Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT MODERN MULTI KEMASINDO Dimas Adhi Wiguna; Dadang Surjasa
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.17 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v5i1.6424

Abstract

PT. Modern Multi Kemasindo merupakan perusahaan industri yang bergerak di bidang pembuatan corrugated carton box. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. Modern Multi Kemasindo adalah tingkat produksi yang belum mencapai target yang diakibatkan oleh kinerja karyawan yang kurang mendukungnya. PT. Modern Multi Kemasindo selama ini belum memiliki system pengukuran kinerja yang dapat membantu terutama mengatasi masalah kinerja karyawan. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pengukuran kinerja yang dapat memberikan pemahaman antara manajemen perusahaan dengan karyawan. Perancangan system pengukuran kinerja menggunakan metode Human Resource Scorecard yang dimulai dari penurunan strategi menggunakan Balanced Scorecard ke dalam HR Scorecard dengan 4 perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hal tersebut dapat dilihat dari tujuan strategis yang dihasilkan seperti meningkatkan produktivitas karyawan, meningkatkan motivasi karyawan, meningkatkan kesejahteraan karyawan, meningkatkan citra perusahaan dengan pelayanan yang baik terhadap pelanggan. Hasil dari tujuan strategis kemudian dilakukan pembobotan dengan menggunakan skala likert. Hasilnya diperoleh dengan nilai 3,59. Dalam skala likert nilai tersebut termasuk kategori antara 3 dan 4 yaitu “baik”. Hasil terendah terdapat pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, dikarenakan kurangnya program pelatihan terhadap karyawan.
PENYULUHAN PENGGUNAAN SUMBER DAYA PRODUKSI BERKELANJUTAN PADA USAHA KECIL MENENGAH NAMBO KELAPA NUNGGAL Emelia Sari; Dadan Umar Daihani; Dadang Surjasa; Dedy Sugiarto; Febriana Lestari
Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.11 KB) | DOI: 10.25105/akal.v3i2.13876

Abstract

Saat ini, perusahaan manufaktur telah mempertimbangkan sustainability sebagai masalah krusial. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kelangkaan sumber daya yang tidak terbarukan; regulasi yang semakin ketat terkait lingkungan, kesehatan, dan keselamatan; meningkatnya permintaan pelanggan untuk produk ramah lingkungan; dan lain sebagainya. Sustainable Development Goals (SDGs) adalah sasaran pembangunan berkelanjutan yang menjadi salah satu kata kunci penting yang mendasari kerangka pembangunan di seluruh dunia saat ini. Bermula dari kesadaran bahwa bumi dan sumber daya alam yang terdapat masa kini bukan semata milik generasi saat ini akan tetapi perlu dilestarikan dalam rangka memastikan kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan pembangunan untuk generasi masa depan. Target utama SDGs adalah mengentaskan kemiskinan, tapi di Indonesia akan menggunakan tiga indikator terkait dengan dokumen SDGs yakni pembangunan manusia atau human development yang meliputi pendidikan dan kesehatan. Lingkungan dalam skala kecil atau social economic development dan lingkungan yang besar atau environmental development berupa ketersediaan kualitas lingkungan dan sumber daya alam yang baik. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka seluruh komponen masyarakat perlu memahami kontribusi apa yang dapat diberikan. Maka pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh anggota Polyface Nambo sebagai masyarakat industri mengenai konsep sustainability dan memberikan motivasi mengenai apa yang dapat mereka lakukan dalam pencapaian SDGs yang sudah ditetapkan khususnya SDG no 12 yaitu penggunaan sumber daya manufaktur berkelanjutan.
The Effect of Lean on Improving the Quality of Higher Education in Indonesia Andri oktarian; Dadang Surjasa
Business and Entrepreneurial Review Vol. 21 No. 2 (2021): OCTOBER 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.872 KB) | DOI: 10.25105/ber.v21i2.8040

Abstract

Higher education essentially needs to pay attention to the quality of its graduates, whether it is by the current market demand for the world of work. To provide a quality education service, it is not enough to make improvements within the tertiary institution. In general, Lean management in tertiary institutions has 3 fields, namely the field of education, the field of research, and the field of service. The principles and practices of Lean management applied in universities are the same as those applied to the service, manufacturing, or government sectors. To eliminate wasted time, it is necessary to eliminate complexity, cost, or activities that do not add value. Lean principles such as just-in-time can be applied to a better quality of learning and research. This paper examines how Lean principles can be applied to education and research in universities - Lean Higher Learning and Lean Research with a focus on value flow analysis for better quality improvement of learning and research.
PERANCANGAN MODEL PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGADAAN BARANG DENGAN MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCE SYSTEM Viera Astry; Dadang Surjasa; Dedy Sugiarto
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2017): Volume 7 Nomor 1 Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.463 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i1.2206

Abstract

Alleriea is a small medium enterprises engaged in the field of providing souvenirs. To increase consumer satisfaction, the company should be able to fullfill consumer demand, The decisions support system in this study is using Fuzzy Inference System with Mamdani type as intuitive and very suitable to be given expert knowledge. This model was designed using MATLAB software and as input will be used to predict the number of requests, the speed of supply and stock condition.The predicted number of demand are made by using forecasting methods by selecting a forecasting model with the smallest MSE value. Based on the comparison of the value of MSE on the ARIMA model and winter, forecasting results obtained by the method of Winter has the smallest MSE value.The verification process is done by looking at the forecasting model with the smallest MSE, the validation process is done to test the normality of residual data. The verification process on fuzzy inference systems is done by testing whether the rules given leave in accordance with the desired output. The validation process using a combination of testing Extreme Test uses a combination of extreme in any condition. The result of this paper is a procurement decision support model using fuzzy inference system which influenced by the demand forecast, stock condition and speed of supply. Designed models have been verified and validated.
PERANCANGAN DAN PENGUKURAN KINERJA CRM UNTUK JASA TRANSPORTASI BUS AKAP DI GMS Didien Suhardini; Dadang Surjasa; Gemala Dwitia Mustika
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.532 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i2.2211

Abstract

Perusahaan jasa transportasi Bus AKAP GMS ingin memberikan layanan kepada penumpang sesuai keinginan penumpang agar penumpang puas dan berulang menggunakan bus tersebut. Untuk itu perusahaan perlu membangun Customer Relationship Management (CRM). Praktek CRM ini perlu terus dievaluasi keberhasilannya dengan suatu model pengukuran kinerja CRM yang dikembangkan oleh Kim, Hyung-Su, dan Kim, Young-Gul, 2003 yang disebut CRM Scorecard. Penelitian ini dimulai dengan merancang model pengukuran Kinerja CRM Scorecard, dilihat dari 4 perspektif CRM Scorecard yaitu Customer Value, Customer Satisfaction, Customer Interaction, dan Customer Knowledge. Untuk setiap perspektif ditetapkan tujuan strategis yang diturunkan dari Strategi CRM dan dilengkapi oleh tolok ukur (measure), target. Tujuan Strategis peningkatan keuntungan perusahaan didukung oleh delapan tujuan strategis yang saling berkaitan yang digambarkan dengan suatu Strategy Map. Hasil Importance Performance Matrix dari pengolahan data kuesioner diperoleh lima atribut yang perlu ditingkatkan dengan Nilai Kinerja 3,26 (73%). Pengukuran kinerja CRM dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan untuk tujuan strategis yang didorong oleh lebih dari satu tujuan strategis menggunakan metode pairwise comparison dibantu software expert choice dan skala penilaian menggunakan skala Likert 1÷5. Hasil Pengukuran Kinerja CRM Scorecard diperoleh skor 3,14 (cukup) dengan pemahaman terhadap penumpang, jumlah penjualan tiket, jumlah penumpang baru memiliki kontribusi nilai yang dianggap kurang sehingga diperlukan inisiatif strategi untuk meningkatkan skor kinerja CRM dengan memberikan bonus-bonus yang menarik dan menjalin kerja sama dengan perusahaan lain sebagai distributor tiket, penyediaan pelayanan tambahan, survey rutin, pelatihan untuk SDM customer care, penyimpanan data penumpang, dan promosi
SISTEM INFORMASI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DI PT X Christia Christia; Dadang Surjasa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.22 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i3.3138

Abstract

PT X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kapur barus atau kamper. Dalam pelaksanaan perusahaannya, diketahui di PT X belum memiliki metode terstandar dalam mengatur perencanaan, pengendalian serta penjadwalan tingkat kedatangan bahan baku, perencanaan dan penjadwalan biasanya dilakukan berdasarkan pengalaman dan perkiraan kepala bagian PPC saja sehingga perusahaan saat ini masih mengalami kendala dalam pengelolaan persediaannya, dimana bahan baku seringkali mengalami penumpukan di gudang. PT X juga masih menerapkan sistem manual dalam melakukan penjadwalan produksi dan pemesanan bahan bakunya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan sistem informasi untuk merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan baku di PT. X dengan menggunakan metode MRP (Material Requirement Planning). Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam metode MRP adalah melakukan peramalan penjualan, membuat MPS (Master Production Schedule), membuat BOM (Bill Of Material), menghitung kebutuhan bahan baku dengan metode lot sizing. Dengan adanya program aplikasi, maka akan mempermudah dan membantu pekerjaan Marketing, PPC dan gudang serta dapat membuat proses bisnis berjalan lebih cepat dan efisien.
PENGEMBANGAN MODEL DETEKSI PELANGGARAN HUKUM DI LAUT Wahyu Sigit; Dadan Umar Daihani; Dadang Surjasa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.676 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i3.3144

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.499 pulau, 5,9 juta km2 wilayah pesisir dan laut 81.000 km. Besarnya potensi sumber daya laut sangat melimpah sehingga terjadi eksploitasi dan kerugian lebih. Terdaftar sebagai sebuah kejahatan pada tahun 2015 dan sebanyak 235 negara berpenduduk 35 miliar kerugian pada tahun 2016. Sinergi Bakamla di era baru operasi keamanan maritim didukung oleh metode deteksi dan aktivitas intelijen. Penelitian ini difokuskan pada model pengembangan deteksi kejahatan di laut. Tujuan penelitian diperoleh model pendeteksian yang tepat untuk kelemahan dalam deteksi model saat ini. Deteksi aktivitas siklus intelijen terdiri dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis, dan diseminasi. Sistem analisis saat ini belum menghasilkan identifikasi, pemetaan dan pemantauan kejahatan dan masih belum terintegrasi dengan sumber daya lainnya. Untuk mengetahui, pengembangan model deteksi akan menggunakan analisis tulang ikan untuk mengungkap penyebab tantangan analitis, organisasi dan birokrasi, bias informasi, kepemimpinan dan kebijakan inferior. Fokus penelitian dalam tantangan analitis adalah pendekatan sistem informasi geografis dalam fitur analisis spasial. Data awal akan dikonversi menjadi data spasial dalam pengumpulan data dan pengolahan data. Dengan menggunakan teknik visualisasi, kerapatan data kejahatan di laut akan diterapkan pada tahap analisis spasial. Untuk pendeteksian itu sendiri, pihaknya akan melakukan pemetaan kejahatan, kepadatan dan Voronoi. Skala kerapatan diilustrasikan dengan nuansa kuning (rendah) hingga merah (tinggi). Dengan demikian, chloropleth diperoleh (peta berwarna yang bervariasi sesuai skala kerapatan) berupa deteksi kejahatan merah (tinggi) di sektor 1B, 1E, 1F, 1G, 2H, 2J dan 2K pada tahun 2015. Model pendeteksian ini dilakukan. sebagai solusi dari masalah itu sebagai model pengembangan deteksi kejahatan di laut.
Pengukuran Kinerja Supply Chain Management Menggunakan Metode SCOR (Supply Chain Operation Reference), AHP (Analytical Hierarchy Process) dan OMAX (Objective Matrix) di PT. X Inggitana Widya Kumala Putri; Dadang Surjasa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2018): Volume 8 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.4 KB) | DOI: 10.25105/jti.v8i1.4719

Abstract

PT. X is a company that manufactures electronic equipment such as refrigerators, washing machines, televisions, and other products. This research was conducted only focusing on the refrigerator division. The refrigerator division has problems in the upstream supply chain. Therefore, companies need a measurement of the performance of Supply Chain Management (SCM). The purpose of this study is to measure the performance of SCM to find out indicators that are still far below the target and provide recommendations for improvement. SCM performance measurement is done by SCOR method for process decomposition, AHP for KPI hierarchy weighting, and OMAX for scoring system. The results of the research that have been analyzed with the Traffic Light System indicate that there are 9 KPIs from 22 valid KPIs that have never been in the green category. The total index results of the overall supply chain performance show that the lowest performance is in December 2017 with a total index of 3.5934 and the highest is in March 2018 with a total index of 7.002. There are 10 KPIs in the red and yellow categories in December which should be given more attention. Improvement recommendations are given to indicators that have never been in the green category. For example recommendations, DRS 2.3 KPI (supplier response speed in response to late arrival of raw materials at the factory) in improving its performance needs to do tracking of raw material shipments and additional shipping fleets or suppliers from suppliers.
Pengukuran Kinerja Sumber Daya Manusia dengan Pendekatan Human Resources Scorecard dan Alat Ukur OMAX (Objective Matrix) pada Bagian Produksi PT. Fajarindo Faliman Zipper Sunny Phiong; Dadang Surjasa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2018): Volume 8 No 3 November 2018
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.541 KB) | DOI: 10.25105/jti.v8i3.4735

Abstract

PT. Fajarindo Faliman Zipper is a company that produces zipper. One of the problems faced by companiesrelated to the performance of human resources is less the achievement of company targets identification: targets ofproductivity each person that was still below the company's target. To evaluate the productivity of research, then thehuman resorce performance measurement needs to be done. Human resource performance measurement model is doneusing an approach HRSC and lays out the vision and mission into action measurable human resources contributions in 4perspectives: HPWS, HR System Aligment, HR Effisiency, HR Delivirable, and generate 18 KPI. While the measurementtool that is OMAX, after the results obtained in the evaluation done against the performance criteria isn’t reached withthe FTA. Then do a repair planning so that performance can be improved. Based on the results of the achievement asmeasured using the measuring instrument OMAX with traffic light system indicate that the level of productivity and timeof service are at level three and one so still requires intensive care. Based on the FTA approach then known to one of theoperators are less scrupulous. One of the proposals that can be given documents which already contain about problems,ways of prevention and improvement made corrective actions procedure and prevention.
ANALISA SUPPLY CHAIN RISK MANAGEMENT BERDASARKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) Nurlailah Badariah; Dadang Surjasa; Yuda Trinugraha
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 2 No. 2 (2012): Volume 2 No 2 Juli 2012
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.707 KB) | DOI: 10.25105/jti.v2i2.7021

Abstract

Today PT. Jakarta Pertamina Unit Produksi Pelumas Jakarta (UPPJ) has some problems with inbound supply of raw materials. Deficiency dock may pose risks to the process of loading raw material base oil, resulting in delay in supply of raw materials. This delay could have an impact on other processes, such as delays to produce, and iddle of existing production facilities at the plant; it would be very detrimental to the company if the obstacle is often the case. Supply chain management is always influenced by three factors, namely how to reduce costs, reduce time and improve quality. If at first study on supply chain management is only classified in three categories, namely the field of operations, design and strategy, then this can be added to the four categories, namely the field of risk, which is commonly referred to as supply chain risk Management (SCRM). Based on the problems that occurred the first stage done is to identify risks in each process and then determine the influence of the effect in terms of cost, time and quality of the results of the determination of the influence. the next step is to determine the weights based on the severity of the bottleneck (severity), the possibility of resistance (Occurrence) and the possible causes of the barriers can be detected (Detection). The last step is to calculate the Risk priority Number (RPN) is obtained from the product of severity, Occurrence and Detection then obtained the highest priority for 144 the factors that most influence the leak rate of the production process.