Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Dukungan Sosial dan Stres pada Remaja dengan Latar Belakang Orang Tua Bercerai Putri, Nabillah Eka; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9830

Abstract

This study aims to identify social support relationships and stress in adolescents withdi vorced parents. Social support is a support for comfort and assistance from friendships, families, between individuals and groups with individual emotional closeness. The population of the study was 102 people. The study involved masing 22 males and 80 females with an average age of 14- 19 years. This take uses the scale of social support and stress. The analysis process uses a product moment correlation that shows a significant negative correlation between social support and stress in adolescents and the background of divorced parents. The higher the social support, the lower the stress experienced by teenagers with divorced parents. Rather, the lower the social support, the higher the stress experienced by teenagers with divorced parents. Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan stres pada remaja dengan latar belakang ora tua bercerai. Dukungan sosial merupakan sebuah dukungan kenyamanan dan bantuan yang didapatkan dari hubungan pertemanan, keluarga, antar individu maupun kelompok yang memiliki kedekatan emosional individu. Populasi pada penelitian ini sebanyak 102 orang. Penelitian ini melibatkan masing – masing 22 laki-laki dan 80 perempuan dengan rata-rata usia 14-19 tahun Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probilty sampling secara purposive sampling. Pengambilan ini menggunakan skala dukungan sosial dan stres. Proses analisis menggunakan korelasi product moment yang menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan stres pada remaja dengan latar belakang orang tua bercerai. Semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah stres yang dialami remaja dengan latar belakang orang tua bercerai. Sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka semakin tinggi stres yang dialamiremaja dengan latar belakang orang tua bercerai.
Psychological well-being pasangan pernikahan dini: Adakah Peranan Marital Adjustment? Galuanta, Deviolla Anastazya; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9937

Abstract

Psychological well-beingis the ability of individuals to accept their circumstances, form warm relationships with others, control their environment, be able to control the environment, have goals and develop talents and abilities for personal growth. One of the influencing factors psychological well-being marital adjustment were the more each individual early marriage couple can make adjustments to each other, the more they can achieve psychological well-beingThis study aims to determine the relationship between marital adjustment with psychological well-being for married couples who marry early. The hypothesis put forward in this study is that there is a positive relationship between marital adjustment with psychological well-being.This study uses quantitative methods to achieve research objectives. The subjects used in this study were early marriage couples in North Surabaya which was a research study snowball. Measuring tool using a scale marital adjustment(Hurlock 2002) and psychological well-being (Ryff 1989). The data obtained were analyzed using correlation techniques Spearman rho with the help ofSPSS 26 IBM for Macbook. Based on the results of the data analysis that has been done, it is found that there is a positive and very significant relationship between Marital Adjustments with Psychological well-being. Psychological well-being adalah kemampuan individu untuk menerima keadaannya, membentuk hubungan yang hangat dengan orang lain, mengendalikan lingkungannya, mampu mengontrol lingkungan, memiliki tujuan dan mengembangkan bakat dan kemampuan untuk pertumbuhan pribadi. Salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well-being adalah marital adjustment yang dimana semakin masing-masing individu pasangan pernikahan dini bisa melakukan penyesuaian satu sama lain maka dapat bisa mencapai psychological well-being Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara marital adjustment dengan psychological well-being pada pasangan suami istri yang melakukan pernikahan dini. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara marital adjustment dengan psychological well-being. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mencapai tujuan penelitian. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pasangan pernikahan dini yang berada di Surabaya Utara yang merupakan penelitian studi snowball. Alat ukur menggunakan skala marital adjustment (hurlock 2002) dan psychological well-being (Ryff 1989). Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik korelasi Spearman rho dengan bantuan SPSS 26 IBM for Macbook. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan didapatkan bahwa ada hubungan positif dan sangat signifikan antara Marital Adjustment dengan Psychological well-being.
Dating Violence dan Kecenderungan Self Injury Pasangan Berpacaran Astuti, Dara Nugrahaning; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10443

Abstract

Individuals experiencing violence in romantic relationships are not limited to women alone; men also experience dating violence. This study aims to analyze the relationship between dating violence and the tendency for self-injury in early adults who are dating. This research falls under quantitative research, with 135 respondents included as subjects. The sampling technique used is purposive sampling, and the analysis employs the Pearson Product Moment correlation test. The results of this study indicate a significantly negative relationship between dating violence and self-injury in dating couples. Based on the research findings and discussions conducted, there is a highly significant negative relationship between dating violence and self-injury in dating couples. This means that the lower the dating violence in dating couples, the higher the tendency to engage in self-injury, and vice versa.
Intensitas bermain judi online meningkat: Bagaimana peranan kontrol diri? Fitrinanda, Ramadani Dwi; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11739

Abstract

Abstract Play intnsity is th level of how often an individual carries out certain activities based on feelings of enjoyment in the activity being carried out. This research aims to find out whthrr there is a relationship between self-control and the intensity of playing online gambling. Correlational quantitative research method with a total of 99 respondent as online gambling players taken using a purposive sampling technique. The research scale based on Averill’s theory (2010) with a cronbach alpha value of 0,98 and a playing intensity scale based on horrigan’s theory (2002) with a cronbach alpha value of 0,73. The data analysis technique uses Pearson product moment correlation analysis. The research results sho that there is a negative relationship between selfcontrol and the intensity of playing online gambling. Through slf-control, online gambing players can sort out the impacts of actions that are detrimental to themselves so that the intensity of paling online gambling can decrease. Abstrak lntensitas bermain merupakan tingkat seberapa sering individu dalam melakukan kegiatan tertentu yang didasari oleh perasaan senang pada kegiatan yang dilakukan. PeneIitian inii bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kontroI diridengan intensitas bermain judi online. Metoode peneIitian kuantitatif koreIasionaI dengan jumlah responden sebanyak 99 orang pemain judi online yang diambil dengan teknik purposive sampling. Skala penelitian menggunakan skala kontrol diri disusun berdasarkan teori Averill (2010) dengan nilai cronbach alpha 0,98 dan skala intensitas bermain yang disusun berdasarkan teori Horrigan (2002) dengan nilai cronbach alpha 0,73. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara kontrol diri dengan intensitas bermain judi online. Melalui kontrol diri pemain judi online dapat memilah dampak-dampak perbuatan yang merugikan dirinya sehingga dapat membuat intensitas bermain judi online menurun.
Psychological well-being pada pensiunan: Bagaimana peran gratitude? Pertiwi, Destria Ayu; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11744

Abstract

Abstract Retirement is the transition period of an individual from work to a time when productivity will decrease as a result of the termination of work at a fixed age, so that an individual undergoes changes such as roles, desires, and lifestyle changes. Psychological well-being is defined as a condition in which a person is not only free from stress and mental problems, but also has a healthy and well-functioning psychological condition. This research aims to find out the relationship between gratitude and psychological well- being at retirement. The research subjects in this study were pensioners in the Telkom Pensioners Association (P2TEL) of West Surabaya, which numbered 84 people so this study uses a population study method. This research has two instruments namely a scale of gratitude with psychological well-being. This research is a type of quantitative research using the product moment correlation method with the help of SPSS 25 for windows. The result of a correlation coefficient of 0.260 shows that the level of the correlations of this study has a positive relationship with the degree of significance of 0.017 (p<0.05). This means that the higher the rate of gratitude of retirees, the higher will be the level of psychological well-being experienced by pensioners. Abstrak Masa pensiun adalah masa peralihan individu dari bekerja ke masa yang akan berkurangnya produktivitas karena pemberhentian kerja sesuai batas umur yang telah ditentukan, sehingga individu mengalami perubahan-perubahan seperti perubahan peran, keinginan, dan cara pola hidup. Adanya psychological well-being atau kesejahteraan psikologis membuat individu menyadari akan potensi diri yang dimiliki, peningkatan hubungan interpersonal yang positif, dan kejelasan tujuan hidup seseorang. Psychological well-being didefinisikan sebagai keadaan di mana seseorang tidak hanya terbebas dari tekanan dan masalah mental, tetapi juga memiliki kondisi psikologis yang sehat dan berfungsi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gratitude dengan psychological well-being pada pensiunan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah para pensiunan di Persatuan Pensiunan Telkom (P2TEL) Surabaya Barat yang berjumlah 84 orang sehingga penelitian ini menggunakan metode studi populasi. Penelitian ini memiliki dua instrumen yaitu skala gratitude sebagai variabel bebas dan skala psychological well-being variabel terikat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode korelasional product moment dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Hasil koefisien korelasi sebesar 0,260 hal ini menunjukkan bahwa tingkat koefisien korelasi penelitian ini terdapat hubungan yang positif dengan taraf signifikansi sebesar 0,017 (p<0,05). Artinya semakin tinggi tingkat gratitude pensiunan maka akan semakin tinggi tingkat psychological well-being yang dialami pensiunan. Sebaliknya, apabila semakin rendah tingkat gratitude pensiunan maka akan semakin rendah tingkat psychological well-being yang dialami pensiunan.
Penyesuaian diri pada remaja yang tinggal di ekslokalisasi: Apakah self-esteem berhubungan dengan penyesuaian diri pada remaja yang tinggal di ekslokalisasi? Puspita, Anggun; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11748

Abstract

Abstract This study focuses on assessing the relationship between self-esteem and self-adjustment among adolescents living in ex-localities. The approach applied in this research is a quantitative approach. The research sample consists of adolescents aged 17 to 20 years residing in ex-localities. Data were collected using Likert scales, which included scales for self-esteem and self-adjustment. The method used for data analysis is the Product Moment correlation. The analysis results show a correlation coefficient (r) of 0.728 with a p-value of 0.000, which is less than 0.005. These findings indicate a significant positive relationship between self-esteem and self-adjustment among adolescents in ex-localities. Therefore, the hypothesis identified in this study is accepted. Abstrak Penelitian ini berfokus pada penilaian hubungan antara self-esteem dan penyesuaian diri di kalangan remaja yang tinggal di ekslokalisasi. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia 17 hingga 20 tahun yang berada di ekslokalisasi. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert yang mencakup skala harga diri dan penyesuaian diri. Metode yang diterapkan untuk analisis data adalah korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,728 dengan nilai p = 0,000 yang kurang dari 0,005. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-esteem dan penyesuaian diri di kalangan remaja ekslokalisasi. Oleh karena itu, hipotesis yang diidentifikasi dalam penelitian ini dapat diterima.
Pengambilan keputusan pada mahasiswa yang mengikuti MBKM: Bagaimana peran konformitasnya? Firmansyah, Aditya Rizky; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11835

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan pengambilan keputusan pada mahasiswa yang menempuh MBKM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh MBKM di Fakultas Psikologi yang berjumlah 103 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket secara online menggunakan Google Form dengan menggunakan skala likert. Diperoleh hasil Product Moment dengan nilai signifikan untuk hubungan antara Konformitas dengan Pengambilan Keputusan sebesar 0,000 < 0,01 yang artinya terdapat hubungan yang negatif antara Konformitas dengan Pengambilan Keputusan. Artinya semakin tinggi konformitas maka semakin rendah pengambilan keputusan namun sebaliknya semakin rendah konformitas maka semakin tinggi pengambilan keputusan. Penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang melakukan perilaku konformitas terkait pengambilan keputusan dalam MBKM yang diikutinya. Kata Kunci : Kesesuaian, Pengambilan Keputusan, Siswa, MBKM Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara Konformitas dengan Pengambilan Keputusan pada Mahasiswa yang mengikuti MBKM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian korelasional. Subjek penelitian ini sebanyak 103 pada mahasiswa yang mengikuti MBKM di Fakultas Psikologi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner secara online menggunakan Google Form dengan menggunakan skala likert. Diperoleh hasil Product Moment dengan nilai signifikan pada hubungan Konformitas dengan Pengambilan Keputusan adalah sebesar 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan negatif antara Konformitas dengan Pengambilan Keputusan. Artinya semakin tinggi konformitas maka semakin rendah keputusan pengambilan, namun sebaliknya semakin rendah konformitas maka semakin tinggi keputusan pengambilan. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih banyak yang melakukan perilaku konformitas atas pengambilan keputusan pada MBKM yang mereka ikuti . Kata Kunci : Konformitas, Pengambilan Keputusan, Mahasiswa, MBKM
Peran pola asuh toxic parents terhadap perilaku bullying pada remaja Pramesti, Nabila Dyah Ayu; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11845

Abstract

Abstract Teenagers are expected to be able to complete their developmental tasks well, overcome personal problems and behave according to the values ​​and rules of their surrounding environment. However, adolescence is often a challenging time with significant physical and psychological changes, which can affect their attitudes and behavior. One of the negative behaviors that often occurs among teenagers is bullying. This research aims to determine the relationship between toxic parenting patterns and bullying behavior in junior high school teenagers. This research was conducted at SMP "X" on students in grades VII, VII, and IX who lived with their parents. The data collection technique in this research used the Accidental Sampling technique where participants were taken by chance. Because the population size is unknown, 105 respondents were found when distributing the data. Based on the results of the validity test of this research, valid results were obtained, however, for the normality test, this research did not have a normal distribution. Therefore, this study uses the Spearman Rho data analysis technique to determine whether there is a relationship in this study. After conducting research, the results showed that there was a relationship between toxic parenting patterns and bullying behavior in teenagers. Abstrak Remaja diharapkan menjalani tugas perkembangan mereka dengan baik untuk mengatasi masalah pribadi dan berperilaku sesuai nilai serta aturan lingkungan sekitar. Namun, masa remaja sering kali menjadi periode penuh tantangan dengan perubahan fisik dan psikologis yang signifikan, yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku mereka. Bullying menjadi perilaku berbahaya yang sangat umum terjadi di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perilaku bullying pada siswa sekolah menengah pertama berhubungan dengan pola asuh orang tua yang tidak sehat.. Penelitian ini dilakukan di SMP “X” pada siswa kelas VII,VII, dan IX yang tinggal bersama dengan orang tua. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dimana partisipan diambil secara kebetulan. Dikarenakan jumlah populasi tidak diketahui, maka didapati 105 responden selama penyebaran data. Berdasarkan hasil uji validitas dalam penelitian ini didapatkan hasil yang valid namun untuk uji normalitas penelitian ini tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan teknik analisis data Spearman Rho’s untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan dalam penelitian ini. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan hasil adanya hubungan antara pola asuh toxic dengan perilaku bullying pada remaja.
Self Compassion dan Dukungan Sosial pada Teacher Well Being Guru Sekolah Dasar Jannah, Anjani Roudlotul; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12537

Abstract

Guru sekolah dasar sering menghadapi tekanan kerja yang dapat menurunkan kesejahteraan fisik dan mental. Tujuan penelitian ini untuk menguji apakah ada hubungan self-compassion dan dukungan sosial terhadap teacher well-being guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelational dengan melibatkan 130 guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Blitar yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Instrument pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala likert yang terdiri dari skala teacher well-being Collie (2014), skala self-compassion Neff (2003), dan skala dukungan sosial Sarafino (2011). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan program IBM SPSS versi 26 for windows. Hasil penelitian secara simultan maupun parsial menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif dari variabel self-compassion dan dukungan sosial dengan teacher well-being. Guru sekolah dasar yang memiliki self-compassion dan dukungan sosial yang baik maka teacher well-being yang didapatkan akan meningkat meskipun beban kerja tinggi. Kata kunci: teacher well-being, self compassion, dukungan sosial, guru sekolah dasar
Cinderella Complex pada Remaja Berpasangan: Adakah Peranan Fatherless dan Loneliness? Fadhillah, Hanifah Nur; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi krusial yang ditandai oleh tuntutan kemandirian dan tantangan perkembangan, termasuk membangun hubungan romantis yang sehat. Salah satu fenomena yang terjadi adalah cinderella complex, yaitu ketergantungan perempuan pada laki-laki yang dipicu oleh ketiadaan figur ayah dan perasaan kesepian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek remaja perempuan usia 16-21 tahun, melibatkan 151 responden melalui teknik kuota sampling. Pengumpulan data menggunakan skala Likert, meliputi skala cinderella complex (Dowling, 1980), skala fatherless (Lamb, 2010), skala loneliness (1996). Hasil menunjukan secara simultan fatherless dan loneliness memiliki hubungan positif dengan cinderella complex. Secara parsial fatherless memiliki hubungan yang positif dengan cinderella complex, begitu juga pada loneliness dengan cinderella complex secara parsial memiliki hubungan positif. Kata Kunci: Cinderella complex, ketiadaan peran ayah, kesepian, remaja berpasangan