Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh pelatihan kader jumantik dengan ovitrap terhadap peningkatan pengetahuan demam berdarah dengue (DBD) siswa SDN 33 Jollo dan SMP 5 Satap Bungoro, Kabupaten Pangkep tahun 2023 Basir; Amir, Safrullah; Arsin, Andi Arsunan; Ridjal, Andi Tilka Muftiah; Andini; Rosadi, Andi Rifkah Kifayah; Azhar, Gadis Ariqah Fahriyani; Kurniawan, Nanang; Mar’a, Ni’matul; Darwis, Nurhaliza
EcoVision: Journal of Environmental Solutions Vol. 1 No. 2: (August) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/evojes.v1i2.2024.1099

Abstract

Background: The service aims to reduce the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF) through basic training of Jumantik cadres using simple educational materials (Ovitrap) in Bungoro District, Pankep Regency. Methods: The target of this service consisted of students of Pangkep Regency, Bungoro District, precisely at SDN 33 Jollo and SMPN 5 SATAP Bungoro. The sample of this study consisted of students aged between 9 and 15 years and totaled 26 students. Findings: The results of this service were 3 participants (11.5%) who experienced an increase in knowledge from pre-test to post-test. In 23 participants (88.5%), there was no increase or decrease in pre-test and post-test scores. Even if knowledge increases, according to the Wilcoxon test, the p-value of 0.083 is greater than 0.05 so it can be concluded that Ha is rejected and H0 is accepted. Conclusion: There is no significant difference in improvement, pre-test and post-test knowledge can be classified as good, depending on the ability of students to apply Ovitrap production in the classroom.
ASSESSMENT OF COVID-19 RISKS RELATED TO BEHAVIOUR AND BODY RESISTANCE IN THE REMOTE AREA: CASE STUDY IN JENEPONTO Basri, Basri; Ridjal, Andi Tilka Muftiah; Setiawan, Lukman; M, Renaldi
Journal of Environmental Science and Sustainable Development Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 has posed significant global health threats, with responses varying across populations due to differences in risk perception, behaviour, and biological vulnerability. In Indonesia, most research has focused on urban settings, with limited attention paid to rural or remote communities. This study assesses COVID-19- risks related—specifically behavioural and immunity-related-factors—in the remote area of both Bontoramba Subdistrict, Jeneponto Regency. A cross-sectional study was conducted using cluster random sampling across eight villages, with 183 participants selected from a total of 12,242 households. Data were collected between November to December 2020 using a validated structured questionnaire, administered both online and face-to-face interviews. The instrument assessed sociodemographic characteristics, in-home and out-of-home risk behaviours, and indicators of body resistance. Statistical analysis was performed using Chi-square tests to examine associations between demographic factors and risk-related behaviours. The majority of respondents were aged 30–39 years (62.3%) and employed in the private sector (62.8%). Key findings revealed high levels of moderate risk behaviour, particularly related to outdoor activity (80.9%) and public transport use (92.9%). Significant associations were found between gender, age, education, and occupation with various risk behaviours and body resistance indicators (p<0.05). Females generally practiced better in-home preventive behaviours, while males were more likely to engage in out-of-home risk behaviours. Younger individuals exhibited higher mobility and lower body resistance, while older respondents showed greater compliance with protective behaviours. Education and occupation also influenced risk patterns negatively. This study highlights the importance of considering sociodemographic contexts when designing public health interventions. Remote populations such as those in Bontoramba, face unique vulnerabilities due to behavioural exposure and limited physiological resilience. These findings underscore the need for targeted, context-specific health promotion strategies in similar rural settings.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KUALITAS HIDUP LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALATEA Dewi, Chitra; Ramlah; St. Rahmawati; Syahrir, Muhammad; Sahida, Muti; Andi Tilka Muftiah Ridjal
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.645

Abstract

Latar belakang: Hipertensi menjadi penyakit yang banyak diderita oleh kelompok lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup melalui berbagai komplikasi pada organ vital. Sekitar 1,4 miliar orang dewasa di dunia mengalami hipertensi, dan dua pertiganya berasal dari negara berpenghasilan menengah ke bawah, termasuk Indonesia. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu lansia mengelola hipertensi serta mempertahankan kualitas hidup yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pada lansia yang menderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Populasi terdiri dari 200 lansia yang secara aktif menghadiri posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Sampel dipilih dengan metode accidental sampling, melibatkan 50 lansia. Data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner WHOQOL-BREF yang diuji menggunakan analisis chi-square. Hasil: Dukungan keluarga, khususnya dalam domain dukungan emosional dan dukungan informasional, menunjukkan nilai p=0,005. Sementara itu, dalam domain dukungan instrumental dan penghargaan, nilai p yang tercatat adalah 0,002 di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Kesimpulan: Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pada lansia penderita hipertensi. Saran, pendidikan keluarga harus ditingkatkan agar merea dapat secara aktif mendukung dan mendampingi orang tua, terutama dalam hal perawatan kesehatan mereka.
Association of Family Support System with Anxiety Level of Students before Circumcision in SDN 1 LamappolowareSoppeng District Andi Tilka Muftiah Ridjal
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 2 No. 2 (2023): June - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sirkumsisi adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Kecemasan adalah kondisi kejiwaan yang penuh dengan kekhawatiran dan ketakutan yang akan terjadi pada diri seseorang.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan support system keluarga dengan tingkat kecemasan siswa sebelum sirkumsisi di SDN 1 Lamappoloware Kabupaten Soppeng. Motode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas IV dan kelas V yang berjenis kelamin laki-laki di SDN 1 Lamappoloware Kabupaten Soppeng, yaitu sebanyak 67 siswa yang dipilih dengan metode total sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan penilaian (p-value=0,040 <α=0,05), dukungan instrumental (p-value=0,011<α=0,05), dukungan informasi (p-value=0,010 <α=0,05), dan dukungan emosional (p-value=0,017<α=0,05) dengan tingkat kecemasan siswa sebelum sirkumsisi di SDN 1 Lamappoloware Kabupaten Soppeng. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara support system keluarga (dukungan penilaian, instrumental, informasi dan emosional) dengan tingkat kecemasan siswa sebelum sirkumsisi di SDN 1 Lamappoloware Kabupaten Soppeng. Bagi perawat harus dilakukan dengan baik dan benar, serta dengan asuhan keparawatan yang sesuai, dan bagi orangtua memberikan dukungan baik itu sebelum dan sesudah sirkumsisi, sehingga dampaknya bukan pada anak itu saja, melainkan pada anak-anak yang lain yang usia dibawahnya atau adiknya.