Fitriyah - -
S1 Ilmu Pemerintahan

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENINGKATAN PARTISIPASI PEMILIH PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI MASA PANDEMI COVID-19 2020 DI KOTA BANDAR LAMPUNG Septia Mar’atus Sholeha; Fitriyah - -; Nunik Retno Herawati
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilkada serentak tahun 2020 menuai berbagai opini pro dan kontra dari masyarakat yang mengiringi rencana pemerintah pusat untuk tetap menyelenggarakan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19. Target partisipasi politik yang ditetapkan oleh KPU RI yakni sebesar 77,5%. Meskipun Kota Bandar Lampung tidak mencapai target yang telah ditetapkan akan tetapi terdapat kenaikan angka partisipasi sebesar 3% dari yang sebelumnya 66% menjadi 69,13%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan strategi dari KPU Kota Bandar Lampung dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2020 di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan adalah kualitatif dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan strategi yang dilakukan KPU dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih Pilkada di Masa Pandemi Covid-19 2020 Kota Bandar Lampung sudah berjalan dengan baik dianalisis menggunakan teori Chandler dengan indikator formulasi jangka, pemilihan tindakan, dan alokasi sumber daya. Formulasi jangka panjang meliputi kejelasan landasan hukum, kebijakan, program asli KPU Kota Bandar Lampung yaitu lomba fotografi dan pameran foto serta program lanjutan dari KPU RI yaitu antara lain KPU goes to school & pesantren, sosialisasi secara daring melalui media sosial dan elektronik, relawan demokrasi, dan pendidikan pemilih berbasisi kelurahan dan pembentukan rumah pintar pemilu. Pemilihan tindakan sosialisasi dilakukan secara daring dan tatap muka langsung dengan penerapan protokol kesehatan. Alokasi sumber daya meliputi sumber daya manusia PPK, PPS, KPPS dan alokasi anggaran pelaksanaan Pilkada
PERBANDINGAN PERILAKU PEMILIH PEREMPUAN DENGAN LAKI-LAKI TERHADAP BUNDA EVA PADA PILKADA SERENTAK KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020 Elsha Febria Dantes; Kushandajani - -; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eva Dwiana, merupakan kandidat perempuan pertama yang berhasil terpilih menjadi walikota Bandar Lampung. Keberhasilannya tidak terlepas dari keberadaan pemilih. Berdasarkan data, pemilih perempuan aktif dalam menggunakan hak pilihnya meski secara DPT lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Penelitian ini berusaha melihat perilaku pemilih perempuan dengan laki-laki dan faktor dominan yang dipertimbangankan dalam memberikan suara ditinjau dari pendekatan psikologis. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan data diperoleh melalui kuesioner. Sementara itu, penarikan kesimpulan didasarkan pada uji chi square dan fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara perilaku pemilih perempuan dengan laki-laki pada variabel identifikasi partai. Pada variabel tersebut, persentase pemilih perempuan lebih besar dalam mempertimbangkan koalisi partai pengusung, sedangkan pemilih laki-laki lebih mempertimbangkan asal partai politik kandidat. Sementara itu, pada variabel lainnya tidak memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan. Dengan demikian, temuan penelitian menunjukkan pemilih perempuan cenderung lebih terbuka menerima kerja-kerja lintas partai dengan sikapnya yang terbuka pada koalisi partai sebagai partai pengusung calon. Diperlukan penelitian lanjutan untuk memperoleh terkait alasan identifikasi partai menjadi pembeda yang signifikan antara pemilih laki-laki dan perempuan. Selain itu, setiap kandidat perlu memberikan perhatian pada isu atau program kerja serta perilakunya dalam usaha menarik simpati dan suara rakyat.
MODAL SOSIAL DALAM KEPEMIMPINAN WALIKOTA SURAKARTA GIBRAN RAKABUMING RAKA: STUDI POLITIK DINASTI Aida Fitris Ahmalia; Fitriyah - -; Nur Hidayat - Sardini
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti politik telah mewarnai demokrasi di Indonesia. Dalam Pilkada 2020 lalu, Kota Surakarta muncul tokoh baru yang tampil dalam Pemilihan Walikota Surakarta yakni Gibran Rakabuming Raka yang merupakan Putra Sulung dari Presiden RI Joko Widodo. Proses pencalonan hingga kepemimpinan Gibran sebagai Walikota Surakarta 2020 tidak terlepas dari modal sosial yang dimilikinya melalui relasi kekeluargaannya dengan Jokowi. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha melihat peran modal sosial yang dimiliki Gibran terhadap kepemimpinannya sebagai Walikota Surakarta dan meneliti sumber modal sosial Gibran. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data diperoleh dari wawancara dan dokumetasi. Hasil dari penelitian ini adalah modal sosial Gibran berasal dari dinasti politik Jokowi sehingga mampu menaikkan elektabilitasnya sebagai tokoh publik. Bentuk dinasti politik yang Jokowi bangun adalah octopus dynasty. Dinasti politik Joko Widodo ini berpengaruh terhadap kepemimpinan Gibran sebagai Walikota Surakarta selama dua tahun kepemimpinan. Jaringan kekeluargaan Jokowi diindikasikan adanya praktik politik gentong babi oleh Jokowi terhadap Kota Surakarta yang mampu meningkatkan elektabilitas Gibran sebagai Walikota Surakarta. Praktik politik distribusi berupa politik gentong babi ini digunakan untuk membingkai citra Gibran sebelum namanya dinaikkan menjadi Calon Wakil Presiden RI pada Pemilu 2024
UANG BUKAN LAGI KUNCI UTAMA MEMENANGKAN PEMILIHAN (STUDI KASUS TERPILIHNYA HIDAYANTO DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA KALIBENING TAHUN 2019) Adellia Anggun Permatasari; Teguh - Yuwono; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa merupakan sebuah satuan pemerintahan terkecil yang ada di sebuah negara yang dipimpin oleh seorang kepala desa. Kepala desa dipilih melalui sistem pemilhan kepala desa yang dilakukan secara demokratis dengan menerapkan azaz langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dalam pemilihan kepala desa tidak terlepas dari adanya money politicss. Money politicss digunakan sebagai strategi atau alat untuk mendapatkan suara dan memenangkan pemilihan. Pada Pemilihan Kepala Desa Kalibening Tahun 2019 dimenangkan oleh Hidayanto yang tidak menggunakan money politicss. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Hidayanto memenangkan pemiliha kepala desa tanpa money politicss. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi yang berkaitan dengan Pemilihan Kepala Desa Kalibening tahun 2019. Adapun analisis data meliputi reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa masyarakat Desa Kalibening memberikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada Hidayanto untuk menjabat sebagai kepala desa. Masyarakat desa lebih mementingkan kepantasan berdasarkan karakter, kedekatan, rekam jejak dan pengalaman calon. Masyarakat menganggap Hidayanto paling pantas untuk menjabat dan memimpin Desa Kalibening selama 6 (enam) tahun kedepan. Masyarakat sendiri juga memiliki trauma di masa lalu dengan adanya money politicss sehingga hal tersebut sudah tidak berlaku di masyarakat Desa Kalibening
INOVASI APLIKASI “LUNPIA” DALAM PELAYANAN PARIWISATA KOTA SEMARANG Fauzan - Kusuma; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan inovasi pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien, Pemerintah Daerah di masa kini berinovasi dengan mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam memberikan pelayanan publik yang disebut sebagai E-Government. Sektor pariwisata merupakan salah satu isu strategis dalam upaya inovasi E-Government pemerintah daerah. Salah satu wujud E-Government pada pelayanan pariwisata daerah adalah Aplikasi Lunpia yang bertujuan untuk memberi kemudahan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang akan berwisata di Kota Semarang. Sebelum Aplikasi Lunpia diluncurkan, terdapat Aplikasi Pariwisata Wis Semar yang diluncurkan pada tahun 2019. Akan tetapi, Aplikasi Wis Semar belum bisa menjadi media pelayanan pariwisata Kota Semarang. Oleh karena itu, Aplikasi Lunpia saat ini menjadi inovasi dari Aplikasi Wis Semar dalam hal pelayanan pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis inovasi Aplikasi Lunpia dalam Pelayanan Pariwisata di Kota Semarang. Inovasi Aplikasi Lunpia diukur dengan 5 karakteristik inovasi menurut Everett Rogers yaitu Relative Advantage, Compability, Complexity, Trialability, dan Observability. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi Aplikasi Lunpia belum terlaksana dengan baik di masyarakat maupun pengelola pariwisata. Aplikasi Lunpia sudah mempertimbangkan indikator Relative Advantage dengan memenuhi sub-indikator mulai dari nilai kebaruan, nilai tambah, sistem sosial, efisiensi biaya dan tenaga, serta efektivitas waktu dalam hal pelayanan pariwisata. Indikator Compability belum terlaksana sebab belum sesuainya komunikasi serta representasi pemerintah kepada masyarakat. Dalam hal kompleksitas, Aplikasi Lunpia berhasil mencapai prinsip kompleksitas-kesederhanaan. Dalam hal uji coba, Pemerintah Kota Semarang melalui Disbudpar telah melakukan ujicoba secara komprehensif di masyarakat dan sesuai dengan sistem sosial yang ada. Dalam hal kemampuan untuk diobservasi Aplikasi Lunpia sudah memenuhi indikator tersebut dalam konteks perangkat keras maupun perangkat lunak. Selain itu, terdapat beberapa hambatan dari internal maupun eksternal Aplikasi Lunpia seperti faktor sumber daya manusia Disbudpar, informasi dan instruksi yang belum jelas, faktor sumber daya manusia pengguna, serta sosialisasi yang belum masif. Oleh karena itu, disarankan bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang melakukan update layanan pengaduan secara langsung serta mensosialisasikan Aplikasi Lunpia lebih masif
KEPEMIMPINAN AIRIN RACHMI DIANY DAN H. SYAFRUDDIN DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK DI KOTA TANGERANG SELATAN DAN KOTA SERANG PADA TAHUN 2019-2021 Salsabilla - Chaerunnisa; Fitriyah - -; rina - Martini
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan perempuan di sektor-sektor strategis serta sebagai pemimpin seringkali dipertanyakan kualitasnya sedangkan laki-laki tidak. Padahal hadirnya pemimpin perempuan juga dapat membawa perubahan dalam memberikan kebijakan yang jarang mendapat perhatian seperti kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak. Penelitian ini melihat perbedaan gaya kepemimpinan antara Airin Rachmi Diany dan Syafruddin dalam implementasi kebijakan Kota Layak Anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan membuat deskripsi-deskripsi dan tema-tema yang berkaitan yang berasal dari data penelitian. Penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap kepemimpinan Airin dan Syafruddin dalam implementasi Kota Layak Anak. Pada penelitian ini digunakan tiga teori besar yaitu Gaya Kepemimpinan, Kepemimpinan Gender dan Implementasi Kebijakan. Hasil dari penelitian adalah ditemukan perbedaan kepemimpinan antara Airin dan Syafruddin yang dapat dilihat dari tiga kategori yaitu, dilihat dari gaya kepemimpinan, cara pengambilan keputusan dan penggunaan sumber daya. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa kepemimpinan Airin lebih berhasil dalam menjalankan kebijakan yang menyangkut hak anak. Kebijakan yang memperjuangkan hak anak sejatinya sangat penting bagi masa depan bangsa, Indonesia sendiri perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa kepemimpinan gender memiliki hasil yang lebih efektif jika menyangkut tentang isu anak. Oleh karena itu keberadaan pengarusutamaan gender sangat penting guna keberjalanan suatu kebijakan
NETRALITAS ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA PADA PEMILU 2019 ( STUDI SATUAN PEMBEKALAN DAN ANGKUTAN MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT ) Woro Cesar Alviana; nur - Hidayat; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Netralitas militer sering dianggap sebagai strategi kebijakan yang dapat membantu negara menjaga stabilitas dan menghindari dampak negatif dari keterlibatan langsung dalam konflik. Namun, kebijakan ini juga dapat menimbulkan tantangan, terutama dalam hal keamanan nasional dan ketahanan terhadap potensi ancaman. Netralitas militer pada pemilu merupakan salah satu elemen kunci dalam membangun demokrasi yang stabil dan kuat serta menjamin bahwa kekuatan militer tidak memihak atau tidak memanipulasi proses politik untuk kepentingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis netralitas anggota Tentara Nasional Indonesia pada Satuan Pembekalan dan Angkutan Markas Besar Angkatan Darat pada Pemilu 2019 melalui analisis civil military relation Hungtington melalu objective civilian control dengan indikator yang digunakan yaitu dapat menjauhi ranah politik dengan cara menghindari segala bentuk dan jenis aktivitas politik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang berasal dari masalah-masalah sosial atau kemanusiaan. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa netralitas anggota Tentara Nasional Indonesia pada pemilu 2019 sudah berjalan cukup baik, namun ada beberapa oknum yang tidak bersifat netral. Hal ini menjadi konsen penuh, karena sesuai dengan peraturan maupun undang-undang yang berlaku, seorang Prajurit wajib bersikap netral dan dapat menjauhi ranah politik dengan cara menghindari segala bentuk dan jenis aktivitas politik. Namun tidak sedikit juga parjurit yang mempertahankan sikap netral disegala kondisi.
TATA KELOLA KESELAMATAN DAN KEAMANAN PADA SEKTOR PARIWISATA: STUDI WISATA DIENG Valeriana Aldiva Fitriani; Fitriyah - -; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan keamanana wisata merupakan hak yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Pada umumnya, wisata yang memiliki risiko tinggi memiliki daya tarik lebih bagi wisatawan. Wisata Dieng yang berada di dataran tinggi dan daerah gunung api memerlukan manajemen risiko terstruktur. Manajemen risiko bertujuan untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin muncul dari segala potensi risiko. Oleh karena itu, penelitian ini akan mendalami tata kelola dalam keselamatan dan keamanan destinasi Wisata Dieng. Hal ini tidak hanya merujuk pada keselamatan wisatawan, tapi memandang lebih jauh dari perspektif pengelola hingga pengendali kebijakan. Setiap perspektif mesti dianalisis lebih dalam untuk melihat seberapa bekerjanya tolak ukur hingga legal standing yang dipakai dalam tata kelola keselamatan dan keamanan Wisata Dieng. Data diperoleh dari wawancara mendalam untuk mengumpulkan informasi utuh, jelas dan lengkap kepada aktor-aktor pengelola Wisata Dieng. Hasil dari penelitian ini adalah pengelolaan keselamatan dan keamanan Wisata Dieng diselenggarakan dengan mengidentifikasi risiko, menyusun prosedur, menciptakan respon tanggap darurat dalam penangan kecelakaan, memberlakukan aturan, menggandeng media untuk menyebarluaskan informasi aktual, dan menyusun pemulihan pasca terjadinya bencana atau kecelakaan.
Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Pati Tahun 2023 (Studi Penelitian Unit layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Muhammad Aziz Febrianto; Nunik Retno Herawati; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan publik di unit pelayanan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Pati pada Tahun 2023 dengan studi penelitian pada Unit Layanan Dinas Kependudukan dan dan Pencatatan Sipil. Untuk menganalisnya, penelitian ini menggunakan metode pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat dengan memakai instrumen pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 mengenai pedoman penyusunan survei kepuasan masyarakat. Variabel dalam pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat meliputi: persyaratan pelayanan, sistem, mekanisme, dan prosedur, waktu penyelesaian, biaya/tarif, kesesuaian produk spesifikasi dan jenis layanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, saran dan masukan, serta sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukakan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan di unit layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Pati telah tergolong dalam kategori mutu pelayanan Sangat Baik dengan nilai indeks kepuasan masyarakat mencapai 89,97.
PERANAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA KABUPATEN SAMOSIR (STUDI PADA KAMPUNG ULOS HUTARAJA) Carol Ratna Alyssa Nainggolan; Fitriyah - -; Supratiwi - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), kawasan wisata Danau Toba menjadi prioritas pengembangan daerah pariwisata. Kampung Hutaraja adalah salah satu permukiman di sekitar Danau Toba yang dipilih oleh Presiden Indonesia Joko Widodo untuk direvitalisasi karena memiliki komunitas budaya yang menarik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mengembangkan objek wisata Kampung Ulos Hutaraja serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan pengembangan pariwisata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran pemerintah dalam pengembangan pariwisata oleh Pitana dan Gayatri (2005) dan pendapat Eddyono tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dan informasi dikumpulkan melalui teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, lebih menonjol sebagai dinamisator dalam pengembangan pariwisata di Kampung Ulos Hutaraja. Meskipun terlibat sebagai motivator dan fasilitator, pemerintah daerah terutama fokus pada inisiasi dan penggerakan berbagai kegiatan dan program untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dengan kolaborasi yang efektif dengan pihak ketiga. Faktor pendukung seperti atraksi wisata, fasilitas, dan infrastruktur memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pariwisata, namun tantangan dalam transportasi dan kurangnya kesadaran serta keterlibatan masyarakat menjadi hambatan yang perlu diatasi. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap kedua sisi ini, pemerintah dapat merancang kebijakan yang holistik dan efektif untuk mengembangkan pariwisata di Kampung Ulos Hutaraja secara berkelanjutan