Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Strengthening Malaria Migration Surveillance at Village Level in Tanah Bumbu Regency, South Borneo, Indonesia Nita Rahayu; Yuniarti Suryatinah; Ayunina Rizky Ferdina
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.4609

Abstract

Tanah Bumbu Regency had implemented malaria migration surveillance in illegal mining areas. This study aimed to describe the implementation of malaria migration surveillance. The study conducted in five villages with high case incidence (HCI) i.e., Gunung Raya, Temunih, Mangkal Api, Guntung, and Teluk Kepayang, from March to October 2018. The study used an observational design with a cross-sectional approach, descriptive analysis for quantitative data, and thematic content for qualitative data. The research activity included a mass blood survey, malaria vector species, environmental survey, focus group discussion with mining workers, and in-depth interviews about the implementation of malaria migration surveillance. Socialization of malaria migration surveillance in 5 HCI villages has been carried out to the wider community. The slide positivity rate of malaria was 1.45% of 1996 participants and positive cases of malaria were detected in 75 subjects. Anopheles sp and potential larvae in swamps, rivers, ponds, and wells. Mine workers consider malaria as an occupational risk of working in forests. The workers are unwilling to get checked for blood examination or to report to the local Primary Health Centers (Puskesmas) before and after traveling to endemic areas. Cross-sectoral collaboration is carried out by community empowerment through village malaria posts
PENGARUH JENIS OBAT TERHADAP KERUTINAN PENDERITA TB PARU MEMINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS Yuniarti Suryatinah; Wulan Sari RGS; Sri Sulasmi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.97 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1227

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. TB menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Berdasarkan data WHO, secara global pada tahun 2019 diperkirakan 10 juta orang menderita TBC. Salah satu kebijakan penanggulangan TB di Indonesia adalah pengadaan obat anti tuberkulosis (OAT). OAT terdiri dari kombinasi dosis tetap (KDT), kombipak dan lepasan. Kepatuhan pasien dalam terapi pengobatan menjadi salah satu faktor pencegahan terjadinya resistensi OAT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jenis obat terhadap kerutinan atau kepatuhan penderita TB paru meminum OAT. Penelitian ini merupakan survei skala nasional (Riskesdas 2018) yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di seluruh wilayah Indonesia dengan desain potong lintang dan metode analisis crosstab. Sampel penulisan artikel memfokuskan pada 852 penderita yang dalam 6 bulan terakhir pernah didiagnosis TB Paru oleh tenaga Kesehatan (dokter/ perawat/ bidan) dan mendapat pengobatan OAT KDT atau OAT kombipak/lepasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih banyak penderita TB paru dengan OAT KDT yang rutin meminum obat dibanding dengan penderita TB paru dengan OAT kombipak/lepasan, tetapi tidak terlalu signifikan (p value = 0.892). Tidak ada hubungan antara jenis OAT yang didapatkan dengan tingkat kerutinan minum obat. Kepatuhan pengobatan penderita TB paru untuk rutin mengkonsumsi OAT dapat terjamin dengan adanya keterlibatan PMO (pengawas menelan obat).Kata Kunci : Tuberkulosis, OAT, rutin minum obat
Analisis Keberhasilan Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis Re-TAS 1 di Kabupaten Hulu Sungai Utara: Success Analysis of the Mass Drug Administration (MDA) for Lympatic Program Re-TAS 1 in Hulu Sungai Utara District Suryatinah, Yuniarti; Rahayu, Nita; Sulasmi, Sri; Yuana, Windy Tri; Setyaningtyas, Dian Eka
Aspirator Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Aspirator Volume 13 Nomor 1 2021
Publisher : Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/asp.v13i1.4651

Abstract

District of Hulu Sungai Utara conducted an additional 2 (two) rounds of Mass Drug Administration (MDA) for filariasis prevention in 2014 and 2015 that resulted in the success of the re-Transmission Assessment Survey Phase 1 (re-TAS 1) in 2016. This study was conducted to identify factors affecting the technical aspects of the aforementioned two additional rounds of MDA. This is a descriptive qualitative study, with a cross-sectional study design. The research was performed from September to November 2017. Data was collected through in-depth interviews with some executive stakeholders (health workers, cadres, community leaders, local women group) involved in the implementation of MDA for the filariasis elimination program. The result from indepth interviews shows the presence of technical factors at the execution level which supports the smooth implementation of the two additional rounds of MDA. Those factors include communication, resources, operational standard, bureaucracy, and pharmaceutical innovation. The success of the additional MDA rounds was marked by the absence of the re-TAS sample that was tested positive of Brugia Rapid™. The pharmaceutical innovation which transforms the dosage form of the medication into powdered form with some additional sweetener that was done in 2014-2015 can improve coverage of the treatment as well as the medication adherence for the early childhood population group. Changing pharmaceutical dosage forms require additional support in the form of human resources, infrastructure as well as financing.
PENDEKATAN DOCKING MOLEKULAR EUGENOL SEBAGAI INHIBITOR SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 DAN ANTIOKSIDAN ROS 1 Junjung Buih, Putri Helena; Suryatinah, Yuniarti; Serawaidi, Nadya Putri Auliya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56373

Abstract

Eugenol atau yang biasa disebut minyak cengkeh merupakan salah satu senyawa aromatik yang terkandung dalam tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum). Efektivitas eugenol sebagai senyawa antioksidan telah ditunjukkan di beberapa studi in vitro. Aktivitas antioksidan sangat berpengaruh terhadap potensinya sebagai antikanker. Tujuan utama docking molekular adalah untuk memperkirakan struktur kompleks antara ligan dan reseptor melalui pendekatan komputasi, guna memperoleh pemahaman mengenai afinitas dan orientasi ikatan yang paling stabil di antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eugenol sebagai antioksidan terhadap radikal bebas Reactive Oxygen Species (ROS1) kinase dan mengetahui potensi aktivitas yang dapat ditimbulkan sebagai antikanker dengan mengamati daya hambat terhadap sel kanker payudara Michigan Cancer Foundation (MCF-7) secara in silico dengan metode docking molekular. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi penyiapan database struktur ligan eugenol dan protein radikal bebas ROS1 kinase dan sel kanker payudara MCF-7 menggunakan aplikasi Biovia Discovery Studio, dilanjutkan dengan docking senyawa eugenol pada protein antioksidan ROS dan sel MCF-7 menggunakan aplikasi Autodock Vina dan visualisasi hasil penambatan ligan-protein dengan menggunakan aplikasi Ligplot+ v2.2. Studi docking molekular ini menunjukkan bahwa senyawa eugenol memiliki afinitas (energy ikatan) dan membentuk ikatan hydrogen dengan radikal bebas ROS1 kinase dan sel MCF-7 masing-masing sebesar -5,7 Kkal/mol dan -6,6 Kkal/mol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa eugenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan berpotensi dalam menghambat sel kanker payudara MCF-7 karena menghasilkan energi ikatan (afinitas) yang baik.
STUDI EMPIRIS TUMBUHAN GENUS GONIOTHALAMUS DALAM RAMUAN ANTI NYAMUK PADA SUKU DI KALIMANTAN Yuniarti Suryatinah; Muhammad Rasyid Ridha; Risa Risa; Dani Sujana; Putri Helena Junjung Buih; Lukman Mahdi; Hema Novita Rendati; Novia Fahrina Purnama Sari
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/yqhecw91

Abstract

Kalimantan adalah salah satu daerah yang memiliki  jenis penyakit yang ditularkan oleh vektor nyamuk, khususnya penyakit malaria yang masih menjadi masalah kesehatan terus berlanjut. Pulau Kalimantan di Indonesia  memiliki biodiversitas bahan alam dan keanekaragaman suku budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan empiris dari tumbuhan genus Goniothalamus dalam ramuan anti nyamuk pada suku di Kalimantan, Indonesia. Penelitian ini adalah riset multiyears tahun 2012, 2015 dan 2017 untuk studi etnomedisin tumbuhan obat dan jamu di Indonesia (RISTOJA). Penelitian dilakukan dengan indepth interview terhadap pengobat tradisional (battra) menggunakan pedoman kuesioner terstruktur dengan teknik bebas. Analisis data penelitian secara deskriptif menjelaskan deskripsi ramuan anti nyamuk dari tumbuhan genus Goniothalamus. Pada hasil analisa diketahui ramuan anti nyamuk yang secara empiris telah digunakan pada 3 Suku di Kalimantan Indonesia yaitu ramuan dari tumbuhan spesies Goniothalamus sp pada Suku Bukat di Kalimantan Barat, dan ramuan dari tumbuhan spesies Goniothalamus macrophyllus (Blume) Hook.f. & Thomson pada Suku Lundayeh di Kalimantan Timur dan Suku Dayak Abai di Kalimantan Utara. Mayoritas ramuan anti nyamuk dari tumbuhan genus Goniothalamus pada Suku Kalimantan di Indonesia menggunakan bagian batang dan sebagian besar menggunakan teknik pembakaran dalam metode pengolahan. Pengembangan tumbuhan Goniothalamus sebagai anti nyamuk dapat menjadi alternatif pengelolaan pengendalian vektor atau bioinsektisida alami yang lebih ramah lingkungan di masa mendatang
The Development and Validation of The Indonesian Insulin Adherence Influence Factor Questionnaire (IIAIFQ) Yuniarti Suryatinah; Umi Athiyah; Adliah Binti Mohd Ali; Elida Zairina
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 3 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v10i32023.369-378

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (DMT2) is a metabolic disease due to abnormalities in insulin secretion. Insulin is one of DMT2 therapy. Objective: This study aimed to validate a modified the insulin adherence influence factor questionnaire based on the health belief model (HBM) among Indonesian patients with DMT2. Methods: The Indonesian insulin adherence influence factor questionnaire (IIAIFQ) was developed based on modified some literature reviews and internal expert discussions. The study included 30 participants aged ≥ 17 y.o years old who had been taking insulin in the previous two months. The questionnaire consists of seven dimensions to measure HBM : perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, self-efficacy, cues to action and insulin adherence. Results: The construct validity test showed that of the 34 question items in the questionnaire, 10 items were invalid, 24 others were demonstrated valid based on the Pearson Correlation (>r table 0.361; p<0.05; loading factor > 0.5). Furthermore, 24 valid items were tested for reliability at a significance level of 0.05, and the results showed that each size had a  Cronbach's Alpa > 0.6 with an overall score was 0.858, indicating that all domains in the questionnaire were reliable. Conclusion: IIAIFQ  based The HBM theory is a valid and reliable instrument for assessing insulin adherence in diabetes mellitus patients.
Edukasi ”Kenali Skincare Aman dari Kemasan” pada Ibu-Ibu di Puskesmas Sungai Ulin Naura Azmira; Henny Maryani; Risa Susanti; Yuniarti Suryatinah; Hema Novita Rendati; Lukman Mahdi; Novia Fahrina Purnama Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i2.18810

Abstract

Perawatan kulit (skincare) telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat, terutama di kalangan perempuan. Peningkatan tren ini mendorong tingginya penggunaan produk skincare di berbagai lapisan masyarakat. Namun, hal tersebut belum diimbangi dengan pemahaman terkait keamanan produk, sehingga berisiko terhadap penggunaan skincare ilegal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di lingkungan Puskesmas Sungai Ulin, mengenai pemilihan skincare aman berdasarkan kemasan. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif menggunakan media leaflet dan banner kepada 24 ibu-ibu di Puskesmas Sungai Ulin. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 82,92% menjadi 99,17% dengan peningkatan sebesar 19,60%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terkait skincare aman. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih kritis dan selektif dalam memilih produk skincare yang aman. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Perawatan Kulit, Keamanan Produk, Kemasan Skincare, Puskesmas Skincare has become an important part of people’s lifestyles, especially among women. This growing trend has led to increased use of skincare products across various segments of society. However, this increase has not been accompanied by adequate understanding of product safety, thereby increasing the risk of using illegal skincare products. This activity aims to increase the knowledge of women in the Sungai Ulin Community Health Center regarding the selection of safe skincare products based on packaging. Education was delivered through interactive lectures, accompanied by leaflets and banners to 24 women at the Sungai Ulin Community Health Center. Knowledge measurements were conducted using pretest and posttest questionnaires. The results showed an increase in the average score from 82.92% to 99.17%, with an improvement of 19.60%. This indicates that the educational intervention was effective in enhancing participants’ understanding of safe skincare. Therefore, this health education activity is expected to encourage the community to become more critical and selective in choosing safe skincare products.