Fitriyah - -
S1 Ilmu Pemerintahan

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Komik Digital Di Instagram Sebagai Media Kampanye Politik ARIN RISKI ASTARIA; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Periode Wisuda Oktober 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2019 presidential election was enlivened by old faces, namely Joko Widodo and Prabowo. The striking difference is that during this period, there was a new "commodity" of voter candidates, namely the millennial group whose age range is between 17 to 34 years. The unique characteristics of this group is that they demanded each campaign team to create new innovations in campaigning so that they can win the votes of millennial voters. One of the interesting innovations of this campaign that caught the researcher’s eyes is the use of digital comics as a campaign medium on Instagram by the Jokowi-Amin campaign team. More specifically, the researcher wants to examine the effect of digital comics as a campaign medium on the political orientation of millennial voters by covering cognitive, affective, and evaluatif orientations aspects. The researcher used a quantitative research method with data collection techniques using a questionnaire instrument that was distributed to 100 respondents with predetermined kriteria. In addition, the analytical techniques used by researchers are the Product Moment Test and Simple Linear Regression Test with the discussion using Almond's theory of political orientation and Lasswell's theory of political communication. The result of this research is that digital comics as a campaign medium have a goof quality and also have an influence on the political orientation of millennial voters with the most increasing aspect of political orientation is the evaluatif orientation in the form of judgments, the second most influenced aspect is cognitive orientation in the form of knowledge and the least affected aspect is affective orientation. In addition, the orientation is positive with a strong and reliable correlation between the two variabels. The effect of comic as a medium campaing on millennial’s political orientation is 59,3% and if quality of comic is added 1%, the political orientation’s value will increase as many as 1,753. The researcher hope that in the next research, it can be studied with larger scale with more respondents so it can represent the whole population and also carry out their political behavior so that the result of the research are clearer and more focused.
BAPAK MELAWAN ANAK KANDUNG DALAM PILKADES SERENTAK KABUPATEN KUDUS TAHUN 2019 DI DESA TENGGELES KECAMATAN MEJOBO (STUDI DRAMATURGI “CALON BONEKA” DALAM PILKADES) Ani Noor Septiani; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 10, No 4: Periode Wisuda Oktober 2021
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permendagri No. 65 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Kepala Desa adalah landasan penyelenggaraan Pilkades. Didalam Permendagri tesebut pada pasal 47C ayat 2 menyebutkan bahwa penyaringan bakal calon kepala Desa menjadi calon kepala Desa ditetapkan paling sedikit 2 dan paling banyak 3 orang. Peraturan terkait pembatasan jumlah cakades berakibat munculnya peristiwa unik yang terjadi dalam Pilkades Kabupaten Kudus Tahun 2019 di Desa Tenggeles. Pasal 47C ayat 2 diduga menjadi alasan kuat Cakades Petahana atau Sang Bapak mengajak anaknya untuk sama-sama maju sebagai cakades. Teori Dramaturgi adalah teori yang digunakan untuk menganalisis fakta sebenarnya tentang Panggung Depan dan Panggung Belakang dari persaingan yang dilakukan oleh Cakades Bapak dan Anak di Pilkades Desa Tenggeles Tahun 2019. Tipe penelitian yang digunakan adalah Studi Kasus dengan data melalui wawancara mendalam. Sebagai informan adalah calon kepala desa, tim sukses, dan pemilih menggunakan purposive sampling. Analsis data menggunakan tahapan reduksi data, peyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, baik Cakades Bapak dan Anak di Desa Tenggeles telah mengikuti semua tahapan Pilkades yang seharusnya, meskipun keduanya satu keluarga yang tinggal satu rumah. Kontruksi panggung depan yang ditampilkan kedua cakades adalah: alasan majunya sang anak sebagai wujud keberanian generasi muda perempuan dan untuk memperkaya pengalaman. Kontruksi panggung belakang yang tidak diketahui oleh masyarakat adalah sang anak maju sebagai cakades dikarenakan pasal 47C ayat 2. Sang anak diajak maju sebagai cakades untuk menjadi calon boneka agar Pilkades tidak dibatalkan. Kedua cakades tidak melakukan persaingan sama sekali dan sang anak bahkan tidak berniat menang dari sang bapak. Berdasarkan temuan diatas, rekomendasi yang diberikan adalah mengkaji ulang pasal 47C ayat 2 tersebut, supaya peraturan tersebut tidak disalahgunakan sebagai strategi cakades petahana untuk mempertahankan kekuasaannya di lingkup keluarganya. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai rendahnya minat mencalonkan diri sebagai cakades terutama pada desa yang potensial muncul calon tungg
PENGARUH TINGKAT SOSIAL EKONOMI DAN KESADARAN POLITIK TERHADAP PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA KELURAHAN KRANGGAN KOTA SEMARANG DALAM PEMILIHAN UMUM 2019 Putri Berlianty Ayu Kustiana; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 10, No 3: Periode Wisuda Agustus 2021
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada negara demokrasi setiap warga negara berhak untuk memilih dan dipilih yang artinya seluruh warga negara tanpa melihat etnis, suku, ras, dan agama berhak untuk berpartisipasi dalam politik. Penelitian ini bermaksud menjelaskan partisipasi politik etnis Tionghoa yang merupakan masyarakat minoritas di Indonesia dalam sistem politik yang sudah berubah, dari semula sistem politik otoriter masa Orde Baru menjadi sistem politik demokrasi masa Reformasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada-tidaknya pengaruh status sosial ekonomi terhadap partisipasi politik masyarakat etnis Tionghoa Kelurahan Kranggan Kota Semarang dalam Pemilu 2019 dan ada-tidaknya pengaruh kesadaran politik terhadap partisipasi politik masyarakat etnis Tionghoa Kelurahan Kranggan Kota Semarang dalam Pemilu 2019. Metode penelitian mengunakan tipe penelitian kuantitatif dengan metode eksplanatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 97 responden. Teknik pengumpulan data dengan melakukan kuesioner kepada seluruh responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa partisipasi politik masyarakat etnis Tionghoa Kelurahan Kranggan Kota Semarang dalam Pemilu 2019 tinggi, lalu kesadaran politik memengaruhi partisipasi politik masyarakat etnis Tionghoa Kelurahan Kranggan Kota Semarang dalam Pemilu. Penelitian ini menolak hipotesa bahwa status sosial ekonomi memengaruhi partisipasi politik masyarakat etnis Tionghoa Kelurahan Kranggan Kota Semarang dalam Pemilu 2019. Secara bersama-sama kesadaran politik dan status sosial ekonomi memengaruhi partisipasi politik masyarakat etnis Tionghoa Kelurahan Kranggan Kota Semarang dalam Pemilu 2019 sebesar 68,4 %, yang berarti ada sumbangan variabel lain.
Marketing Politik Partai Gerindra Untuk Pemenangan Pemilu Legislatif Kabupaten Kebumen Tahun 2019 Ganis - Wisnujati; Fitriyah - -; Yuwanto - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 10, No 4: Periode Wisuda Oktober 2021
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of the 2019 Simultaneous Elections placed the Gerindra Party in the top three positions for the most seats in the Kebumen Regency Legislative Election in 2019. Among the parties that carried Prabowo-Sandi, only the Gerindra Party was able to maintain the Regional House of Representatives seats. On the other hand, positive achievements of the Gerindra Party in the political arena in Kebumen Regency also cannot be negated. Therefore, this study aims to explain and analyze the strategy of the Gerindra Party, especially in winning the 2019 Legislative Election. This study uses a qualitative method with a case study approach that applies data collection techniques through interviews with resource persons and documentation studies. The data obtained were then analyzed using the 4P political marketing theory and the coattail effect theory. The results showed that in their success in maintaining the number of Regional House of Representatives seats, the Gerindra Party and legislative candidates applied the principles of political marketing. Networks owned by candidates and parties are very influential in winning elections. On the other hand, there are efforts by the Gerindra Party and legislative candidates in marketing the figures of the presidential and vice presidential candidates. So that Prabowo-Sandi is increasingly known to the public and legislative candidates get the impact of the coattail effect.
Strategi Sosialisasi KPU Kota Semarang dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula di Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2020 muhammad mifthul huda Setiaji; fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah kenaikan tingkat partisipasi masyarakat Kota Semarang dalam Pilwakot Tahun 2020 dibandingkan hasil Pilwakot 2015 padahal ada pandemi Covid-19. Penelitian ini bermaksud menjelaskan strategi sosialisasi KPU Kota Semarang dan apakah mendorong pemilih pemula untuk berpartisipasi.            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara untuk mendapatkan data dari informan, lalu peneliti menambahkan kuesioner sebagai pembanding antara rencana program sosialisasi dengan penerapannya di lapangan serta mengetahui tingkat penerimaan responden.            Hasil dari penelitian ini adalah Strategi Sosialisasi KPU Kota Semarang sudah disiapkan lebih awal menggunakan berbagai metode. Namun karena Pilkada pada masa Covid-19 KPU Kota Semarang lebih mengutamakan media sosial. Strategi ini memiliki dampak yang baik kepada pemilih pemula di Kota Semarang. Tingkat penerimaan sosialisasi pemilih pemula tinggi sehingga mereka mendapatkan pengetahuan mengenai Pilwakot Semarang 2020 dan mendorong mereka untuk menggunakan hak pilih.             Terdapat saran kepada KPU Kota Semarang dalam melaksanakan sosialisasi terhadap pemilih pemula untuk lebih mengenalkan pasangan calon serta visi misi yang diusung sehingga pemilih pemula mengetahui rencana program tersebut, penggunaan media sosial dan internet tetap dipertahankan sebagai sarana sosialisasi karena kemudahan dalam mengakses informasi menjadi keuntungan bagi KPU Kota Semarang dalam mensosialisasikan pemilu di masa yang akan datang.
KEHADIRAN DAN PENGGUNAAN HAK MEMILIH DALAM PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA TAHUN 2020 PADA MASA PANDEMI COVID-19: STUDI KOMPARASI KOTA SURAKARTA DAN KOTA MAGELANG Elysa Wahyu Purbondari; nur - Hidayat; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tingkat kehadiran dan penggunaan hak memilih dalam Pilwalkot Tahun 2020 yang dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini berfokus pada studi komparasi kehadiran dan penggunaan hak memilih Pilwalkot Tahun 2020 Kota Surakarta dan Kota Magelang. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penggunana hak memilih serta faktor-faktor kehadiran dan penggunaan hak memilih dalam Pilwalkot pada masa pandemi Covid-19 di Kota Surakarta dan Kota Magelang. Penelitian ini disusun menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi komparasi. Pengumpulan data menggunakan wawancara kepada Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Kota Surakarta dan Kota Magelang, Pemilih Pilwalkot Tahun 2020, Peserta/Tim Sukses Pilwalkot Tahun 2020 Kota Surakata dan Kota Magelang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kehadiran dan penggunaan hak memilih Pilwalkot Surakarta yang dilakukan pada masa Pandemi Covid-19 sebesar 70,59% dan mengalami tren turun sedangkan pada Pilwalkot Magelang mengalami tren naik dengan perolehan tingkat kehadiran dan penggunaan hak memilih sebesar 77,98%. Faktor-faktor kehadiran dan penggunaan hak memilih pada Pilwalkot Magelang dan Pilwalkot Surakarta pada Masa Pandemi Covid-19 terdiri dari faktor sosiologis, faktor psikologis dan faktor pilihan rasional. Selain itu, terdapat faktor lainnya yaitu adanya kekhawatiran tertular Covid-19, protes voting dan tidak adanya figur yang dapat dipilih
IDZA PRIYANTI DAN COVID-19 DI KABUPATEN BREBES TAHUN 2020 Nimas Anggoro Kasih; fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Kepemimpinan Bupati Idza Priyanti dalam Proses Penanganan COVID-19 di Kabupaten Brebes Tahun 2020. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan bagaimana Kepemimpinan sekaligus untuk mengetahui Gaya Kepemimpinan apa yang digunakan oleh Bupati Idza Priyanti dalam proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur kepada narasumber yang dipilih secara purposive. Teori yang digunakan untuk menjawab permasalahan adalah Teori Kepemimpinan Situasi dan Kajian Teoritis Situmorang yang membahas mengenai Gaya Kepemimpinan Khas Perempuan. Hasil peneltian menunjukan bahwa Kepemimpinan Bupati Idza Priyanti dalam Proses Penanganan COVID-19 di Kabupaten Brebes tidak dipengaruhi oleh gender, melainkan dipengaruhi oleh tuntutan situasi yang berubah-ubah atau dalam hal ini adalah karena munculnya pandemi COVID-19. Dalam menjalankan kepemimpinannya tersebut, gaya kepemimpinan yang digunakan oleh Bupati Idza Priyanti adalah transformasional – transaksional, yakni gaya kepemimpinan yang menonjolkan hubungan antara atasan dan bawahan. Berdasarkan hasil peneltian tersebut maka disarankan untuk pemimpin paham akan tugas yang dimilikinya, selalu siap menghadapi tuntutan situasi yang bisa muncul kapan saja, serta harus terus memperbaiki kualitas kepemimpinannya untuk menghadapi situasi baru yang akan muncul di masa mendatang. Sebaiknya, dalam setiap kepemimpinan harus ada gaya kepemimpinan pasti yang bisa berguna untuk segala macam situasi
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM EVALUASI REFORMASI BIROKRASI (SERABI) KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2019 Aulia Nursi Kusumaningtyas; fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai implementasi penggunaan aplikasi Sistem Evaluasi Reformasi Birokrasi atau yang disebut dengan SERABI di Kabupaten Pemalang tahun 2019. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teori implementasi kebijakan Franklin & Reply dan Edward III yang digunakan untuk mengetahui hasil implementasi dan hambatan dalam penggunaan aplikasi SERABI sebagai percepatan reformasi birokrasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi dan hambatan penggunaan aplikasi SERABI dalam proses pelaksanaan evaluasi reformasi birokrasi pada Pemerintah Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SERABI dalam pelaksanaannya telah memberikan kemudahan dalam monitoring dan evaluasi input penilaian reformasi birokrasi di Kabupaten Pemalang, namun belum dapat dikatakan maksimal karena munculnya berbagai hambatan dari faktor komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi yang mengharuskan aplikasi dihentikan sementara waktu untuk perbaikan dan pengembangan. Implementasi kebijakan penggunaan aplikasi SERABI masih menunjukkan ketidakberhasilan yang mana kebijakan diterapkan tanpa adanya sumberdaya dan peraturan pendukung untuk mewujudkan keberhasilan implementasi kebijakan
UPAYA KPU KOTA SEMARANG DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PADA PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SEMARANG 2020 Indah Aprilia Putri; Puji - Astuti; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya dan hambatan KPU Kota Semarang terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam pilwakot 2020 di Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif hanya menggambarkan tentang suatu variable, gejala atau keadaan dengan data deskriptif berupa lisan dari narasumber dan perilaku yang dapat diamati.Teknik pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi dan studi pustaka, peneliti mewawancarai Komisaris Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM di KPU Kota Semarang. Hasil penelitian, upaya KPU Kota Semarang untuk meningkatan partisipasi masyarakat dengan teori Cutlip menggunakan 4 indikator yaitu Fact Finding dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi. Planning and Programming dengan menyusun strategi yang akan dilakukan untuk sosialisasi yaitu dengan merujuk pada PKPU Nomor 10 Tahun 2020 Pasal 84. Taking Action and Comunications yaitu tahap implementasi sosialisasi dengan menggunakan metode langsung serta sosialisasi metode tidak langsung dengan mengoptimalkan media digital. Evaluasi sebagai upaya untuk perbaikan dan inovasi pada pilkada selanjutnya
KOMPLEKSTIFITAS PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH DALAM PERSPEKTIF GENDER Andi Harisa Pane; fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan merupakan persoalan serius yang harus ditangani dengan cara serius pula, adanya pandangan yang bias gender terhadap korban kekerasan perempuan semakin membuat korban tidak mampu untuk berdaya memperoleh hak-haknya. Kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bener Meriah yang berada di Provinsi Aceh masih memiliki tantangan yang kompleks karena masih banyaknya melekatnya budaya patriarki di berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat karena adanya penafsiran agama yang bias, adat istiadat yang menempatkan posisi perempuan tidak berdaya dan masih banyak ketidak pedulian oleh masyarakat akan pentingnya penanganan kekerasan terhadap perempuan. Berangkat dari fenomena tersebut penangan yang semata-mata dari institusi yang berwenang saja tidak akan mampu menyelesaikan penangan kekerasan terhadap perempuan, melainkan harus dilihat pokok permasalahan secara lebih kompleks baik itu dari sektor pemerintah, masyarakat maupun ranah yang lebih privat atau domestik dengan menggunakan perspektif gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan sumber data primer maupun sekunder. Hasil Penelitian menunjukan bahwasannya kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bener Meriah tidak terlepas dari mengakarnya cara pandang patriarki dalam adat gayo yang diyakini oleh masyarakat, ketidak pedulian masyarakat akan pentingnya penangan kekerasan terhadap perempuan, serta kekerasan lebih banyak terjadi di ranah keluarga sehingga sulit untuk diidentifikasi oleh pemerintah karena korban kerap mendapat ancaman jika dilaporkan kepada instansi yang berwenang. Pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Bener Meriah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi untuk terus berjuang menangani kekerasan terhadap perempuan dilihat dari perspektif gender di tengah tingginya angka kekerasan perempuan serta budaya masyarakat yang patriarki yang masih mengakar