of Gampong Ulee Lhat is angry, answering a call, joking, asking, asking, in pain, out of habit, responding to questions, shocking, disagreeing and intending to mock.Third, the factors behind the use of dysphism in the children's speech Gampong Ulee Lhat is environmental factors, both family environment, school and community environment, parents education factors, social status, gender, and age.Keywords: Dysphemism, Acehnese language, children's speech
KEMAMPUAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KOTA JANTHO MENGANALISIS UNSUR KEBAHASAAN TEKS EKSPOSISI Munawara Munawara; Mohd. Harun; Saifuddin Mahmud
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal PBSI 5 Januari 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.341 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Kemampuan Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho Menganalisis Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi.” Ruumusan masaalahnnya adaalah (1) Bagaimanakah kemampuuan sisswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho menganalisis pronomina dalam teks eksposisi (2) Bagaimannakah kemampuan siswaa keelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho menganalisis nomina dalam teks eksposisi (3) Bagaiimanakah kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho menganalisis verba dalam teks eksposisi (4) Bagaimanakanb kemaampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho menganalisis adjektiva dalam teks eksposisi (5) Bagaimaanakah kemampuuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho menganalisis adverbia dalam teks eksposisi (6) Bagaimmanakah kemampuanin ssiswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho menganalisssis konjungsi dalam teks eksposisi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 50 orang. Sampel diambil secara acak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik nontes. Pengolahan data dilakukan dengan cara menghitung nilai rata-rata (mean) siswa berdasarkan hasil kerja siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata kemampuana siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho menganalisis tiap-tiap aspek, nilai rata-rata menganalisis pronomina 88, nilai rata-rata meenganalisis nomina 60, nilai rata-rata menganaliisis verba 66, nilai rata-rata mengannalisis adjektiva 76, nilai rata-rata menganalisis adverbia 80 dan, nilai rata-rata menganalisis konjungsi 68. Jadi, nilai yang diperoleh dari tiap-tiap aspek termasuk dalam kategori cukup. Nilai rata-rata kemampuannya siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho dari keseluruhan aspek tersebut adalah 74,85. Nilai tersebut tergolong dalam kategori baiik. Dengan demikian, kemampuaaan rata-rata siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Jantho mengannnalisis unsur kebahasaan teks eksposisi dikategorikan baik atau berada di atas KKM, yakni di atas 70.Kata kunci: Kemampuan, menganalisis, unsur kebahasaan, teks eksposisi. [1]ABSTRACT This research is titled "Ability of Class X Student of SMA Negeri 1 Kota Jantho Analyzing Elements of Language of Exposition Text." The formula of the problem is (1) How ability of student of class X SMA Negeri 1 Kota Jantho analyze pronomina in exposition text (2) How ability of student of class X SMA State 1 Jantho City analyzes nouns in exposition texts (3) How does the ability of class X students of SMA Negeri 1 Kota Jantho analyze verbs in exposition texts (4) How does the ability of class X students of SMA Negeri 1 Kota Jantho analyze adjectives in exposition texts (5) students of class X SMA Negeri 1 Kota Jantho analyze adverb in exposition text. (6) How does student of class X SMA Negeri 1 Kota Jantho analyze conjunction in text of exposition. The population of this study is the students of class X SMA Negeri 1 Kota Jantho academic year 2017/2018 which amounted to 50 people. Samples are taken at random. Data collection techniques used in this study is a technique nontes. Data processing is done by calculating the mean value (mean) of students based on the work of the students. The results of this study show the average value of the ability of students of class X SMA Negeri 1 Kota Jantho analyze each aspect, the average value of analyzing pronouns 88, the average value of analyzing the nouns 60, the mean value of analyzing verbs 66, the mean value of analyzing the adjectives 76, the average value analyzing the adverbs 80 and, the mean value of analyzing the conjunctions 68. Thus, the value obtained from each aspects included in the category enough. The average score of the students' ability in grade X of SMA Negeri 1 Kota Jantho from the whole aspect is 74,85. These values fall into either category. Thus, the average ability of the students of grade X SMA Negeri 1 Jantho analyze the linguistic elements of exposition texts categorized either or are above the KKM, ie above 70.Keywords:Ability, analyze, linguistic elements, exposition texts. 
RAGAM PERTANYAAN YANG DIGUNAKAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA PADA KELAS XI SMA NEGERI 1 INGIN JAYA Siti Maisarah; Saifuddin Mahmud; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal PBSI Maret 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.906 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Ragam Pertanyaan yang Digunakan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kelas XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya” mengkaji tentang ragam pertanyaan guru dalam interaksi belajar-mengajar bahasa Indonesia pada Kelas XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) ragam pertanyaan yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya dan (2) jenis kalimat tanya yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian kelas. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Sumber data penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik: (1) mencatat dan merekam semua dialog guru dengan siswa pada saat pembelajaran berlangsung; (2) mentranskipkan data rekaman dengan teknik catat; (3) mengelompokkan data berdasarkan variabel dan (4) menganalisis dan mendeskripsikan data hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan enam ragam pertanyaan yang bervariasi yakni yang meliputi: (1) ragam pertanyaan pengetahuan; (2) ragam pertanyaan pemahaman; (3) ragam pertanyaan terapan; (4) ragam pertanyaan analisis; (5) ragam pertanyaan sintesis; dan (6) ragam pertanyaan evaluasi dan menggunakan empat jenis kalimat tanya: (1) kalimat tanya biasa; (2) kalimat tanya retorik; (3) kalimat tanya klarifikasi/konfirmasi; (4) kalimat tanya tersamar.Kata Kunci: Ragam pertanyaan, jenis kalimat tanya, guru ABSTRACT A study entitled “Variety Of Questions Used By Teacher In Learning Indonesia Language And Literatur In Class XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya” reviews a variety of questions teachers in the classroom Indonesia XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya. This study aimed to describe (1) variety of questions used by teacher in learning Indonesia language and literatur in class XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya dan (2) Interrogative sentence types used by teachers in the classroom learning Indonesia XI SMA Negeri 1 Ingin jaya. The approach used in this study is a qualitative approach in the form of classroom study. The type of research is descriptive analysis. Source of research data are teacher who teach in the classroom XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya. Data collection was done by using: (1) note and record all the dialogue of teachers with students during the learning takes place; (2) mentranskipkan recording data with engineering log; (3) data by variable and (4) analyze and describe the research data. The results showed thad teachers use a variety of question six varied that include: (1) wide knowledge questions; (2) wide comprehension questions; (3) variety of question applied; (4) variance analysis questions; (5) wide synthesis question; (6) wide evaluation questions and using four types of interrogative sentence: (1) regular interrogative sentence; (2) rhetorical interrogative sentence; (3) interrogative sentence clarification/confirmation; (4) interrogative sentence disguised.Keywords: variety of questions used, kind of interrogative sentence, teacher