Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Metode Psikoedukasi Terhadap Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Putri Kusumastuti, Wanodya
Indigenous Vol. 2 No. 2, November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.4461

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh psikoedukasi seks Islami dan kesehatan reproduksi untuk menurunkan perilaku seksual pranikah pada remaja putri. Perilaku seksual pranikah adalah indikator perilaku berkencan, berciuman dan eksplorasi daerah genital. Subjek penelitian adalah siswi yang gaya berpacarannya mengarah pada indikator perilaku seksual pranikah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan skala perilaku seksual pranikah. Analisis data menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap perubahan perilaku seksual pranikah serta uji beda untuk mengetahui besarnya pengaruh psikoedukasi terhadap perubahan perilaku seksual pranikah. Hasil analisis uji ANOVA menunjukkan kedua psikoedukasi tidak mampu mengubah perilaku seksual pranikah. Namun, berdasarkan uji beda menunjukkan bahwa psikoedukasi seks Islami lebih efektif menurunkan salah satu indikator perilaku seksual pranikah yaitu perilaku berciuman daripada psikoedukasi kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi seks Islami lebih efektif menurunkan indikator perilaku berciuman pada siswi. Kata kunci : islami, psikoedukasi, seks
DINAMIKA PERILAKU MENOLONG BYSTANDER PADA KORBAN BULLYING DI SEKOLAH Patria Jati Kusuma; Wanodya Kusumastuti
Jurnal Psikohumanika Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/j.psi.v12i2.864

Abstract

School is a place to construct the character and personality of student. In the current status qou, the teaching and learning process in the school is often misslead with the development of its student, one of the behavior is bullying. The case of bullying is not only involved the perpetrator and victim but also the bystander. This 3rd actor can determine whether the act of bullying can be dismissed or not. This study aimed to know the role of bystander while the act of bullying occurs. The purpose of this study was to analyze and discuss the patterns of bystander's helping behavior to the victims of intimidation. The method utilized in this study was a qualitative design with open ended questioner. The data analysis of this study was using the descriptive analysis. The stages consist of research analyze, library research, data collection which used to analyze the data by describing or analyzing the collected data, determining the categories, and to draw the conclusions. The participants of this study were 150 students of Surakarta X Vocational High School who has the similar characteristics as observers. The results of this study found that the actions taken by bystander when encountering bullying in schools were reporting to the teachers (42.67%), suggesting the victims to avoid the perpetrators (30%), separating the actors (16%), and helping victim to fight offender (11.33%).
EFEKTIVITAS PSIKOTERAPI PROFETIK TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN Wanodya Kusumastuti
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v2i1.172

Abstract

Uncontrollable aggressive behavior can trigger forms of crime that lead to criminal acts. This study aims to look at the effect of prophetic psychotherapy on the psychological well-being of prisoners. Research respondens was 13 peoples who had served a minimum detention period of 2 years. The research method uses action research, namely by conducting a diagnosis related to psychological problems experienced by prisoners and making action plan, taking action and resulting these interventions are used as basic research reflections. The results showed that prophetic psychotherapy had a significant influence to improve psychological well-being with p value 0.001 < 0.05 with t= 4.441, which menass that prophetic psychotherapy give significant effect of the psychological well-being. Fostered people feel the change that is a good emotional regulation, getting closer to God, being grateful, increasing quality of worship and having optimism in living life. Keywords: psychological well being, prophetic psychotherapy, prisoners
SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MANTAN PASIEN SKIZOFRENIA Anis Mujaidha; Wanodya Kusumastuti; Meriam Esterina
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v4i1.517

Abstract

Menjadi seorang mantan pasien skizofrenia memerlukan proses penyesuaian yang mendukung dalam fungsi kehidupan sehari-hari. Kondisi awal sembuh hingga saat ini tentu mengalami fluktuatif berbagai aspek yaitu aspek sosial, aspek kognitif serta aspek psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran subjective well-being pada mantan pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Responden pada penelitian ini berjumlah 2 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan wawancara semi terstruktur.Hasil analisis menunjukkan kedua responden memiliki subjective well-being yang bervariasi. Responden AS terlihat dari kepuasan hidupnya diseluruh domain dan afek positif lebih mendominasi afek negatifnya. Sedangkan untuk responden T terlihat dari kepuasan pekerjaannya memiliki afek positif yang cukup baik serta memiliki kepuasan hidup sedangkan afek negatifnya hanya muncul pada saat kondisi tertentu misalnya ketika responden sedang lelah atau teringat dan merindukan orang terdekat.
Pendampingan Psikologis Pada Masyarakat Terdampak Keraton Agung Sejagat Wanodya Kusumastuti; Widyaning Hapsari; Patria Jati Kusuma
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1289

Abstract

Perkembangan Kerajaan Agung Sejagat (KAS) mulai terdengar di wilayah Kabupaten Purworejo pada akhir tahun 2019. Dua orang pendirinya mengklaim bahwa KAS merupakan kerajaan penerus Majapahit yang merekrut ratusan anggota dan meminta iuran jutaan rupiah per bulan untuk melakukan ritual dan kirab budaya. Munculnya fenomena kerajaan fiktif didukung dengan penguasaan psikologi massa, dimana pendirinya mampu mempengaruhi atau meyakinkan orang lain. Selain itu bisa juga disebabkan karena delusi keagungan (grandiose delusion) serta faktor post power syndrome. Keterlibatan masyarakat Purworejo sebagai abdi dalem KAS menimbulkan kerugian baik secara materiil maupun non materiil. Selain harus memberikan iuran, masyarakat juga diminta untuk mengikuti perintah yang disampaikan pimpinan Keraton. Akibatnya banyak masyarakat yang akhirnya membenarkan keyakinannya bahwa KAS merupakan Keraton yang akan mengembalikan lagi tradisi leluhur dan menjaga tatanan kehidupan masyarakat. Penyimpangan pemikiran pada masyarakat terdampak KAS itu merupakan distorsi kognitif yang menyebabkan masyarakat memiliki persepsi yang salah. Dampak yang dirasakan masyarakat terdampak KAS adalah masalah psikologis, seperti rasa malu, tidak percaya diri, khawatir tidak diterima keluarga atau masyarakat sehingga membatasi interaksi dengan lingkungan sosial. Tujuan kegiatan pendampingan ini adalah memberikan konseling individual dan/atau konseling kelompok pada masyarakat terdampak KAS untuk mengatasi gangguan psikologis yang muncul. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: (1) distorsi kognitif mulai berkurang sehingga masyarakat terdampak KAS kembali mampu berpikir rasional, (2) berkurangnya rasa khawatir, memiliki kepercayaan diri untuk bersosialisasi kembali di tengah masyarakat
Konseling Krisis Sebagai Intervensi Psikologis Pada Klien Kekerasan Seksual di Purworejo Wanodya Kusumastuti; Widyaning Hapsari; Karsiyati Karsiyati
Surya Abdimas Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v7i1.2652

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan seksual terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan korban yang sebagian besar anak-anak di bawah umur. Korban kekerasan seksual mendapatkan perlakuan yang menyebabkan trauma sehingga membutuhkan dukungan dan bantuan psikologis. Tujuan dari program pengabdian ini untuk membantu memberikan pendampingan psikologis bagi korban kekerasan seksual yang mengalami trauma psikologis. Korban berusia 6-15 tahun, mengalami beragam permasalahan antara lain post traumatic stress disorder dan gejala depresi. Masalah diperkuat dengan kondisi keluarga yang kurang memiliki pengetahuan dalam mendampingi korban yang mengalami trauma. Oleh karena itu, korban perlu mendapatkan pendampingan psikologis berupa konseling krisis agar mampu mengelola atau meregulasi emosi negatif, sehingga melalui konseling krisis ini korban mampu mengelola kondisi traumanya dengan baik. Konseling krisis merupakan salah satu jenis pendampingan psikologis yang dilakukan dengan mengidentifikasi masalah yang dialami korban, melakukan tahap konseling krisis dan evaluasi hasil. Selama rentang waktu 3 bulan, ada 3 kasus kekerasan seksual yang didampingi dan ketiga kasus tersebut mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan. Lamanya waktu pendampingan dilaksanakan selama 3 bulan dengan 7 kali pertemuan. Setelah mendapatkan konseling krisis, korban lebih mampu menerima kondisi, mengelola rasa trauma dan memiliki keyakinan untuk mengatasi kondisi trauma yang dapat muncul lagi di kemudian hari. Evaluasi dari konseling krisis ini yaitu keluarga perlu memiliki pengetahuan untuk mendampingi anak yang menjadi korban kekerasan seksual, keluarga mampu memberikan peran yang besar dalam memberikan perlindungan, dukungan dan penerimaan terhadap korban, sehingga korban mampu menjadi pribadi yang berdaya dan menerima dirinya secara positif.
Studi Komparatif Self-Monitoring dan Stres Akademik pada Mahasiswa yang Berwirausaha dan Mahasiswa yang Tidak Berwirausaha Ismi Tri Indarti; Wanodya Kusumastuti; Patria Jati Kusuma
Borobudur Psychology Review Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bpsr.8053

Abstract

Untuk mencapai keberhasilan di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut untuk mampu mengatasi stres akademik dengan memiliki self-monitoring yang baik, terutama bagi yang berperan ganda sebagai wirausahawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan self-monitoring dan stres akademik antara mahasiswa yang berwirausaha dan yang tidak berwirausaha. Dihipotesiskan, ada perbedaan self-monitoring dan stres akademik di antara kedua kelompok mahasiswa. Partisipan adalah 24 orang mahasiswa yang tergabung dalam inkubator bisnis dan 24 orang mahasiswa reguler yang tidak berwirausaha di Universitas Muhammadiyah Purworejo yang diperoleh dengan teknik penyampelan non acak. Data dikumpulkan menggunakan Skala Self-Monitoring dan Skala Stres Akademik, kemudian dianalisis statistik dengan uji t dua sampel independen. Ditemukan bahwa ada perbedaan yang secara statistik signifikan pada self-monitoring dengan t = 2,52 (p = 0,015) dan stres akademik dengan t = -2.32 (p = 0,025). Mahasiswa yang berwirausaha memiliki self-monitoring yang lebih tinggi dan stres akademik yang lebih rendah. Hasil ini dapat menjadi masukan baik bagi mahasiswa yang berperan ganda sebagai wirausahawan untuk meningkatkan self-monitoring untuk mengelola stres akademik.
Subjective Well-Being Pasien Kanker Pasca Mastektomi Ika Yuliana Putri Solehah; Wanodya Kusumastuti; Meriam Esterina
Borobudur Psychology Review Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bpsr.8059

Abstract

Menjadi pasien kanker payudara dan harus kehilangan aset terpenting seorang wanita merupakan masalah yang memerlukan proses penyesuaian baik dengan diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Kondisi awal terdiagnosis hingga menjalani mastektomi atau pengangkatan payudara tentu mengalami perubahan dari berbagai aspek kognitif, sosial dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan subjective well-being pasien kanker payudara pasca mastektomi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden pada penelitian ini berjumlah 3 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Kriteria responden dalam penelitian ini adalah pasien kanker payudara yang melakukan mastektomi, kemoterapi dan masih menjalani pengobatan. Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga responden memiliki gambaran subjective well-being yang baik. Gambaran subjective well-being yang bervariasi yang dimiliki ketiga responden membuat mereka mampu menghadapi kehidupan setelah terdiagnosis kanker. Adapun faktor yang mempengaruhi subjective well-being ketiga responden adalah kepribadian, optimis, dukungan sosial dan keluarga, religiusitas, kebersyukuran dan pekerjaan. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran faktor-faktor yang bisa meningkatkan subjective well -being pada pasien kanker payudara pasca mastektomi.
Psikoterapi Profetik Sebagai Islamic Helping Relationship Kusumastuti, Wanodya; Nasrudin, Nasrudin
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v14i1.8399

Abstract

The current Islamic psychotherapy model has developed a lot and effectively overcame various human problems. One type of study of Islamic psychotherapy is prophetic psychotherapy. This study aims to examine and analyze the concept of prophetic psychotherapy, which is a part of Islamic psychotherapy. Studies on prophetic psychotherapy are still restricted, so implementation in psychotherapy practice is not yet felt. Therefore, this research is essential to discuss the study of prophetic psychotherapy from various sources so that it can become a reference for developing the field of study of prophetic psychotherapy that many groups can utilize. This research collects multiple sources of literature that are relevant to search media from digital platforms. The collected data will be analyzed using the PRIMA flowchart and charting data to describe the concept and study of prophetic psychotherapy fully; more specifically, this study will discuss the study of prophetic psychotherapy as a method of Islamic helping relationships. The literature sampling technique used is a scoping review, namely categorizing relevant articles, making concept maps, and analyzing the review results. The study results show that Islamic psychology has a broad scope, not only in the context of psychotherapy but also in counseling. Prophetic counseling and psychotherapy have basic principles in applying interventions: recitations, tazkiyah, Salim, uswah Hashanah, and awareness. These basic principles can be used by individuals so that they can increase their faith, moral understanding, and psychological well-being, become a whole person, and submit to Allah SWT.
The Effect of Emotional Intelligence and Spiritual Intelligence on Juvenile Delinquency of Vocational School Esterina, Meriam; Kusumastuti , Wanodya; Novitasari, Putri
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND SOCIAL SCIENCE (IJEMBIS) Vol. 3 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : CV ODIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59889/ijembis.v3i3.187

Abstract

Adolescents as the nation's successors need to develop a positive attitude that can support the progress of the nation. Negative adolescent behavior such as juvenile delinquency can harm both oneself and the environment and society. This study aims to see the influence of emotional intelligence and spiritual intelligence on juvenile delinquency. This research is quantitative research with a survey method conducted on 115 vocational school students of Purworejo. Data were analyzed using the multiple regression method with SPSS 21.00. The results showed that there was an influence between emotional and spiritual intelligence on juvenile delinquency.