Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KONSEP PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Naniek Krishnawati; Juntika Nurihsan; Dasim Budimansyah; Encep Syarief Nurdin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v3i05.42

Abstract

Di era global ini manusia dituntut serba cepat, agar mampu survive dalam kehidupan yang penuh kecepatan ini. Lambat laun  manusia terprogram dengan rasa persaingan yang tinggi, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Manusia seakan berlomba dengan waktu, tidak memberi ruang pada kekalahan dan kegagalan. Manusia menjadi serakah untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan, yang diukur dari sesuatu kasat mata, materi, maupun status sosial. Contohnya, kasus bunuh diri di kalangan pelajar yang tidak siap dengan kekalahan. Perilaku curang, termasuk mulai dari menyontek hingga menjiplak di kalangan akademisi, merupakan dampak modernisasi yang memandang tinggi sebuah keberhasilan, tanpa menyertakan unsur religius yang memungkinkan segala sesuatu dapat terjadi sebagaimana yang dikehendaki atau tidak.Dampak modernisasi dan paradigma dikotomis,membuat manusia mengedepankan aspek kognitif daripada afektif dan psikomotorik. Mempercayai apa yang dapat terindrai, semata-mata oleh akal serta panca indera dan menolak sesuatu yang tak terinderai. Dampak dikotomis, menjadikan manusia sebagai central, manusia tidak membutuhkan Tuhan dalam meraih kesuksesaan.Terjadinya pemilahan-pemilahan antara ilmu umum dan ilmu agama inilah, yang membawa umat Islam kepada keterbelakangan dan kemunduran peradaban. Karena ilmu-ilmu umum dianggap sebagai sesuatu yang berada di luar Islam dan berasal dari non-Islam atau the other, bahkan seringkali dipertentangkan antara agama dan ilmu (dalam hal ini sains).Agama dianggap tidak ada kaitannya dengan ilmu, begitu juga ilmu dianggap tidak memerdulikan agama. Begitulah gambaran praktik kependidikan dan aktivitas keilmuan di tanah air sekarang ini, dengan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dan dirasakan oleh masyarakat. Di sisi lain, generasi muslim yang menempuh pendidikan di luar sistem pendidikan Islam hanya mendapatkan porsi kecil dalam hal pendidikan Islam, atau bahkan sama sekali tidak mendapatkan ilmu-ilmu keislaman.
The Local Wisdom of Floating Market Traders in Supporting Honest and Fair Trade Yuli Apriati; Dasim Budimansyah; Chairil Faif Pasani; Encep Syarief Nurdin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i2.76019

Abstract

Although in traditional trade practices, unethical practices are increasingly occurring, characterized by a lack of principles of honesty, trustworthiness, and transparency among traders, on the contrary, in traditional river-based trade practices at the Lok Baintan floating market with local wisdom "kuranglabih" can realize these practices. Fairtrade is in line with Islamic values. This research aims to describe trading ethics based on Islamic values in trading practices on the floating market and analyze the integration of Islamic values, local wisdom, and the role of Panyambangan in traditional river-based trade at the Lok Baintan Floating Market. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected through observation, interviews, and documentation to record cultural phenomena comprehensively. The research results show that it has contributed significantly to the Banjar people's cultural richness and character formation. As well as making strong river-based trade practices to support honest and fair trade. Local wisdom kuranglabih reflects ethics, kinship, tolerance, justice, mutual respect, and economic aspects. As moral guides, Miners play an essential role in spreading the values of honesty and generosity among traders. Commitment to Islamic values shows how cultural heritage can develop without losing its essence. This research contributes to understanding the importance of local wisdom in building honesty and justice. Research implications include sustainable planning for policymakers to protect traditional river-based markets and efforts to empower traders in developing and maintaining trade in floating markets.