Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH PANJANG ENTRIS TERHADAP PERTUMBUHAN SAMBUNG PUCUK TANAMAN JAMBU AIR CITRA Adriantono Adriantono; Agustina Listiawati; maulidi maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang entris terhadap pertumbuhan jambu air citra. Penelitian ini dilaksanakan dilokasi jalan Tanjung Raya 2 Gg. Haji Gani Kabupaten Kubu Raya selama 3 bulan. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini  adalah metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan  Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan dan terdapat 4 tanaman sampel yaitu: p1 (panjang entris 5 cm), p2 (panjang entris 10 cm), p3 (panjang entris 15 cm), p4 (panjang entris 20 cm) dan p5 (panjang entris 25 cm). Variabel yang diamati adalah: Persentase Tanaman Hidup (%), Jumlah Daun yang Tumbuh (helai), Panjang Tunas (cm). Pada penelitian ini tidak ditemukan panjang entris yang terbaik untuk pertumbuhan sambung pucuk tanaman jambu air citra. Tetapi panjang entris yang efektif ditunjukan oleh pertumbuhan sambung pucuk dengan menggunakan panjang entris 10 cm.
PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN DEKOMPOSER Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI PADA TANAH ALUVIAL Sarwono Sarwono; Inpurwanto Inpurwanto; Maulidi maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.595 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan dekomposer Trichoderma harzianumyang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri pada tanahaluvial.Penelitian dimulai sejak tanam sampai panen dari tanggal 6 februarisampai tanggal 26 Maret 2015. Lokasi penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak.Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman, jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 96 tanaman. Perlakuan sebagai berikut: (t0)pemberian 0,00 g kompos TKKS,(t1)pemberian 30,25 g kompos TKKS/polibag setara dengan 10% bahan organik, (t2) pemberian 257,12 g kompos TKKS/polibag setara dengan 13% bahan organik, (t3)pemberian483,99 g kompos TKKS/polibag setara dengan 16% bahan organik, (t4)pemberian 710,87g kompos TKKS/polibagsetara dengan 19% bahan organik, dan(t5) pemberian937,74 g kompos TKKS/polibag setara dengan 22% bahan organik. Variabel pengamatan : tinggitanaman (cm), jumlahdaun (helai), volume akar (cm3), beratsegartanaman (g), beratkeringtanaman(g), klorofildaun (Spad Unit), danJumlahAnakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos  TKKS dengan dekomposer Trichoderma harzianummemberikan pertumbuhan dan hasil yang baikterhadap pertumbuhantanaman seledripada tanah aluvial. Semakin bertambah dosiskompos TKKS dengan dekomposer Trichoderma harzianummakapertumbuhan dan hasil tanaman seledri juga semakin meningkat.
PENGARUH PUPUK N P DAN K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS SECARA TUMPANGSARI DENGAN KACANG TANAH DI LAHAN GAMBUT YANA YANA; MAULIDI MAULIDI; WARGANDA WARGANDA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22387

Abstract

                                                  ABSTRAKJagung manis merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang lebih manis dari jagung biasa dan umur produksinya lebih singkat. Permasalahan dalam budidaya jagung manis adalah beralihnya fungsi lahan dan kesuburan tanah yang rendah. Penggunaan pupuk N, P dan K dapat mengatasi kesuburan tanah yang rendah dan optimalisasi lahan dengan pola tumpangsari dapat menjadi solusi untuk budidaya jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk N, P dan K yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis secara tumpangsari dengan kacang tanah pada lahan gambut. Penelitian dimulai dari Maret sampai Mei 2017. Penelitian dilaksanakan di Desa Bintang Mas II Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdapat 8 sampel tanaman. Perlakuan yang di maksud sebagai berikut : p1 = 1,7 g Urea, 0,96 g SP-36, 0,55 g KCl/ tanaman (25% dari dosis anjuran ), p2 = 3,4 g Urea, 1,92 g SP-36, 1,11 g KCl/ tanaman (50% dari dosis anjuran), p3 = 5,1 g Urea, 2,88 g SP-36, 1,66 g KCl/ tanaman (75% dari dosis anjuran), p4 = 6,8 g Urea, 3,84 g SP-36, 2,22 g KCl/ tanaman (100% dari dosis anjuran), p5 = 8,5 g Urea, 4,80 g SP-36, 2,77 g KCl/ tanaman (125% dari dosis anjuran). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman volume akar, berat kering, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk N, P dan K berpengaruh nyata terhadap volume akar, berat kering tanaman, tinggi tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan diameter tongkol, tetapi berpengaruh tidak nyata pada variabel panjang tongkol. Pemberian pupuk N, P dan K sebesar 25% dari dosis anjuran setara dengan 1,7 g Urea, 0,96 g SP-36, 0,55 g KCl/ tanaman merupakan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis secara tumpangsari dengan kacang tanah di lahan gambut.Kata kunci: jagung manis, n, p dan k, gambut, tumpangsari
PENGARUH BOKASI AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALLUVIAL Yuspiatuti Yuspiatuti; Agustina Listiawati; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10496

Abstract

Ampas tahu merupakan, bahan organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah alluvial bagi pertumbuhan tanaman lobak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bokasi ampas tahu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial, yang dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Lahan yang digunakan merupakan lahan dengan jenis tanah alluvial, dengan lama penelitian 45 hari mulai dari persiapan media tanam sampai panen. Rancangan ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan bokasi ampas tahu (B) yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: b1 = 2,88 kg/petak atau setara dengan 15 ton/ha, b2= 5,76 kg/petak setara dengan 30 ton/ha, b3 = 8,64 kg/petak setara dengan 45 ton/ha, b4 = 11,52 kg/petak setara dengan 60 ton/ha dan b5 = 14,4 kg/petak atau setara dengan 75 ton/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi : Luas Daun total (cm2), Kehijauan Daun (spad unit), Berat Kering Tanaman (g), Berat Segar Tanaman (g), Berat Umbi (g), Diameter Umbi (cm), Panjang umbi (cm), dan Hasil/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi ampas tahu sebesar 45 ton/ha merupakan perlakuan yang efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial.
GROWTH RESPONSE AND RESULTS ON SABRANG ONION (Eleutherine americana Merr) AGAINST OF GRANTING SOLID ORGANIC FERTILIZER ON PEAT Adrianus Sepoel; MAULIDI MAULIDI; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25091

Abstract

ABSTRAK This study aims to determine the growth and yield response of the best Sabrang on the provision of Organic Solid Fertilizer on peat. The research was carried out on Jl  Reformasi GG. Matematika  Pontianak  Tenggara  West Kalimantan, in 7 November 2017 to 8 January 2018. The research method used was Completely Randomized Design consist  of 5 treatments namely (p1): 10 g, (p2): 20 g, (p3): 30 g, (p4): 40 g, (p5): 50 g and five replications, so there are 25 units of treatment. Number of samples each treatment that is 4 plants. The observed variables in this study are plant height (cm), number of leaves per clump (split unit), number of chickens per spruce (fruit), fresh weight of tuber per hill (g) and dry weight of tuber wind clump (g). The results showed that the giving of Organic Solid Fertilizer had no significant effect on all observation variable.  Keyword: Sabrang onion, Peat, Solid Organic Fertilizer. 
PENGARUH KOMBINASI BOKASI DAUN LAMTORO DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT David Remond Simanjuntak; Dini Anggorowati; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50827

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman sawi pada umumnya dihadapkan pada permasalahan rendahnya pH tanah, rendahnya kandungan unsur hara yang tersedia dalam tanah diantaranya adalah unsur hara N, P dan K, dan rendahnya aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis kombinasi bokasi daun lamtoro dan kapur dolomit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan fakultas pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari tanggal Mei sampai Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Peralakuan pertama b1 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag , Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b2 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b3 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b4 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b5 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b6 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b7 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b8 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, dan b9 = Bokashi daun lamtoro setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag. Variabel yang di amati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi bokasi daun lamtoro dosis  30 ton/ha dan dolomit dosis 18,75 ton/ha merupakan perlakuan yang terbaik tehadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut tetapi kombinasi bokasi daun lamtoro dosis 30 ton/ha dan dolomit dosis 11,25 ton/ha sudah efektif terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut.
EFEKTIVIITAS BERBAGAI JENIS MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Mustika Mustika; mulyadi safwan; maulidi maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45429

Abstract

ABSTRAK Permasalahan pada budidaya tanaman tomat  adalah tanaman tomat  tidak tahan terhadap cekaman lingkungan, baik berupa genangan air atau kekeringan. Penelitian bertujuan mengetahui efektivitas penggunaan jenis mulsa dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman  tomat pada tanah aluvial. Penelitian  dilaksanakan pada bulan November  sampai Maret 2020 di Desa Jirak Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor 5 perlakuan yang  diulang sebanyak 4 kali dengan 4 tanaman sampel perbedengan. Perlakuan tersebut terdiri dari: mulsa batang pisang (M0), mulsa jerami padi (M1), mulsa alang-alang (M2), mulsa sekam padi (M3),  dan mulsa plastik hitam perak (M4). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), waktu berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah perbuah (g), jumlah buah perpetak (buah), berat buah perpetak (g) dan pengamatan lingkungan. Dari hasil penelitian perlakuan mulsa plastik hitam perak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), waktu berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), jumlah buah perpetak (buah), sehingga diambil kesimpulan bahwa penggunaan mulsa plastik  hitam perak memberikan hasil tertinggi pada beberapa variabel, namun penggunaan mulsa organik seperti mulsa batang pisang, mulsa jerami padi, mulsa alang-alang dan mulsa sekam padi sudah cukup efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial Kata Kunci : Jenis Mulsa, Tanah Aluvial, Tomat
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH SAYURAN HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU PADA TANAH PMK Getrudal Rue; Dwi Zulfita; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38786

Abstract

PENGARUH POC LIMBAH SAYURAN HIJAU TERHADAP  PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU                         PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING  Getruda Laruwe1), Dwi Zulfita 2) dan Maulidi 3)1)Mahasiswa Fakultas Pertanian 2)Staf Pengajar Universitas Tanjungpura 3)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi POC limbah sayuran hijau yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah Podsolik Merah Kuning. dilaksanakan dari tanggal 3 Februari 2019 – 6 Maret 2019. Yang berlokasi di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode  yang  digunakan  Rancangan Acak  Lengkap  (RAL)  terdiri  dari 5 perlakuan, 5 ulangan  dan setiap  ulangan terdapat 4 sampel  tanaman. Perlakuan  sebagai berikut p1 = 5 ml/liter air  POC limbah sayuran hijau , p2= 10 ml/liter air POC limbah sayuran hijau, p3= 15 ml/liter air  POC limbah sayuran hijau, p4= 20 ml/liter air  POC limbah sayuran hijau,   p5= 25 ml/liter air  POC limbah sayuran hijau. Variabel  yang  diamati  pada  penelitian  ini  adalah  Volume  Akar  (cm3),  Jumlah Daun (helai), Berat Kering Tanaman (g), Luas Daun Total (cm2) dan Berat Segar Tanaman (cm2). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada penelitian ini tidak ditemukan konsentrasi POC limbah sayuran hijau yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah Podsolik Merah Kuning tetapi konsentrasi POC limbah sayuran hijau yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah Podsolik Merah Kuning ditunjukkan dengan pemberian POC konsentrasi 10 ml/liter air.Kata Kunci: POC limbah sayuran hijau, sawi hijau ,Tanah Podsolik Merah Kuning
PENGARUH KOMPOS LIMBAH TAOGE TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI pre nursery PADA TANAH ALLUVIAL Yosua Edi Sukartono; Henny Sulistyowati; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik kompos limbah taoge untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah aluvial. Penelitian di laksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah tanpa kompos limbah taoge/polibag, setara dengan 11,48% bahan organik dalam tanah, 170 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 15% bahan organik dalam tanah, 250 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 30% bahan organik dalam tanah, 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah, 670 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 60% bahan organik dalam tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah taoge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Penambahan 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah memberikan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di pre nursery pada tanah alluvial.
KARAKTERISASI PADI BERAS MERAH ASAL KABUPATEN SEKADAU PADA FASE VEGETATIF DI TANAH ALUVIAL Iqbal Muharrahman; Astina Astina; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23449

Abstract

Kegiatan karakterisasi sangat penting dilakukan, karena kegiatan ini merupakan tahap untuk mendapatkan sebuah informasi awal tentang karakter-karakter tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter atau ciri morfologi fase vegetatif padi beras merah asal Sekadau di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di belakang Laboratarium Agronomi Universitas Tanjungpura Pontianak selama 105 hari, mulai dari tanggal 10 april hingga 24 juli 2017. Penelitian menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 2 perlakuan padi beras merah Ensalang dan Nanga Taman. Setiap perlakuan diulang 8 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel tanaman. Variabel pengamatan ini adalah panjang daun, lebar daun, permukaan daun, sudut daun bendera, warna leher daun, warna helai daun, warna pelepah, bentuk lidah, tinggi tanaman dan jumlah anakan total. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa karakter morfologi dari padi beras merah Ensalang dan Nanga Taman memiliki perbedaan karakter meliputi panjang daun, lebar daun, sudut daun bendera, warna helai daun, warna pelepah, tinggi tanaman dan jumlah anakan total. Selain itu ada karakter morfologi yang memiliki kesamaan seperti pada karakter warna leher daun dan bentuk lidah. Kata kunci : karakterisasi, fase vegetatif, padi beras merah, ensalang dan nanga taman