Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Literature Review : Penerapan Workplace Wellness Programs Dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Dan Fisik Pekerja Muzammilia Nadraini; Imran Safei; Ham Fransiskus Susanto
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 19 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/z6yr2917

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular serta tingginya tingkat stres kerja mendorong perusahaan mengadopsi Workplace Wellness Programs (WWP) sebagai strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pekerja. Walaupun penerapannya semakin luas, bukti ilmiah menunjukkan bahwa efektivitas WWP terhadap outcome kesehatan, produktivitas, dan pengeluaran medis masih bervariasi. Hal ini menegaskan perlunya evaluasi komprehensif berdasarkan literatur terbaru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis secara naratif dampak WWP terhadap kesehatan mental dan fisik pekerja, termasuk perubahan perilaku sehat, penurunan gejala psikologis, serta hasil klinis dan ekonomi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review dengan menelaah jurnal internasional dan nasional, Clinical Key, sitasi Fakultas Kedokteran UMI, serta textbook dan proceeding book yang relevan. Kriteria inklusi mencakup publikasi tahun 2020–2025 yang meneliti penerapan WWP pada pekerja dewasa. Artikel yang terbit sebelum 2020, tidak sesuai topik, tidak tersedia dalam bentuk full text, atau menggunakan metode penelitian yang tidak memadai dikeluarkan. Dari 136 literatur yang diidentifikasi, 20 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara kualitatif. Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa WWP berkontribusi positif terhadap peningkatan perilaku hidup sehat seperti aktivitas fisik, pola makan, dan persepsi kesehatan. Program yang fokus pada kesehatan mental termasuk manajemen stres dan dukungan organisasi secara konsisten menurunkan burnout, stres, dan ansietas serta meningkatkan well-being. Beberapa studi juga melaporkan return on investment (ROI) yang menguntungkan. Namun, dampak terhadap parameter klinis objektif seperti biomarker metabolik, status kardiometabolik, dan pengeluaran medis masih bervariasi dan relatif kecil dalam jangka pendek. Kesimpulan: WWP terbukti bermanfaat bagi kesehatan mental dan perilaku sehat pekerja, tetapi efektivitas klinis dan ekonomi jangka panjang memerlukan program yang lebih intensif, partisipasi tinggi, serta desain intervensi multikomponen. Penelitian uji klinis jangka panjang tetap diperlukan untuk memperkuat bukti efektivitas WWP.
Literatur Review Meta Analitik Hubungan Lama Duduk dengan Low Back Pain (LBP) Ayu Lestari; Imran Safei; Lisa Yuniarti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.7192

Abstract

Low back pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal complaints globally and is the main cause of decreased work productivity. One of the risk factors that has been widely studied in the literature is prolonged sitting duration. Prolonged sitting activities cause increased static pressure on the lumbar spine, fatigue of the supporting muscles, as well as a decrease in local blood flow that can trigger chronic pain. This study is a literature review with a meta-analytical approach that aims to analyze the relationship between long-term sitting and the incidence of LBP. The review process was carried out following PRISMA guidelines through searches on PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar databases for publication in 2020–2025. Of the 20 previous studies analyzed, most showed a positive association between sitting time and an increased risk of LBP, both in adults, adolescents, and children. Sitting for more than 6 hours per day increases the risk of LBP by 33%, especially in individuals with low physical activity. In addition, longer sitting durations with poor posture and minimal active rest were found in the group of office workers and professional drivers who had a high prevalence of LBP. Physical activity has been shown to play a protective role against the risk of LBP, while ergonomic interventions such as lumbar support can reduce pain complaints. Although most studies were observational, the consistency of results supports the importance of prevention through reduced sitting time, increased physical activity, and ergonomic work environment settings. These findings provide a scientific basis for multidimensional interventions to effectively reduce the incidence of LBP.  
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TERAPI LATIHAN KONVENSIONAL DAN TERAPI REHABILITASI MEDIK PADA LANSIA DENGAN OSTEOARTHRITIS Astri Wahyuni; Imran Safei; Hendrian Chaniago
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 25 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/mr3pj670

Abstract

Latar Belakang: Osteoartritis (OA), khususnya osteoartritis lutut, merupakan penyakit degeneratif sendi yang paling sering dialami lansia dan menyebabkan nyeri, keterbatasan fungsi, penurunan kualitas hidup, serta peningkatan beban biaya kesehatan. Terapi latihan konvensional dikenal sebagai intervensi non-farmakologis utama, namun berkembang pula terapi rehabilitasi medik dengan pendekatan multimodal yang diklaim lebih komprehensif. Perbandingan efektivitas kedua pendekatan tersebut pada populasi lansia masih perlu dikaji secara mendalam. Metode: Penelitian ini merupakan literature review dengan desain narrative review. Penelusuran literatur dilakukan terhadap jurnal nasional dan internasional, ClinicalKey, sitasi Fakultas Kedokteran UMI, textbook, dan proceeding book yang terbit pada tahun 2015–2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi terkait populasi lansia dengan osteoartritis dan intervensi terapi latihan konvensional serta terapi rehabilitasi medik. Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa terapi latihan konvensional efektif menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi sendi, terutama pada osteoartritis derajat ringan hingga sedang. Terapi rehabilitasi medik multimodal, yang mencakup latihan akuatik, kombinasi latihan dengan modalitas fisik, edukasi, dan self-management, memberikan manfaat yang lebih luas dan stabil dalam jangka panjang, terutama pada lansia dengan nyeri sedang hingga berat, keterbatasan fungsional, dan komorbiditas. Kesimpulan: Terapi latihan konvensional dan terapi rehabilitasi medik sama-sama efektif pada lansia dengan osteoartritis, namun pendekatan rehabilitasi medik yang terstruktur, multimodal, dan individual lebih unggul dalam menangani kompleksitas kondisi klinis dan meningkatkan kualitas hidup lansia secara berkelanjutan.
Karakteristik Pasien Geriatri dengan Osteoarthritis Genu yang Mendapatkan Terapi Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Ibnu Sina Pada Tahun 2024 Rifkah Tul Mukarramah Danial; Imran Safei; Iin Widya Ningsi; Fadil Mula Putra; Muh. Jabal Nur
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8468

Abstract

Knee osteoarthritis is a degenerative joint disease that commonly affects older adults and causes pain and functional limitations. Age, obesity, a sedentary lifestyle, and comorbidities influence disease severity and response to medical rehabilitation. This study aimed to describe the characteristics of geriatric patients with knee osteoarthritis receiving medical rehabilitation therapy at Ibnu Sina Hospital, Makassar, in 2024. This was a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. The results showed that most geriatric patients with knee osteoarthritis undergoing medical rehabilitation at Ibnu Sina Hospital in 2024 were in the 60–70 year age group and were predominantly female. The majority of patients had a body mass index in the overweight to obese category. Most patients had no history of smoking but had one or more comorbidities, particularly hypertension and diabetes mellitus. Medical rehabilitation therapy was generally provided as a combination of several modalities. In conclusion, geriatric patients with knee osteoarthritis receiving medical rehabilitation were predominantly aged 60–70 years, female, overweight or obese, and had comorbidities. These findings highlight the importance of individualized and multidisciplinary rehabilitation approaches based on patient characteristics