Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

Instagram @sibur.han Sebagai Media Penyebaran Edukasi Dan Informasi Burung Hantu : Analisis Konten Berdasarkan 4 Pilar Strategi Konten Media Sosial Haryono, Diandra Rahasti; Aprianti, Agus
eProceedings of Management Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The diversity of ecosystems in Indonesia is very diverse. However, Indonesia is also experiencing a decline inbiodiversity (plants and animals), including owls. Hunting and trade of owls is one of the factors in the decline ofowl populations. In addition, understanding about owls is also still minimal. Of course, with the development oftechnology today, the dissemination of information can be done through social media. One of the social media thathas content containing information and education about owls is the @sibur.han account. The purpose of this studyis to analyze the social media content of Instagram @sibur.han as a medium for disseminating education andinformation about owls based on the 4 Pillars of Social Media Content Strategy theory, namely communication,collaboration, education, and entertainment. The method used in this research is qualitative content analysis. Basedon these 4 pillars, the @sibur.han account has covered the pillars of communication, education, and entertainment.However, uploads on the collaboration pillar are still minimal. Suggestions for further research, it is recommendedto use the interview method to further strengthen the data to be taken. Keywords-content analysis, Owl Education, 4 Pillars of Social Media Content Strategy, Instagram content.
Pengaruh Komunikasi Keluarga Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Generasi Z Universitas Telkom Dhanisa, Andhira Surya; Aprianti, Agus
eProceedings of Management Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is taken from the phenomenon that Generation Z is in a transition phase, when parents still want tohave authority over their children, while children grow up wanting their own autonomy. All these changes affect thechild's self-worth and mood which has an impact on the interaction process with the family. Meanwhile, the familyhas an important role in forming values and norms in children. Then the indication of the problem found is thatGeneration Z has the characteristic of being lazy about learning because of digital distractions. This research aimsto find out whether there is an influence of family communication on the learning motivation of Generation Z studentsat Telkom University. This research uses quantitative methods by collecting 400 respondents from active studentsfrom the 2020 - 2023 class at Telkom University using an online questionnaire (google form). After carrying outcalculations, it was found that there was a significance value of 0.000 <0.05. From the results of the familycommunication hypothesis test, conversation orientation, t count 11,439 > t table 1,965. It can be concluded that H1is accepted and H0 is rejected, so there is a positive influence of conversation orientation patterns on the learningmotivation of Generation Z students at Telkom University. The conformity orientation communication patternobtained the hypothesis test results t count 11.507 > t table 1.965. So, it is concluded that H2 is accepted that there isan influence on conformity orientation family communication on the learning motivation of Generation Z students.From the percentage results calculated on the coefficient of determination, family communication influences thelearning motivation of Generation Z students at Telkom University by 47.3% while the remaining 52, 7% is influencedby other variables not included in this study. Keywords-family communication, conversation orientation, conformity orientation, learning motivation, generation z.
Peran Komunikasi Keluarga Dalam Membangun Motivasi Pada Anak Pengidap Kanker Nurfamila, Aisya Rahma Putri; Aprianti, Agus
eProceedings of Management Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family communication between parents and children with cancer is quite different when compared to communicationthat occurs between parents and children who do not have cancer in general, because the presence of cancer inchildren not only brings physical pain, but also brings deep emotional trauma. The purpose of this research is to findout how the role of family communication in building motivation in children with cancer. The main theory of thisresearch uses Family Communication Patterns Theory from Koerner and Fitzpatrick 2002. The method in thisresearch is qualitative by collecting primary data through interviews, observation, and documentation. The keyinformants in this research are parents who have children with cancer. The research location took place at AmbuCancer Fighters House, which is located at Jalan Bijaksana Dalam Number 11, Bandung City, West Java. The resultsshowed that open, supportive, intensive and unrestricted family communication, as well as the application of abalanced conformation orientation played an important role in building the motivation of children with cancer. Thetypes of family communication encountered, namely consensual, pluralistic, and protective, can provide a supportiveenvironment to develop positive motivation for children with cancer, where children can remain energized,empowered and optimistic during their recovery period. Keywords-family communication, children with cancer, motivation.
Keterbukaan Diri Korban Bullying Mahasiswi Fakultas Komunikasi dan Bisnis Telkom University Bandung (Pada Korban Yang Mengalami Trauma) Amanda, Michelle; Aprianti, Agus
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kasus kekerasan yang tidak pernah usai bahkan terus meningkat jumlah kasusnya hingga saat ini adalah kasusbullying. Pada dasarnya bullying dilakukan secara berulang-ulang oleh pelaku hingga korban merasa terintimidasi. Indonesiamenduduki peringkat kelima dalam kasus bullying dengan jumlah 41,1% menujukkan pelajar indonesia pernah mengalamibullying. Hal ini menjadi perhatian publik untuk mengatasi masalah tersebut. Dampak buruk dari bullying pada korban salahsatunya pada pskilogis atau mental korban. Mereka yang mengalami bullying cenderung akan menutup dirinya. Salah satucara agar mereka dapat mengatasi rasa trauma yaitu dengan melakukan keterbukaan diri dengan orang yang tepat. Penelitianini bertujuan untuk mengatahui aspek apa saja yang sudah diterapkan dalam keterbukaan diri oleh korban bullying yangmengalami trauma. Penelitian ini menggunakan paradigma konstuktivis dengan pendekatan kualitatif deskriptif denganteknik penentuan informan adalah purposive sampling, sehingga didapat enam orang informan sesuai dengan kriteria yangditentukan. Lokasi penelitiannya yaitu di Telkom University Bandung. Metode pengumpulan data yang dilakukan berupawawancara dan dokumentasi subjek penelitian kepada sejumlah enam informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa keenam informan sudah menerapkan aspek keterbukaan diri yaitu aspek ketepatan, aspek motivasi, aspekwaktu, aspek intensif, dan aspek kedalaman. Walaupun beberapa informan pernah mengalami trauma, namuninforman tersebut dapat membuka dirinya kepada orang lain. Keenam infotman dinilai sudah membuka dirinya kepadaorang lain walaupun pernah menjadi korban bullying dan mengalami trauma dimasa lampaunya. Kata Kunci-bullying, self disclosure, trauma
Hubungan Antara Interaksi Keluarga terhadap Keterbukaan Diri Mahasiswa Universitas Telkom (Studi pada Kerentanan Bunuh Diri Remaja dalam Pengambilan Keputusan Penyelesaian Masalah) Winanti, Tristiaputri; Aprianti, Agus
eProceedings of Management Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi keluarga merupakan bentuk komunikasi keluarga yang memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap dankarakter individual. Remaja merupakan salah satu fase perkembangan anak dimana terjadi lonjakan emosi yangtidak stabil, sehingga dalam proses pengelolaan emosi dibutuhkan kedewasaan dalam pengambilan keputusanpenyelesaian masalah. Penelitian ini membagi interaksi keluarga ke dalam tiga jenis menurut Santrock (2003)yakni interaksi keluarga autoritarian, autoritatif, dan permisif. Interaksi keluarga yang berbeda pada masingmasingkeluarga akan menimbulkan perbedaan dampak pada anak termasuk dalam tingkat keterbukaan diri yangdimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tiap jenis interaksi keluarga terhadap tingkatketerbukaan diri mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan yakni kuantitatif dengan jenis penelitian analisisdeskriptif. Non-probability sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel yakni sebanyak 452Mahasiswa Universitas Telkom berusia 18-25 tahun. Pada penelitian didapatkan hubungan negatif dan tidaksignifikan antara interaksi keluarga autoritarian terhadap keterbukaan diri dengan nilai konstanta -0.50. Interaksikeluarga permisif menunjukkan hubungan positif namun tidak signifikan dengan nilai konstanta 0.139. Interaksikeluarga autoritatif menujukkan hubungan positif dan signifikan terhadap keterbukaan diri dengan nilai konstanta1.325, dimana merupakan hubungan paling kuat diantara jenis interaksi keluarga lainnya dalam mempengaruhiketerbukaan diri mahasiswa remaja.Kata Kunci- interaksi keluarga autoritarian, interaksi keluarga autoritatif, interaksi keluarga permisif,keterbukaan diri, remaja
Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Anak Tunagrahita Siswa Slb G Bhakti Mitra Utama Baleendah Ferdinand, Rio; Aprianti, Agus
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunagrahita adalah salah satu kelompok anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterbatasan dalam skor intelegensi di bawah rata-rata. Keterbatasan ini menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua mengenai perkembangan anak di masa depan, terutama dalam hal kemandirian. Kekhawatiran tersebut membuat orang tua menjadi lebih berhati-hati dalam memilih pendidikan yang sesuai untuk anak mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana proses komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak tunagrahita dalam membantu mengembangkan kemandirian anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 5 orang tua anak tunagrahita sebagai informan utama, serta guru dan seorang ahli psikologi keluarga sebagai informan tambahan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, dan untuk meningkatkan validitas data, metode triangulasi digunakan dengan membandingkan hasil observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum semua aspek kemandirian terimplementasi dalam proses pembelajaran. Dalam aspek kemandirian behavioral, hanya satu aspek yang terlihat yaitu meningkatkan rasa percaya diri anak tunagrahita melalui suasana kompetitif dan kegiatan ekstrakurikuler. Penerapan kemandirian nilai dan emosional dalam proses pembelajaran juga belum terlihat.Kata Kunci-Komunikasi Interpersonal, anak tunagrahita, Kemandirian
Peran Komunikasi Ibu Dalam Mengedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Remaja Perempuan Azzahra, Siti Fauziyyah; Aprianti, Agus
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual terhadap remaja merupakan salah satu masalah kesehatan global yang dialami oleh anak di dunia.Merujuk dari maraknya tingkat kekerasan seksual yang terus terjadi sejak tahun 2021 di Jawa Barat terkhusus padadaerah Kabupaten Sukabumi, digolongkan sebagai Kawasan dengan tingkat kekerasan seksual tertinggi. Dibutuhkanperan komunikasi orang tua sebagai pembimbing pertama dalam kehidupan remaja untuk mencegah tindak kekerasanseksual. Kekerasan seksual dapat terjadi akibat kurang baiknya komunikasi mengenai kekerasan seksual, adanya rasamalu dan takut untuk mengungkapkan kejadian tersebut kepada keluarga, teman dan penyedia layanan. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran komunikasi ibu dalam mengedukasi pencegahan kekerasan seksualpada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dalam memandang kompleksitasdunia nyata, didukung dengan metode kualitatif dengan Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara,triangulasi sumber untuk mengukur kreadibilitas data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran komunikasi ibudan remaja perempuan peran percakapan cukup tinggi karena waktu interaksi yang tidak terbatas sehingga munculnyakebebasan dalam memberikan pendapat. Lalu peran kesesuaian adaya proses komunikasi ibu yang menerapkan sikapkesetaraan menimbulkan sifat kemandirian anak sehingga dengan adanya penanaman terkait seksualitas serta nilai,aturan dan keputusan menyebabkan munculnya pandangan remaja terhadap pencegahan terjadinya tindakan kekerasanseksual. Kata Kunci-komunikasi keluarga, peran ibu, remaja, perempuan, kekerasan seksual
Persepsi Pernikahan Beda Agama Di Kalangan Remaja Sarah, Namira; Aprianti, Agus
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan Beda Agama masih menjadi topik yang sangat sensitif di beberapa kalangan masyarakat Indonesia, dimana haltersebut menjadikan para pasangan yang menjalani hubungan beda agama merasa masih perlu banyak hal yang harusdipertimbangkan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, tak jarang ada yang merasa tidak memiliki harapan ataumemutuskan untuk usai di tengah jalan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan tujuan para remaja yangsedang menjalani hubungan beda agama terhadap Pernikahan Beda Agama di Indonesia. Pada penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif deskriptif yang menghasilkan hasil akhir bahwa beberapa informan setuju akan adanya PernikahanBeda Agama sementara beberapa lainnya menentang adanya Pernikahan Beda Agama dikarenakan beberapa faktor meskimereka merupakan salah satu yang menjalani hubungan tersebut. Kata Kunci-pernikahan beda agama, remaja, aturan.