Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SISTEMATIK LITERATUR REVIEW: LITERASI SAINS DAN SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY) Khaerun Nisa; Wiyanto Wiyanto; Woro Sumarni
EDUSAINS Vol 13, No 1 (2021): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v13i1.18717

Abstract

AbstractPISA test results show that scientific literacy for many countries around the world is categorized as low. SETS is one approach that can improve scientific literacy. However, research for the combination of these two topics is still challenging to find. This article aims to systematically show the scope of scientific literacy research and SETS from 2016-2020. This study uses the SLR (Systematic Literature Review) method that adopts the PRISMA systematic. The study population consisted of all articles on JRST, IJSE, SE, and JPCS and other journals from the ERIC, DOAJ, and Science Direct directories. The sample of this research is 44 articles obtained in these journals. The results of the article analysis show that JPCS, IJERE, and IJSE publish the articles with the highest quantity, where the topic of scientific literacy is the topic with the highest quantity and the combined topic of scientific literacy SETS is the topic with the least quantity. The sub-topic of scientific literacy and SETS articles most studied was the development of learning books related to scientific literacy and SETS. Most of the types of research used are empirical research types. Further research is suggested to look at the effect of SETS on scientific literacy or develop a SETS-based learning media and student learning environment in improving scientific literacy.AbstrakHasil tes PISA menunjukan literasi sains untuk banyak negera di seluruh dunia dikategorikan rendah. SETS menjadi salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan literasi sains. Namun, penelitian untuk gabungan kedua topik ini masih sulit ditemukan. Artikel  ini bertujuan untuk menunjukan sistematik cakupan penelitian literasi sains dan SETS dari tahun 2016-2020. Penelitian ini menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review) yang mengadopsi sistematik PRISMA. Populasi penelitian terdiri atas seluruh artikel pada JRST, IJSE, SE, dan JPCS, serta pada  jurnal lainnya dari direktori ERIC, DOAJ, dan Science Direct. Sampel penelitian ini adalah 44 artikel yang diperoleh pada jurnal-jurnal tersebut. Hasil analisis artikel menunjukan JPCS, IJERE dan IJSE menerbitkan artikel dengan kuantitas terbanyak, di mana topik literasi sains menjadi topik yang kuantitas paling banyak dan topik gabungan literasi sains dan SETS menjadi topik yang kuantitas paling sedikit. Sub-topik artikel literasi sains dan SETS yang paling banyak diteliti adalah pengembangan buku pembelajaran terkait literasi sains dan SETS. Sebagian besar tipe penelitian yang digunakan ialah tipe penelitian empiris. Penelitian lebih lanjut disarankan yaitu melihat pengaruh SETS terhadap literasi sains atau mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis SETS dan lingkungan belajar siswa dalam meningkatkan literasi sains. 
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS FISIKA SISWA SMA PADA MATERI KINEMATIKA GERAK LURUS DI MASA PANDEMI COVID-19 Farikhatul Mukharomah; Wiyanto Wiyanto; Ngurah Made Darma Putra
Journal of Teaching and Learning Physics Vol 6, No 1 (2021): Journal of Teaching and Learning Physics (Februari 2021)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jotalp.v6i1.10391

Abstract

Pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 yang tidak maksimal memberikan dampak terhadap kemampuan literasi sains, termasuk literasi sains fisika. Terlebih fakta di Indoensia, kemampuan literasi sains siswa masih rendahmenurut hasil PISA. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan awal literasi sains fisika siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Jepara di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 71 siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Jepara. Data dikumpulkan dengan wawancara dan tes secara online. Domain kemampuan literasi sains yang diukur adalah domain kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains fisika siswa pada materi kinematika gerak lurus pada domain kompetensi sebesar 57,50% masih dalam kategori pencapaian “rendah”. Oleh sebab itu, kemampuan literasi sains fisika siswa perlu ditingkatkan. Salah satu faktor rendahnya kemampuan literasi sains fisika ini adalah proses pembelajaran daring yang belum menerapkan kegiatan praktikum. Maka dari itu, upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi sains fisika tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan kegiatan praktikum berbasis literasi sains secara daring
Mengajarkan Pemahaman Konsep Gerak Parabola Berbantuan Alat Peraga Nur Khoiri; Ani Rusilawati; Wiyanto Wiyanto; Sulhadi Sulhadi
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 9, No 2 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v9i2.3108

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui dampak penggunaan alat peraga gerak parabola terhadap pemahaman konsep gerak parabola, penelitian dilakukan secara kuasi eksperiment pada kelas  XI, di hasilkan kesimpulan bahwa  penggunaan alat peraga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep siswa kelas XI pada pokok bahasan gerak parabola. Hal ini didukung oleh peningkatan pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen yang ditinjau dari akumulasi nilai seluruh kelas dan dari tiap indikator pemahaman konsep. Ditinjau dari ketujuh indikator pemahaman konsep, pada kelas eksperimen terdapat lima indikator yang mengalami peningkatan dalam kategori tinggi, yakni indikator menginterpretasi, mencontohkan, mengklasifikasi, menduga dan menjelaskan. Peningkatan pemahaman konsep ini sangat besar kemungkinanya karena dipengaruhi penggunaan alat peraga sederhana sebagai media pembelajaran pada kelas eksperimen.
Pengembangan Perkuliahan Fisika Berorientasi Keterampilan Merancang Kegiatan Laboratorium Nur Khoiri; Ani Rusilowati; Wiyanto Wiyanto; Sulhadi Sulhadi
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 10, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v10i2.4436

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan perkuliahan fisika, penelitian bertujuan untuk mendapatkan program perkuliahan yang mampu membekali keterampilan merancang kegiatan laboratorium kepada mahasiswa calon guru. Penelitian ini dilatarbelakangi kegelisahan rendahnya keterampilan guru fisika dalam merancang kegiatan laboratorium yang berdampak pada rendahnya kegiatan laboratorium oleh guru fisika dalam proses pembelajaranya.Penelitian dilakukan dengan metode pengembangan dan ujicoba pada mahasiswa fisika semester 5 universitas PGRI Semarang. Hasil penelitian didapatkan Karakteristik program perkuliahan yang dikembangkan memberikan penjelasan tentang ciri khas program perkuliahan fisika berorientasi keterampilan (MKL). Program terdiri atas: pembekalan, analisis dan identifikasi kurikulum, penyusunan rencana, pembuatan alat peraga, validasi produk, pengujian dan evaluasi. Masing-masing tahap merupakan ciri khas program diuraikan secara rinci, dengan harapan agar lebih mudah dipahami.Simpulan penelitian ini adalah program perkuliahan berorientasi keterampilan MKL yang dikembangkan valid, Karakteristik program perkuliahan MKL terdiri 6 tahap yang saling terkait antar tahapnya dan disetiap tahap dihasilkan produk yang menjadi indikator dari keterampilan yang diharapkan dari program yang dikembangkan. Kebaruan program yang dikembangkan adalah jenis keterampilan yang dibekalkan dan produk perkuliahan mahasiswa.
Implementation of Modified Problem Based Learning (PBL) in Improving Learning Outcomes of Physics Vocational School for Optical Materials Ika Vidiasari Aristawati; Wiyanto Wiyanto; Budi Astuti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 7 No. SpecialIssue (2021): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v7iSpecialIssue.869

Abstract

The purpose of research on the implementation of Problem Based Learning (PBL) can improve students' physics learning outcomes in terms of knowledge and skills. Classroom Action Research was conducted in two cycles, the subject of the research was class X APHP 03 with 35 students. The data collection method used was a test for knowledge and skill aspects through observation. Qualitative descriptive data analysis method for the knowledge aspect by percentage of students' mastery level classically and the skill aspect through the observation sheet scoring. Learning outcomes from cycle I and cycle II have increased in the knowledge aspect by 17.14%. Aspects of student skills increase in the indicators of systematic presentation, mastery of the material and pronunciation at the time of presentation, so that the implementation of Problem Based Learning can improve student learning outcomes
PENGEMBANGAN DIARY BOOK OF SCIENCE BERSINTAK DISCOVERY BERPENDEKATAN STEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ILMIAH PESERTA DIDIK Meila Fride Fikriana; Wiyanto Wiyanto; Sri Haryani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 4 (2023): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i4.3032

Abstract

This study aimed to obtain the product, feasibility and effectiveness of Diary Book of Science media with the STEM Approach Discovery syntax to improve Students' Concept Understanding and Scientific Communication Skills. The research and development method used in this study refers to the method developed by Borg & Gall. Data collection was carried out using questionnaires and tests. Diary Book of Science with the STEM Approach Discovery syntax was validated by three validators, namely material experts, media experts and linguists’ experts, to determine the feasibility of the product itself. Students carry out further validation to find student responses and get suggestions for media development. Diary Book of Science with Discovery syntax with a STEM approach is intended to use Diary, which has a discovery learning syntax which is then combined with a Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) approach to the material of the earth's structure and its dynamics. With the study's results showing that it can improve the ability to understand concepts and scientific communication skills, the score of material experts is 89%, media experts are 85.67%, and language experts are 78.67%. The expert validation results for the Diary Book of Science with the Discovery syntax and STEM approach, material for the structure of the earth and its dynamics as a whole, has a percentage of 84.4%. This percentage is included in the very feasible criteria. Media Diary Book of Science with the Discovery syntax with the STEM approach is effectively used to analyze conceptual understanding and scientific communication skills with an increasing percentage of students who achieve learning mastery scores as indicated by differences in pretest and posttest scores
Evaluasi Perkuliahan Pembelajaran IPA SD dengan Project Based Learning Menggunakan Model Countanance Stake Arfilia Wijayanti; Wiyanto Wiyanto; Saiful Ridlo; Parmin Parmin; Ani Rusilowati; Edy Cahyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan perkuliahan pembelajaran IPA di SD dilakukan dengan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi sains yang menjadi ciri pembelajaran abad 21. Untuk mengetahui tercapai tidaknya capaian pembelajaran mata kuliah Pembelajaran IPA di SD pada Prodi PGSD FIP Universitas PGRI Semarang maka dilakukan evaluasi pelaksanaan pembelajaran menggunakan Model Countenance Stake. Evaluasi berdasar pada Permendikbud no 3 tahun 2020 tentang standar nasional pendidikan tinggi pasal 12 ayat 2. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis proses evaluasi yang menekankan pada dua jenis tahapan yaitu deskripsi (descriptions) dan pertimbangan (judgments) serta membedakan tiga fase dalam evaluasi program yaitu: (1) persiapan (antecedents), (2) transaksi, dan (3) outcome dari program ini yakni hasil belajar mahasiswa. Hasil evaluasi perkuliahan pembelajaran IPA SD dengan Project Based Learning menggunakan Model Countanance Stake menunjukkan bahwa persiapan perkuliahan pembelajaran IPA di SD dengan model project based learning ditunjukkan dengan ketercapaian RPS yang dibuat mencapai 77,77% pada kategori baik. Proses pelaksanaan perkuliahan pembelajaran IPA di SD dengan model project based learning ditunjukkan dengan ketercapaian prinsip Student Centered Learning (SCL) dalam proses pembelajaran mencapai 80% pada kategori baik. Hasil belajar mahasiswa pada perkuliahan pembelajaran IPA di SD dengan model project based learning ditunjukkan dengan ketercapaian hasil belajar mahasiswa dari ke tiga aspek (pengetahuan, sikap, maupun keterampilan) telah memenuhi memenuhi kriteria sangat baik, antara sangat baik dan baik dan baik sebesar lebih dari 75%. Persiapan perkuliahan pembelajaran IPA di SD dapat diperhatikan terkait kelengkapan dan kejelasan sintaks model project based learning, serta pengintegrasian STEAM dan TPACK dalam pembelajaran. Selain berpusat pada mahasiswa, pada perkuliahan pembelajaran IPA di SD juga diharapkan memenuhi karakteristik proses pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) yang terdiri dari interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, dan kolaboratif. Dosen dapat mengintegrasikan pendekatan pembelajaran dan penilaian yang dapat melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi serta literasi sains mahasiswa.
Systematic Review: Asesmen Metakognisi dalam Pembelajaran Sains Didi Nur Jamaludin; Ani Rusilowati; Wiyanto Wiyanto; Endang Susilaningsih; Sigit Saptono; Aditya Marianti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metakognisi merupakan keterampilan berfikir yang penting untuk pengembangan profesionalisme calon guru dan guru pada era 5.0. Tujuan penelitian untuk mengetahui berbagai jenis asesmen metakognisi melalui systematic review. Metode penelitian menggunakan proses seleksi mengikuti panduan Preferred Reporting of Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA) dengan menggunakan scientific databases atau search engine. Berbagai penggunaan instrumen penilaian metakognitif seperti menggunakan Metacognitive Awareness Inventory (MAI), Metacognitive Awareness Inventory for Teachers (MAIT), Metacognition Learning Inventory-Science (SEMLI-S), dan Metacognitive Problem Solving Skill. Instrumen penilaian lain menggunakan interview dan tes. Sampel penelitian dalam jumlah banyak biasanya untuk mengukur kesadaran metakognitif, sementara itu sampel paling sedikit untuk melakukan wawancara tentang metakognitif. Keterampilan metakognisi tersebut diperlukan oleh guru dan siswa untuk pembelajaran yang lebih mudah, efektif dan efisien dengan menguatkan kegiatan reflektif, pengaturan diri, pengaturan kognisi, dan strategi yang tepat. Guru yang memiliki kesadaran metakognitif dan kemampuan metakognitif akan menguntungkan dalam pembelajaran. Siswa belajar dengan menggunakan strategi metakognitif efektif untuk pencapaian akademik dan membuat pilihan terbaik.
Pembelajaran untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Kompleks Eko Juliyanto; Wiyanto Wiyanto; Sunyoto Eko Nugroho; Budi Naini Mindyarto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang perlu dikuasai oleh peserta didik pada abad XXI. Kemampuan CPS perlu dikembangkan sejak usia sekolah. Model atau strategi atau pendekatan pembelajaran yang paling tepat untuk mengajarkan kemampuan pemecahan masalah kompleks menjadi pertanyaan yang belum terjawab? Artikel ini bertujuan untuk memberikan pertimbangan tentang pembelajaran seperti apa yang dapat digunakan oleh pendidik untuk dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah kompleks. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian systematic literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah, berbasis kasus dan berbasis proyek berpotensi untuk digunakan dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah kompleks jika dipadukan dengan pembelajaran digital dan game edukasi. Namun demikian, hingga saat ini pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan pembelajaran digital dan game edukasi yang banyak digunakan untuk pengembangan kemampuan pemecahan masalah kompleks. Bagi peneliti yang akan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah kompleks, artikel dapat dijadikan refernsi dalam memilih model pembelajaran.   
Profil Kesadaran Sustainability Akibat Praktik Pembelajaran Bermuatan Sustainability pada Calon Guru Biologi Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti; Wiyanto Wiyanto; Ani Rusilowati; Sri Ngabekti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran keberlanjutan sangat penting dimiliki oleh semua orang dan semua umur, perlu dimunculkan dan ditingkatkan. Kesadaran keberlanjutan akan berdampak luas dan panjang bagi kesejahteraan dan keberlangsungan kehidupan manusia. Demikian pula calon guru Biologi harus memiliki kesadaran keberlanjutan, untuk itu praktik harus diupayakan melalui program yang tepat yaitu melalui pembelajaran di Sekolah dengan melakukan praktik Pembelajaran Bermuatan Keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kesadaran keberlanjutan akibat praktik Pembelajaran Bermuatan Sustainability pada calon guru Biologi. Partisipan sebanyak 9 yang diperoleh dengan purposive sampling, mereka adalah mahaisiswa pendidikan Biologi semester 7 yang mengikuti program Praktik Pembelajaran di Sekolah (Magang 3). Selama di Sekolah mereka merencanakan, membuat dan melakukan Pembelajaran Bermuatan Sustainability. Selanjutnya di akhir Program, keterampilan Pembelajaran Bermuatan Sustainability diukur menggunakan rubrik, dan kesadaran sustainability diukur menggunakan tes survey. Diperoleh data bahwa keterampilan Pembelajaran Bermuatan Sustainability pada level Growing dan Maturing. Skor kesadaran sustainability kedua kelompok termasuk kategori tinggi. Kelompok Growing diperoleh rata-rata sebesar 0,7 dan kelompok Maturing diperelah rata-rata sebesar 0,9. Sebagian (40%) preferensi mahasiswa calon guru Biologi merujuk pada konsepsi sustainability yang terpisah-pisah aspeknya dengan dominan pada konsepsi aspek environmental sustainability, sisanya (60%) merujuk pada konsepsi sustainability secara terpadu (environmental, economic and social). Dengan demikian dapat memberikan pemahaman bahwa kesadaran sustainability yang maksimal terlihat dari pengetahuan sustainability yang baik, selanjutnya akan terlihat pada sikap kemudian tindakan.