Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SENAPAS

Pengembangan brownies bar berbasis tepung talas dan kacang merah sebagai inovasi kudapan pangan lokal Marlina, Paramitha Wirdani Ningsih; Refialy, Meicavita Daniela Putri
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 3 No 1 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v3i1.12649

Abstract

Prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun di Indonesia terus mengalami peningkatan. Salah satu upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pengembangan makanan selingan tinggi zat besi, seperti Brownies Bar berbasis tepung talas dan tepung kacang merah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi tepung talas dan tepung kacang merah terhadap kandungan gizi, daya terima, dan estimasi harga produk. Desain penelitian menggunakan studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan tiga formulasi, yaitu F280 (tpung terigu 100%), F211 (tepung terigu 37,5%: talas 50%: kacang merah 12,5%), serta F229 (tepung terigu 37,5%: talas 12,5%: kacang merah 50%). Pembuatan produk dan estimasi biaya dilakukan di Laboratorium Gizi Kuliner STIK Sint Carolus, analisis gizi di Laboratorium Saraswanti, dan uji organoleptik di SMK Santa Maria. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Formula terbaik diperoleh pada F121 dengan kandungan zat besi 5,91 mg dan daya simpan lima hari tanpa pertumbuhan jamur. Sebanyak 90,2% panelis menyukai warna, aroma, tekstur, dan rasa formula tersebut. Satu porsi saji 50 gram mampu memenuhi sekitar 20% kebutuhan zat besi harian remaja putri usia 16–18 tahun dengan harga Rp6.055. Hasil uji sensori menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata antarformula, sehingga Brownies Bar berbasis talas maupun kacang merah dapat diterima konsumen setara produk kontrol.
CENTING DENGAN PMBA “CEGAH STUNTING DENGAN PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK” Puji Wulandari, Agnes Maharani; Paramitha Wirdani Ningsih Marlina
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9226

Abstract

Stunting atau yang disebut juga gagal tumbuh merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Faktor resiko terjadinya stunting antara lain yaitu; status gizi ibu hamil terhadap pertumbuhan dan perkembangan janinnya. Berdasarkan RISKESDAS 2018, di DKI Jakarta prevalensi status gizi (TB/U) pada anak baduta sebesar 7% (kategori sangat pendek) dan 9,2% (kategori pendek). Maka dari itu perlu dilakukannya intervensi pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Kegiatan pengabdian ini dilakukan di posyandu kelurahan Tanah Tinggi dengan tujuan (1) Meningkatkan pengetahuan terkait pemberian makanan bayi dan anak yang tepat; (2) mengajak pengunjung posyandu Tanah Tinggi untuk ikut serta dalam mengaplikasikan materi yang sudah diberikan ke dalam praktik sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu penyuluhan dengan menggunakan media mini poster dengan tema cegah stunting dengan pemberian makan bayi dan anak. Sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah 30 pengunjung posyandu Tanah Tinggi. Kegiatan pengabdian dengan metode penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan pengunjung posyandu terkait stunting dan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) dibuktikan dengan nilai pretest dengan kategori baik sebesar 50% meningkat pada nilai post test menjadi 56,7%.