Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Pengaruh Iklan #Gopaydinetflix terhadap Minat Beli Menggunakan Gopay di Netflix Qurotu Aini Khansa’; Agus Aprianti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.855 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8640

Abstract

Iklan adalah salah satu bentuk komunikasi persuasif yang sangat efektif untuk merebut hati para konsumen dengan skala besar dan tersebar secara luas. Selain iklan bisa dimanfaatkan dalam membangun citra suatu perusahaan dalam jangka panjang, iklan juga dapat digunakan untuk memicu penjualan dengan cepat. Hal ini dimanfaatkan oleh Gopay Indonesia yang bekerja sama dengan Netflix menggunakan media Iklan Youtube #GopaydiNetflix agar dapat meningkatkan minat beli untuk menggunakan pembayaran Gopay di Netflix. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Iklan #GopaydiNetflix terhadap Minat Beli menggunakan Gopay di Netflix. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, sampel yang digunakan adalah para pengguna Netflix yang telah menonton Iklan #GopaydiNetflix. Penelitian ini menggunakan teori S-O-R: Stimulus (pesan), Organism (komunikan), Response (efek). Dalam penelitian ini, diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Iklan #GopaydiNetflix terhadap Minat Beli, didapatkan t_hitung(9.412) > t_tabel(1,966), maka H_0 ditolak dan H_1 diterima. Berdasarkan hasil koefisien determinasi, minat beli menggunakan Gopay di Netflix oleh pengguna Netflix yang telah menonton iklan #GopaydiNetflix memperoleh hasil sebesar 42,8% dari variabel iklan #GopaydiNetflix dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ada pada penelitian ini.
Strategi Pembuatan Konten Kreatif Instagram Yaumi Indonesia Sebagai Sarana Dakwah Hananindya Karina Sari Pertiwi; Agus Aprianti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.568 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8952

Abstract

Berdakwah menjadi hal yang akan selalu dilakukan oleh umat muslim khususnya da’i atau pendakwah. Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat, berdakwah tidak hanya melalui datang ke kajian dan tatap muka, tapi juga bisa melalui media yang ada salah satunya media sosial instagram. Yaumi Indonesia melakukan perencanaan strategi pembuatan konten kreatif di instagram sebagai sarana dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai strategi pembuatan konten kreatif instagram @yaumi.indonesia sebagai sarana dakwah, dan tahapan pembuatan konten dakwah kreatifnya. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif deskriptif dan didukung oleh paradigma konstruktivis untuk mengetahui perspektif informan mengenai ranah sosial mereka dalam pembuatan konten kreatif sebagai sarana dakwah. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, sumber buku, dan dokumentasi. Konsep strategi dakwah dari Al Bayanuni dan strategi model media sosial SOME dari Regina Luttrel digunakan sebagai acuan dari pembuatan strategi konten kreatif di instagram sebagai sarana dakwah. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat strategi dakwah dengan membangkitkan aspek perasaan (membuat konten dengan topik tertentu yang relevan dengan target dakwah), rasional (membuat konten berupa isu atau fenomena dan dibahas dalam perspektif islam), dan indriawi (dakwah agar bisa diterima dengan baik melalui panca indra) target dakwahnya, dan juga strategi media sosial dalam mempublikasikan konten, mengoptimalkan penyebaran konten dakwah dengan memaksimalkan penggunaan fitur instagram, mengatur agar semuanya dapat berjalan lancar, dan keterlibatan akun instagram dengan followersnya.
Representasi Androgini Dalam Film Pendek Kado (Analisis Semiotika Roland Barthes) Alamanda Maulidya Adireza; Agus Aprianti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.781 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9895

Abstract

Era globalisi menjadi sebuah pengaruh besar dalam kehidupan manusia sekarang, salah satunya dalam cara berpakaian serta berpenampilan yang disesuaikan dengan jenis kelaminnya. Permasalahan perbedaan gender laki-laki maupun perempuan di masyarakat telah mengakar kepada budaya patriaki. Dengan adanya kontruksi itu gender didefinisikan sebagai bentuk keyakinan kepada seseorang dalam memilih dan menjalani peran gender maskulin serta feminin yang telah menjadi hal umum dalam kehidupan sosialnya. Seiring dengan berkembangnya zaman nilai mengenai gender mengalami perubahan yang disadari bahwa maskulinitas serta feminitas merupakan dua sifat yang saling melengkapi untuk dapat mencapai keutuhan diri seseorang, hal tersebutlah yang disebut Androgini. Terkait dengan fenomena tersebut, salah satu film pendek Kado yang menampilkan gender androgini dalam tokoh Isfi yang merepresentasikan maskulin saat bertemu teman laki-lakinya dan feminin saat bertemu teman perempuannya. Dalam penelitian ini peneliti berfokus pada representasi androgini dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yang terbagi menjadi 3 yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menemukan bahwa representasi androgini secara makna denotasi ditampilkan melalui tampilan serta sifat maskulin. Secara makna konotasi terepresentasi ungkapan ekspresi serta dialog Isfi yang mengiginkan diterima dan tidak di diskriminasi karena tampilannya. Secara makna mitos terepresentasi saat di tampar oleh ayahnya bahwa perempuan haruslah memasak.
Komunikasi Keluarga Orang Tua Tunggal Mengenai Pendidikan Seksual Remaja Laki-Laki Carina Sindylosa Br Ginting; Agus Aprianti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.709 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.11268

Abstract

Pendidikan seks seringkali menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Pro dan kontra pendidikan seks ini bergantung pada bagaimana pengertian masyarakat tentang pendidikan seks itu sendiri. Orangtua berperan penting dalam memberi pendidikan pada anak, terlebih lagi dalam hal pendidikan mengenai seksualitas. Pendidikan seksual ialah upaya dalam mengajar dan memberi informasi mengenai seksualitas. Dalam memberikan pendidikan seksual tentu dibutuhkan komunikasi, yaitu komunikasi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antara ibu tunggal dan anak remaja laki-lakinya dalam mengkomunikasikan pendidikan seksual menggunakan teori Fitzpatrick dan Koerner yaitu skema hubungan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma interpretif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga informan, dua diantaranya memiliki orientasi percakapan tinggi ditandai dengan intensitas komunikasi yang tinggi dan informan lainya memiliki orientasi percakapan rendah ditandai dengan kurangnya keterbukaan dan diskusi. Orientasi konformitas pada keluarga Ibu NB dan Ibu NS rendah ditandai dengan pemberian kebebasan pada anak untuk mengambil keputusan, sedangkan pada Ibu TUS orientasi konformitas tinggi dikarenakan cenderung bersifat tidak bebas dalam berpendapar dan keputusan ada pada orangtua.
Komunikasi Interpersonal Pada Anak Autis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Bunda Bening Selakshahati Nur Ridwan, Syaffira Azzahra; Aprianti, Agus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.002 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i3.11555

Abstract

Komunikasi merupakan suatu cara berinteraksi yang sangat penting untuk menunjang kehidupan bersosial dalam masyarakat. Namun komunikasi akan menjadi sulit apabila terdapat gangguan. Adapun salah satu gangguan atau kesulitan berkomunikasi seperti pada anak yang mengalami autisma. SLB Autisma Bunda Bening Selakshahati merupakan Lembaga Pendidikan khusus yang dapat memberlakukan komunikasi secara verbal non verbal dengan cara komunikasi interpersonal karena komunikasi yang terjadi dua arah. Selain itu membuat perkembangan anak autis bukan hanya mampu melakukan kebutuhan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu untuk berinteraksi dengan orang lain. Dilakukannya komunikasi interpersonal supaya dapat menyampaikan pesan dengan baik dengan tujuan supaya anak anak yang mengalami autisma dapat mengenal diri sendiri dan orang lain, mengetahui dunia luar, menciptakan dan memelihara hubungan menjadi lebih bermakna, mengubah sikap dan perilaku, bermain dan mencari hiburan serta dapat membantu pihak yang sedang melakukan proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan membahas penerapan komunikasi interpersonal pada anak autisma yang meliputi faktor pendukung dan faktor penghambat. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan dalam pelaksanaan komunikasi interpersonal terhadap anak autisma.