Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN POTATO (PROGRAM KEGIATAN TANAMAN OBAT KELUARGA) DI AREA PUSKESMAS BELAWA Andi Tilka Muftiah Ridjal; Suarni; Musliyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v3i2.384

Abstract

Latar belakang: Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. TOGA pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan contoh pada instansi-instansi lain (kantor camat, pemadam kebakaran, dan koramil) dan kelompok masyarakat dalam bentuk kegiatan penanaman TOGA di area Puskesmas Belawa. Metode: Metode Service Learning (SL) diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, yakni metode pembelajaran yang memberikan penekanan pada aspek praktis dengan mengacu pada konsep Experiental Learning, yaitu penerapan pengetahuan perkuliahan dan interaksi di masyarakat untuk memecahkan masalah. Hasil: Hasil kegiatan ini ditunjukkan dengan tertanamnya TOGA di area Puskesmas Belawa, sehingga setiap pengunjung puskesmas dapat tersosialisasikan dan memanfaatkan TOGA. Kesimpulan: Adanya pusat TOGA dapat mendorong masyarakat untuk mencontoh dan memanfaatkan tanaman tersebut sebagai upaya dalam meningkatkan kesehatan dan melestarikan lingkungan hidup.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA DENGAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI RSKD IBU DAN ANAK SITI FATIMAH MAKASSAR Nur Apriani MS; Andi Tilka Muftiah Ridjal
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.227

Abstract

Menurut WHO (2011), Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan terkemuka perempuan di seluruh dunia dengan perkiraan 529.409 kasus baru dan sekitar delapan puluh enam persen (86%) di negara-negara berkembang. Di Indonesia diperkirakan setiap hari muncul 40-45 kasus baru, 20-25 orang meninggal berarti setiap 1 jam diperkirakan 1 perempuan meninggal dunia karena kanker serviks. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap wanita dengan pemeriksaan pap smear di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar.Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik. Populasi adalah wanita yang datang memeriksakan diri di poli KB RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar. Sampel yang diteliti 39 orang menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian mulai tanggal 07 Maret s/d 07 April 2016. Data dikumpulkan dengan kuesioner kemudian dilakukan analisa statistik menggunakan uji chi square dengan uji alternatif fisher’s exact test dengan tingkat kemaknaan  < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan pengetahuan kurang yaitu 29 orang (74,4%). Berdasarkan sikap, sebagian besar responden dengan sikap negatif yaitu 32 orang (82,1%), dan sebagian besar tidak melaukan pap smear yaitu 27 orang (69,2%). Hasil uji fisher’s exact test diperoleh nilai p = 0,004 < 0,05 , dan p = 0,002 < 0,05.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan wanita dengan pemeriksaan pap smear, dan ada hubungan sikap wanita dengan pemeriksaan pap smear. Disarankan kepada tenaga kesehatan mengingat masih rendahnya perilaku masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan pap smear perlu dilakukan beberapa langkah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan pap smear.
Membangun Generasi Sehat: Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Komunitas Rentan di Pesisir Kelurahan Tallo Chitra Dewi; Basri; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Novi Dimara; Gloria Maria Rahandekut
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/nnc9zt56

Abstract

Anak usia Sekolah Dasar menjadi kelompok yang paling rentan terhadap masalah kesehatan akibat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang kurang baik. Hal ini juga berkaitan langsung dengan ketersediaan air bersih yang bisa digunakan untuk mencuci tangan anak. Kelurahan Tallo menjadi salah satu dari beberapa daerah di Kota Makassar yang memiliki keterbatasan terhadap akses air bersih. Secara tidak langsung, hal ini mempengaruhi implementasi PHBS terutama pada kelompok anak di wilayah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia Sekolah Dasar tentang PHBS. Dengan demikian kegiatan ini akan menciptakan kondisi anak usia Sekolah Dasar yang lebih sehat, sehingga terbentuk komunitas dan lingkungan dengan peningkatan derajat kesehatan yang lebih baik di wilayah pesisir RW. 5 Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Pendekatan kegiatan ini melalui metode ceramah dan simulasi yang disertai dengan games. Jumlah peserta sebanyak 25 orang. Materi yang disampaikan mencakup PHBS, jajanan sehat, penggunaan jamban bersih dan sehat. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pretest dan posttest. Rata-rata pengetahuan responden mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 40% setelah pengukuran. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan selama penyuluhan bisa diterima dan dipahami oleh responden.
FAMILY AND SOCIAL ASPECTS OF CLIENTS IN DRUG ABUSE IN THE REHABILITATION CENTER OF NATIONAL NARCOTIC BOARD Andi Tilka Muftiah Ridjal; Muhammad Sahlan Zamaa; Irawati, Andi; Syamsuryana; Pangemanan, Alice
Journal of Islamic Nursing Vol 8 No 1 (2023): Journal of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v8i1.37185

Abstract

Family and social lives are the several factors that lead someone to be involved in drug abuse, specifically in children and adults. The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) noted that in 2021 the number of drug users worldwide was around 275 million in the past year. The National Narcotics Board or Badan Nasional Narkotik (BNN) Baddoka recorded that the number of clients undergoing rehabilitation in 2021 was 256, with 218 at severe levels, 36 at moderate levels, and 2 at mild levels, then 188 clients had completed rehabilitation. This study aimed to describe family and social environment factors to clients on drug abuse. This was descriptive research in that number of samples was 75 respondents selected by purposive sampling. The results revealed that most of the clients had inappropriate family and social environments. The former clients are encouraged to maintain proper relationships with their family and social life to avoid the potential opportunity for drug abuse. Furthermore, families are suggested to support and deliver more attention to clients who had run the rehabilitation process.
TRANSFORMASI KESEHATAN SEKOLAH: IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MI DARUL HIKMAH MAKASSAR Chitra Dewi; Sri Syatriani; Renaldi M; Irfan; Sulaiman; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Agustina Melisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.522

Abstract

Latar belakang: Komunitas rentan dalam konteks anak Sekolah Dasar (SD) merujuk pada kelompok yang menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi perkembangan fisik, kognitif, sosial maupun emosional. Mereka sering kali belum menyadari pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sehingga diperlukan upaya edukasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan praktik kebersihan mereka. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan PHBS pada anak SD, untuk menciptakan kebiasaan hidup sehat yang mencegah penyebaran penyakit di MI Darul Hikmah Makassar. Metode: Penyuluhan dilakukan menggunakan media video edukasi tentang PHBS, mempraktikkan cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan pemasangan poster di lingkungan sekolah. Hasil: Terjadi peningkatan pemahaman anak sekolah dasar kelas 1-3 mengenai kebersihan tangan, adopsi perilaku hidup bersih melalui kegiatan interaktif dan informasi visual (poster), serta dukungan pihak sekolah dan keterlibatan aktif siswa menunjukkan keberhasilan pendekatan edukasi berbasis partisipasi aktif. Kesimpulan: Program penyuluhan PHBS di MI Darul Hikmah sukses meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa kelas 1-3 tentang pentingnya kebersihan tangan. Penyuluhan yang disampaikan secara interaktif, praktek langsung, dan pemasangan poster edukasi, berhasil menciptakan perubahan pemahaman tentang cara pencegahan penyebaran penyakit menular di kalangan anak sekolah dasar. Saran, keterlibatan kontribusi guru, staf sekolah, serta orang tua sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program ini.
GERAKAN PEDULI GIZI IBU: PENYULUHAN DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI IBU HAMIL KEK DI DESA BONTO Chitra Dewi; Muhammad Syahrir; Nurfitri; Muti Sahida; Nadin Citra Mulya; Andi Tilka Muftiah Ridjal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.651

Abstract

Latar belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Ibu hamil yang mengalami KEK lebih rentan mengalami gangguan selama kehamilan serta berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya PMT dalam mendukung status gizi selama kehamilan melalui kegiatan penyuluhan dan pemberian makanan. Metode: Penyuluhan dilakukan dengan media poster, pembuatan dan pemberian PMT, serta pengukuran pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Selain itu, dilakukan pengukuran LILA dan berat badan. Hasil: Meskipun perubahan status gizi belum terlihat dalam waktu singkat, diharapkan bahwa ibu hamil dan masyarakat dapat mengolah dan mengonsumsi bahan makanan yang sesuai untuk meningkatkan kecukupan gizi. Setelah pelaksanaan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai PMT. Hasil pre-test menunjukkan 15% responden memiliki pengetahuan cukup, dan 85% kurang. Pada post-test, 100% responden memiliki pengetahuan yang cukup. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan dan PMT bagi ibu hamil di Desa Bonto meningkatkan berhasil pengetahuan sebesar 85% dan mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi. Diharapkan program ini berlanjut melalui pendampingan Puskesmas dan dukungan pemerintah desa agar berdampak lebih luas dalam pencegahan KEK dan stunting.
Swimming Pool Sanitation and the Health of Swimming Athletes in the Context of School Sports Education: A Systematic Review Andi Tilka Muftiah Ridjal
Journal of Sport Education, Coaching, and Health (JOCCA) Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swimming is an essential component of school sports education that supports physical fitness, motor skill development, and lifelong health promotion. However, the effectiveness of swimming programs may be influenced by the sanitation quality of swimming pool environments. Poor swimming pool sanitation can increase the risk of microbial contamination, chemical exposure, and various health problems among swimmers, potentially affecting athlete participation and educational outcomes. This study aimed to systematically review the relationship between swimming pool sanitation and swimmer health within the context of school sports education. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted in Scopus, Web of Science, PubMed, Google Scholar, and SINTA-indexed journals. Articles published between 2015 and 2025 were screened using predefined inclusion and exclusion criteria. Of the 247 records initially identified, 25 eligible studies were included in the final review. The findings revealed that microbiological contamination (92%), residual chlorine concentration (84%), and pH balance (80%) were the most frequently reported sanitation indicators. The most common health problems among swimmers were eye irritation (72%), skin disorders (68%), respiratory symptoms (60%), gastrointestinal complaints (48%), and ear infections (40%). Furthermore, 64% of studies reported reduced training attendance, while 56% identified decreased performance readiness associated with poor sanitation conditions. In conclusion, swimming pool sanitation is a critical determinant of swimmer health, training continuity, and educational effectiveness. Effective sanitation management is essential for ensuring safe aquatic environments and supporting sustainable athlete development within school sports education programs.
Air Quality And Its Impact On Athlete Performance In Outdoor Training Andi Tilka Muftiah Ridjal
Journal of Sport Education, Coaching, and Health (JOCCA) Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air quality has become an increasingly important environmental issue in sports, particularly for athletics athletes who perform regular outdoor training. Exposure to air pollutants such as particulate matter (PM?.? and PM??), ozone (O?), and other airborne contaminants may negatively affect respiratory function, aerobic capacity, and overall athletic performance. This study aimed to analyze the impact of air quality on the performance of athletics athletes during outdoor training. A quantitative correlational design was employed involving 30 competitive athletics athletes who participated in an eight-week outdoor training program. Air quality indicators, including PM?.?, PM??, O?, NO?, and Air Quality Index (AQI), were measured using portable monitoring devices. Athletic performance was assessed through VO?max, 100-meter sprint performance, recovery heart rate, and Rating of Perceived Exertion (RPE). The results showed that the average AQI during training was 87.73 ± 15.47, indicating moderate air quality conditions. Correlation analysis revealed a strong negative relationship between AQI and VO?max (r = -0.726, p < 0.01), while positive relationships were found between AQI and sprint time, recovery heart rate, and RPE. Multiple regression analysis demonstrated that air quality variables explained 66.1% of the variance in VO?max (R² = 0.661, p < 0.001). In conclusion, poor air quality significantly reduces aerobic performance, impairs recovery, and increases physiological strain among athletics athletes. Therefore, air quality monitoring should be integrated into outdoor training management to optimize athlete performance and health.
ANALISIS SPASIAL KEBERADAAN BREEDING SITE DAN KEPADATAN VEKTOR NYAMUK An. barbirostris DENGAN KASUS MALARIA DI KABUPATEN BULUKUMBA Andi Tilka Muftiah Ridjal
Jurnal Mitrasehat Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v6i1.175

Abstract

Secara global terdapat 3,2 miliyar orang yang diperkirakan berisiko untuk terinfeksi penyakit malaria dan 1,2 miliyar diantaranya berisiko tinggi dimana berdasarkan estimasi terakhir, 198 juta kasus malaria terjadi secara global pada tahun 2013 dan 584.000 kematian akibat malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis spasial keberadaan breeding site dan kepadatan vektor nyamuk An. barbirostris dengan kasus malaria di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian observasional melalui pendekatan cross sectional dan spasial yaitu dengan melakukan survey entomologi di tiga wilayah kerja puskesmas yang dipilih berdasarkan data AMI (Annual Malaria Incidence) dan API (Annual Parasite Incidence). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada radius 500 meter dari 31 titik breeding site di wilayah kerja Puskesmas Ujung Loe terdapat rumah kasus malaria di Desa Garanta dengan potensi kepadatan nyamuk An. barbirostris untuk menggigit di dalam dan luar rumah sebesar 0,17 ekor/orang/jam dan 0,08 ekor/orang/jam; 500 meter dari 14 titik breeding site di wilayah kerja puskesmas Bonto Bahari terdapat rumah kasus malaria di Desa Sapolohe dan Tanah Lemo dengan potensi kepadatan nyamuk An. subpictus untuk menggigit di dalam rumah sebesar 0,08 ekor/orang/jam; dan radius 500 meter dari 19 titik breeding site di wilayah kerja puskesmas Tanete terdapat rumah kasus malaria di Desa Tanete dengan potensi kepadatan nyamuk An. barbirostris untuk menggigit di luar rumah sebesar 0,08 ekor/orang/jam. Terdapat korelasi yang bermakna antara suhu, kelembaban dan ketinggian wilayah terhadap kepadatan nyamuk An. barbirostris yang menggigit dalam rumah (r=0,851; r=-0,888; r=-0,930) dan yang tertangkap melalui Light Trap (r=0,565; r=-0,306; r=-0,880) dimana ketinggian wilayah merupakan faktor yang paling berpengaruh kuat.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS) TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES SP Andi Yulia Kasma; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Renaldi M
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.197

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebarkan melalui vektornyamuk (Vector Borne Disease), yang dapat dicegah penyebarannya dengan menggunakanlarvasida. Salah satu tanaman yang dapat berfungsi sebagai larvasida alami adalah daunpandan wangi (Pandanus amaryllifolius). Kandungan kimia yang ada di daun pandan wangiadalah senyawa pahit berupa polifenol, flavonoid, saponin, dan alkaloid. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius)dalam mematikan larva Aedes sp. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment.Populasi penelitian adalah larva nyamuk Aedes sp yang diambil dari habitat asli, kemudiansampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian inimenyimpulkan bahwa ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) efektif dalammematikan larva Aedes sp. Hasil uji probit Lethal Concentration 50% dan 90% ekstrak daunpandan wangi selama 24 jam terhadap larva Aedes sp menunjukkan angka 9,445% dan14,087%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalammengaplikasikan ekstrak daun pandan wangi sebagai larvasida alternatif di kehidupan seharihari untuk mengendalikan penyakit vektor khususnya demam berdarah dengue.