Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TOWARDS GREEN SMART CITY THROUGH PROVIDING OPEN SPACE FOR CITIES IN INDONESIA: SYSTEMATIC AND BIBLIOMETRIC LITERATURE REVIEW Rilansari, Valendya; Rahmah, Chania; Diyaulhaq, Wiedad
Journal of Science and Applicative Technology Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Science and Applicative Technology June Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jsat.v8i1.1802

Abstract

Smart cities become benchmarks in development cities around the world since the 1990s. In the urban planning context, there are concerns regarding the application of the smart city concept which is considered to only prioritize the progress of cities by technology however no notice to the ecological side of the city. This research discusses the development and arrangement of cities through planning that ensures ecosystem balance, one of which is through open space, which in this case is widely discussed that is green open space. The usual problem that occurs during the development of green open space is not enough land area for available allocation causing an imbalance ecosystem as well as against the sustainability concept. This research method studies literature systematic and bibliometric using Microsoft Excel and VOSviewer from discussion theory and policy about green open space that has been planned in various countries for can applied to cities in Indonesia. The analysis explains the discussion regarding green open space in connection to moving towards a green smart application to cities in Indonesia. Eventually, the findings from this research are discussed related to implementation in the cities in Indonesia which are divided into five aspects, namely political land development, community perception, infrastructure, landscape design, and socio-economic psychology. The final recommendation is that this aspect can be studied further to be applied to cities in Indonesia to realize city smart green future.
Pengembangan Ekonomi Lokal Desa Tulung Kakan Melalui Rebranding Produk dan Peningkatan Kapasitas Pembukuan Keuangan Sinamo, Hediyati Anisia; Aprildahani, Baiq Rindang; Rilansari, Valendya; Yunira, Eka Nur’azmi; Julianty, Dila Tirta
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v5i2.741

Abstract

Desa Tulung Kakan di Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, memiliki potensi ekonomi, sosial, dan SDM yang dapat dikembangkan, terutama di sektor Industri Kecil dan Menengahsalah satunya adalah produk jamu. Selain itu, pembukuan keuangan yang terstruktur diperlukan untuk memisahkan transaksi serta memantau modal, aset, pendapatan, dan kewajiban, guna mendukung efisiensi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Saat ini, permasalahan yang terjadi pada masyarakat desa ini ialah dalam hal daya tahan dan pengemasan produk, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya pembukuan keuangan untuk mengelola secara efisien modal, aset, pendapatan, dan kewajiban usaha mereka. Sehingga perlu adanya kegiatan penyuluhan Digitalisasi Produk dan Pembukuan Keuangan UMKM untuk meningkatkan pemahaman dan akses terhadap teknologi digital serta memberikan pelatihan dan dukungan dalam pembukuan keuangan. Metode yang digunakan adalah observasi, sosialisasi serta pelatihan pengemasan produk dan proses pembukuan keuangan. Pelaku usaha dan juga perangkat desa sangat antusias, dilhat dari brand TULAKAN merupakan hasil pembaharuan branding untuk produk jamu. Tambahan pengetahuan tentang proses pembukuan keuangan yang efisien telah diberikan. Ini akan membantu meningkatkan visibilitas produk mereka dan memungkinkan pengelolaan keuangan yang lebih efisien, memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta pemerintah desa.
Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah Rizka Nur Fadila; Valendya Rilansari
Journal Of Plano Studies Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v3i1.7478

Abstract

lingkungan perkotaan. Konsep kota cerdas memungkinkan pengembangan kota berkelanjutan dengan berorientasi pada aspek pelestarian atau perlindungan lingkungan dan penerapan teknologi. Konsep kota cerdas telah diimplementasikan di Jakarta sejak tahun 2014 sebagai solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan perkotaan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), salah satunya melalui dimensi smart environment yang berfokus pada perlindungan lingkungan dari pengembangan RTH dan Pengelolaan Sampah. Namun, implementasi ini belum mencapai hasil optimal dalam menjaga dan mengembangkan RTH serta belum mampu menangani permasalahan sampah dengan optimal di Jakarta Pusat. Dalam konteks kota cerdas, tingkat maturitas merujuk pada tingkat kematangan suatu kota dalam mengimplementasikan teknologi dan sistem cerdas secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat maturitas penerapan smart environment pada komponen Ruang Terbuka Hijau Taman Publik dan Pengelolaan Sampah di Kota Jakarta Pusat dengan menggunakan model maturitas yang memiliki lima level maturitas dengan indikator tata kelola, infrastruktur serta aplikasi dan data. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis skoring . Hasilnya tingkat maturitas penerapan smart environment di Kota Jakarta Pusat berada pada level 2 – managed, menunjukkan tingkat penerapan smart environment masih sangat sederhana dan memerlukan inisiatif-inisiatif cerdas yang lebih kompleks dengan tata kelola yang masih kurang mengedepankan penggunaan teknologi, strategi yang belum cukup spesifik dan terukur, infrastruktur yang masih didominasi dengan fasilitas dasar tanpa penggunaan teknologi canggih dan tepat guna serta sistem data yang belum terintegrasi menyeluruh.