Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Dramaturgi Tiktokers Lokal Bandung: (Studi Dramaturgi Pada Akun TikTok @raihanrfii_) Farhan Putra Ghaisani; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5910

Abstract

Abstract. Social media is a very important thing at this time, especially now that there are so many things that can be done on social media, and at this time social media is a new media that can support social life, such as branding or marketing a product or personal. Of the many social media currently available, Tik Tok is a social media that is quite loved by the public, Tik Tok is an audio-visual-based application that has various uses in it, many people use this application to make themselves better known to the public by making interesting content. As with other social media, Tik Tok has calls for people who claim to have a lot of followers or followers, namely Tik Tokers. The subject that the writer examines is Raihan Rafi Al Hakim who is a local Bandung Tik Toker who has followers reaching 732.000 accounts, Raihan uses Tik Tok to present himself. The purpose of this research is to find out more about Raihan's front stage and back stage, where Raihan has a front stage as Tik Tokers, and a back stage as a hijab entrepreneur. Achievement's front stage is seen from the activities on his Tik Tok account including the content that Raihan has created, and the back stage is the activities carried out while managing his hijab business. This study uses a qualitative methodology with Erving Goffman's dramaturgy approach, this is because this research must be carried out in depth and specifically. In this approach, Goffman mentions that life is no different from a theater stage which has a front stage and a back stage. Raihan has a front stage that seems humorous and appears as he shows on his TikTok account, while on the back stage, Raihan is a person who is more serious and responsible for his businesses. Abstrak. Media sosial merupakan suatu hal yang sangat penting pada saat ini terlebih lagi saat ini banyak sekali hal yang dapat dilakukan di media sosial, dan pada saat ini media sosial merupakan media baru yang bisa menunjang kehidupan sosial, seperti branding atau memasarkan suatu produk ataupun personal. Dari sekian banyak media sosial yang ada saai ini Tik Tok merupakan media sosial yang cukup banyak digandrungi oleh masyarakat, Tik Tok merupakan aplikasi berbasis audio visual yang memiliki berbagai keguaan didalamnya, banyak orang yang menggunakan aplikasi ini untuk membuat dirinya lebih dikenal oleh khalayak dengan cara membuat konten yang menarik. Sama halnya dengan media sosial yang lain, Tik Tok memiliki penggilan untuk orang-orang yang akunya memiliki banyak followers atau pengikut, yaitu Tik Tokers. Subjek yang penulis teliti adalah Raihan Rafi Al Hakim yang merupakan seorang Tik Tokers lokal Bandung yang memiliki pengikut mencapai 732.000 akun, Raihan mengginakan Tik Tok Untuk mempresentasikan dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui panggung depan dan panggung belakang Raihan lebih mendalam, yang mana Raihan memiliki panggung depan sebagai Tik Tokers, dan panggung belakang sebagai pengusaha hijab. Panggung depan raihan ditinjau dari aktifitas pada akun Tik Tok miliknya meliputi konten-konten yang Raihan buat, dan panggung belakangnya adalah kegiatan yang dilakukan selama mengantur usaha hijab yang ia miliki. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan dramaturgi milik Erving Goffman hal ini dikarenakan penelitian ini harus dilakukan secara mendalam dan spesifik. Dalam pendekatannya ini Goffman menyebutkan bahwa kehidupan tak berbeda dengan panggung teater yang memiliki panggung depan dan panggung belakang. Raihan memiliki panggung depan yang terkesan humoris dan tampil apa adanya seperti apa yang ia tunjukan pada akun TikToknya, sedangkan pada panggung belakang, Raihan merupakan orang yang lebih serius dan bertanggung jawab terhadap usaha-usaha yang ia miliki.
Adaptasi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Riau di Universitas Islam Bandung: Studi Fenomenologi Adaptasi Antarbudaya Mahasiswa Riau di Unisba Muhammad Fajar Taufiqqurrahman; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6103

Abstract

AbstractIntercultural communication is one of the sciences of communication that discusses how people can exchange information verbally or non-verbally with different cultural backgrounds. The method used in this research is qualitative. Riau students who experienced intercultural communication experience several obstacles, and they can overcome these obstacles by adapting intercultural communication of course. Abstrak. Komunikasi antarbudaya adalah salah satu ilmu komunikasi yang membahas bagaimana cara agar seesorang bisa melakukan kegiatan pertukaran informasi secara verbal ataupun non-verbal dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Mahasiswa Riau yang mengalami komunikasi antarbudaya ini mengalami beberapa hambatan, dan mereka bisa mengatasi permasalahan hambatan tersebut dengan adaptasi komunikasi antarbudaya tentunya.
KEDUDUKAN ASEAN CSR NETWORK DALAM PENGELOLAAN CSR DI ASEAN BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL M. Husni Syam; Arinto Nurcahyono; Eka An Aqimuddin; Erik Setiawan
Arena Hukum Vol. 14 No. 3 (2021)
Publisher : Arena Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.arenahukum.2021.01403.1

Abstract

Non governmental organizations (NGO) telah diakui memiliki peran yang signifikan dalam perkembangan masyarakat internsional termasuk dalam wacana Corporate Social Responsibility (CSR). Pengakuan masyarakat internasional akan berhubungan dengan kedudukannya dalam hukum internasional. ASEAN CSR Network (ACN) merupakan salah satu NGO di ASEAN yang fokus kepada isu CSR. Kedudukan ACN penting untuk dibahas untuk melihat pelaksanaan pengelolaan CSR oleh ASEAN. Permasalahan yang dibahas adalah kedudukan ACN sebagaisubjek hukum internasional dan fungsi ACN dalam pengelolaan CSR berdasarkan hukum internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative dengan studi kasus ACN sebagai objek penelitian. Hasil yang diperoleh yaitu ACN bukan subjek hukuminternasional mauapun ASEAN. ACN merupakan subjek hukum Singapura karena didirikan di Singapura. ACN berfungsi sebagai agen yan membangun kesadaran di ASEAN perihal bisnis yang bertanggung jawab.
Makna Culture Shock dalam Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Farah Fadhila; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6574

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the Culture Shock phenomenon experienced by Indonesian students while studying in Germany. This qualitative research uses a phenomenological approach. By using the theory of Anxiety and Uncertainy Management initiated by William Gudykunst. The data in this study were obtained through in-depth interviews with research subjects, namely nine students from Indonesia who were or had studied in Germany and had studied for at least 6 months in Germany. The results of this study show that the motives of Indonesian students to continue their studies in Germany are because they want to learn to live more independently, are interested in learning German language and culture, and get a quality education system. Based on the experiences faced by the research informants, there are several aspects that influence a person experiencing culture shock while living in Germany, including environmental conditions that are different from where they come from, the taste of food in Germany that is different from Indonesia, which ultimately creates a feeling of homesickness. In addition, language skills are considered to be very influential in the process of adapting to a new environment, good language skills make it easier to understand the culture and ethics that apply in their new environment. Through these various experiences of culture shock, each individual gains meaning in the form of the importance of tolerance for cultural differences, motivation for personal life, as well as self-development. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan dengan adanya fenomena Culture Shock yang dialami mahasiswa Indonesia selama menjalankan studi di Jerman. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan fenomenologi. Dengan menggunakan teori Anxiety and Uncertainy Management yang dicetuskan oleh William Gudykunst. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui in-depth interview dengan subjek penelitian, yaitu sembilan orang mahasiswa asal Indonesia yang sedang atau telah menjalankan studi di Jerman dan setidaknya telah menempuh studi minimal selama 6 bulan di Jerman. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa motif mahasiswa Indonesia melanjutkan studinya ke Jerman dikarenakan ingin belajar hidup lebih mandiri, tertarik mempelajari bahasa serta budaya Jerman, dan mendapatkan sistem pendidikan yang berkualitas. Berdasarkan pengalaman yang dihadapi oleh informan penelitian, terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi seseorang mengalami culture shock selama tinggal di Jerman diantaranya karena kondisi lingkungan yang berbeda dengan tempatnya berasal, cita rasa makanan di Jerman yang berbeda dengan Indonesia, sehingga akhirnya menimbulkan perasaan homesick. Selain itu, kemampuan berbahasa dinilai sangat berpengaruh terhadap proses beradaptasi dengan lingkungan baru, kemampuan bahasa yang baik mempermudah untuk memahami budaya dan etika yang berlaku di lingkungan barunya. Melalui berbagai pengalaman culture shock tersebut, masing-masing individu memperoleh makna berupa pentingnya toleransi terhadap perbedaan budaya, motivasi terhadap kehidupan pribadi, serta sebagai self-development.
Pengadaptasian Budaya Islam terhadap Seni Musik Tarawangsa Dhafin Gufran; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.8845

Abstract

Abstract. Starting from the researcher's interest in music, especially Tarawangsa, the researcher chose to discuss one of the traditional arts of West Java, namely Tarawangsa Traditional Music, in which there are elements of Islamic cultural adaptation. This art is spread in several areas, one of which is in the Cikondang area, Lumajang, West Java, Cikondang Village is one of the Sundanese traditional settlements that still maintains the value of its traditions and customs, there is one complex that is sacred including traditional houses that are the center of traditional activities, sacred forests, pacilingan, rice fields and sacred tombs. Traditional ceremonies in Cikondang Lamajang Village are often accompanied by tarawangsa performances, even for ceremonial events to Islam, Tarawangsa is often presented. This attracted the attention of researchers to find out the adaptation of Islamic culture to the traditional music art of Tarawangsa, for this reason, the researcher focused on this research problem including; the performance and process of presenting traditional Tarawangsa music as well as the experiences and meanings of the performers, the adaptation of Islamic culture found in traditional tarawangsa music. The purpose of this study is to find out the meaning of the experience of Tarawangsa performers in traditional ceremonial performances, to find out tarawangsa actors interpret the adaptation of Islamic culture in tarawangsa performing arts. This research uses qualitative methods with the phenomenological approach of Alfred Schutz. The data collection technique is by field observations in Ci Kondang village, as well as in-depth interviews with Bah Ayi and tarawangsa art practitioners, as well as documentation. The result of the research that has been done is that the performance and presentation process of traditional tarawangsa music is carried out in accordance with what has been done by previous generations. The Islamic value that dominates more in traditional tarawangsa music is the value of Aqidah (faith). Where the value of this faith becomes a real form in the daily lives of players and connoisseurs such as by saying dhikr sentences, as well as practicing Allah's commandment, which is to be grateful. Abstrak. Berawal dari ketertarikan peneliti terhadap seni musik khususnya Tarawangsa maka peneliti memilih membahas salah satu kesenian tradisional Jawa Barat yaitu Musik Tradisional Tarawangsa yang didalamnya terdapat unsur adaptasi budaya Islam. Kesenian ini tersebar di beberapa wilayah salah satunya di daerah Cikondang, Lumajang, Jawa Barat Kampung Cikondang merupakan salah satu pemukiman adat sunda yang masih menjaga nilai nilai tradisi dan adat-istiadatnya, terdapat satu komplek yang di keramatkan diantaranya rumah adat yang menjadi pusat kegiatan adat, hutan keramat, pacilingan, sawah dan makam keramat. Upacara adat di Cikondang Desa Lamajang sering diiringi oleh penampilan Tarawangsa, bahkan untuk acara-acara upacara ke agama Islam pun sering kali Tarawangsa dihadirkan. Hal tersebut menarik perhatian peneliti untuk mengetahui adaptasi budaya Islam pada kesenian musik tradisional Tarawangsa, untuk itu peneliti memfokuskan permasalahan penelitian ini meliputi; penampilan dan proses penyajian musik tradisional Tarawangsa serta pengalaman dan makna dari para pelaku, pengadaptasian budaya Islam yang terdapat pada musik tradisional tarawangsa. Tujun dari penelitian ini ialah untuk mengetahui makna pengalaman pelaku seni Tarawangsa dalam pertunjukan upacara adat, untuk mengetahui pelaku Tarawangsa memaknai pengadaptasian budaya Islam dalam seni pertunjukan Tarawangsa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Adapun teknik pengumpulan datanya yaitu dengan observasi lapangan di desa Ci Kondang, juga wawancara mendalam dengan Bah Ayi dan para pelaku kesenian tarawangsa, serta dokumentasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan ialah Penampilan dan proses penyajian musik tradisional tarawangsa dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh generasi sebelumnya. Nilai Islam yang lebih mendominasi pada musik tradisional tarawangsa ini adalah Nilai Aqidah (keimanan). Yang dimana nilai keimanan ini menjadi bentuk nyata dalam kehidupan sehari-hari para pemain maupun penikmatnya seperti dengan mengucapkan kalimat dzikir, juga mengamalkan perintah Allah yaitu bersyukur.
Representasi Tokoh Muslim pada Game Genshin Impact Muhammad Fadhli; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13495

Abstract

Abstract. With the development of the game industry, now games not only function as a means of entertainment, but also can convey information that has certain meanings in it, one of which is the game Genshin Impact. In the Genshin Impact game, there are two characters named Tighnari and Alhaitham who are taken from the names of Muslim figures, namely al-Tighnari and Ibn al-Haytham. Therefore, the focus of this research is to analyze how the representation of Muslim figures in the Genshin Impact game. The method used is descriptive qualitative research method, using Charles Sanders Peirce semiotic theory. The data collection techniques used are observation, interview, and literature study. The results of this study show that the character Tighnari is a representation of the Muslim figure al-Tighnari, and the character Alhaitham represents a Muslim figure Ibnu al-Haytham. Both of them also have knowledge of medicines. As for Alhaitham's character, his representation can be seen from the visual aspects of his elemental skill and elemental burst animation. The animation is a form of visualization of optical theory initiated by Ibnu al-Haytham. Abstrak. Dengan berkembangnya industri game, kini game tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan saja, tetapi juga dapat menyampaikan informasi yang memiliki makna tertentu di dalamnya, salah satunya adalah game Genshin Impact. Dalam game Genshin Impact, terdapat dua karakter bernama Tighnari dan Alhaitham yang diambil dari nama tokoh muslim yaitu al-Tighnari dan Ibnu al-Haytham. Maka dari itu, fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana representasi tokoh muslim pada game Genshin Impact. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan karakter Tighnari merupakan representasi tokoh muslim al-Tighnari, dan karakter Alhaitham representasi dari tokoh muslim Ibnu al-Haytham. Sisi representasi dari karakter Tighnari dapat terlihat dari latar belakang ceritanya yang sama yaitu seorang peneliti di bidang botani. Keduanya juga memiliki pengetahuan mengenai obat-obatan. Sedangkan pada karakter Alhaitham sisi representasinya dapat terlihat dari aspek visual yang terdapat pada animasinya elemental skill dan elemental burst nya. Animasinya merupakan bentuk visualisasi dari teori optik yang dicetuskan oleh Ibnu al-Haytham.
Pola Asuh Transkultural: Dinamika Keluarga Migran dalam Menghadapi Perubahan Sosial di Jawa Barat Bayu Maulana; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14323

Abstract

Abstract. Many families in Indonesia currently choose to move from one region to another. This research will examine how these families adapted to their new environment by preserving their cultural identity. The transcultural parenting approach in migrant families highlights the importance of understanding diverse family relationships. In this research, more emphasis is placed on research on parental parenting patterns. This research uses a constructive paradigm and this research method uses the case study of Robert K. Yin. and had three informants from different regions which resulted in different parenting styles. In the discussion, there are efforts made by migrant families to integrate native and local cultural values ​​in parenting patterns at Graha Melasti Tambun Selatan Housing by emphasizing maintaining native cultural values ​​and adopting other cultural elements from the surrounding environment. So it is concluded, Transcultural parenting is implemented by migrant families in facing social change at Graha Melasti Housing in South Tambun by implementing transcultural parenting to help children adapt to a multicultural environment while maintaining the core values ​​of their culture of origin, providing a sense of stability and identity.Abstrak. Banyak keluarga di Indonesia saat ini memilih untuk pindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana keluarga-keluarga ini beradaptasi dengan lingkungan baru mereka dengan melestarikan identitas budaya mereka. Pendekatan pola asuh transkultural dalam keluarga migran menyoroti pentingnya memahami hubungan keluarga yang beragam. Dalam penelitian ini lebih menekankan pada riset pola asuh orang tua. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktif dan metode penelitian ini menggunakan studi kasus Robert K. Yin. dan mempunyai tiga orang informan dari berbagai daerah yang berbeda-beda yang menjadikan pola asuh yang berbeda-beda. Pada pembahasannya yaitu Upaya yang dilakukan oleh keluarga migran untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya asal dan lokal dalam pola asuh di Perumahan Graha Melasti Tambun Selatan dengan menekankan pada mempertahankan nilai-nilai budaya asal dan mengadopsi elemen budaya lain dari lingkungan sekitar. maka disimpulkan, Pola asuh transkultural diimplementasikan oleh keluarga migran dalam menghadapi perubahan sosial di Perumahan Graha Melasti Tambun Selatan dengan menerapkan pola asuh transkultural membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan multikultural sambil mempertahankan nilai-nilai inti budaya asal, memberikan rasa stabilitas dan identitas.
Implementasi Marketing Planning Model Media Sosial Instagram Perpustakaan Irsyad Kemal Luqman Mullia; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14445

Abstract

Abstract. The DKI Jakarta Provincial Public Library, under the Library and Archives Service, effectively utilizes Instagram for social media communication. With a significant number of followers, the library is a community service-oriented institution that can easily and cheaply disseminate information. To promote the library and attract more visitors, the research aims to implement marketing communications using the SOSTAC model, which has six stages: Situation, Objective, Strategy, Tactic, Action, Control. The quantitative method, with a descriptive approach and positivism paradigm, will help explain identified problems and provide concrete steps for planning and implementing social media marketing. Data collection techniques include non-participant participation, interviews, literature studies, and documentation. The results of this research are that social media needs to be optimized so that it is more targeted and helps achieve library goals in the long term. The Jakarta Library reflects its commitment to providing quality services by responding to library needs. On the Instagram platform, they use the use of Stories, hashtags, tagging, Reels, and collaboration with influencers to increase user visibility and engagement. Social media activities on Instagram include promotions, User Generated Content, and collaboration. The Jakarta Library's social media control has produced positive results. both with high reach and user engagement. Abstrak. Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta yang berada di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memanfaatkan Instagram secara efektif untuk komunikasi media sosial. Dengan jumlah pengikut yang signifikan, perpustakaan merupakan lembaga yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat dan dapat menyebarluaskan informasi dengan mudah dan murah. Untuk mempromosikan perpustakaan dan menarik lebih banyak pengunjung, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan komunikasi pemasaran dengan menggunakan model SOSTAC yang memiliki enam tahapan yaitu: Situasi, Tujuan, Strategi, Taktik, Tindakan, Pengendalian. Metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan paradigma positivisme akan membantu menjelaskan permasalahan yang teridentifikasi dan memberikan langkah-langkah konkret untuk perencanaan dan implementasi pemasaran media sosial. Teknik pengumpulan data meliputi partisipasi non partisipan, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah media sosial perlu dioptimalkan agar lebih terarah dan membantu mencapai tujuan perpustakaan dalam jangka panjang, Perpustakaan Jakarta mencerminkan komitmen untuk memberikan layanan berkualitas dengan merespon kebutuhan pemustaka. Pada platform Instagram, mereka menggunakan penggunaan Stories, hashtag, tagging, Reels, dan kolaborasi dengan influencer untuk meningkatkan visibilitas dan keterlibatan pengguna, aktivitas media sosial di Instagram mencakup promosi, User Generated Content, dan kolaborasi, kontrol media sosial Perpustakaan Jakarta telah memberikan hasil yang baik dengan jangkauan dan keterlibatan pengguna yang tinggi.
Pengaruh Iklan Shopee Big Ramadhan Sale 2023 terhadap Perilaku Konsumtif Berbelanja Produk Fashion Mahasiswa Fikom Unisba Widiastuti; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10419

Abstract

Abstract. The development of the internet has significantly influenced the consumer behavior of students from the Faculty of Communication Sciences (Fikom) at UNISBA, specifically the 2019 cohort. Online buying and selling platforms, such as Shopee, have impacted tendencies towards impulsive purchasing, extravagance, and purchases driven by emotions or social factors among students. This research aims to identify the effects of exposure to Shopee Big Ramadhan Sale 2023 advertisements on YouTube on the consumptive behavior of fashion product shopping among Fikom UNISBA students. Utilizing the Advertising Exposure Theory Model, this quantitative study involves a simple linear regression analysis to determine the relationship between ad exposure and consumer behavior. The positivism paradigm is applied to a population of 317 students, with a sample of 76 students selected through purposive sampling. Data collection is conducted through questionnaires, and quantitative analysis is performed using SPSS 25. The research results of the T-test, it was found that frequency has a positive and significant influence on consumptive behavior, intensity has a negative and not significant influence on consumptive behavior, while duration does not have an influence on the consumptive behavior of the study. Based on the main hypothesis results, it was found that exposure to Shopee Big Ramadhan Sale 2023 advertisements on YouTube has a positive and significant influence on the consumptive behavior of Fikom Unisba students. Abstrak. Perkembangan internet berpengaruh besar terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) UNISBA angkatan 2019. Platform jual beli online, seperti Shopee, memengaruhi kecenderungan pembelian impulsif, pemborosan, dan pembelian berdasarkan emosi atau faktor sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak terpaan iklan Shopee Big Ramadhan Sale 2023 di YouTube terhadap perilaku konsumtif belanja produk fashion mahasiswa Fikom UNISBA. Menggunakan Model Teori Advertising Exposure, penelitian kuantitatif ini melibatkan analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan antara terpaan iklan dan perilaku konsumtif. Paradigma positivisme diterapkan dengan populasi 317 mahasiswa dan sampel 76 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data, dan analisis kuantitatif dilakukan dengan SPSS 25. Hasil penelitian uji-T didapatkan hasil bahwa frekuensi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif, intensitas memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap perilaku konsumtif, sedangkan durasi tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumtif, berdasarkan hasil hasil penelitian hipotesis utama didapatkan hasil bahwa terpaan iklan Shopee Big Ramadhan Sale 2023 di Youtube berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Fikom Unisba.
Komunikasi antar Budaya Mahasiswa Indonesia di Korea Selatan: Studi Fenomenologi tentang Komunikasi antar Budaya Mahasiswa Indonesia dalam Program Beasiswa Pemerintah Korea “Global Korea Scholarship” Lulu Nabila; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10598

Abstract

Abstract. Getting an academic degree at a top university is a dream of a student. When a person decides to continue his or her education, he or she will look for a place of education that he or she thinks is superior. International studies are in demand among students because they can get new educational and teaching experiences and one of them can be obtained with a scholarship program. When someone gets an international study scholarship, this requires that person to adapt to a new cultural environment and carry out an intercultural communication. The purpose of this study is to find out how intercultural communication is carried out by Indonesian students in South Korea. The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach with a constructivist paradigm. The theory used is Gudykunst and Kim's intercultural communication theory which means interpersonal interactions that occur with different cultural backgrounds. Following interviews with participants, it was found that effective cross-cultural communication is facilitated by several factors, including active participation in social activities, conducting research to learn about the host country, respecting cultural norms and others' rights, the presence of supportive facilities such as language schools provided by scholarship programs, and active involvement in campus activities. Abstrak. Mendapatkan gelar akademik di suatu universitas unggulan merupakan sebuah cita-cita dari seorang mahasiswa. Ketika seseorang memutuskan untuk terus melanjutkan jenjang pendidikannya, maka dia akan mencari sebuah tempat pendidikan yang menurutnya unggul. Studi internasional diminati oleh para kalangan mahasiswa karena mereka bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dan pengajaran yang baru dan salah satunya bisa didapatkan dengan program beasiswa. Ketika seseorang mendapatkan beasiswa studi internasional, hal ini mengharuskan seseorang tersebut untuk beradaptasi dengan lingkungan budaya baru serta melakukan sebuah komunikasi antar budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi antar budaya yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia di Korea Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan paradigma konstruktivis. Teori yang di pakai adalah teori komunikasi antar budaya Gudykunst and Kim yang berarti interaksi antarpribadi yang terjadi dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Setelah melakukan wawancara dengan narasumber, hasil yang didapatkan ialah komunikasi antar budaya yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif didorong oleh beberapa faktor diantaranya ialah dengan aktif berkegiatan sosial, melakukan riset untuk mencari tahu mengenai negara yang dituju, menghormati budaya dan hak orang lain, adanya fasilitas pendukung yakni sekolah Bahasa yang disediakan oleh program beasiswa serta aktif berkegiatan di kampus.