Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN GERAKAN MEMILAH SAMPAH MELALUI TOKEN EKONOMI, PROMPTING DAN PSIKOEDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK Lusy Asa Akhrani; Dewi Puri Astiti; Inesha Febrina Setiajid; Nabila Khairanti; Muh. Mughny Mehdiviky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 6 No 2 (2023): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v6i2.2990

Abstract

Kampung Payung is a themed village located on Jalan LA Sucipto in Pandanwangi Village, Blimbing District, Malang City. The community's awareness and concern for waste disposal is still very low. People frequently dump garbage into rivers, and many others burn garbage, do not sort waste, and pile it up. The intervention in 2020 resulted in the formation of a community that cares about the environment and initiated the behavior of sorting waste from inside the house for 17 community members out of a total of 60 residents of RW 03. However, after two years, the behavior of sorting waste decreased and the behavior of throwing garbage in the community worsened. In 2022, community intervention aims to strengthen and improve waste sorting behavior for dasawisma members who have been sorting waste in their respective homes by using token economy, prompting, and psychoeducation methods to increase knowledge of domestic waste management and strengthen environmental care communities. The program participants were 9 women from Dasawisma Kampung Payung who were chosen based on their willingness to participate in the behavior and community strengthening program. Data collection methods include surveys, documentation, interviews, and observations. The behavior change technique uses behavior modification techniques such as economic tokens and prompting, whereas knowledge change is accomplished through psychoeducation, which is assessed via pretest and posttest. According to the findings of the intervention, economic tokens, prompting, and psychoeducation have been shown to strengthen waste sorting behavior and increase participants' knowledge of waste sorting behavior.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI POLIKLINIK GIGI DAN MULUT RUMAH SAKIT UMUM PURI RAHARJA Yogi Darma Raharja; Sari Kusumadewi; Dewi Puri Astiti
Odonto : Dental Journal Vol 5, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.002 KB) | DOI: 10.30659/odj.5.1.34-44

Abstract

Background: Patient satisfaction on health service quality are comparisonbetween patient perception before receiving service and after service received. High patient satisfaction will be achieved if the patient’s expectation before receiving the service is fulflled. Patient’s expectations will be fulflled if the services provided exceed quality, therefore, patient satisfaction is key marker of the quality health service. This aims of this study was to determine the description level of patient satisfaction to health services quality on Dental Polyclinic at Puri Raharja General Hospital.Method: This study was a quantitative descriptive study with cross-sectional research design. The sampling method used was consecutive sampling with total sample 66 respondents. The datas were collected using questionnaires that had been tested for validity and reliability to determine patient satisfaction level to health service quality in fve SERVQUAL dimension: tangibles, reliability, responsiveness, assurance and empathy.Result: The results showed 57 respondent (86,4%) satisfed with the quality of health services provided. In each dimension, the majority of respondents were satisfed except in the tangibles dimension.Conclusion: Majority of patients who visited Dental Polyclinic at Puri Raharja General Hospital satisfed with the service given, except in the tangibles dimension, where 48,5% patient were unsatisfed
Penguatan Kapabilitas: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Anak Lestari, Sumi; Anam, Khoirul; Rahmawati, Intan; Astiti, Dewi Puri
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6, Nomor 1 Juni Tahun 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v6i1.16099

Abstract

Health is the primary key to achieving human well-being. Therefore, maintaining physical and mental health is essential in daily life and should be instilled from an early age to develop strong and healthy character. Health is an optimal state of individual well-being in the biopsychosocial aspects (physical, mental, and social), enabling optimal growth and development throughout the lifespan.The purpose of implementing psychoeducation on strengthening the capabilities of clean and healthy living behavior is to increase knowledge, awareness and independence in children from an early age. This psychoeducation method uses an offline platform which was held on Saturday, June 15, 2024, in this activity collaborating with BPBD Malang, SDN 1 Slampearejo Jabung and involving grade 1 elementary school students with 37 respondents, where all respondents received materials and rewards. Based on the results of the SWOT analysis, students gained knowledge and are able to practice clean and healthy living behaviors by brushing their teeth, washing their hands with soap, and cutting their nails. The implication of this activity is to raise awareness among parents to instill, teach, set an example, and habituate their children to practice healthy behaviors in their daily lives.Kesehatan merupakan kunci utama dalam meraih kesejahteraan manusia, karena itulah menjaga kesehatan fisik dan mental merupakan hal mutlak dalam menjalani hidup sehari-hari dan perlu ditanamkan sejak dini untuk memiliki karakter yang kuat dan sehat. Sehat merupakan suatu keadaan individu Sejahtera secara optimal pada kondisi biopsikososial (fisik, mental, dan social) untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangsan secara optimal dalam rentang kehidupan. Tujuan implementasi psikoedukasi tentang penguatan kapabilitas perilaku hidup bersih dan sehat adalah meningkatkan pengetahuan, keadasaran dan kemandirian pada anak sejak dini. Metode psikoedukasi ini dengan menggunakan platform luring atau offline yang diselenggarakan pada hari sabtu tanggal 15 Juni 2024, dalam kegiatan ini berkolaborasi dengan BPBD Malang, SDN 1 Slampearejo Jabung dan melibatkan peserta didik kelas 1 SD dengan jumlah responden 37 peserta didik, dimana seluruh responden memperoleh materi dan reward. Berdasarkan hasil analisis SWOT peserta didik memperoleh pengetahuan dan mampu menerapkan perilaku hidup yang bersih dan sehat dengan cara menggosok gigi, mencuci tangan menggunakan sabun dan memotong kuku. Implikasi dalam kegiatan ini adalah memberikan kesadaran kepada orang tua untuk menanamkan, mengajarkan, memberikan contoh dan membiasakan anak-anak berperilaku sehat dalam menjalani hidup sehari-hari.
Peran konformitas dan gaya hidup brand minded terhadap perilaku konsumtif mahasiswi di Kota Denpasar Windayani, Sri; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku konsumtif pada mahasiswi salah satunya disebabkan oleh gaya hidup brand minded. Gaya hidup brand minded adalah kecenderungan individu untuk selalu menggunakan barang bermerek dengan tujuan mendapatkan pengakuan dari lingkungan. Selain itu, konformitas juga dapat memengaruhi perilaku konsumtif seperti individu secara sukarela menyesuaikan diri dengan lingkungan agar dapat diterima oleh kelompok sosial. Hal ini bisa dilihat melalui perubahan mahasiswi dalam berpakaian dan bergaya yang didukung oleh teman sebaya. Perilaku konsumtif pada mahasiswi dapat dipahami melihat usia mahasiswi yang mengalami usia peralihan dalam mencari identitas diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran antara konformitas dan gaya hidup brand minded dengan perilaku konsumtif mahasiswi di Kota Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 130 orang mahasiswi angkatan 2016 dan 2017 di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala konformitas, skala gaya hidup brand minded, dan skala perilaku konsumtif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,717, nilai koefisien determinasi sebesar 0,513 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) dengan nilai koefisien B terstandarisasi pada variabel konformitas sebesar 0,464 dan gaya hidup brand minded sebesar 0,387. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konformitas dan gaya hidup brand minded secara bersama-sama berperan meningkatkan perilaku konsumtif mahasiswi di Kota Denpasar.
WORK-LIFE BALANCE DAN INTENSI TURNOVER PADA PEKERJA WANITA BALI DI DESA ADAT SADING, MANGUPURA, BADUNG Bintang, Stepani Kartika; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.599 KB)

Abstract

A survey was held by US company, Randstad in 2012 showed that women worker reached a work-life balance, refers to man worker who were focus to reached the career goal. Women worker who take multiple role in their life, mostly had imbalance condition as a result. This condition will be trigger of turnover in women worker, even in Balinesse women worker who called Krama Banjar Istri too in their hometown village. The turnover condition can bring susceptible condition for the company from the cost recruitment effectiveness, the other side the employee will get lose out with re-adaptation from the new job of them (Abasi & Hollman, 2008). This research want to explain correlation between work-life balance and turnover intensity to describe how much impact of work-life balance to turnover intensity which done by Balinesse women worker in Sading village. This research involved by 206 subjects filled two scales which are work-life balance scale and turnover intention scale, both of it used simple random sampling method. The analysis used simple regression and descriptive analysis method. The result showed that significant negative correlation between work-life balance with turnover intensity. Effective contribution of work-life balance variable to turnover intention is 6.4%, while 93.6% of influenced by other factors. The factors that interfere work-life balance, thus triggering create imbalance conditions makes the subject decided the problem solving. Furthermore, the recommendation for the women worker shoud be perform time management wisely and involve the other member of the family to do homework. Key word: work-life balance, turnover intention, Balinesse women worker, imbalance, Sading village.
Pengaruh gaya kepemimpinan Laissez Faire terhadap komitmen organisasi pada karyawan di BPPT (Badan Pengkajian Penerapan Teknologi) Bali Redityani, A.A Ayu Prami; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komitmen karyawan merupakan salah satu kunci yang turut menentukan suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan organisasi dapat terwujud apabila pemimpin dapat mengarahkan karyawan dengan baik, tetapi yang terjadi di BPPT Bali pemimpin memberikan segala keputusan kepada bawahan dan pemimpin kurang berpartisipasi pada proses kerja dalam organisasi. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses kerja karyawan yang menjadi kurang optimal. Maka dalam penelitian ini peniliti berfokus pada gaya pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan laissez faire yang dapat mempengaruhi dan menurunkan komitmen organisasi pada karyawan terhadap perusahaan. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan yang bekerja lebih dari lima tahun di BPPT Bali, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan uji hipotesis regresi sederhana. Alat ukur yang digunakan adalah skala kepemimpinan laissez faire dan skala komitmen organisasi. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kepemimpinan laissez faire berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasi pada karyawan di BPPT Bali.
Peran dukungan sosial keluarga dan efikasi diri terhadap tingkat work-life balance pada mahasiswa yang bekerja di Denpasar Triwijayanti, I Dewa Ayu Komang; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.118 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p11

Abstract

Work-life balance merupakan hal yang berhubungan dengan kualitas kehidupan. Mahasiswa yang bekerja penting untuk mencapai work-life balance agar dapat memiliki kehidupan yang sejahtera. Pencapaian keseimbangan kehidupan dan kerja (work-life balance) dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal salah satunya ialah dukungan sosial terutama dukungan sosial keluarga. Keluarga sebagai lingkungan terdekat mampu mengurangi beban masalah yang dimiliki oleh mahasiswa. Faktor internal yang dapat memengaruhi salah satunya ialah efikasi diri. Efikasi diri yang baik mampu emmbantu mahasiswa untuk menghadapi masalah yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah peran dukungan sosial keluarga dan efikasi diri berperan secara signifikan terhadap tingkat work-life balance pada mahasiswa yang bekerja di Denpasar. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 160 orang mahasiswa yang bekerja di Denpasar. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala dukungan sosial keluarga, efikasi diri, dan work-life balance. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai R2= 0,660. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga dan efikasi diri berperan terhadap tingkat work-life balance pada mahasiswa sebesar 66%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (0<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial keluarga dan efikasi diri secara bersama-sama berperan dalam meningkatkan work-life balance pada mahasiswa yang bekerja di Denpasar. Kata kunci: Dukungan sosial keluarga, efikasi diri, mahasiswa yang bekerja, keseimbangan.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF REMAJA DI KOTA DENPASAR Wijayanti, Astuti; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p05

Abstract

Perilaku konsumtif remaja merupakan tindakan yang terlihat secara nyata dalam mendapatkan, mengkomsumsi, dan menghabiskan barang hasil industri dan jasa tanpa batas dan lepas kendali yang ditandai dengan kehidupan mewah dan berlebihan. Perilaku konsumtif dipengaruhi oleh faktor intermal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internal yang dimaksud adalah konsep diri, sehingga tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan perilaku konsumtif remaja di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang melibatkan remaja di Kota Denpasar yang berjumlah 318 orang dengan rentang usia 15 – 18 tahun, yang dipilih berdasarkan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala pengukuran. Skala yang pertama yaitu skala konsep diri (r : 0,895) dan skala kedua yaitu skala perilaku konsumtif (r : 0,905) Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil rxy = -0,633. Hasil tersebut berarti bahwa terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan perilaku konsumtif, yang berarti bahwa semakin rendah konsep diri remaja, semakin tinggi perilaku konsumtif remaja dan begitu pula sebaliknya. Konsep diri berpengaruh sebesar 40% terhadap perilaku konsutif, sedangkan sisanya sebesar 60% dipengeruhi oleh faktor lain. Faktor lain yang dimaksud adalah yaitu kebudayaan, kelas sosial, kelompok sosial dan keluarga (Sumartono, 2002).   Kata Kunci : Konsep Diri, Perilaku Konsumtif dan Remaja
PENGARUH MOTIVASI HEDONIS DAN ATMOSFER TOKO TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PADA REMAJA PUTRI DI DENPASAR Ratih, Ida Ayu Tryastiti; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.99 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p04

Abstract

lmpulse buying is other type from consumer buying model which is done spontaneously, in which it is happened when the consumer suddenly have a strong desire to buy something fast and ignore all consideration of the consequences. The act of impulse buying mostly happened on nowadays adolescent, in which their existence in order to be claimed in their social environment by following the new trend in their community. This research is aimed to show the influence of hedonic motive and store atmosphere towards the impulse buying on the adolescence girls. The population of the research is female students at Denpasar by using incidental sampling technique. The measuring instrument used in the research is the scale of hedonic motive, store atmosphere, and impulse buying. The result of multiple regression analysis shows that hedonic motive and store atmosphere are 42,8% simultaneously influential towards impulse buying on the adolescence girls at Denpasar. The result of standardized beta coefficient of hedonic motive and store atmosphere shows that the hedonic motive and store atmosphere is significantly influential towards the impulse buying.Keywords : hedonic motive, store atmosphere, impulse buying, adolescent girls
GAMBARAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN REMAJA PUTRI DALAM PERILAKU BELANJA ONLINE Mustika, Winda Febri; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.004 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p13

Abstract

Kemajuan teknologi memberikan dampak yang besar pada masyarakat dewasa ini. Hanya dengan akses internet, melalui media web ataupun telepon genggam individu sudah dapat melakukan pembelanjaan dimana saja. Hal ini menjadikan para pelaku pasar memilih media internet sebagai media yang baik. Jumlah pengunjung toko online di Indonesia dapat mencapai 73% per hari, dengan masing-masing konsumen 65% wanita dan 35% kaum pria. Ini membuktikan bahwa belanja online mendapat perhatian yang lebih oleh masyarakat khususnya perempuan. Terkait dengan remaja putri, perilaku belanja online menjadi hal yang menarik karena perdagangan melalui media online tidak hanya berupa toko online melainkan merambah pada jejaring sosial. Mengingat sebagian besar remaja putri merupakan pengguna aktif jejaring sosial, menjadikan remaja putri terbiasa melakukan perilaku belanja online. Hal ini tidak terlepas dari adanya kasus penipuan yang marak terjadi berkedok toko online. Tidak sedikit remaja yang pernah mengalami kasus penipuan pada belanja online. Akan tetapi perilaku belanja online pada remaja putri tidak menurun dan semakin meingkat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melihat gambaran pengambilan keputusan dalam perilaku belanja online pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian melibatkan lima orang remaja putri yang memiliki pengalaman buruk terhadap pembelanjaan secara online. Penggalian data dilakukan dengan teknik wawancara dengan preliminary study sebelumnya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa gambaran pengambilan keputusan membeli remaja putri melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut berupa pengenalan masalah akan kebutuhan, pencarian informasi terkait toko serta barang yang akan di beli, mengevaluasi berbagai alternatif pilihan dalam pembelian, keputusan akhir untuk membeli dan perilaku pasca pembelian. Temuan lain yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi remaja putri dalam memilih media online sebagai media belanja adalah adanya kesenangan. Remaja putri yang melakukan belanja online merupakan konsumen dengan tipe recreation buyer, yang mana perilaku membeli yang terjadi lebih kepada proses dari pada barang yang akan dibeli. Kata kunci: Remaja putri, pengambilan keputusan, perilaku konsumen, belanja online