Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : RING Mechanical Engineering

PENGARUH PIEZOELECTRIC TERHADAP MICROBIAL FUEL CELL DENGAN SUBSTRAT LIMBAH CAIR TAHU DAN NASI BASI Sumartono, Agus Tri; Marlina, Ena; Margianto, Margianto
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi saat ini sebagian besar memanfaatkan energi fosil, untuk mengurangi  penggunaan energi fosil salah satu teknologi penghasil energi alternatif sebagai pengganti energi fosil adalah teknologi Microbial Fuel Cell. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan piezoelectric terhadap kinerja Microbial Fuel Cell dengan menggunakan metode eksperimental sehingga nanti dilakukan pengamatan secara langsung terhadap reaktor Microbial Fuel Cell. Substrat yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan limbah cair tahu dan nasi basi yang didiamkan selama 7 hari sebelum digunakan. Pengambilan data dilakukan dengan 2 variasi yaitu menggunakan piezoelectric dan tanpa piezoelectric. Dalam penelitian ini yang akan diuji tegangan yang dihasilkan reaktor MFC, selanjutnya hasil tegangan tersebut digunakan untuk mencari parameter hitung lain seperti rapat arus, efisiensi sel dan daya sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan piezoelectric pada reaktor Microbial Fuel Cell meningkatkan produksi tegangan, dimana tegangan maksimum yang dihasilkan reaktor dengan menggunakan piezoelectric sebesar 132,52 mV pada jam ke-72. Tegangan yang dihasilkan mempengaruhi parameter hitung yang lain, sehingga pada jam yang sama arus masimum yang dihasilkan  sebesar 0,133 mA, Efisiensi sel masimum sebesar 8,95 % dan Daya sel maksimum sebesar 11276,20 mW. Kata Kunci: Energi Alternatif ; Microbial Fuel Cell ; Piezoelectric ; Limbah Cair Tahu dan Nasi Basi
PENGARUH PENCAMPURAN TERPENTIN dengan CPO (CRUDE PALM OIL) terhadap PEMBAKARAN DOUBLE DROPLET Khalim, M. Nur; Marlina, Ena; Robbi, Nur
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCrude Palm Oil (CPO) is a vegetable oil that has the potential to be developed into biodiesel, but if applied directly CPO can damage the engine due to its high viscosity. Turpentine is one of the bio additives that can be used to lower the viscosity of vegetable oils. In this study, CPO was mixed with turpentine to reflect its viscosity. The method used in this study is  true experimental research using double droplet combustion. In this study, there were three samples used, namely 100% CPO (pure CPO), 90% CPO (90% CPO + 10% turpentine), and 85% CPO (85% CPO + 15% turpentine). From this study, the highest temperature at 85% CPO was obtained at 674.1 oC.  The fastest burning rate at CPO is 90% with a burning rate of 0 – 0.966 s on chanel 1 and 0 – 0.966 s on chanel 2.  Meanwhile, the highest height in CPO is 85% with 21.41 mm and the highest fire width in CPO is 85% at 6.1 mm. from the research data, it can be concluded that the addition of terpenti is proven to reduce and improve the combustion quality of CPO droplets. Keywords : Biodiesel, CPO, Bio additive, Turpentine ABSTRAKCrude Palm Oil (CPO) merupakan minyak nabati yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi biodiesel, tapi jika diterapkan secara langsung  CPO  dapat merusak mesin karena viskositasnya yang tinggi. Terpentin merupakan salah satu bio aditif yang dapat digunakan menurunkan viskositas dari minyak nabati. Dalam penelitian ini CPO dicampur dengan terpentin untuk menerunkan viskositasnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental nyata (true experimental research) dengan menggunakan pembakaran double droplet. Dalam penilitian ini terdapat tiga sampel yang digunakan yaitu CPO 100% (CPO murni), CPO 90% (90% CPO + 10% terpentin), dan CPO 85% (85% CPO + 15% terpentin). Dari penelitian ini diperoleh temperatur tertinggi pada CPO 85% sebesar 674,1 oC. Burning rate tercepat pada CPO 90% dengan laju pembakaran selama 0 – 0,966 s pada chanel 1 dan 0 – 0,966 s pada chanel 2. Sedangkan tinggi tertinggi pada CPO 85% dengan 21,41 mm dan lebar api tertinggi pada CPO 85% denag 6,1 mm. dari data penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan terpenti terbukti dapat menurunkan dan memperbaiki kualitas pembakaran droplet CPO. Kata Kunci: Biodiesel, CPO, Bio aditif, Terpentin 
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK TERPENTIN terhadap KARAKTERISTIK PEMBAKARAN DROPLET MINYAK KELAPA sebagai BAHAN BAKAR BIODIESEL Silvia, Linda; Marlina, Ena; Robbi, Nur
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBiodieselminyak nabati yang ramah lingkungan dapat menggantikan permintaan bahan bakar diesel yang terus meningkat. Salah satu minyak nabati yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif adalah minyak kelapa (CCO). Titik nyala pada CCO lebih rendah daripada solar dan nilai kalor biodiesel CCO setara dengan nilai kalor solar. Viskositas minyak nabati yang tinggi mengakibatkan proses penguapan lama dan kerusakan pada mesin. Pencampuran CCO dan minyak terpentin adalah kombinasi bahan bakar dengan viskositas rendah dengan nilai kalor yang sebanding dengan solar. Beberapa campuran yang diteliti yaitu, CCO 100%, CCO 90% dan CCO 85%. Metode penelitian ini yaitu pengujian tetesan double droplet di dalam ruang bakar. Hasil penelitian menunjukkan penambahan minyak terpentin pada CCO mempengaruhi karakteristik pembakaran yang meliputi temperatur yang meningkat, laju pembakaran yang lebih cepat dan memperbesar dimensi api yaitu tinggi api dan lebar api. Terdapat microexplosion yang mengakibatkan pembakaran lebih sempurna karena pada saat proses pembakaran droplet dapat habis terbakar.  Kata Kunci: Biodiesel; double droplet; CCO; minyak terpentin ABSTRACTEco-friendly vegetable oil biodiesel can replace the increasing demand for diesel fuel. One of the vegetable oils that can be used as an alternative fuel is coconut oil (CCO). The flash point of CCO is lower than that of diesel and the calorific value of CCO biodiesel is equivalent to the calorific value of diesel. Viscosity high vegetable oil results in a long evaporation process and damage to the engine. Blending CCO and turpentine oil is a combination of low-viscosity fuels with calorific value comparable to that of diesel. Some of the mixtures studied were 100% CCO, 90% CCO and 85% CCO. The method of this research is the double droplet test in the combustion chamber. The results showed that the addition of turpentine oil to CCO affected the combustion characteristics which included an increased temperature, a faster combustion rate and an increase in the dimensions of the fire, namely flame height and flame width. There is a microexplosion which results in more complete combustion because during the combustion process the droplets can burn out. Keywords: Biodiesel; double droplet; CCO; turpentine oil
PENGARUH VARIASI MASSA RAGI DAN LAMA FERMENTASI PADA PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN BAHAN AMPAS TEBU Andre Fahrul Rosy; Ena Marlina; Margianto
RING ME Vol 4 No 1 (2024): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rm.v4i1.21529

Abstract

The use of ethanol as a fuel is increasing, while the energy source is produced from fossil fuels, namely natural resources that cannot be renewed so that one day the supply will definitely run out. Therefore, bioethanol is needed as a renewable fuel. Bioethanol is a fuel made from plant materials. One of the raw materials for making bioethanol is sugarcane bagasse. This research discusses the effect of variations in yeast mass and fermentation time on the production of bioethanol from sugarcane bagasse using experimental methods. Here the variations in time for fermentation are 2, 4, 6, 8, and 10 days and the mass of yeast is 1 gram, 3 grams, and 6 grams. The results showed that variations in yeast mass of 6 grams for 10 days produced the highest alcohol content (3.5%), while variations in the length of time of the alcohol content test results where the highest value was in variations in the length of 10 days with a total of 6%, it can be concluded that the longer the time fermentation, the alcohol content value will increase. Keywords: Bagasse, Bioethanol, Density, Yield
PENAMBAHAN TONGKOL JAGUNG PADA BATUBARA TERHADAP PERFORMA PLTU 2X150 DENGAN PROSES CO-FIRING MENGGUNAKAN SIMULASI CYCLE-TEMPO Riyan Hidayat; Ena Marlina; Artono Raharjo
RING ME Vol 4 No 2 (2024): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v4i2.22596

Abstract

Co-firing adalah proses pembakaran campuran dua jenis bahan bakar untuk mengurangi emisi gas buang. Penelitian ini menggunakan simulasi Cycle-Tempo berdasarkan neraca panas Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×150 MW. Bahan bakar utama adalah batubara highest heating value (HHV) 4200 kal/gram, dengan biomassa tongkol jagung yang memiliki kandungan sulfur rendah. Rasio campuran yang dianalisis adalah 0%, 25%, dan 50%. Hasil menunjukkan daya boiler tertinggi pada rasio 0% (28.702,97 kW, efisiensi 82%), sementara rasio 25% dan 50% menurun menjadi 28.427,09 kW (efisiensi 81%) dan 28.122,75 kW (efisiensi 79%). Daya bersih pembangkit juga menurun dari 15.625,9 kW (rasio 0%) menjadi 15.281,1 kW (rasio 50%). Penurunan performa disebabkan oleh pencampuran biomassa yang kurang optimal untuk pembangkit. Net Plant Heat Rate (NPHR) menunjukkan efisiensi terbaik pada rasio 0%, mendukung pembangkit menghasilkan energi dengan lebih mudah. Co-firing biomassa dapat mengurangi emisi tetapi menurunkan performa pembangkit secara keseluruhan.
Co-Authors Abd. Wahab Abdul Karim Abdul Wahab Aghitsnillah, Nuro Qolbi Agung Rahmat Hidayatullah Akhmad Faruq Alhikami Al Farrosi, Faisholul Umam Alfiah Ekariani Amaria R., Ellen Andre Fahrul Rosy Annas Nuur Fadhillahtur Rochman Artono Raharjo Aruhi, Nasarudin As'at Nursalim Ma'as Hamzah Ashari, Apri Assauri, Sufyan Bagas Putro Basjir, Mochammad Brahmadhita Pratama Mahardika Citra Kurniawan Dewi Izzatus Tsamroh Eka Wahyu Sri Wilujeng Ekariani, Alfiah Ellen Amaria R. Fahmi Husaini Mastur Faisholul Umam Al Farrosi Farni Mudakir Febriana Sari, Wiwik Dyah Fikki Bisma Setia Effendi Firman Hidayat Firman Hidayat Gabriel Jeremy Gotama Galang Jalu Tanaya Gotama, Gabriel Jeremy Hadi Mutakkim Hidayatullah, Agung Rahmat Ichiyanagi, Mitsuhisa Ifit Novita Sari Khalim, M. Nur Khovadli Ocvando Lilis Yuliati Linda Silvia, Linda Lulut Ernin Maharani M. Syamsul Arif Ma'as Hamzah, As'at Nursalim Machfudz, Masyuri Maharani, Lulut Ernin Margianto Margianto Margianto Mastur, Fahmi Husaini Metty Trisna Negara Mitsuhisa Ichiyanagi Mohammad Miftahul Anwar Mohammad Ulinnuha Mudakir, Farni Mulyadi Mulyadi Naily Zulfa Nanda Ayu Pawestri Nasarudin Aruhi Novan Yoga Prasetya Nur Muhammad Rosyid Nur Robbi Nuro Qolbi Aghitsnillah Nurrosidin Nurrosidin Ocvando, Khovadli Otto Fajarianto Pawestri, Nanda Ayu Prasetyono, Bayu Priyagung Hartono Priyagung, Priyagung Rachman, Rifqi Mahaputra Rahayu Kurniati, Rini Riyan Hidayat Rochman, Annas Nuur Fadhillahtur Rosyid, Nur Muhammad Rully Dyah Purwati Sekar Rahima Sahwahita Setia Effendi, Fikki Bisma Siti Asmaniyah Mardiyani Siti Nurlaila Siti Nurlaila, Siti Slamet Wahyudi Sri Wilujeng, Eka Wahyu Suhatta, Jefri Sumartono, Agus Tri Susanto, Taufiq Heri Syaifulloh Ahmad Takashi Suzuki Takashi Suzuki, Takashi Tanaya, Galang Jalu Taufik, M.Taufik Tri Candra Wulandari Trismawati, Trismawati Unung Lesmanah Wahab, Abd. Walid Najibullah Willyanto Anggono Willyanto Anggono Wiwik Dyah Febriana Sari Yazirin, Cepi Zulfa, Naily