Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Peran Public Relations DKM Mesjid Al-Barokah dalam Meningkatkan Minat Ibadah Masyarakat Politeknik TEDC: Studi Deskriptif Pada Humas DKM Mesjid Al-Barokah Raden Rendy Afilan; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10910

Abstract

Abstract. The role of Public Relations (PR) of the Al-Barokah Mosque DKM TEDC Polytechnic in increasing interest in worship in the TEDC Polytechnic community is crucial because the PR DKM Al-Barokah Mosque has the task of disseminating information about mosque activities to the TEDC Polytechnic community. This research aims to determine the role of PR as an expert advisor, information bridge, problem solving facilitator, and communication technician in increasing interest in worship in the TEDC Polytechnic community. The research method used is qualitative with a descriptive study approach. By using this method, researchers want to know the role of PR as an expert advisor, information bridge, problem solving facilitator, and communication technician in increasing the interest in worship of the TEDC Polytechnic community. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The informants taken in this research were DKM Mesjid Al-Barokah, and TEDC Polytechnic Students. The research results show that PR DKM Mesjid Al-Barokah plays an active role in providing advice, direction, support and relevant information related to Islamic values to the TEDC Polytechnic community. They use a variety of communication strategies, including communication facilitation, problem solving, and the use of a variety of communication techniques such as lectures, social media, and academic collaboration. Their approach aims to facilitate increased interest in worship, overcome existing obstacles, and strengthen the importance of Islamic values in the campus environment. This strategy involves adapting to trends, constant evaluation, and focusing on understanding the audience so that the message delivered is always relevant and effective. Abstrak. Peran Public Relations (PR) DKM Masjid Al-Barokah Politeknik TEDC dalam meningkatkan minat beribadah masyarakat Politeknik TEDC sangat penting dikarenakan PR DKM Masjid Al-Barokah memiliki tugas untuk mensosialisasikan informasi mengenai kegiatan masjid kepada masyarakat Politeknik TEDC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran PR sebagai penasihat ahli, jembatan informasi, fasilitator pemecah masalah, dan teknisi komunikasi dalam meningkatkan minat beribadah masyarakat Politeknik TEDC. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Dengan menggunakan metode tersebut, peneliti ingin mengetahui peran PR sebagai penasihat ahli, jembatan informasi, fasilitator pemecah masalah, dan teknisi komunikasi dalam meningkatkan minat beribadah masyarakat Politeknik TEDC. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan yang diambil dalam penelitian ini adalah DKM Mesjid Al-Barokah, dan Mahasiswa Politeknik TEDC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PR DKM Mesjid Al-Barokah berperan aktif dalam memberikan nasihat, arahan, dukungan, dan informasi yang relevan terkait nilai-nilai Islam kepada masyarakat Politeknik TEDC. Mereka menggunakan berbagai strategi komunikasi, termasuk fasilitasi komunikasi, pemecahan masalah, dan penggunaan beragam teknik komunikasi seperti ceramah, media sosial, dan kolaborasi akademisi. Pendekatan mereka bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan minat beribadah, mengatasi hambatan yang ada, dan memperkuat pentingnya nilai-nilai Islam di lingkungan kampus. Strategi ini melibatkan adaptasi terhadap tren, evaluasi konstan, dan fokus pada pemahaman audiens agar pesan yang disampaikan selalu relevan dan efektif
Makna Pengalaman Interaksi Komunikasi Lintas Budaya pada Pengajar Indonesia dan Murid Internasional The Independent Swimming School Nida Aulia Isnaini Azhar; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13013

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the phenomenon of Indonesian teachers experiencing cross-cultural communication with international students. The aim of this research is to understand the experiences of cross-cultural communication interactions experienced by Indonesian teachers with international students, as well as to identify the benefits and obstacles that arise in this process. The data in this research was obtained through in-depth interviews with research subjects, namely five people consisting of one teacher from Indonesia and four students from Ukraine, Italy, Hong Kong and Switzerland. This research method uses qualitative with a phenomenological study approach. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. In data analysis, researchers used three technical patterns of data analysis according to Miles and Huberman, namely Data Reduction, Data Presentation, and Drawing conclusions. Based on this phenomenon, the problem in this research is formulated as follows: (1) What are the motives of Indonesian teachers and international students at The Independent Swimming School? (2) How does the experience of interaction in cross-cultural communication affect the lives of Indonesian teachers and international students at The Independent Swimming School? (3) What is the meaning of interaction in cross-cultural communication for Indonesian teachers and international students at The Independent Swimming School? The research results show that the main motives underlying teaching include a focus on cultural interaction, increasing self-confidence, and quality teaching systems. Cross-cultural communication interactions are influenced by environmental conditions, language skills, and understanding of culture, providing a more meaningful experience for Indonesian teachers in dealing with international students at The Independent Swimming School. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya fenomena mengenai pengajar Indonesia yang mengalami komunikasi lintas budaya dengan murid Internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman interaksi komunikasi lintas budaya yang dialami oleh pengajar Indonesia dengan murid internasional, serta untuk mengidentifikasi manfaat dan hambatan yang muncul dalam proses tersebut. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan subjek penelitian, yaitu lima orang yang terdiri dari satu pengajar asal Indonesia dan empat orang murid dari negara Ukraina, Italy, Hongkong, dan Swiss. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi Fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam analisis data peneliti menggunakan tiga pola teknis analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu Reduksi Data, Penyajian Data, dan Menarik kesimpulan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apa motif pengajar Indonesia dan murid Internasional The Independent Swimming School? (2) Bagaimana pengalaman interaksi dalam komunikasi lintas budaya terhadap kehidupan pengajar Indonesia dan murid Internasional The Independent Swimming School?(3) Bagaimana makna interaksi dalam komunikasi lintas budaya terhadap pengajar Indonesia dan murid Internasional The Independent Swimming School?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama yang mendasari pengajaran meliputi fokus pada interaksi budaya, peningkatan percaya diri, dan sistem pengajaran berkualitas. Interaksi komunikasi lintas budaya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, kemampuan bahasa, dan pemahaman terhadap budaya memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi pengajar Indonesia dalam menghadapi murid internasional di The Independent Swimming School.
Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Motivasi Kerja Karyawan Putri Amanda Shalsadila; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13197

Abstract

Abstract. It cannot be denied that communication is important for humans and organizations. Without communication within an organization, it is very likely that any activities carried out will not be carried out according to the plans that have been determined. There are many components needed in managing an organization, one of which is leadership which can unite all elements to work together to achieve organizational goals. In carrying out work, a leader applies various leadership styles. The existence of a leadership style is often considered an important factor in determining the success or failure of an organization. A leadership style that focuses on tasks rather than employees can cause subordinates' work motivation to decrease. On the other hand, a leadership style that focuses more on subordinates can increase subordinates' work motivation. This is the background for researchers to conduct research on "The Relationship Between Leadership Style and Employee Work Motivation:". This research aims to find out how big the relationship is between leadership style and employee work motivation. This research uses leadership style theory according to Kartono. In this study, researchers used a positivism paradigm with a correlational approach. This method is used to explain the relationship between variable x and variable y. This research was conducted at PT Santosa Kurnia Jaya Textille Jl. Anyar No 68, Rancakasumba, Solokanjeruk District, Bandung Regency, West Java, 40376. Data collection techniques in this research used questionnaires and interviews. The results of this research show that there is a relationship between Leadership Style (X) and Employee Work Motivation (Y) with a correlation value of 0.784. This shows that there is a strong relationship between Leadership Style (X) and Employee Work Motivation (Y). Abstrak. Tidak dapat dipungkiri bahwa komunikasi penting bagi manusia dan organisasi. Tanpa adanya komunikasi dalam suatu organisasi, besar kemungkinan kegiatan apapun yang dilakukan tidak akan terlaksanakan sesuai dengan rancangan yang sudah ditetapkan. Banyak komponen yang diperlukan dalam mengelola sebuah organisasi, salah satunya adalah kepemimpinan yang dapat menyatukan semua elemen untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam melakukan pekerjaan, seorang pemimpin menerapkan berbagai gaya kepemimpinan. Adanya gaya kepemimpinan sering dianggap sebagai faktor penting untuk menjadi penentu sukses atau tidaknya suatu organisasi. Gaya kepemimpinan yang berfokus pada tugas daripada karyawan dapat menyebabkan motivasi kerja terhadap bawahan menurun. Sebaliknya, gaya kepemimpinan yang lebih berfokus pada bawahan dapat meningkatkan motivasi kerja bawahan. Hal ini lah yang melatar belakangi peneliti melakukan penelitian mengenai “Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Dengan Motivasi Kerja Karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan dengan Motivasi kerja Karyawan. Penelitian ini menggunakan teori gaya kepemimpinan menurut Kartono. Pada penelitian ini peneliti menggunakan paradigma positivisme dengan pendekatan korelasional. Metode ini digunakan untuk menjelaskan keterkaitan antara variabel x dan variabel y. Penelitian ini dilakukan di PT Santosa Kurnia Jaya Textille Jl. Anyar No 68, Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 40376. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Gaya Kepemimpinan (X) dengan Motivasi Kerja (Y) Karyawan dengan nilai korelasi sebesar 0,784. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara Gaya Kepimpinan (X) dengan Motivasi Kerja (Y) Karyawan.
Komunikasi Ayah dalam Pembentukan Konsep Diri Remaja Fatherless Regina Aulia Putri; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13233

Abstract

Abstract. The importance of a father's communication role in a teenager's life cannot be ignored, especially when discussing mental health. With open and in-depth communication between fathers and teenage children, it is not just an exchange of words but a very important foundation for the mental well-being of teenagers. Research with this title uses qualitative methods because this approach prioritizes in-depth observation to explore changes in children's presentations. understanding of the phenomena experienced by research subjects. This research uses phenomenology because the phenomenological approach focuses research on individual experiences in depth. The data collection technique used by researchers in completing this research was interview techniques. This technique is a form of communication process between researchers and informants. This process is designed to gain an in-depth understanding of the problem that is the focus of the research. Children who are orphaned will experience a sense of lack of self-confidence. , sensitive and also emotional instability. Abstrak. Penting nya peran komunikasi seorang ayah dalam kehidupan seorang anak remaja tidak dapat diabaikan terutama ketika membicarakan kesehatan mental. Dengan Komunikasi yang terbuka dan mendalam antara seorang ayah dan anak remaja bukan hanya sekedar pertukaran kata-kata melainkan sebuah pondasi yang sangat penting bagi kesejahteraan mental anak remaja. Penelitian dengan judul ini menggunakan metode kualitatif karna pendekatan ini mengutamakan pada pengamatan mendalaman untuk menggali perubahan penyajian terhadap pemahaman terhadap fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan fenomenologi karna pendekatan fenomenologi memfokuskan sebuah penelitian dengan pengalaman individu secara mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini dengan menggunakan teknik wawancara, teknik ini merupakan suatu bentuk proses komunikasi antara peneliti dan informan proses ini dirancang untuk menggali pemahaman mendalam tentang isuk yang menjadi fokus penelitian. Anak yang mengalami fatherless akan mengalami tidak percaya diri,sensitif dan juga ketidakstabilan emosional.
Pengalaman Komunikasi Lintas Budaya Program IISMA di Belanda Nur Annisah Fitriyah; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15359

Abstract

Abstract. The Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) program serves as a human resource development initiative that significantly impacts both students and higher education institutions.This study employs a qualitative approach to comprehend cross-cultural The researcher selects student subjects participating in the IISMA exchange program. Data collection methods include interviews, documentation, and literature review. This research aims to provide insights into the cultural adaptation experiences in cross-cultural communication among IISMA students in the Netherlands and to understand the significance of cross-cultural communication experienced by these students. The findings reveal three types of cross-cultural communication experiences among IISMA students in the Netherlands: environmental experiences in the Netherlands, work-life balance, and language differences; self-experiences encompassing intrapersonal communication processes, feelings of homesickness, and culture shock; and cross-cultural communication experiences involving straightforwardness, honesty, and language differences. The meaning of cross-cultural communication experiences in student exchange programs on students' lives includes fostering tolerance for cultural differences, self-motivation, and personal development. Abstrak. Program IISMA menjadi suatu program pengembangan sumber daya manusia yang akan memberikan pengaruh sangat besar terhadap mahasiswa dan perguruan tinggi itu sendiri. Program IISMA sendiri memiliki panduan beasiswa yakni harus membagikan pengetahuan pemahaman lintas budaya, soft skill, serta kemampuan untuk berkomunikasi dengan bahasa lain. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan fenomenologis. Peneliti memilih subjek mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar IISMA. Metode pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagaimana pengalaman adaptasi budaya dalam Komunikasi lintas budaya mahasiswa program IISMA di Belanda dan makna Komunikasi lintas budaya yang di alami mahasiswa IISMA di Belanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi lintas budaya mahasiswa IISMA di Belanda terbagi menjadi 3 pengalaman yaitu: Tipe pengalaman dengan lingkungan di Belanda, work life balance, dan perbedaan bahasa. Kemudia ada tipe pengalaman dengan diri sendiri mencakup beberapa hal yaitu proses komunikasi intrapersonal, merasa homesick, dan adanya culture shock. Dan ada tipe pengalaman komunikasi lintas budaya yang berisikan straight forwardness, kejujuran dan apa adanya, dan perbedaan bahasa. makna dari pengalaman komunikasi lintas budaya program pertukaran pelajar terhadap kehidupan mahasiswa yaitu berupa menumbuhkan rasa toleransi terhadap perbedaan budaya, motivasi diri, serta pengembangan diri atau self-develompment.
Pengaruh Frekuensi dalam Tayangan Kisah Tanah Jawa terhadap Sikap Kepercayaan Hal-Hal Mistis Muhammad Gusti Ramadhan Lumaksono; Erik Setiawan
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v4i1.3773

Abstract

Abstract. Public interest in communication technology such as the internet is increasing at this time. They use the internet as a communication tool and source of information needed in their lifestyle. One of the online social media platforms that is popular among the public is YouTube. YouTube acts as a medium that provides easy access to various information to the public. One of the YouTubers who is being talked about a lot is the YouTube channel Tanah Jawa Stories, with around 2.53 million subscribers and around 666 videos in the horror genre. One of the shows discusses the mystery and history of Penari Village. The aim of this research is to find out whether the frequency, duration and attention paid to the Youtube Channel's Tanah Jawa story have an effect on people's belief in mystical things. This research uses quantitative research methods with a correlation type. Data analysis in this research uses the New Media McQuail and Travis, Gragne, and Cronbanch models. The object of this research is the episode of the Journey of the Story of the Land of Java in Penari Village on the Youtube Channel Story of the Land of Java. The data collection technique used is a questionnaire. The results of this research show an influence between frequency, duration, and attention of YouTube channel viewers about the journey of the story of the land of Java in the village of dancers with attitudes of belief in mystical things. Abstrak. Ketertarikan masyarakat terhadap teknologi komunikasi seperti internet semakin meningkat pada saat ini. Mereka menggunakan internet sebagai alat komunikasi dan sumber informasi yang dibutuhkan dalam gaya hidup mereka. Salah satu platform media sosial online yang populer di kalangan masyarakat adalah Youtube. Youtube berperan sebagai media yang memberikan akses mudah terhadap berbagai informasi kepada khalayak. Salah satu youtuber yang sedang banyak dibicarakan adalah hannel youtube Kisah Tanah Jawa, dengan jumlah pelanggan sekitar 2,53 juta dan sekitar 666 video dengan genre horor. Salah satu tayangannya membahas misteri dan sejarah di Desa Penari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah frekuensi, durasi, dan perhatian terhadap tayangan Channel Youtube Kisah Tanah Jawa berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal mistis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis korelasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model New Media McQuail dan Travis, Gragne, serta Cronbanch. Objek penelitian ini adalah episode Perjalanan Kisah Tanah Jawa di Desa Penari pada Channel Youtube Kisah Tanah Jawa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner atau angket. Hasil dari penelitian ini terdapat pengaruh antara frekuensi, durasi, atensi pada viewers channel youtube perjalanan kisah tanah jawa di desa penari dengan sikap kepercayaan akan hal-hal mistis.
ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI ORGANISASI KONFEDERASI SERIKAT BURUH INDONESIA DALAM MENOLAK UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2023 TENTANG CIPTA KERJA Shahreza, Mirza; Erik Setiawan
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 28 No No. 2 (2024): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA (JSKM)
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/jskm.2024.5639

Abstract

This research aims to describe who the dominant/central actors are and what the relationships between actors in the KSBSI organizational network are regarding the rejection of Law Number 6 of 2023 concerning Job Creation. This research method uses a communication network analysis method with a descriptive type, data analysis techniques using Eriyanto's theory, (2014) consisting of structured data analysis, unstructured analysis and observation. The results of this research show that the actor with the name Harris Manalu became the dominant/central actor when rejecting Law no. 6 of 2023 concerning job creation, by occupying the four best centrality positions including: level centrality (8), closeness centrality ( 8), centrality of betweenness (8.167) and eigenvector (0.459). Meanwhile, relations between actors in the KSBSI organizational network mostly use relationship types: interests (4), hierarchical or authority/power (3), emotional (2) and communication (1). In this study, researchers did not find any type of transaction or kinship relationship, based on information that the actors who were part of the KSBSI legal team in rejecting the law did not have any transactions and the actors came from different backgrounds.
Sosialisasi Praktik Terbaik Manajemen Limbah di Bengkel Mobil Pantas Alifta Dicasani; M. Nur Wahyu Hidayah; Galih Mahardika Munandar; Widyastuti Widyastuti; Erik Setiawan
Pelayanan Unggulan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Pelayanan Unggulan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/unggulan.v2i1.1170

Abstract

Limbah dari bengkel mobil berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Bengkel Mobil Pantas belum menerapkan praktik manajemen pengelolaan limbah dengan tepat. Oleh karena itu, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan pihak bengkel mobil mengenai pentingnya pengelolaan limbah dengan tepat. Kegiatan ini diawali dengan survei pendahuluan untuk mengetahui permasalahan di lapangan. Selanjutnya, dilakukan perumusan solusi dan implementasi yaitu berupa sosialisasi praktik terbaik manajemen pengelolaan limbah bengkel mobil, jenis-jenis limbah yang dihasilkan, cara pemilahan limbah, serta potensi pemanfaatan kembali limbah. Sosialisasi ini menyasar langsung kepada pengusaha bengkel mobil, baik pemilik maupun pekerja. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa pihak bengkel masih kurang memahami manajemen pengelolaan limbah. Setelah mengikuti sosialisasi, pengusaha bengkel menunjukkan antusiasme dan komitmen untuk menerapkan praktik pengelolaan limbah yang baik di bisnisnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Perbaikan Posisi Dan Postur Pekerja Pada Mekanik Bengkel Mobil Hidayah, Muhammad Nur Wahyu; Galih Mahardika Munandar; Alifta Dicasani; Ernawati; Erik Setiawan; Imam Samsul Ma'arif
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v3i3.1462

Abstract

Bengkel mobil Pantas merupakan salah satu bengkel mobil yang beralamat di Jalan Karang Bolong km 2, Desa Wonoyoso, Kecamatan Kuwarasan, kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Bengkel mobil tersebut memiliki 4 mekanik dalam aktivitas perbaikan mobil. Salah satu pekerjaan yang sering dilakukan oleh mekanik bengkel mobil pantas adalah pekerjaan kolong. Akibat seringnya mekanik melakukan pekerjaan kolong menimbulkan rasa pegal dipinggang dan mekanik merasa cepat lelah ketika bekerja. Faktor utama yang menyebabkan mekanik mengeluhkan rasa pegal dan cepat lelah ketika bekerja adalah posisi dan postur kerja yang kurang baik atau kurang ergonomis. Untuk mengatasi permasalah tersebut dilakukan beberapa tahap, anatara lain tahap analisis akar masalah untuk mencari solusi yang optimal. Solusi yang didapat adalah dengan cara mengubah posisi kerja mekanik bengkel mobil Pantas agar lebih ergonomis. Perubahan posisi kerja dilakukan dengan menghadirkan alat mechanical creeper. Alat mechanical creeper merupakan alat bantu yang cocok digunakan ketika melaksanakan pekerjaan kolong. Hasil monitoring dan evaluasi setelah beberapa minggu mekanik merubah posisi kerja dengan menggunakan alat mechanical creeper saat melaksanakan pekerjaan kolong, mekanik sudah tidak lagi sering mengeluhkan rasa pegal dipinggang dan tidak lagi merasa cepat lelah ketika bekerja. Perubahan posisi dan postur kerja dari yang sebelumya tidak ergonomi menjadi posisi kerja yang lebih ergonomi dengan bantuan alat mechanical creeper terbukti dapat mengurangi rasa pegal dan rasa cepat lelah yang dialami oleh mekanik bengkel mobil Pantas saat melaksanakan pekerjaan kolong.
PENGARUH PEMASARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT BELI PRODUK YOGURT CIMORY MAHASISWA STIE TANJUNGPINANG Nanda Kristia Santoso; Erik Setiawan; Betty Leindarita
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi Vol. 3 No. 4: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/juremi.v3i4.7327

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemasaran Media Sosial Terhadap Minat Pembelian Produk Yogurt Cimory Mahasiswa Stie Tanjungpinang. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif, proses analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 25 dengan pengujian yang dilakukan yaitu uji instrumen penelitian, asumsi klasik, regresi liner sederhana, uji hipotesis serta uji koefisien determinasi. Dapat disimpulkan secara parsial Media Sosial berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada Produk Yogurt Cimory oleh Mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang. Berdasarkan tabel diatas nilai R square, diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,720. Hal ini berarti bahwa variabel independen (Media Sosial) memiliki persentase pengaruh sebesar 72,0% sedangkan sisanya sebesar 28,0% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini