Asep Shodiqin
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Religious Responses to Agricultural Crises: Exploring the Diverse Patterns in Garut, Indonesia Shodiqin, Asep
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v8i1.35241

Abstract

This study explores the critical role of religious patterns in shaping responses to agricultural crises, specifically focusing on the failure of the strawberry harvest in Barudua Village, Garut, West Java. The research employs a qualitative case study approach, examining three distinct sub-villages, each with unique religious practices: exclusive-protective, participatory, and progressive. Through interviews, observations, and thematic analysis, the study reveals how these religious patterns influence the community's resilience and adaptability in the face of crisis. The findings indicate that while exclusive-protective patterns tend to foster passivity, participatory and progressive patterns encourage community engagement, innovation, and social cohesion. These results suggest that integrating religious perspectives into agricultural crisis management can enhance community resilience and offer sustainable solutions. This research provides practical insights for policymakers and community leaders, empowering them to develop culturally sensitive and effective strategies for managing agricultural challenges.
Pemberdayaan Melalui Kreativitas Membatik Telur Asin dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Rahmawati, Destia; Shodiqin, Asep; Abidin, Yusuf Zaenal
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i1.24637

Abstract

Perkembangan zaman kian melesat jauh dengan segala pancapaiannya yang spektakuler. Untuk tetap berperan dan bermain di tengah budaya global, dakwah harus tetap memegang kendali dan mengatasi problematika zaman salah satunya di bidang ekonomi. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk dakwah yang dilakukan oleh pihak komunitas Telur Asin Batik terhadap masyarakat di Desa Dawuan Barat melalui daya atau penguatan, pengerahan (mobilisasi) sumberdaya, dan nilai tambahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dakwah melalui penguatan dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi, pengerahan (mobilisasi) sumberdaya melalui beberapa tahap di antaranya yaitu tahap plan, do/action, see, dan bentuk dakwah melalui nilai tambah dengan adanya pengajian rutin serta mengadakan kegiatan Islam lainnya.
Implementasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Industri Rumahan Batik Jabbar, Anshori Abdul; Shodiqin, Asep; Enjang, Enjang
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v8i1.43341

Abstract

Masyarakat tidak produktif menjadi salah satu masalah sosial yang dapat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Dalam hal ini seharusnya ada penanganan lebih serius. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa program, proses dan hasil dari pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Industri Rumahan Batik di Komunitas Chanting Pradana Kampung Pancur Desa Bojongleles Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Banten. Paradigma yang digunakan adalah paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Hasil penelitian yang dilakukan, peneliti mengambil kesimpulan bahwa Program dalam pengembangan ekonomi masyarakat ialah dengan pemberian pelatihan dan modal. Sedangkan, proses pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Industri Rumahan Batik Lebak pada Komunitas Chanting Pradana secara umum meliputi dua kegiatan yaitu pembinaan berkelanjutan dan juga pemberian bantuan modal. Secara rinci kegiatan pemberdayaan berawal dari penerimaan anggota baru, proses pembekalan dan pengarahan, kemudian pemberian bantuan modal, proses pembinaan yang meliputi tahap pelatihan, dan yang terakhir ialah proses monitoring dan evaluasi. Adapun hasil dari pemberdayaan ekonomi ini ialah meningkatnya pendapatan masyarakat desa Pancur.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Wisata Kolam Renang Tirtamulya Anwar, Rifky Syaiful; Shodiqin, Asep; Fitriany, Putri Diesy
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v8i2.43397

Abstract

Pengembangan sektor pariwisata dipandang sebagai sesuatu yang strategis untuk mendorong pembangunan di wilayah yang memiliki potensi objek wisata. Wisata Kolam Renang Tirtamulya merupakan salah satu wisata yang berada di Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Bandung Barat. Wisata ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat karena dinilai memiliki potensi yang tinggi terhadap kemajuan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program, proses implementasi, dan hasil pemberdayaan ekonomi masyarakat di wisata kolam renang Tirtamulya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: Program pemberdayaan yang dilakukan berupa pembangunan sarana prasana atau fasilitas dan pengelolaan pedagang kaki lima. Proses implementasi pemberdayaan yang terdiri dari beberapa proses yaitu: proses persiapan, pelaksanaan, pengawasan, partisipasi, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh yaitu memberikan manfaat dalam segi ekonomi untuk masyarakat, faktor pendorong yaitu partisipasi masyarakat dan penghambat yaitu Covid 19, lalu responsibilitas yaitu adanya respon positif dari berbagai kalangan masyarakat.
Journalistic Digital Literacy Training in Promoting Religious Moderation in Pesantren Cibiru District: Kesalehan Digital dan Moderasi Keagamaan: Negosiasi Otoritas Islam di Kalangan Santri di Sebuah Pesantren di Kabupaten Bandung Shodiqin, Asep; Khosim, Ali; Iryana, Wahyu
jsd: Journal of Society and Development Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : CV. Media Publikasi Profesional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57032/jsd.v5i2.344

Abstract

This study aims to analyze how digital piety among santri in Islamic boarding schools (pesantren) in Bandung Regency shapes the ecology of Islamic authority and influences diverse forms of religious moderation in everyday practice. This study is important because the digitalization of da‘wah has expanded santri’s religious references while simultaneously carrying the potential to generate polarization when not accompanied by adequate literacy and guidance. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with santri, observation of religious activities within the pesantren environment, and examination of relevant digital artifacts, such as religious content accessed and shared by participants. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of religious practice, authority references, and emerging mechanisms of negotiation. The findings indicate that digital piety emerges as a structured religious routine through the consumption of short religious lectures, practices of saving and sharing content emphasizing ethical and moral values, and the curation of content perceived as “safe” and non-confrontational. Within a plural ecology of Islamic authority, kiai and pesantren teachers remain the final sources of religious legitimacy, while digital religious authorities function primarily as initial triggers of knowledge that are negotiated through account selection, interaction restraint, and cross-checking with pesantren authorities. As a result, religious moderation among santri appears more strongly as a lived social practice operating contextually between pesantren spaces and digital environments. The implications of this study highlight the importance of strengthening digital religious literacy, establishing accessible verification mechanisms, and developing pesantren-based content curation to reinforce religious moderation in the era of social media. The originality of this research lies in its articulation of the micro-level mechanism of “authority negotiation” as a bridge between digital piety and religious moderation, thereby offering both conceptual and empirical contributions to the fields of digital religion, Islamic authority, and religious moderation within pesantren contexts.
Problematika Pinjaman Keliling Terhadap Masalah Ekonomi Masyarakat Anisa, Nur; Shodiqin, Asep; Dewi, Ratna
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v11i1.39507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan di masyarakat Kelurahan Rorotan, dan untuk mengetahui dampak dari pinjaman keliling terhadap masalah ekonomi di Kelurahan Rorotan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara kepada narasumber. Teori yang digunakan yaitu teori problematika pinjaman Menurut Rutherford, S. Teori edukasi pinjaman keliling dan literasi keuangan menurut Lusardi dan Mitchell. Berdasarkan hasil di lapangan tingkat literasi keuangan masyarakat Kelurahan Rorotan terbilang cukup mengetahui. Berdasarkan hasil di lapangan dampak pinjaman keliling terhadap masalah ekonomi di masyarakat ini cenderung negatif.
Strategi Pemberdayaan Perempuan dalam Masyarakat Islam: Studi Wacana Kritis Pemikiran Fatima Mernissi dalam Buku Beyond The Veil Rofifah; Shodiqin, Asep; Risdayah, Enok
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 10 No. 4 (2025): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v10i4.44198

Abstract

This research aims to explore and analyze women's empowerment strategies in Islamic societies through a critical discourse approach, focusing on the thoughts of Fatima Mernissi in her book entitled Beyond The Veil. Fatima Mernissi, a leading thinker and academic in gender and Islamic studies, offers a critical and innovative perspective on the position of women in traditional Islamic society. This research adopts critical discourse analysis methods to assess how Mernissi constructs her arguments and empowerment strategies, as well as the impact of her thinking on social change in an Islamic context. This research uses a qualitative approach by analyzing the text of the book Beyond The Veil in depth. The main focus is on Mernissi's understanding of the social constraints Muslim women face and the strategies she proposes to overcome these barriers. The results of the analysis show that Mernissi emphasizes the importance of reinterpreting religious texts, education, and the active involvement of women in public life as keys to empowerment. She criticizes patriarchal structures that inhibit women's participation and encourages the creation of new spaces for women to actualize their potential. This study finds that Mernissi's thinking not only provides a sharp critique of gender inequality in Islamic society, but also offers concrete solutions rooted in Islamic values. Islamic values themselves. The recommendations she provides for social and educational reform can provide important guidance for women's empowerment efforts in the contemporary context. It is hoped that this research will contribute to a better understanding of women's empowerment strategies in Islamic societies and pave the way for further studies on the role of women in social change.