Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Media Siber terhadap Konten Tafsir di Instagram: Studi Kasus pada Akun Instagram @tafsiralmishbah.digital Dhea Salsabila, Asy Syifa; Izzani, Alma Ashofi; Gultom, Ayuni Wulan Sari; Subhan, Ahmad; Ismail, Ecep; Muhyi, Asep Abdul
Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu Vol 4 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji bagaimana akun Instagram @tafsiralmishbah.digital menyajikan konten tafsir Al-Qur’an dengan menerapkan pendekatan Analisis Media Siber (AMS) yang dikembangkan oleh Rulli Nasrullah. Topik ini dipilih karena meningkatnya tren dakwah melalui media sosial serta pentingnya keabsahan dalam penyebaran tafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini menganalisis empat dimensi utama dalam pendekatan Analisis Media Siber: Ruang Media (Media Space), Dokumen Media (Media Archive), Objek Media (Media Object), dan Pengalaman (Experiential Stories). Temuan menunjukkan bahwa akun tersebut memadukan nilai sosial dalam penafsiran (adab al-ijtima’i) dengan penyajian visual dan fitur interaktif Instagram. Respons pengguna menunjukkan adanya pengalaman religius yang mendalam dan komunitas maya yang saling terhubung secara spiritual. Penelitian ini menyoroti pentingnya menghadirkan konten tafsir yang valid, kontekstual, dan edukatif dalam lanskap digital. Hasilnya menjadi acuan bagi pengembangan dakwah berbasis media sosial yang relevan dan bertanggung jawab di era digital.
Tobat sebagai Landasan Problem Solving: Studi Tafsir Tematik Iim, Encep; Ismail, Ecep; Syuaib, Ibrahim
Jurnal Riset Agama Vol. 2 No. 2 (2022): August
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jra.v2i2.16861

Abstract

The main advice of Islam is for sinners to repent immediately because religious arguments explain that repentance is a door of convenience, as well as acting as a procession for eliminating sins. Meanwhile, the problems faced by humans today are increasingly diverse and increasing. This study aimed to discuss repentance as a basis for problem solving. The method used in this study is a qualitative method based on the literature review with the content analysis. Then to explain the verse in this study, it was carried out using the thematic interpretation method (maudhu’i). The result of this study as a discussion that includes the meaning of repentance and the problem solving, verses about repentance related to the problem solving, and the analysis of repentance as a basis for the problem solving. This study concludes that based on the analysis carried out with thematic interpretation steps, it is known that denial and sin cause calamities and problems both on a small and large-scale. Then repentance exists as a purification step for the soul that is offered to eliminate drop calamities and problems and replace them with luck.
The Development of Modern Indonesian Islamic Theology and Sufism in the Environment of Al-Jam'Iyatul Washliyah Komaruddin, Didin; Ismail , Ecep
Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik Vol. 8 No. 2 (2024): Syifa al-Qulub: Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/saq.v8i2.49441

Abstract

Al Jam'iyatul Washliyah is an Islamic organization founded in North Sumatra in 1930. The main focus of this organization is on Islamic education and preaching, as well as efforts to integrate Islamic teachings with nationalist values. This research uses a qualitative approach based on literature study, by examining relevant texts and literature. Research findings show that Al Jam'iyatul Washliyah seeks to align Islamic teachings with contemporary issues such as education, health and welfare. Theological and sufisme thinking in this organization reflects a response to the challenges of modernity and has made significant contributions to education and preaching, as well as promoting tolerance and moderation in a diverse society.
SIMBOLISASI WAQF DAN IBTIDĀ’ PADA MANUSKRIP MUSHAF AL-QUR’AN ABAD 19 DI SURAKARTA : KAJIAN ATAS NASKAH SAYYID IBRĀHĪM BIN ‘ABDULLĀH AL-JUFRĪ Muhamad Khabib Imdad; Ecep Ismail
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Al-Bayan : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-bayan.v9i2.40573

Abstract

Tulisan ini mengkaji salah satu manuskrip mushaf al-Qur’an yang tersimpan di Masjid Agung Keraton Surakarta , yakni salinan Sayyid Ibrahim bin ‘Abdullah al-Jufri. Naskah tersebut memiliki banyak hal eksentrik yang sangat menarik untuk dikaji lebih jauh. Salah satu yang kemudian menjadi kajian dalam tulisan ini adalah berkaitan dengan aspek waqf dan ibtidā’ dengan simbol yang berbeda dengan mushaf-mushaf yang beredar dan menjadi bacaan masyarakat di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research) yakni melakukan pengkajian literatur baik dengan membaca, menelaah, atau menganalisis berbagai sumber. Adapun metode pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, wawancara, dan digitalisasi. Sementara analisis data yang dipakai adalah dengan metode deskriptif-analitif, yakni mendeskripsikan data yang berkaitan dengan objek kajian, hasilnya kemudian dianalisis secara kritis. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode filologi, yakni metode edisi naskah tunggal. Sumber primer penelitian ini adalah manuskip mushaf al-Qur’an Tuan Sayyid Ibrāhīm al-Jufri, sementara sumber sekunder diambil dari data literatur yang relevan dengan tema penelitian. Berdasarkan hasil pengkajian, diketahui bahwa manuskrip mushaf al-Qur’an Sayyid Ibrahim al-Jufri ini menerapkan simbolisasi waqf dan ibtidā’ dengan lima model, yakni " تــــ" (waqf tām), “ ک ” (waqf kāfīy), “ح” (waqf hasan), "لازم" (waqf lazim), dan “" نبوي (waqf Nabawiy).