Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Mobilisasi Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Operasi Orif di RSUD Karsa Husada Batu Sabrina, Nabila Silva; Bachtiar, Arief; Marsaid, Marsaid
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.22922

Abstract

ABSTRACT Postoperative pain is a common complication experienced by patients, including those undergoing Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) surgery. If not properly managed, pain can delay the healing process and increase the risk of complications. Early mobilization is a nonpharmacological intervention that can help reduce pain intensity by improving blood circulation, decreasing inflammatory mediators, and shifting the patient's focus away from pain. To determine the effectiveness of early mobilization in reducing pain levels in patients after Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) surgery. This study used a quasiexperimental design with a pre-test and post-test approach in two groups. The sample consisted of 42 respondents. Data were collected using the Numeric Rating Scale (NRS) and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann-Whitney test. The results showed a significant decrease in pain levels in the treatment group after early mobilization was administered. The average pain level in the treatment group decreased more significantly than in the control group, which did not receive early mobilization (p < 0.05). Early mobilization is proven to be effective in reducing pain levels in post-ORIF surgery patients. This intervention can be an essential part of postoperative nursing care to accelerate recovery and improve patient comfort. Keywords: Early Mobilization, Pain, Postoperative, ORIF, Nursing.  ABSTRAK Nyeri pasca operasi merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pasien, termasuk pada kasus operasi Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi. Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu menurunkan intensitas nyeri dengan meningkatkan aliran darah, mengurangi mediator peradangan, dan mengalihkan fokus pasien dari nyeri. Untuk mengetahui efektivitas mobilisasi dini dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua kelompok. Sampel berjumlah 42 responden dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan Mann- Whitney. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri yang signifikan pada kelompok perlakuan setelah dilakukan mobilisasi dini. Rata-rata tingkat nyeri kelompok perlakuan menurun secara bermakna dibanding kelompok kontrol yang tidak mendapat intervensi mobilisasi dini (p < 0,05).. Mobilisasi dini terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi ORIF. Intervensi ini dapat menjadi bagian penting dari praktik keperawatan postoperatif untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan kenyamanan pasien. Kata Kunci: Mobilisasi Dini, Nyeri, Post Operasi, ORIF, Keperawatan
Edukasi Motivasi Dengan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Melitus di Ruang Amarilis RSUD Karsa Husada Batu Ardiyanti, Zerlinda Diva; Arif, Taufan; Marsaid, Marsaid; Nataliswati, Tri
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wjxtj515

Abstract

akibat komplikasi yang ditimbulkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas hidup adalah tingkat motivasi pasien dalam menjalani perawatan. Motivasi yang rendah dapat menyebabkan ketidakpatuhan terhadap pengobatan dan gaya hidup yang berdampak pada memburuknya kondisi kesehatan. Dalam implementasinya, kajian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat motivasi dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus. Kajian ini menggunakan desain cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 42 responden dengan teknik purposive sampling. Responden ditentukan berdasarkan kriteria inklusi berusia 50-70 tahun dan berpendidikan terakhir SD-SMA. Variable independent yaitu tingkat motivasi sedangkan variable depetdent yaitu kualitas hidup. Instrument yang digunakan adalah kuisioner TSRQ dan DQOL Analisis data menggunakan uji rank spearman. Hasil uji terhadap kedua variabel menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus, dengan nilai signifikansi p-value < 0,001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi positif sebesar 0,502 yang termasuk dalam kategori korelasi sedang. Pasien dengan tingkat motivasi yang tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pasien dengan motivasi rendah. Hal ini disebabkan karena motivasi
Pengaruh Aromaterapi Lemon Diffuser Terhadap Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) Pada Pasien Post Anestesi General Di RSUD Ngudi Waluyo Arif, Taufan; Vashti, Laily Evania; Marsaid, Marsaid; Sulastyawati, Sulastyawati
Jurnal Keperawatan Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Maret 2024
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v22i1.1288

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting adalah salah satu kondisi yang sering dikeluhkan oleh pasien setelah operasi sebanyak 61-79%. Salah satu alternatif dalam menurunkan PONV dapat menggunakan cara nonfarmakologis yaitu aromaterapi. Aromaterapi sendiri merupakan salah satu pengobatan alternatif yang menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aromaterapi lemon diffuser pada pasien general anestesi. Metode penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment dengan purpose sampling. Banyak sampel sejumlah 36 orang. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dan Man-Whitney. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei - Juli 2023 di ruang Bima RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Hasil penelitian pada kelompok perlakuan yang diberi intervensi aromaterapi lemon diffuser menunjukkan perubahan dari yang awalnya pasien mengalami mual sedang sebanyak 16 pasien dan mual ringan sebanyak 2 pasien dengan p-value 0,000. Hasil penelitian pengaruh aromaterapi lemon diffuser terhadap PONV menunjukkan nilai p-value kurang dari 0,05. Ada pengaruh aromaterapi lemon diffuser terhadap Post Operative Nausea and Vomiting pada pasien post operasi dengan general anestesi. Pemberian aromaterapi lemon menyebabkan penghambat pengeluaran serotin sehingga serotin dalam darah tidak berkurang, jika serotin dalam darah tidak mengalami penurunan maka mual-muntah tidak akan meningkat.