Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

CHARACTERIZATION OF RICE MILLS OF BLACK TABAH WHICH IS IN THE COBALT-60 RAY RADIATION 300 Gray IN WILD LAND CHANDRA AGROTEKNOLOGI 2014; Tantri palupi; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.987 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.29006

Abstract

Characterization of Steadfast Black Rice is an observation process that aims to find out and find characters. The purpose of this study was to determine morphological and agronomic characteristics of Tabah black rice rice mutants that had been radiation with Cobalt-60 300 Gray. This research was carried out in the rice field of the Main Seedling Center. Sui snapper. The results of observing the ability to reproduce (a little), stiffness of the stem (mostly arch), flair (0% = 3%), (1% = 14.4%), (2% = 12.6%), 3% = 7, 2%), plant height (short, 16.2%), (medium, 20.4%), (high, 3%), out of panic (SMKS, 3%), (SMKL, 4.8%), ( Vocational School, 28.2%), (MTK, 5.4%), hair loss (Easy), grain application (Fertil), plant age (152), seedling height (32.1cm), long leaves (short, 2, 4 %), (medium, 18.6%), (length, 14.4%), (very long 0.6%), leaf width (1.8 cm), leaf surface (medium), leaf angle (<45 ˚), corner of flag leaf (upright, 1.8%), (medium, 24%), (horizontal, 10.2%), leaf neck color (light green), white leaf color (white), leaf color of the book ( yellow gold 33%), (green 3%), color of leaf blade (dark green), color of leaf midrib (green), length of leaf tongue (1.1 cm, 6%), (1.2 cm 15.6%) , (1.3 cm 12%), (1.4 cm 2.4%), leaf tongue color (white), leaf tongue shape (2-gap), number of tillers (6), stem angle (medium), color stem segment (golden yellow), panicle length (26.7cm), ti ma ma lai (between medium 0.6%), (between medium and open, 4.2%), (open 31.2%) secondary panicle (small), panicle (straight), color of lemma and palea (Brown spots on setting 33%), (yellow, 3%), grain color (purple 33%), (yellow straw 3%), seeds long (long), long broken skin (long), weight 100 grains 2 grams).
Pengaruh Limbah Sludge Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah pada Tanah Podsolik Merah Kuning bambang sujito; maulidi maulidi; elly mustamir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.304 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24453

Abstract

PENGARUH LIMBAH SLUDGE KELAPA SAWIT TERHADAP   PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Bambang Sujito(1) Maulidi(2) Elly Mustamir(3)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah sludge kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung 24 Juli 2017 sampai tanggal 23 September 2017. Metode yang digunakan adalah Percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan, dan 3 tanaman sampel. Pemberian limbah sludge kelapa sawit yaitu s1 6% (setara dengan 655 g/polibag ), s28% (setara dengan 887 g/polibag),s3 10% (setara dengan 1.104 g/polibag), s4 12% (setara dengan 1.309 g/polibag), dan s5 14% (setara dengan 1.502 g/polibag). Pengamatan yang dilakukan yaitu jumlah daun, jumlah anakan, berat segar umbi, dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah sludge kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap variabel berat segar umbi dan berat kering umbi namun berpengaruh tidak nyata pada variabel pengamatan jumlah daun dan jumlah anakan perumpun. Berdasarkan hasil selama penelitian dapat di simpulkan bahwa pemberian limbah sludge kelapa sawit sebanyak 8% merupakan perlakuan yang efektif dalam meningkatkan berat kering angin umbi sebanyak 4,81 ton/ha. Kata kunci : Bawang merah, limbah sludge kelapa sawit, podsolik merah kuning.   Effect of Palm Sludge Wastes on Growth and Red onion Result on Ultisol Bambang Sujito (1) Maulidi (2) Elly Mustamir (3)(1) Student of Faculty of Agriculture and (2) Faculty of Agriculture FacultyUniversity of Tanjungpura Pontianak ABSTRAK This study aims to determine the dosage of palm sludge waste to the growth and yield of onion crops in ultisol soil This research was conducted on experimental farm Faculty Of Tanjungpura Pontianak University which took place July 24, 2017 until 23 September 2017 The method used is Completely Randomized Design Trial (RAL) consisting of 5 treatments, 5 replications, and 3 sample plants. Sludge oil palm waste is s1 6% (equivalent to 655 g / polybag), s2 8% (equivalent to 887 g / polybag), s3 10% (equivalent to 1.104 g / polybag), s4 12% (equivalent to 1,309 g / polybags), and s5 14% (equivalent to 1.502 g / polybags). Observations made were number of leaf, number of tillers, fresh weight of tubers, and dry weight of tubers The result of this research showed that the effluent of oil palm sludge had significant effect to the fresh weight and tuber weight, but it was not significant in the observation variable of the number of leaves and the number of tillers. Based on the results during the research can be concluded that the provision of waste oil palm sludge as much as 8% is an effective treatment in increasing the dry weight of tuber bulbs as much as 4.81 tons / ha. Keywords: Red Onion, Sludge Waste Palm Oil, Ultisol
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT IIN ARIANTI; TATANG ABDURRAHMAN; MAULIDI MAULIDI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian amelioran dan mendapatkan dosis amelioran yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian berlangsung dari tanggal 09 April 2017 sampai dengan tanggal 10 juni 2017, penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf yaitu (a1= 100% kapur dolomit, a2= 80% kapur dolomit  + 20% ASK, a3= 60% kapur dolomit + 40% ASK, a4= 40 % kapur dolomit          + 60% ASK, a5= 20 % kapur dolomit+ 80% ASK, dan a6= 100% ASK).      Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amelioran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah umbi, berat umbi segar dan berat umbi kering angin. Penggunaan abu sabut kelapa dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan kapur dolomit. Kata kunci :Amelioran, Bawang merah, Tanah Gambut
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN NENAS DI LAHAN GAMBUT Maulidi Maulidi; Elly Mustamir
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.869 KB) | DOI: 10.26418/plt.v2i2.3505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan dalam peningkatan produksi tanaman nenas di lahan gambut. Upaya tersebut adalah dengan mengkombinasikan antara jarak tanam danaplikasi pupuk N, P dan K. Penelitian menggunakan metode Analisis antar lokasi dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor jarak tanam dan pemupukan N, P dan K. Perlakuan yang dimaksud adalah (1). Faktor jarak tanam dengan 2 aras yaitu : J1 = 60 cm x 60 cm dan J2 = 60 cm x 90 cm. (2). Faktor pemupukan terdiri dari 3 aras yaitu P0 = Tanpa pemupukan, P1 = 175 kg urea +125 kg SP-36 + 200 Kg KCl per Ha,P2 =350 kg urea + 250 kg SP-36 + 400 kg KCl per Ha dan P3 = 525 kg urea + 375 kg SP-36 +600 kg KCl per Ha. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan terhadap Serapan Hara K pada Jaringan Tanaman, Bobot Kering Tajuk, Indeks Panen, Berat Buah segar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian pada taraf 5%. Jika memberikan pengaruh yang nyata, analisis dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran pemupukan pada perlakuan P2 (350kg urea + 250 kg Sp-36 + 400 kgKCl) per ha merupakan upaya yang terbaik dalam peningkatan hasil tanaman nenas di lahan gambut. Terdapat interaksi antara jarak tanam dan pemupukan terhadap bobot segar buah dan Indeks panen. Kata kunci : nenas, gambut
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH RUMAH TANGGA DAN BIOSTIMULANT TERHADAP PERTUBUHAN DAN HASIL BROKOLI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Ananda Eka Putri; Purwaningsih Purwanigsih; Maulidi Maulidi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4141

Abstract

Broccoli (Brassica oleracea, L) is one of the vegetable crops that has the potential to be cultivated in West Kalimantan. This study aims to determine the best interaction of household waste POC and biostimulants on the growth and yield of broccoli on red yellow soil. The research was conducted at Reformasi, Gg. Mathematics, block F, Southeast Pontianak District during August - November 2023. The study used a factorial completely randomized design (CRD) consisting of two treatment factors. The first factor is the concentration of household waste Liquid Organic Fertilizer (LOF) consisting of 3 levels of treatment p1 = 125 ml/l, p2 = 175 ml/l, p3 = 225 ml/l while the second factor is the concentration of biostimulant (B) consisting of 3 levels of treatment  b1 = 3 ml/l, b2 = 5 ml/l, b3= 7 ml/l. Each treatment was repeated 3 times with each replicate consisting of 4 sample plants. The variables observed in this study were plant height, number of leaves, plant dry weight, leaf area, flowering age, crop fresh weight and crop diameter. The results showed that the application of household waste LOF with a concentration of 175 ml/l was an effective concentration on the growth variables of broccoli plants while the application of biostimulant with a concentration of 3 ml/l was an effective concentration on the growth and yield variables of broccoli plants in red yellow podzolic soil.