Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Loneliness di Perantauan: Bagaimana Peran Parental Attachment dan Self-Esteem pada Mahasiswa Baru? Razelasyah, Razelasyah; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara loneliness, parental attachment, dan self-esteem pada mahasiswa baru perantauan di Kota Surabaya. Menggunakan desain kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 233 mahasiswa di kota Surabaya yang dipilih dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi skala parental attachment (α=0,927), skala self-esteem (α=0,953), dan skala loneliness (α=0,948). yang dikembangkan oleh peneliti. Data dianalisis dengan regresi linear, dan hasilnya menunjukkan adanya hubungan signifikan antara ketiga variabel. parental attachment dan self-esteem terhadap loneliness. Secara parsial, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara parental attachment dan loneliness. Artinya, semakin tinggi parental attachment, maka loneliness mahasiswa akan semakin rendah. Selain itu, ada hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dan loneliness. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem, semakin rendah pula tingkat loneliness yang dirasakan oleh mahasiswa. Disarankan agar mahasiswa baru memperkuat hubungan dengan keluarga dan meningkatkan self-esteem untuk mengurangi loneliness.
Resiliensi dan Dukungan Sosial: Strategi Mengurangi Parenting Stress pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Aprillia, Sherlyta Ayu; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12704

Abstract

Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus tentunya dihadapkan dengan tantangan pengasuhan yang lebih rumit dibandingkan ibu dengan anak normal, sehingga mudah sekali memicu timbulnya parenting stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial dengan parenting stress pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah subjek 53 ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Teknik pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Data diambil dengan mengaplikasikan skala parenting stress, skala resiliensi dan skala dukungan sosial. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dan dukungan sosial memiliki hubungan simultan dengan parenting stress. Uji parsial menunjukkan bahwa variabel resiliensi maupun dukungan sosial memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan parenting stress Tingkat resiliensi dan sukungan sosial yang tinggi maka tingkat parenting stress ibu akan rendah. Sebaliknya jika tingkat resiliensi dan dukungan sosial rendah, maka tingkat parenting stress pada ibu cenderung tinggi.
FOMO pada Remaja Pengguna Media Sosial: Adakah Peranan Kecemasan Sosial dan Harga Diri? Sabneno, Trezani; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12706

Abstract

Fear of Missing Out (FOMO) merujuk pada kondisi di mana individu memiliki dorongan kuat untuk terus memantau aktivitas orang lain secara daring di media sosial. Hal ini sering memunculkan rasa cemas ketika individu membandingkan dirinya dengan orang lain yang dianggap lebih sukses. Beberapa faktor yang diyakini mempengaruhi FOMO meliputi harga diri, kecemasan sosial, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecemasan sosial dan harga diri dengan tingkat FOMO pada remaja pengguna media sosial. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional, dengan melibatkan 130 remaja Surabaya berusia 12-19 tahun sebagai responden. Responden dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian mencakup tiga skala, yakni skala FOMO berdasarkan aspek yang dikembangkan oleh Przybylski, dkk (2013), skala kecemasan sosial dari aspek yang disusun oleh La Greca & Lopez (Akbar & Faryansyah, 2018), serta skala harga diri yang merujuk pada aspek Coopersmith (Nafeesa & Novita, 2021). Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecemasan sosial dan harga diri secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan FOMO. Secara parsial, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecemasan sosial dengan FOMO. Sebaliknya, hubungan negatif yang signifikan ditemukan antara harga diri dengan FOMO, menunjukkan bahwa semakin rendah harga diri individu, semakin tinggi tingkat FOMO yang dialaminya.
Problem Focused Coping sebagai Prediktor Kualitas Hidup pada Family Caregiver Pasien Kanker Payudara Fairuz, Maulida Ihza; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12722

Abstract

Family caregivers play an important role in caring for breast cancer patients. However, their condition has not received much attention, where studies on family caregivers in Indonesia are still limited, especially those related to quality of life. This study aimed to determine the relationship between problem-focused coping and quality of life in family caregivers of breast cancer patients. The research design is a correlational study. The sample of the study was 74 family caregivers of breast cancer patients, obtained from purposive sampling. The sample criteria were limited to family caregivers who were of productive age as students or workers, and had accompanied families with breast cancer for 0-1 year. Problem-focused coping and quality of life were measured using scale constructed by the writer. Data analysis was conducted with Spearman Brown. The result of the study shows a significant positive correlation between the two variables. This shows that the higher tendency of family caregivers to apply problem-focused coping, the higher the level of quality of life.
Body Shaming dengan Body Dissatisfaction pada Remaja Perempuan Widayaka, Gloria Vennus; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara body shaming dan body dissatisfaction pada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan Pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah kuota sampling, dengan jumlah responden sebanyak 115 remaja perempuan yang berusia 16-21 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Likert, yaitu skala body dissatisfaction berdasarkan teori Rosen & Reiter (2019) dan skala body shaming berdasarkan teori Gilbert & Miles (2019). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi product moment, diperoleh koefisien korelasi sebesar r = 0,796 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p
Kecenderungan Stockholm Syndrome Ditinjau dari Secure Attachment Pada Wanita Korban Kekerasan dalam Pacaran Wahyuningrat, Febryliana Dewi; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 7, No 1: Januari 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v7i1.37025

Abstract

Terdapat banyak wanita dewasa awal yang memilih untuk mempertahankan hubungannya bahkan setelah kekerasan terjadi. Sikap individu yang bertahan dalam hubungan penuh kekerasan disebut stockholm syndrome. Kondisi tersebut tidak terjadi begitu saja pada korban kekerasan, terdapat faktor penyebab dan pola attachment yang mendukung pada diri individu. Individu secure attachment mampu membangun skema positif pada dirinya dan orang lain sehingga akan terhindar dari kecenderungan bertahan dalam hubungan penuh kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara secure attachment dengan kecenderungan stockholm syndrome pada wanita korban kekerasan dalam pacaran. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 94 partisipan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat ukur yang dibuat sendiri oleh peneliti antara lain skala stockholm syndrome berdasarkan teori Graham, skala secure attachment berdasarkan teori Collins dan Feeney serta skala kekerasan dalam pacaran berdasarkan teori Murray. Analisis data menggunakan teknik korelasi non parametrik spearman rho, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara secure attachment dengan kecenderungan stockholm syndrome (r=-0,271; p=0,008) yang diartikan bahwa semakin tinggi secure attachment pada wanita korban kekerasan dalam pacaran, maka semakin rendah kecenderungan stockholm syndrome.There are many early adult women who choose to maintain their relationships even after violence has occurred. The attitude of individuals who survive in violent relationships is called stockholm syndrome. This condition does not just happen to victims of violence, there are causal factors and supportive attachment patterns in individuals. Secure attachment individuals can build positive schemas for themselves and others so that they will avoid the tendency to stay in violent relationships. This study aims to determine the relationship between secure attachment and the tendency of stockholm syndrome in female victims of dating violence. The sampling technique in this study used purposive sampling technique and obtained 94 participants. Data collection in this study used measuring tools made by the researcher including the stockholm syndrome scale based on Graham's theory, the secure attachment scale based on Collins and Feeney's theory and the dating violence scale based on Murray's theory. Data analysis using the spearman rho non-parametric correlation technique, which shows that there is a highly significant negative relationship between secure attachment and the tendency of stockholm syndrome (r=-0.271; p=0.008) which means that the higher the secure attachment in female victims of dating violence, the lower the tendency of stockholm syndrome.
Apakah kontrol diri berkaitan dengan cyberslacking pada siswa sekolah menengah atas? Aisyah, Nur Ridho; Ramadhani, Hetti Sari; Meiyuntariningsih, Tatik
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v6i1.132403

Abstract

This study examines the relationship between self-control and cyberslacking among high school students in Surabaya. Students' low self-control is a challenge in suppressing deviant internet use behavior during the learning process. The purpose of this study was to determine the extent to which self-control is related to deviant behavior (cyberslacking) in students. This study used a quantitative approach with a correlational design. A total of 345 high school students in Surabaya became respondents using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire with a scale that had been tested for validity and reliability. The results of the analysis using the Spearman Rho test showed a significant negative relationship between self-control and cyberslacking, with a coefficient value of -309 and a significance of 0.000 (p
Higgs Domino Island” Game Addiction Among Teenagers In Surabaya Putra, Surya Jaya Purnama; Suryanto, Suryanto; Meiyuntariningsih, Tatik
International Journal of Research in Counseling Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Minang Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/ijrc.v1i2.29

Abstract

The aims of this study were: 1.) to identified forms of addiction, 2.) intensity of addiction, and 3.) factors of games which are sources of addiction. This research uses qualitative and the method used is the case study method. The subjects of this study were teenagers who played the game "Higgs Domino Island" in Surabaya. Data collection using in-depth interviews. The data were then analyzed using a qualitative descriptive analysis. The results of this study indicate that the forms of addiction in adolescents who play the game "Higgs Domino Island" are ambitions that are high enough to win big enough in the internet game Higgs Domino Island and the desire to earn money instantly through playing games. Then the intensity of addiction to playing games ranges from 1 to 3 hours a day. The source of addiction to the Higgs Domino Island game is lack of self-control from teenagers and also the environment or friends that influence today's youth to join in playing the Higgs Domino Island game. Suggestions for further research are that teenagers who play the game "Higgs Domino Island" should be given an intervention in order to reduce or stop the effects of addiction to playing games experienced by teenagers today.
Modelling Techniques and Family Psychoeducation in Improving Self-Help in Children with Intellectual Disabilities Ihdalumam, Abdy; Meiyuntariningsih, Tatik
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i6.9628

Abstract

Children with special needs have different characteristics, but they still deserve education and training tailored to their needs. This is especially true for children with intellectual disabilities who struggle to help themselves. Limitations in self-help, which often require support from others around them, require special attention so that they can care for themselves. The purpose of this study is to explain the use of a modelling approach to improve the independence of students with special needs. The technique used is a qualitative approach using a case study that includes clinical observations, interviews, and psychological tests. Based on the evaluation results, ACR was diagnosed with intellectual disability. Self-help is an appropriate intervention option. The intervention consisted of 11 sessions over 10 days using a modelling approach, with baselines of putting on clothes, buttoning clothes, putting on trousers, putting on a belt, and putting on shoes. Findings showed that ACR only failed in one of the five objective behaviours, which was wearing a belt, as ACR still struggled to insert the belt into each hole in the pants
Pendampingan Psikologis Kader Kesehatan Jiwa Melalui Psikoedukasi Psychological First Aid (PFA) di Komunitas Puskesmas Simbar Izzati, Wilna Nuril; Meiyuntariningsih, Tatik
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan psikologis berbasis komunitas ini dilaksanakan di Puskesmas Simbar dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan jiwa (Keswa) dalam menangani Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK). Berdasarkan hasil asesmen, ditemukan kendala utama berupa kurangnya kompetensi teknis, kuatnya stigma sosial, dan minimnya pemahaman prosedural. Metode psikoedukasi dengan pendekatan information model digunakan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui pelatihan Psychological First Aid (PFA) dengan strategi 3L (Look, Listen, Link). Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan kepercayaan diri kader dalam merespons kasus ODGJ/ODMK. Kegiatan ini juga menurunkan stigma negatif dan mendorong munculnya empati dalam interaksi sosial kader. Kesimpulannya, psikoedukasi berbasis PFA efektif meningkatkan literasi kesehatan mental kader, memperkuat jejaring dukungan komunitas, serta berpotensi memperbaiki sistem pelaporan kasus jiwa di masyarakat.