Puji - Astuti
S1 Ilmu Pemerintahan

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MODAL SOSIAL DALAM PEMERINTAHAN DAERAH: ANALISIS PERAN MODAL SOSIAL DALAM PENYELENGGARAAN SEMARANG NIGHT CARNIVAL Willy - Valentino; Kushandajani - -; puji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 2 : Periode Wisuda April 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, local festivals have become the government programs of many local governments in Indonesia. Several excellent local festivals show that social capital is a fundamental resource in the implementation process of it. Semarang has been presenting Semarang Night Carnival as a government program aimed to appreciate arts and at the same time promote the City of Semarang itself since 2011. However, the recognition that Semarang Night Carnival received is not as good as the leading festivals from other regions. This research aims to identify and analyze the role of social capital in Semarang Night Carnival. This is a descriptive qulitative research, and using interviews and observations as the data collecting techniques. The results showed that the role of social capital in Semarang Night Carnival was not significant. This can be seen from the social capital indicators, bonding and bridging, that are not going well as the supporting source for this festival sustainability. However, other indicator in the form of linking in this festival has the potential to maintain the existence of this festival. Even though the role of social capital in this festival is not optimal yet, this government program shows that social capital has the potential to be a supporting source of good local governance through the efforts of the City of Semarang’s Government to collaborate with community while being supported by the norm of reciprocity
Peran Perempuan dalam Gerakan Penolakan Pertambangan pada Studi Kasus Konflik Pertambangan Batuan Andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo Izzatul - Isma; Turtiantoro - -; Puji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wadas yang terletak di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang memiliki daerah sangat subur dan dimanfaatkan sebagai penyangga kehidupan oleh masyarakat setempat. Permasalahan muncul ketika isu bahwa Desa Mereka akan di tambang sebagai bahan material pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener. Mekanisme pelaksanaan yang tidak melibatkan masyarakat secara partisipatif menimbulkan sebuah konflik yang berujung pada munculnya gerakan penolakan terhadap pertambangan batuan andesit di Desa Wadas, baik aktor laki-laki ataupun perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika gerakan serta peran dari perempuan dalam gerakan penolakan pertambangan batuan andesit di Desa Wadas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif, dimana pada tahap pengumpulan data peneliti menggunakan observasi, wawancara (terstruktur dan bebas) dan terlibat langsung pada gerakan. Selain itu juga peneliti menggunakan data sekunder sebagai pendukung yang berasal dari jurnal ilmiah, buku,dan artikel internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola gerakan penolakan pertambangan di Desa Wadas berjalan sangat dinamis dan terdapat karakteristik yang berbeda jika ditinjau dengan Teori Gerakan Sosial Baru (GSB) milik Mc. Adam, dkk., meskipun pada beberapa karakteristik sudah sesuai. Adanya gerakan sosial tersebut perempuan memiliki peran ganda yang tidak dapat dipisahkan yaitu peran ibu rumah tangga dan peran perempuan dalam keterlibatannya dalam gerakan sosial. Gerakan penolakan pertambangan di Desa Wadas termasuk kategori Gerakan Sosial Baru (GSB) dikarenkan karakteristik yang sudah dijalankan meskipun belum bisa dimaksimalkan oleh gerakan. Selain itu, adanya kesadaran yang kuat mengenai perempuan di Desa Wadas dan alam menjadi alasan dasar para perempuan di Desa Wadas mengambil peran dalam gerakan penolakan pertambangan batuan andesit di Desa Wadas
EFEKTIVITAS PROGRAM JOGO TONGGO SEBAGAI STRATEGI MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN DI TENGAH BENCANA PANDEMI COVID – 19 DI DESA PEKALONGAN KECAMATAN WINONG KABUPATEN PATI Risma Wiki Hamidah; Puji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan pandemi Covid – 19 yang berdampak pada pengangguran, penurunan pendapatan, dan kelangkaan pangan. Hal tersebut menjadi lemahnya ketahanan pangan. Ketahanan pangan nasional dimulai dengan penguatan ketahanan pangan dilevel terbawah, yaitu rumah tangga. Untuk mengatasi hal tersebut, Ganjar Pranowo sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Daerah Jawa Tengah menginstruksikan pembentukan Satgas Jogo Tonggo sebagai upaya percepatan dan penanggulangan Covid – 19 berbasis pemberdayaan masyarakat tingkat RW. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas Program Jogo Tonggo dalam meningkatkan ketahanan pangan di Desa Pekalongan Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripyif, dengan menggunakan teori disaster resilience (ketahanan bencana), pemberdayaan masyarakat, dan efektivitas program. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Desa Pekalongan memiliki kapasitas adaptif yang tinggi dalam menghadapi bencana Covid – 19. Program Jogo Tonggo yang berbasis pemberdayaan masyarakat berfungsi sebagai proses pemberian daya kepada masyarakat untuk dapat mandiri dan siap menghadapi bencana pandemi Covid – 19. Keberhasilan pelaksanaan Program Jogo Tonggo di Desa Pekalongan diukur melalui seberapa efektif program tersebut mampu meningkatkan ketahanan pangan di desa Pekalongan. Hasilnya Jogo Tonggo dalam memberdayakan masyarakat Desa Pekalongan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan yang melalui kegiatan yang difokuskan pada jaring pengaman ekonomi, yaitu meliputi: pemanfaatan pekarangan rumah, stimulus bantuan dari pemerintah, bantuan swadaya masyarakat, dan Padat Karya Tunai Desa. Jogo Tonggo efektif meningkatkan ketahanan pangan di Desa Pekalongan, keberhasilan ini didorong oleh sumberdaya manusia yang siap, serta rasa percaya dan saling memiliki yang dimiliki oleh Warga Desa Pekalongan.
PENGUATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN UPTD PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (UPTD-PPA) TERHADAP PENINGKATKAN JEJARING PENANGANAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KOTA SEMARANG Angela - Novita; Puji - Astuti; Neny - Marlina
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Regional Technical Implementation Unit for Women and Child Protection (UPTDPPA) in Semarang City is one of the institutions that provide protection and handling services for violence in Semarang. Domestic violence is predominantly experienced by women and children, necessitating effective, efficient, and comprehensive interventions. However, in its implementation, UPTDPPA in Semarang City faces challenges related to human resources, particularly the lack of capacity among support officers to provide legal information. This research utilizes a qualitative method to provide a comprehensive understanding of the situation and conditions of capacity strengthening within the UPTD-PPA in Semarang City. The findings of the research indicate that the capacity enhancement of UPTDPPA in Semarang City lacks planning and improvement concepts. Attention from the government is required in terms of human resources, organization, and budget dimensions. On the other hand, infrastructure and network dimensions have shown considerable improvement and progress.
ANALISIS KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA SEMARANG DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SEMARANG 2020 Rifqi Zayyaan Prasetio; Puji - Astuti; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti mengkaji kinerja yang digunakan oleh KPU Kota Semarang untuk menyelenggarakan pemilihan pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2020. Dalam Pemilihan ini, KPU Kota Semarang menghadapi tantangan baru karena pandemi Covid-19. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti karena pada pemilihan-pemilihan sebelumnya, belum ada pemilihan umum yang diselenggarakan di tengah bencana nonalam.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, penulis ingin menggambarkan keadaan yang sebenarnya, kemudian melakukan analisis secara mendalam dengan tujuan untuk mengetahui secara detail yang berkaitan dengan Kinerja KPU Kota Semarang dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2020. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan Komisioner KPU Kota Semarang dan juga melalui dokumen pendukung yang dapat diperoleh serta diolah dari jurnal, internet, dan buku. Kinerja KPU Kota Semarang dinilai dengan lima kriteria, yakni Produktivitas, Orientasi Kualitas Pelayanan, Responsivitas, Responsibilitas, dan Akuntabilitas. Di masa pandemi, lima unsur tersebut sangatlah berperan dalam Pemilihan
Implementasi Layanan Pengaduan Masyarakat Melalui Jakarta Lapor (JakLapor) Rizqa Ayuni Azzahra; Puji - Astuti; Dewi - Erowati
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the pillars of Jakarta Smart City, namely smart governance, is realized by the Provincial Government of DKI Jakarta through the launch of the Jakarta Kini application (JAKI). The JAKI application has several features including the JakLapor feature. JakLapor has experienced an increase in the number of users every year since it was first launched in 2019. This has made JakLapor a progressive public complaint service compared to other regional community complaint services in Indonesia which were launched in the same year. This study analyzes the implementation of JakLapor as a means of public complaints by the Provincial Government of DKI Jakarta, in this case Jakarta Smart City, and analyzes the supporting and inhibiting factors for JakLapor implementation. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection methods of interviews, documentation and literature studies and data analysis with George C. Edward III's policy implementation theory, namely communication, resources, dispositions, and bureaucracy. The results of the study show that the public complaint service through JakLapor has implemented clear and consistent communication. However, there is still a shortage of direct information dissemination which does not yet cover all segments of society. The resources needed, namely funds, infrastructure and human resources, have been able to support the implementation of JakLapor. The disposition or attitude of the policy implementer still encounters gaps in dealing with certain problems, while the bureaucracy has been running according to its own SOP, so that the follow-up handling of public complaints has been adjusted to the location and permits from the JSC government bureau. Based on the results of this research, the implementation of public complaint services through JakLapor has been carried out based on indicators of communication, resources, disposition and bureaucracy. However, there are several obstacles that accompany the implementation of JakLapor including direct socialization which does not yet cover various groups of people, the lack of participation in community satisfaction surveys, the gap in follow-up attitudes on certain issues and confusion regarding location determination, especially in border areas
THE POWER OF GRASSROOTS BROKERAGE: ANALISIS JARINGAN PEMENANGAN KANDIDAT PEREMPUAN PADA PILKADES PAMUTIH 2018 Rofi - Lutfiani; Fitriyah - -; Puji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang jaringan pemenangan dan strategi membangun jaringan yang solid sebagai kunci keterpilihan kandidat perempuan pada Pilkades Pamutih 2018. Jaringan pemenangan memainkan fungsi yang penting bagi keterpilihan Purwati, karena sebelumnya ia tidak lagi tinggal di Pamutih setelah menikah. Bekerjanya jaringan sebagai mesin politik dengan strategi yang matang terbukti mampu menambal modal sosial Purwati. Ia berhasil mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni Abdurokhim selaku incumbent dan Subadi selaku penantang baru. Penelitian ini menggunakan Teori Klasifikasi Jaringan dari Edward Aspinall & Ward Berenschot (2019) serta Teori Strategi Membangun Jaringan dari Lingo & O’Mahony (2010). Adapun metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaringan Pemenangan Purwati terdiri atas jejaring pengaruh dan jejaring manfaat, di mana jejaring manfaat memainkan peran yang lebih signifikan karena faktor ekonomi. Tim Sukses Purwati lebih banyak diisi oleh tipe activist brokers sebagai loyalis yang setia mendukungnya. Sedangkan tim sukses rival mengalami masalah loyalitas dan pengkhianatan yang lebih kompleks. Penelitian ini juga menemukan bahwa kemenangan Purwati tidak dapat dilepaskan dari peran penting Purwanto, suami Purwati, bersama dengan dua tokoh laki-laki lainnya, yakni Herman Kustino dan Y sebagai aktor kunci. Purwati menggunakan strategi kolaborasi untuk membangun jaringan. Ia memadukan model tertius gaudens (memanfaatkan konflik dari pihak lain) dan tertius iungens (menjalin koneksi dengan kerjasama tanpa menunggu momentum konflik).
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA LEREP Abel Roja Mustafa; Wijayanto - -; Puji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa wisata merupakan bentuk upaya pemerintah dalam memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa terutama untuk desa-desa tertinggal, mengingat tingkat kesejahteraan masyarakat terutama di pedesaan masih tergolong rendah. Desa wisata yang dikembangkan nantinya akan menggerakan industri-industri masyarakat desa atau UMKM dan kegiatan ekonomi lainnya. Salah satu desa wisata di kabupaten Semarang yang menjadi unggulan adalah Desa Wisata Lerep yang terletak di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Lerep menggunakan prinsip pemberdayaan dan tahapan dalam permberdayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Wawancara dilakukan bersama Kepala Desa Lerep, Sekretaris Desa lerep, Direktur BUMdes, Ketua Pokdarwis dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Lerep berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu pembentukan perilaku sadar, transformasi kemampuan dan peningkatan kemampuan intelektual, keterampilan dan kecakapan. Proses pemberdayaan melibatkan seluruh masyarakat Desa Lerep serta menggunakan beberapa prinsip pemberdayaan seperti kerja sama dan partisipasi, demokratis, keragaman budaya, minat dan kebutuhan, kelompok masyarakat bawah sebagai landasan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat. Beberapa faktor pendukung keberhasilan Desa Wisata Lerep yaitu kerukunan masyarakat desa, tradisi yang kental dengan keguyuban dan dukungan dari pemerintah. Faktor penghambatnya yaitu masalah atau gesekan yang terjadi di tengah masyarakat serta banyak masyarakat yang sudah memiliki pekerjaan tetap sehingga partisipasi dalam kegiatan wisata kurang maksimal. Saran dari penulis ditujukan kepada pihak terkait yang menjadi bagian dari penelitian Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Lerep yaitu Pemerintah Desa Lerep harus selalu menjalin komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat yang terlibat dan juga Pemerintah Desa Lerep dapat terus mengoptimalkan potensi masyarakat, sumber daya alam, kearifan lokal serta memaksimalkan pembangunan sarana dan prasarana terkait dengan kegiatan wisata yang ada di Desa Wisata Lerep
ANALISIS KINERJA UNIT PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK INTEGRATIF (UPKSAI) KOTA SEMARANG Nella - Elvatisha; Puji - Astuti; Dzunuwanus Ghulam Manar
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (UPKSAI) Kota Semarang adalah sebuah unit bentukan Pemerintah Semarang yang diciptakan guna memenuhi hak-hak anak yang terintegrasi dengan memaksimalkan layanan pencegahan dan penanganan masalah kesejahteraan sosial dan perlindungan anak. Namun penyelenggaraannya dirasa belum optimal karena keberadaan layanan tidak dapat mengangani seluruh kasus terkait kesejahteraan sosial yang ada di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja UPKSAI dalam mewujudkan layanan anak integratif serta meminimalisir Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) anak, sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang. Penelitian dilakukan dengan metode kualiatif deskriptif untuk menghasilkan analisis yang sistematis. Data pada penelitian ini didapatkan dari proses wawancara dan dokumentasi. Kemudian untuk menganalisis kinerja digunakan teori kinerja Dwiyanto (2002) dengan melihat kinerja dari indikator produktivitas, responsivitas, dan akuntabiltas. Hasill penelitian ditemukan bahwa kinerja UPKSAI Kota Semarang untuk menangani kasus atau aduan masuk telah tertangani secara cukup baik. Namun bila melihat indikator produktiviktas, khususnya dari segi sumber daya manusia serta anggaran masih memerlukan perhatian lebih dari pemerintah setempat. Dari indikator responsivitas dan akuntabilitas telah dilakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas layanan. Hanya saja tindakan pencegahan yang seharusnya menjadi tujuan utama didirikannya unit perlu diciptakan kembali
KEPEMIMPINAN CAMAT PEREMPUAN (STUDI CAMAT NURUL HIDYATI KECAMATAN SEMARANG TIMUR TAHUN 2019-2022) Nungky Ardiyani Pratitasari; Fitriyah - -; Puji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemimpin Perempuan dalam birokrasi pemerintahan Indonesia masih sangat minim di mana jabatan-jabatan strategis birokrasi masih didominasi oleh laki-laki. Kelangkaan pemimpin perempuan juga terjadi di Kota Semarang terlebih untuk posisi camat. Penelitian ini membahas mengenai kepemimpinan Nurul Hidayati sebagai Camat Semarang Timur yang pada saat itu juga dibarengi dengan adanya pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitain ini adalah untuk menganilis bagaimana kepemimpinan Camat Nurul Hidayati pada masa pandemi Covid-19 serta hambatan yang dihadapi selama masa kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data yang diperoleh dinalisis menggunakan Teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa Camat Nurul Hidayati mampu menunjukkan dirinya sebagai seorang pemimpin perempuan terlebih dalam situasi sulit menghadapi pandemi Covid-19 yang diilihat dari kinerjanya, kemampuan berkomunikasi, kemampuan memotivasi, serta kemampuan mengoordinasi. Camat Nurul Hidayati juga mampu untuk mengatasi hambatan yang terjadi. Dengan demikian, juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara pemimpin perempuan dan laki-laki. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah untuk memperbesar kesempatan serta peluang kepada para perempuan menjadi pemimpin atau memiliki jabatan tinggi di birokrasi pemerintahan