Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

COMPARATIVE STUDY USING LOW COST ACETIC AND SULFURIC ACIDS ON ROASTING AND PEROXIDE FOR LEACHING PROCESS TO EXTRACT PB FROM GALENA Wiwik Dahani; Rita Sundari; Subandrio Somali; Irfan Marwanza; Ivetta Ivetta
International Journal of Innovation in Mechanical Engineering and Advanced Materials Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijimeam.v4i2.17135

Abstract

Extraction of heavy metals from mineral concentrate applying leaching acids is a major issue due to simple, fast, and economical process. This article aims to present the application of acetic acid and sulfuric acid for lead (Pb) extraction from galena concentrate applying roasting (600oC and 60 min.) and peroxide oxidant (0.5 M) for 60 min. leaching process. Nowadays, lead has been broadly applied for batteries, besides for PVC tubes, chemicals, paint color, and alloys for joint. The peroxide increases the percentage of Pb extraction. This study shows the effect of acid concentrations (1.0 M, 1.5 M, and 2.0 M), temperatures (30, 50, and 70oC), and stirring speed (200, 400, and 600 rpm) on Pb extraction from galena. A particle size of galena ≤ 200 mesh after roasting has been used for leaching process. AAS has been used to determine Pb concentration in solution after leaching process. This study shows that acetic acid is a better leaching agent rather than sulfuric acid due to lead sulfate precipitation. Optimization result shows leaching with acetic acid achieved 35.64 ppm Pb extraction using 2.0 M acetic acid, 50oC, and stirring speed of 200 rpm. This study used low-cost acids as leaching agent for Pb recovery that can be viewed as a preliminary breakthrough in heavy metal recovery. The simple leaching technique looks promising for future application on heavy metal separation from mining mineral.
Dampak Pelatihan Pengolahan Limbah Kulit Kacang Tanah Sebagai Bahan Bakar Alternatif di Kecamatan Parung Panjang, Bogor Yusraida Khairani Dalimunthe; Listiana Satiawati; Harin Widiyatni; Wiwik Dahani; Thariq Madani; Teuku Ananda Rizky; Lisa Sugiarti
Jurnal Migasian Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v9i1.318

Abstract

Tujuan dari pelatihan limbah kulit kacang tanah yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif di Kecamatan Parung Panjang, Bogor adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang energi terbarukan, termasuk biomass yang berasal dari limbah kulit kacang tanah. Sebelum pelatihan, angket didistribusikan untuk mengetahui tingkat pengetahuan warga tentang energi terbarukan. Selanjutnya, warga diajari tentang tata cara pembuatan briket dari limbah kulit kacang tanah melalui demo video serta manfaat ekonominya. Di akhir kegiatan, angket diberikan lagi untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan warga meningkat sebagai hasil dari kegiatan ini. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa semua peserta mendapatkan manfaat dan memperluas pengetahuan mereka tentang briket dari limbah kulit kacang tanah dan seluruh responden menyatakan bahwa mereka berharap untuk menggunakan briket ini sebagai pengganti bahan bakar dalam bisnis rumah tangga atau di industri makanan dan manufaktur lainnya di masa depan.
Empowerment of Mining Surrounding Communities: Local Capacity Building Strategy in Bantar Karet Village, Nanggung District, Bogor Regency Irfan Marwanza; Wiwik Dahani; Taat Tri Purwiyono; M. Taufiq Fathaddin; Daffa Rahmawan Rahmat; Yusraida Khairani Dalimunthe
Jurnal Migasian Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v9i2.337

Abstract

Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merupakan wilayah di sekitar area pertambangan emas yang rentan terhadap dampak negatif aktivitas penambangan ilegal, terutama pasca berakhirnya operasional Tambang Emas Pongkor. Kondisi ini memerlukan upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lingkar tambang melalui pemberdayaan berbasis potensi lokal non-tambang serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi kelompok, pelatihan keterampilan, dan konseling lingkungan yang melibatkan masyarakat serta aparat pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap dampak pertambangan ilegal dan konsep pemberdayaan masyarakat lingkar tambang. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini memperoleh respons sangat positif, dengan hasil angket menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mencapai 100%. Program PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan di wilayah sekitar pertambangan serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi.
The Effect of 80 Mesh Palm Kernel Shell Briquetting Pressure on the Mechanical Properties of Briquettes with the Addition of LDPE Plastic Yusraida Khairani Dalimunthe; Listiana Satiawati; Harin Widiyatni; Wiwik Dahani; Siti Shawalliah Idris
Jurnal Migasian Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v9i2.374

Abstract

Kelangkaan bahan bakar masih menjadi persoalan serius, baik di tingkat nasional maupun global. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahan tersebut adalah memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana variasi tekanan pembriketan (30 N/m², 50 N/m², dan 70 N/m²) memengaruhi sifat mekanik tekan briket yang dibuat dari limbah cangkang kelapa sawit (CKS) dan limbah plastik LDPE dengan menggunakan metode yang mengukur hubungan antara tekanan (tegangan) dan regangan yaitu stress-strain analysis. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tekanan 70 N/m² menghasilkan nilai densitas paling tinggi, yaitu 790,156 kg/m³, sedangkan tekanan 30 N/m² menghasilkan densitas terendah, yakni 703,381 kg/m³. Nilai modulus elastisitas terbesar juga diperoleh pada briket dengan tekanan 70 N/m² sebesar 50 MPa, sementara nilai terendah 20 MPa ditemukan pada tekanan 50 N/m². Pada uji kuat tekan, tekanan 70 N/m² menghasilkan nilai kekuatan tekan maksimum sebesar 4,450 MPa, sedangkan nilai terendah sebesar 2,947 MPa diperoleh dari briket dengan tekanan 30 N/m². Secara keseluruhan, kombinasi sifat mekanik terbaik baik modulus elastisitas maupun kuat tekan dicapai pada briket yang dipadatkan menggunakan tekanan 70 N/m².
A System Dynamics Approach to Analyze Biodiesel Production and Oil Import Dependency in Indonesia Andry Prima; Bayu Satiyawira; Havidh Pramadika; Daud Asrun Nauw; Lisa Samura; Mustamina Maulani; Cahaya Rosyidan; Maman Djumantara; Djunaedi Agus Wibowo; Wiwik Dahani; Osama Jawaid Butt
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 49 No 2 (2026)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.v49i2.2019

Abstract

Indonesia’s persistent dependence on imported diesel fuel poses significant challenges to national energy security, fiscal stability, and exposure to global market volatility. In response, the government plans to implement a mandatory B50 biodiesel blending policy starting in 2026 to reduce diesel imports by leveraging domestic bioenergy resources. While higher blending mandates are often assumed to directly lower imports, existing studies largely rely on static or deterministic approaches that inadequately capture feedback dynamics and long-term uncertainty. This study addresses this gap by integrating system dynamics modelling with Monte Carlo simulation to analyze the impact of biodiesel blending policies on diesel import dependency under structural and parametric uncertainty. The model incorporates biodiesel production growth, domestic allocation after exports, diesel demand growth, and blending effectiveness within a feedback-based framework calibrated using historical data from 2013 to 2024. Simulation results indicate that the B50 policy consistently reduces diesel import requirements relative to the baseline; however, absolute imports may continue to rise without sufficient domestic supply expansion. Cumulative results show that by 2035, the B50 policy achieves import reductions of approximately 55–58 million kiloliters, increasing to around 60 million kiloliters when combined with accelerated biodiesel production growth. Monte Carlo analysis reveals robust medium-term outcomes by 2030 but increasing uncertainty by 2035. The findings highlight that blending mandates must be accompanied by sustained supply-side development to ensure long-term effectiveness and resilience.