Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Quality Characteristics and Shelf Life of Smoked Skipjack Fish (Katsuwonus pelamis L) Paputungan, Mohammad Reza; Onibala, Hens; Harikedua, Silvana D.; Salindeho, Netty; Mongi, Eunike L.; Mentang, Feny; Tappy, Miranto Stevanus
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 3 (2023): EDISI ESPTEMBER-DESEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i3.51737

Abstract

One of the typical fishery products of North Sulawesi is whole smoked skipjack which is still traditionally processed. The purpose of this study was to determine the quality of whole smoked skipjack during storage at room temperature in terms of moisture content, total plate count, total mold, and organoleptic value. The results showed that the organoleptic value, moisture content, total bacteria, and total mold only met the Indonesian National Standard on day 0 of storage and exceeded the limit on day 3 of storage. Keywords: Smoked Skipjack tuna; Moisture content; Total Plate Count; Mold Abstrak Salah satu produk perikanan khas Sulawesi Utara adalah ikan cakalang asap utuh yang masih diolah secara tradisional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mutu ikan cakalang asap utuh selama penyimpanan pada suhu ruang dilihat dari kadar air, angka lempeng total, total kapang dan nilai organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai organoleptik, kadar air, total bakteri dan total kapang hanya memenuhi Standar Nasional Indonesia pada penyimpanan 0 hari dan sudah melewati batas pada hari ke-3 penyimpanan. Kata kunci: Cakalang asap; Mutu; Kadar air; Angka Lempeng Total; Kapang
Mineral Content of Mangrove Sonneratia alba and Bruguiera gymnorrhiza Fruit Flour Launda, Pitry; Wonggo, Djuhria; Lohoo, Helen Jenny; Damongilala, Lena J.; Harikedua, Silvana D.; Mentang, Feny
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 3 (2023): EDISI ESPTEMBER-DESEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i3.53670

Abstract

Now the mangrove fruit is used and processed into flour to be used as raw materials as well as complementary ingredients with other flour mixtures in certain proportions in making food products. The nutritional content of mangrove processed products can provide information that in addition to being delicious for consumption, mangroves are good for health because they contain nutrients needed by the body. This study aims to analyze calcium, magnesium, potassium, iron and zinc in mangrove fruit flour Sonneratia alba and Bruguiera gymnorhiza. The method used in this study is quantitative. The results showed that mangrove fruit flour sonneratia alba contains levels of calcium 1938.6 mg/100g, magnesium 2136.6 mg/100g, potassium 14688.8 mg/100g, iron 60.7 mg/100g and zinc 1.3 mg / 100g. While mangrove fruit flour Bruguiera gymnorrhiza contains levels of calcium 676.5 mg/100g, magnesium 41.7 mg/100g, potassium 3033.8 mg/100g, iron 12.8 mg/100g and zinc 0.2 mg / 100g. The results showed that the mineral content in mangrove sonneratia alba fruit flour is higher than Bruguiera gymnorrhiza fruit flour. Keywords: Mangrove flour, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Mineral. Abstrak Sekarang ini buah mangrove dimanfaatkan dan diolah menjadi tepung untuk digunakan sebagai bahan baku maupun sebagai bahan komplementer dengan campuran tepung lain pada proporsi tertentu dalam membuat produk pangan. Kandungan gizi pada produk olahan mangrove dapat memberikan informasi bahwa selain nikmat untuk dikonsumsi, mangrove baik untuk kesehatan karena mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kalsium, magnesium, kalium, zat besi dan seng pada tepung buah mangrove Sonneratia alba dan Bruguiera gymnorhiza. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung buah mangrove Sonneratia alba mengandung kadar kalsium 1938.6 mg/100g, magnesium 2136.6 mg/100g, kalium 14688.8 mg/100g, zat besi 60.7 mg/100g dan seng 1.3 mg/100g. Sedangkan tepung buah mangrove Bruguiera gymnorrhiza mengandung kadar kalsium 676.5 mg/100g, magnesium 41.7 mg/100g, kalium 3033.8 mg/100g, zat besi 12.8 mg/100g dan seng 0.2 mg/100g. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kandungan mineral pada tepung buah mangrove Sonneratia alba lebih tinggi dari tepung buah Bruguiera gymnorrhiza. Kata kunci: Tepung mangrove, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Mineral.
METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK AIR MENDIDIH TEPUNG BUAH MANGROVE Sonneratia alba Tahulending, Chintya; Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Damongilala, Lena; Harikedua, Silvana D.; Pongoh, Jenki; Salindeho, Netty
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.34511

Abstract

Mangrove Sonneratia alba merupakan jenis mangrove yang banyak terdapat di pesisir Wori Kabupaten Minahasa Utara. Ekstrak pelarut organik seperti metanol, etilasetat dan heksana dari buah S. alba yang diambil di lokasi ini sudah diteliti memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain, alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. data tentang metabolit sekunder dari ekstrak air mendidih dari buah mangrove ini masih sangat kurang dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kandungan  metabolit sekunder pada ekstrak air mendidih  dengan lama ekstraksi yang berbeda  dari mangrove S.alba yang dikeringkan pada suhu 500 C didalam kabinet dryer.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif, data dianalisis secara kualitatif berdasarkan ada atau tidaknya komponen metabolit sekunder didalam sampel, perlakuan yang digunakan adalah lama ekstraksi 5, 10 dan 15 menit dalam air mendidih.Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: ekstrak air mendidih selama 5,10, dan 15  menit baik untuk cara pengeringan cabinet  dryer mengandung semua komponen metabolit sekunder yang diuji yaitu fenolik, flavonoid, tannin, saponin, flavonoid dan alkaloid, sedangkan tidak mengandung  steroid dan triterpenoid.
Analisa Proksimat pada Sipunculan (Sipunculus nudus) Segar di Perairan Desa Budo, Minahasa Utara: Proximate Analysis of Fresh Sipunculan (Sipunculus nudus) In The Waters of Budo Village North Minahasa Salawati, Abraham Imanuel; Montolalu, Roike Iwan; Mentang, Feny; Makapedua, Daisy Monica; Sanger, Grace; Bara, Robert A
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 12 No.1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.12.1.2024.53528

Abstract

Natural resources abound in Indonesia, especially for its marine products. Fish and other fisheries products are valuable and commonly utilized commodities. Sipuncula is an additional valuable resource. The peanut worm, or Sipuncula (Sipunculus nudus), is a controversial biota that looks like a worm but is actually a sea cucumber. This study aims to provide information on sipunculan (Sipunculus nudus) and determine the nutritional content of the food in Budo Village. The plan for this investigation is to search at low tide in the sipunculan. 82% moisture content, 0.74% ash content, 12.8% protein, 1.56% fat, and 2.3% carbohydrate were the findings of this experiment. Keywords: Sipunculan, Fresh, Proximate, Budo Village   Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, terutama untuk hasil lautnya. Hasil perikanan seperti ikan termasuk dalam komoditi penting yang sering dimanfaatkan. Sumber daya lainnya yang dapat dimanfaatkan yaitu Sipuncula. Sipuncula (Sipunculus nudus) atau cacing kacang merupakan biota kontroversi memiliki bentuk seperti cacing dan juga teripang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan gizi dari sipunculan yang ada di Desa Budo serta dapat memberikan informasi terhadap kandungan nutrisi sipunculan (Sipunculus nudus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sipunculan dicari pada saat air surut. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini kadar air 82%, kadar abu 0,74%, Protein 12,8%, Lemak 1,56% dan Karbohidrat 2,3%. Kata kunci: Sipunculan, segar, Proksimat, Desa Budo
Kandungan Total Fenol dan Aktivitas Antioksidan Buah Mangrove Sonneratia alba yang Dikeringkan dalam Kabinet Dryer Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Harikedua, Silvana Dinaintang; Damongilala, Lena Jeane
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.2.2023.53748

Abstract

The purpose of this study was to determine the total phenol content and antioxidant activity of Sonneratia alba mangrove fruit dried at 50°C in a cabinet dryer with different extraction times. The method used in this study was exploratory, the data were analyzed descriptively, the treatment used was the extraction time of 5, 10 and 15 minutes in boiling water, the test parameters used were the total phenol content using the Folin-Ciocalteau method and antioxidant activity using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). The results obtained were as follows: the highest total phenol value was found in the 10-minute extraction time treatment, namely 23.7851 mg GAE/g; the strongest antioxidant activity was found in the 10-minute extraction time, namely 5.25 ppm. From the data obtained, it can be concluded that the best treatment is the extraction time in boiling water for 10 minutes. Keywords:    Fruit, S. alba, boiling water extraction, total phenol, antioxidant activity Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan buah mangrove Sonneratia alba yang dikeringkan pada suhu 50°C di dalam kabinet dryer dengan lama ekstraksi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif, data dianalisis secara deskriptif, perlakuan yang digunakan adalah lama ekstraksi 5, 10 dan 15 menit dalam air mendidih, parameter uji yang digunakan adalah kandungan total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteau dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: nilai total fenol tertinggi ditemukan pada perlakukan lama ekstraksi 10 menit yaitu 23,7851 mg GAE/g; aktivitas antioksidan terkuat ditemukan pada lama ekstraksi 10 menit yaitu 5,25 ppm. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah lama ekstraksi dalam air mendidih selama 10 menit. Kata kunci:  Buah S. alba, ekstrak air mendidih, total fenol aktivitas antioksidan.
Good Fish Handling Techniques to Maintain the Quality of Catch from Ship to Consumer Wijaya, Haryadi; Dien, Henny Adeleida; Tumbol, Reiny A.; Mentang, Feny
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.55636

Abstract

Proper handling of fish or fishery products from ships to consumers necessitates collaboration among fishermen, government agencies, and other stakeholders. By adopting a holistic approach encompassing technical, regulatory, and educational aspects, we can ensure the efficient and sustainable operation of fisheries supply chains for all involved parties. This article presented a literature review on good fish handling practices from ship to consumer, focusing on onboard handling, auctions, landing, and transportation. Using the search term 'Good Handling Practices for Fishing Products,' six articles out of 4,470 were identified that met the criteria for further discussion. The literature review findings highlighted optimal strategies for increasing fishing, auction, and transportation processes. These included improving record-keeping and documentation, implementing aerator systems to preserve fish quality, bulk fish cooling using ice cubes without water to mitigate quality deterioration, ensuring sanitation of fish distribution support equipment to prevent bacterial contamination, and utilizing tools such as Trolley Lifters to increase the efficiency of the fish distribution process. Therefore, governmental and non-governmental institutions should provide support and training to fishermen to maximize both the quality and quantity of fish catches. Keywords: Fish Handling Techniques, Catch Quality, Ships, Consumers