Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Proposition of Regression Equations to Determine Outdoor Thermal Comfort in Tropical and Humid Environment Sangkertadi Sangkertadi; Reny Syafriny
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 23, No 2 (2012)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v23i2.9

Abstract

This study is about field experimentation in order to construct regression equations of perception of thermalcomfort for outdoor activities under hot and humid environment. Relationships between thermal-comfort perceptions, micro climate variables (temperatures and humidity) and body parameters (activity, clothing, body measure) have been observed and analyzed. 180 adults, men, and women participated as samples/respondents. This study is limited for situation where wind velocity is about 1 m/s, which touch the body of the respondents/samples. From questionnaires and field measurements, three regression equations have been developed, each for activity of normal walking, brisk walking, and sitting.
PUSAT REKREASI AKUATIK DI TONDANO, Eco Architecture Frichilla C. Agalui; Reny Syafriny; Octavianus H. A. Rogi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i2.40954

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Peranan pariwisata di Indonesia sangat dirasakan manfaatnya, karena pembangunan dalam sektor pariwisata serta pendayagunaan sumber potensi kepariwisataan menjadi kegiatan ekonomi yang dapat diandalkan. Keindahan pariwisata dari tahun ke tahun mengundang banyak wisatawan dari nusantara maupun mancanegara. Untuk itu dengan meningkatnya wisatawan menyebabkan kebutuhan akan fasilitas rekreasi menjadi cukup tinggi. Mengingat Danau Tondano merupakan salah satu daya Tarik wisatawan untuk datang ke Minahasa. Terkhususnya Pemandangan yang di tawarkan di Danau Tondano yang cukup bagus yang bisa membuat wisatawan betah berada di sekitar danau tersebut. Maka dari itu dengan penambahan sarana rekreasi air di pesisir Danau Tondano tentunya akan menarik perhatian pengunjung. Rekreasi air bisa memberikan manfaat bagi manusia seperti mingkatkan perkembangan fisik, mengembangkan kreatifitas, ide dan imajinasi anak. Untuk dapat menarik wisatawan, maka ide yang ditawarkan untuk objek wisata adalah perencanaan dan perancangan Pusat Rekreasi Akuatik di Tondano. Konsep yang digunakan pada perancangan Pusat Rekreasi Akuatik di Tondano adalah Eco-Architecture yang diharapkan mampu meminimalkan penggunaan energi seefesien mungkin sehingga tidak terjadi pemakaian energi yang besar khususnya listrik.Kata Kunci : Tondano, Pusat Rekreasi Akuatik, Eco - Architecture
PUSAT BUDAYA SUKU MOI DI SORONG: Arsitektur Regionalisme Navalin R. Makawewe; Reny Syafriny; Ricky M.S. Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorong merupakan suatu daerah Papua barat yang memiliki kesenian dan kebudayaan yang berpotensi sehingga dapat menjadi daya Tarik untuk wisatawan local maunpun internasional. Artefak Budaya masih terawat hingga sekarang sangat menarik untuk di lihat dan dapat mengedukasi masyarakat. Beberapa kesenian bahkan adat istiadat penduduk setempat masih terlihat sebagai ciri khas budaya Suku Moi. Hal ini merupakan aset bagi pemerintah untuk mengembangkan sektor kepariwisatan bahwa sorongmerupakan salah satu daerah di ProvinsiPapua Barat yang memiliki keanekeragamanbudayayang tak kalah dengan daerah lain. Akan tetapi permasalahan yang dihadapi untuk melestarikan budaya suku moi di Sorong adalah tidak adanya wadah yang terpusat serta promosi budaya secara continue kepada wisatawan local maupun wisatawan internasional. Untuk itu ide yang ditawarkan adalah perencanaan dan perancangan Pusat Budaya Suku Moidi Sorong. Pendekatan yang diterapkan pada perancangan Pusat Budaya Suku Moi di Sorongyaitu Arsitektur Regionalisme yaitu bangunan yang memiliki gaya desain modern tetapi tidak meghilangkan ciri khas daerah tersebut Dan adanya dukungan oleh Pemerintah kota sorong yang telah berkomitmen akan melestarikan adat suku moi, sesuaidengan Perda kota sorong no 10tahn2017 tentang pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat moi di kota sorong. diharapkan dapat menunjang kelestarian budaya suku moi sebagai identitas jati diri daerah sorong. Kata kunci : Pusat, Budaya Suku Moi,Sorong
Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara Farrel Lambris; Reny Syafriny; Ricky Lakat
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 10 No. 1 (2021): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v10i1.34457

Abstract

Land suitability is a measurement of a certain land use whether it is in accordance with the land capability in terms of land cover ratio directions, building height directions, raw water utilization directions, and land capacity. This research was conducted in Talawaan Subdistrict, North Minahasa Regency to determine the spatial capacity and suitability of the land carrying capacity in Talawaan Subdistrict for the development of large-scale new settlement functions based on the Regional Regulation of North Minahasa Regency Number 1 of 2013 about Regional Spatial Planning for North Minahasa Regency 2013- 2033. The method used is descriptive analysis method and overlay of various basic physical maps, such as maps of morphology, topography, geology, soil types, hydrology, rainfall, land use, natural disasters, and land capability unit maps obtained later. The results of this study indicated that the land in Talawaan District is feasible to develop for new residential functions on a massive scale by taking into account the applicable technical terms and conditions. Keyword: Land Capability, Land Suitability, Talawaan Subdistrict.
KAJIAN KAWASAN BERPOTENSI BANJIR DAN MITIGASI BENCANA BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SANGKUB DI KECAMATAN SANGKUB KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Ryzkhita Tone; Reny Syafriny; Raymond D. Ch. Tarore
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan masalah yang sering kali terjadi saat ini di kecamatan sangkub, hal itu dikarenakan intensitas hujan yang tinggi ditambah terdapat Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melewati wilayah kecamatan sangkub membuat banjir menjadi salah satu bencana yang menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat dan pemerintah. Sehingga Penelitian ini dilakukan untuk melihat Kajian Potensi Daerah Banjir dan Mitigasi Bencana Banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sangkub, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolang Mongondo Utara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif analitik atau penelitian terapan termasuk studi investigatif, yaitu studi yang bertujuan untuk mengetahui probabilitas banjir yang saat ini terjadi di Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolang Mongondo Utara serta identifikasi bahaya banjir yang ada Upaya Kemudahan. Pada subbagian sangkub, penggunaan penelitian kualitatif adalah proses penelitian nonmatematis dimana data dihasilkan dari hasil survei berupa observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya banjir di wilayah tersebut yang tinggi terdapat di desa mokusato, sang tombolang dan desa pangkusa. Dengan Mitigasi yang ada di kecamatan sangkub berfokus pada mitigasi structural, dimana dalam penanganan banjir yang ada, pemerintah telah berusaha mengurangi potensi banjir dengan adanya bendungan yang memiliki peran besar dalam mengurangi potensi banjir dan juga beberapa titik evakuasi bencana. Selain itu mitigasi structural lain yaitu berupa pembuatan tanggul dan penanaman tanaman tahunan dekat dengan DAS sangkub. Kata Kunci: Banjir, Daerah Aliran Sungai, Kerawanan, Kecamatan Sangkub
PERANCANGAN HOTEL RESORT BUKIT SAVANA DI LIKUPANG TIMUR, MINAHASA UTARA, Blend With Nature Architecture. Clarissa S.S. Lumanauw; Reny Syafriny; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i1.35588

Abstract

Likupang Timur merupakan daerah yang memiliki  destinasi wisata yang cukup banyak dan sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan ekonomi khusus pada bidang pariwisata. Jumlah wisatawan yang datang pada daerah ini sendiri setiap tahunnya mengalami peningkatan, namun sayangnya sarana pendukung kegiatan wisata tersebut masih kurang jumlahnya. Kawasan Bukit Savana di desa Pulisan adalah salah satu potensi alam yang memiliki daya tarik sendiri dan banyak didatangan oleh para wisatawan dari berbagai daerah, baik untuk menikmati pemandangan ataupun melakukan sesi foto untuk mengabadikan keindahan di sekitar lokasi. Perancangan Hotel Resort Bukit Savana  diharapkan dapat mengakomodir kegiatan-kegiatan diatas dan dengan adanya hotel resort ini para pengunjung dapat lebih bersantai karena hotel resort dirancang dengan fasilitas-fasilitas pendukung serta penginapan. Pendekatan tema Blend With Nature Architecture atau arsitektur yang menyatu dengan alam diharap mampu menjaga kelestarian alam, khususnya keunikan alam perbukitan yang terbentuk oleh padang rumput savana di sekitar objek wisata di wilayah Likupang.Kata Kunci: Likupang Timur, Bukit Savana, Pariwisata, Hotel Resort, Blend With Nature
PERANCANGAN KLABAT RESORT DENGAN PENDEKATAN EKO ARSITEKTUR DI MINAHASA UTARA Jimmy Kawilarang; Reny Syafriny; Papia J. C. Franklin
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i1.35833

Abstract

Pada tahun 2015 sampai dengan sekarang, Minahasa Utara merupakan kabupaten di provinsi Sulawesi Utara yang dikenal memiliki pariwisata yang indah oleh dunia. Data menunjukkan 90% sarana penunjang pariwisata di Minahasa Utara berjenis resort di tepi pantai  yang artinya sarana penunjang pariwisata di Minahasa Utara masih sangat membutuhkan sarana penunjang resort di area pegunungan. Hal tersebut mendasari perancangan resort yang bertujuan untuk mengangkat potensi alam pegunungan yang memanfaatkan program wisata hiking. Metode perancangan menggunakan metode Glass Box yang memiliki prinsip umum, yaitu objektif, analisis yang lengkap, evaluasi bersifat deskriptif dan dapat dijelaskan secara logis, sasaran dan strategi perancangan ditetapkan terlebih dahulu secara pasti dan jelas sebelum proses analisis. Pengembangan tema Eko – Arsitektur yang berdasarkan potensi alam dan budaya. Konsep ekologis yang diterapkan pada perancangan ini yaitu pencahayaan alami, penghawaan alami, bentuk tradisional, material bangunan, pengelolahan air limbah bekas, serta pemberdayaan energi alternatif. Kata Kunci : Akomodasi, Resort, Pegunungan, Ekologi Arsitektur, Minahasa Utara
PANAS DAN KENYAMANAN IKLIM MIKRO AKIBAT SIFAT BAHAN PERKERASAN PELAPIS PERMUKAAN RUANG LUAR DI DAERAH BERIKLIM TROPIS LEMBAB (Heat and Comfort of Micro Climate due to Thermal Properties of Hard Materials of Ground Surface in Humid Tropics Environment) Prof. Sangkertadi; Reny Syafriny
MEDIA MATRASAIN Vol. 10 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v10i1.4085

Abstract

Architect or urban designer’s major task is to create the best possible outdoor environment to the people’s activities. Environmental-friendly technology appreciation in the context of urban architecture may be interpreted as the application of materials covering buildings envelop and ground surface. Soft and hard materials covering park space, roofing and envelop wall, play important role determining convective and radiant temperature of its environment. Outdoor thermal comfort that influenced by ambiance temperature, is therefore depends on utilization of surface material.This paper contains the intention of thermal performance of outdoor environment in a tropical and humid environment with a case of the city of Manado, Indonesia. One hour steps of temperature measurement at the surface of hard materials for ground covering (asphalt and concrete block) without solar shading in a hot season were done. Air temperature of outdoor space was also recorded. This is to know the effect of using different types of materials on outdoor environment. Some of calculations were also realized in order to make comparison with the results from measurement and to know the quantity of outdoor comfort level of the environment. This study recommend of principles of thermal properties of materials for ground covering of a tropical environment.
RUANG TEPI LAUT SEBAGAI DESTINASI PUBLIK DI PERKOTAAN (Sebuah Pendekatan Penataan Ruang Publik Tepi Laut di Kota Pesisir) Reny Syafriny
MEDIA MATRASAIN Vol. 10 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v10i1.4088

Abstract

Ruang tepi laut perkotaan masa kini merupakan batas kota yang memiliki keuntungan dari segi estetika, ekonomi, sosial dan lingkungan fisik dimana pembangunannya merupakan tempat yang tematik, landmark/branded penuh gairah dan juga konflik. Oleh karena itu kawasan tersebut memiliki gairah tinggi untuk dirubah agar kota lebih memiliki daya jual dan demi menunjang persaingan dalam skala global. Nilai lokasi lahan sangat tinggi dan mendorong perebutan berbagai kepentingan komersial dan budaya, profit dan non profit, kepentingan publik dan privat. Sebagai pusat kegiatan konsumtif, pada kawasan tepi laut telah diciptakan tempat tempat mencari hiburan (leisure), budaya, komersial dan keramahtamahan (hospitality) yang pada umumnya dilakukan pendekatan berdasarkan visi pengembang, perencana ataupun pemangku kepentingan kota saja. Kajian ini mencoba mengeksplorasi konsep penataan dan penyelenggaraan ruang publik kota berdasarkan pendekatan dari bawah (bottom up planning) yang digunakan oleh berbagai kota di dunia melalui pendekatan placemaking. Pendekatan ini dikembangkan oleh kelompok non profit di New York dalam upaya menciptakan ruang kota yang berkualitas, berenergi dan disukai oleh warga. Salah satu bagian kota yang menjadi target adalah ruang di tepian air. Prinsip dasar yang dikemukakan untuk kawasan spesifik ini adalah penciptaan destinasi publik dan keterhubungan satu dengan yang lain yang merupakan faktor kunci kesuksesan penyelenggaraan ruang di tepi laut kota kota pesisir.Kata kunci : destinasi publik, placemaking, ruang tepi laut.
PLACE MAKING DI RUANG PUBLIK TEPI LAUT KOTA MANADO Reny Syafriny; Linda Tondobala; Judy O. Waani; Fela Warouw
MEDIA MATRASAIN Vol. 10 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v10i1.4091

Abstract

Perkembangan tepi laut kota Manado, yang didominasi oleh pembangunan pusat perdagangan dan rumah makan telah mengurangi peluang warga untuk mengakses tepi laut untuk berekreasi. Meski terdapat dalam jumlah dan jenis yang sangat terbatas, ruang rekreasi yang disediakan kurang memberikan peluang maksimal bagi warga untuk beraktivitas karena dirancang dan dikelola tidak berdasarkan kebutuhan pengguna.Placemaking adalah sebuah filosofi, konsep, dan pendekatan yang memberi sinergi maksimal antara kualitas ruang dan kualitas manusia secara berimbang dalam perancangan dan evaluasi ruang yang dianggap gagal dalam penyelenggaraan ruang publik. Prinsip kerjanya adalah pendekatan berbasis pengguna yang mampu membantu warga kota merubah ruang publiknya menjadi tempat yang hidup dan menyenangkan untuk dikunjungi di waktu senggang.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai keterikatan warga kota dengan ruang tepi laut, mengungkap jenis aktivitas dan tingkat kepuasan warga terhadap kondisi ruang rekreasi yang ada guna menetapkan kebutuhan rancangan. Metode yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan terbuka dengan analisis kualitatif eksploratori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat warga untuk berekreasi di tepi laut cukup tinggi, namun peluang untuk melakukannya sangat terbatas karena penyediaan fasilitas penunjang tidak mendukung kegiatan yang diinginkan.Kata kunci : placemaking, ruang publik, rekreasi, pengguna ruang.