Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

VISUALISASI TIGA DIMENSIONAL MOTIF BATIK PADA MEDIA KAYU Prabowo, Rahayu Adi; Marwati, Sri
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.3149

Abstract

ABSTRACT The beauty of batik as one form of visual culture in Indonesia is one of the priceless inheritance which has a philosophical symbolic meaning that regulates the social relationship between human and the human relationships with the God. The history of batik never revealed when batik began to exist and who created it. Batik in Indonesia has been known since the era of the Majapahit Kingdom and continues to grow until the emergence of the next kingdoms. Exploration of visual culture in Indonesia becomes a challenge in its learning and its realization. The reason is that every culture has its own social norm / custom that is very strong and influences the people's lives.The diverse application of batik motifs on various products greatly influences the strength of the existence of batik as one form of art in Indonesia which, of course, can also move the economic side of the creation of creativity that always emerges and develops in society. This artistic research of batik motifs richness that is applied into a wood carving motif is proposed to support the development of batik. This research uses a method of motifs exploration by bringing up traditional batik motifs that are packaged in a semi relief wood carving by applying a new motif patterned in accordance to the wood carving techniques. This method conveys traditional batik motifs with a three-dimensional style and in different  size in order to bring up the three-dimensional style. Keywords: Exploration, Batik Motifs, Wood Carving. ABSTRAK Keindahan batik sebagai salah satu wujud budaya rupa di Indonesia adalah merupakan salah satu warisan tak ternilai harganya, yang mempunyai kandungan makna simbolis filsafati yang mengatur hubungan sosial antar manusia serta hubungan manusia dengan Dzat Yang Maha Agung. Dalam kesejarahan tentang keberadaan batik tidak pernah diungkap kapan kali pertama muncul dan siapa yang menciptakannya. Namun batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga munculnya kerajaan-kerajaan berikutnya. Ekplorasi sebuah kekayaan budaya rupa di Indonesia merupakan sebuah tantangan dalam hal pembelajaran dan perwujudannya. Hal tersebut dikarenakan setiap kekayaan budaya diiringi sebuah norma/adat sosial yang sangat kuat dan berpengaruh dalam sendi kehidupan masyarakat. Aplikasi motif batik yang beragam pada berbagai produk ini sangat mempengaruhi kekuatan keberadaan batik sebagai salah satu wujud seni rupa di Indonesia, yang tentunya juga dapat mengerakkan sisi ekonomi dari terciptanya kreativitas yang selalu muncul dan berkembang di masyarakat. Sebagai salah satu dukungan dalam perkembangan wujud seni batik ini, maka diusulkan sebuah penelitian kekaryaan (artistik) tentang kekayaan motif batik yang mengaplikasikan ke dalam sebuah motif ukir kayu yang selama ini belum pernah dilakukan. Sajian penelitian ini menggunakan metode eksplorasi motif, yaitu memunculkan motif-motif batik tradisi yang dikemas dalam tampilan ukir kayu semi relief dengan mengaplikasikan pola motif garapan baru sesuai dengan ranah teknik ukir kayu. Metode ini menuangkan motif batik tradisi namun dengan gaya tiga dimensi yang terdapat sedikit gubahan ukuran sebagai upaya memunculkan kekuatan tiga dimensionalnya. Kata Kunci : Ekplorasi, Motif Batik, Ukir Kayu.
PERGELARAN VICOLMING WAYANG BEBER 4 KOTA SEBAGAI SOLUSI DAMPAK COVID-19 Sugihartono, Ranang Agung; Rianto, Jaka; Marwati, Sri
Acintya Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v13i1.3823

Abstract

The Covid-19 pandemic changed all the aspects of life, including the arts. Traditional artists were badly affected. They do not have any requests for art performances at all, because the performances will definitely gather the masses, including the beber puppet (wayang beber). For that, it is necessary to find a solution to overcome this condition. Through this artistic research, the researcher created a model for presenting the beber wayang show using multi-platform technology, namely the integration of video conferencing and live streaming, abbreviated as Vicolming. This artistic research uses a type of practice-based research with a ‘Multi-Method’ approach with stages including information gathering, selection, preparation, analysis, evaluation, presentation, and communication. The results show that the wayang beber show performed with multi-platform technology can produce offerings or performance that are not only online but interesting, creative, interactive, collaborative, and can be watched from anywhere live and on demand. The results of this research are expected to become an online performance model that can be applied to other traditional performing arts.Keywords: Vicolming, multi-platform, wayang beber, and Covid-19
ILUSTRASI KONSEP ASTABRATA DALAM NASKAH PAKUALAMAN Marwati, Sri
Acintya Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v14i1.4324

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan ilustrasi dalam naskah pakualaman yang memuat konsep Astabrata. Penelitian ini merupakan kajian pustaka, data diperoleh dari naskah dan buku yang berkaitan dengan subyek penelitian. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan cara analisis dekriptif dan hermeneutik. Hasil studi bahwa ilustrasi konsep Astabrata dalam naskah Pakualaman dalam Sestra Ageng Adidarma menggunakan tokoh-tokoh dalam pewayangan dalam mengilustrasikannya. Bentuk dan karakter ilustrasi yang disajikan memiliki ikonografi dalam pewayangan. Setradisuhul mengulas konsep Astabrata dalam bentuk teks terutama karakter dan sifat tokoh-tokoh dalam konsep Astabrata. Sehingga kedua naskah tersebut saling terkait, saling mendukung dalam memperkokoh ilustrasi konsep Astabrata khas Pakualaman.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik Materi Tata Surya dan Bumi Melalui Gallery Walk Hasanah , Ummi Uswatun; Sudirman , Anselmus; Marwati, Sri; Syafiq, Abdullah
Research in Science and Mathematics Education Vol. 1 No. 02 (2024): RISEME OKTOBER 2024
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/riseme.v1i02.129

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VII D di SMPN 2 Kasihan materi tata surya dan bumi melalui model Gallery Walk. Gallery Walk adalah sebuah model pembelajaran interaktif di mana peserta didik berjalan mengelilingi kelas untuk melihat, menganalisis, dan berdiskusi tentang berbagai karya atau presentasi yang dipajang. Setiap "galeri" Melalui pendekatan yang interaktif dan kolaboratif ini, siswa menjadi lebih terlibat dalam proses pembelajaran, memperkuat pemahaman mereka, dan meningkatkan keaktifan peserta didik. Metode – Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif dengan subjek penelitian peserta didik kelas VII D sebanyak 32 anak. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal evaluasi. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan dan hasil belajar tematik peserta didik di kelas VII D di akhir siklus II, sebanyak 24 peserta didik dapat mencapai keaktifan 77 % dan 63% yaitu sebanyak 20 peserta didik tuntas KKM Temuan – Melalui model Gallery Walk dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VII D di SMPN 2 Kasihan. 
Students Error Analysis In Using Past Continuous Tense Marwati, sri
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 6 No. 2 (2019): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze the students’ error in using past continues tense. The specific objectives were to analyze kinds of error made by the students, to analyze the dominant kind of the students’ error and further more to found out their probably causes. In analyzing data, the writer were giving test to the students to measure the students’ results of their ability and analyze their cases in their study on using past continues tense. The writer took points in every student works, counted it and analyzed. This study were using quantitative descriptive research, in which include counted on analyzed and present the result of study by described on concluding it. The data took from the population of the second grade of SMP Muhammadiyah Aimas were include two class and the writer took the sample from12 (twelve) students from one class. The students of this study had been studied the theory of past continues tense before it. First step in collecting data the writer gave explanation related the theory of past continues tense to follow up the students’ memories in understanding, share the worksheet then explaining the instruction of the test before gave the test. By the observation to the students’ result test, she found four kinds of the students’ error with the frequency: error in addition= 53 (25, 24%), error in omission= 60 (28, 57%), error in miss-formation = 57(27, 14%), and error in miss-ordering = 40 (19, 05%) and the most dominant error was error in omission = 60 (28, 57%). The causes of error were classified based on the theory by John Norris (carelessness, first language interference, and translation), analyzed on the students’ results test.
KESENIAN DONGKREK MADIUN SEBAGAI IDE PERANCANGAN SEPATU KULIT Faisa, Auliya Zayyan; Marwati, Sri
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v6i2.6763

Abstract

 Kesenian Dongkrek Madiun Sebagai Ide Perancangan Sepatu Kulit ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses penciptaan desain dan prototype karya sepatu kulit dengan sumber ide berupa Kesenian Dongkrek yang berasal dari Madiun. Metode penciptaan karya ini melalui beberapa tahapan, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi merupakan tahap pencarian informasi cerita dan karakteristik topeng dongkrek, referensi tentang sepatu, bahan kulit yang digunakan, serta teknik yang digunakan. Tahap perancangan merupakan tahap pembuatan sketsa alternatif dan pembuatan gambar kerja sesuai sketsa yang terpilih. Tahap perwujudan meliputi dari persiapan alat dan bahan, proses pembuatan prototype hingga pada tahap finishing. Dalam merancang desain ini menggunakan teori aspek- aspek desain dari Palgunadi. Aspek- aspek desain tersebut yaitu aspek fungsi, aspek bahan, aspek ergonomi,aspek produksi dan aspek estetis. Karya yang dihasilkan yaitu 2 desain sepatu pria berjudul Arohara, Kretarta, 2 desain sepatu wanita berjudul krastala, tapa, gambar kerja orthogonal, gambar detail motif, gambar pecah pola, gambar alur kerja dan gambar alur motif, serta 2 prototype dengan judul krastala dan arohara.
Color Removal Technique (CRT) sebagai Alternatif Penciptaan Karya Batik Recycle pada Masa Pandemi Covid 19 Purnomo, Muhammad Arif Jati; Marwati, Sri; Priyanto, Danang
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i1.7954

Abstract

Corona Virus Desease-19 (Covid-19) atau Virus Corona adalah jenis penyakit menular yang  disebabkan oleh corona virus yang baru ditemukan dan status perkembangannya sangat cepat hingga termasuk dalam jenis virus bersifat Pandemi. Fenomena pandemi covid-19, yang mengharuskan untuk bekerja dari rumah atau Work From Home menginspirasi untuk meredesain kembali produk tekstile lama termasuk batik untuk direcycle dengan tampilan motif yang baru.Color Removal Technique adalah teknik pencabutan warna atau pelunturan warna pada desain tekstil permukaan atau surface design. Penelitian artistik ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi material bahan yang bisa digunakan sebagai alternatif  dalam pemanfaatan batik recycle; (2) menciptakan desain motif batik dengan teknik color removal dari sebuah fenomena wabah covid-19. Metode yang digunakan melalui tahapan eksplorasi, eksperimentasi, perenungan, perancangan dan perwujudan. Luaran dari penelitian ini berupa 5 buah karya yang terdiri dari 2 buah karya yang berfungsi dekoratif dan 3 buah baju yang di Haki kan, serta artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah nasional.