Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ANAK TUNARUNGU DALAM MELATIH KECERDASAN VISUAL SPASIAL Citta Delia Noventy; Dedi Mulia; Sigit Setiawan; Ujang Jamaludin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.2760

Abstract

Pada dasarnya anak berkebutuhan khusus membutuhkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan strategi dalam penerapan pembelajaran menggambar pada anak tunarungu terhadap kecerdasan visual spasial dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pembelajaran menggambar pada anak tunarungu terhadap kecerdasan visual spasial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, metode fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berasal dari Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa 1) Strategi pembelajaran menggambar pada anak tunarungu dalam melatih kecerdasan visual spasal meliputi 3 hal penting yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran. 2) Faktor pendukung dari pembelajaran menggambar ini berasal dari fasilitas yang memadai salah satunya tedapat lemari di tiap sudut kelas yang berisi peralatan belajar dan termasuk peralatan untuk menggambar, peran guru yang mampu melayani anak berkebutuhan khusus terutama dalam komunikasi dengan bahasa isyarat BISINDO. Sedangkan faktor penghambatnya berasal dari peran orang tua terhadap pembelajaran di rumah misalnya saat orang tua membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah namun mereka belum fasih dalam berkomunikasi dengan bahasa isyarat yang digunakan anak saat sekolah.
Analisis Upaya Guru Terhadap Kemampuan Membaca Disleksia Kelas V SDN Jatinegara Kaum 14 Aisyah Hoirunnisah; Dedi Mulia; Sigit Setiawan; Sundawati Tisnasari
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2023): Juni
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v6i2.2714

Abstract

Dyslexic reading skills in children with learning difficulties are based on obstacles in reading and spelling. This research focuses on how the teacher's efforts in teaching dyslexic reading skills in children with learning difficulties This research method uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques triangulation techniques using interviews, observation and documentation. The subjects of this research using purposive sampling technique are fifth grade teacher, special assistant teacher, principal, and parents. The results showed that the reading ability of grade V dyslexia included an increase in reading ability which initially only syllables now increased to words. The Special Assistance Teacher's efforts towards dyslexic reading skills in children with learning difficulties are carried out by giving attention and motivation to dyslexic children, fostering a sense of enthusiasm in learning, and providing rewards and additional grades to students who have improved in reading.
Pengembangan Program Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta Sonya Mutiara Sarah Runtu; Toni Yudha Pratama; Dedi Mulia; Yuni Tanjung Utami
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i2.3253

Abstract

This study focuses on the problem of sexual violence against children with special needs in DKI Jakarta, which has reached a substantial magnitude. Presently, there is a lack of a specialized preventative program that is specifically designed to address the distinct characteristics and requirements of these children. The main aim of this research is to create a program that focuses on preventing sexual violence and is tailored to meet the unique needs and circumstances of children with special needs. The chosen research approach is Research and Development (R&D), which utilizes the 4-D (Four D) development paradigm. The researchers engage in a series of developmental stages, which include the defining stage, design stage, development stage, and dissemination stage. Data were gathered using interview methodologies, then examined, and the final outcomes were authenticated by specialists. The study's findings suggest that the sexual violence prevention program designed for children with exceptional needs passed rigorous validation. The material validation score attained a percentage of 96.6, while the media validation score reached a percentage of 82.2. Furthermore, the practicality assessment of the designed program produced favorable outcomes, with a feasibility rate of 82%.
Kualitatif : Implementasi Workshop Braille Untuk Kesadaran Inklusif Warga Binaan di Lapas Kelas III Rangkasbitung Siti Aisyah; Dody Bakhtiar Al-Anshori; Dedi Mulia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4838

Abstract

Keterbatasan pemahaman mengenai disabilitas tunanetra masih menjadi tantangan dalam menciptakan lingkungan yang inklusif di lembaga pemasyarakatan, sehingga diperlukan upaya edukatif yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi workshop Braille dalam meningkatkan kesadaran inklusif warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Rangkasbitung. Dalam mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 25 warga binaan sebagai partisipan, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan workshop, peserta belum memiliki pengetahuan mengenai Braille maupun pemahaman terkait disabilitas tunanetra, sedangkan setelah mengikuti workshop, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta mengalami peningkatan pemahaman dan empati terhadap penyandang disabilitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa workshop Braille efektif sebagai media edukasi sekaligus sarana pembinaan yang mampu menumbuhkan kesadaran inklusif dan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga berpotensi menjadi alternatif inovasi dalam pembinaan warga binaan di lembaga pemasyarakatan.
Assessment Awal Pada Warga Binaan Dengan Hambatan Pendengaran Tanpa Latar Belakang Pendidikan Formal di Lapas Kelas III Rangkasbitung Anisa Kurniasih; Dody Bakhtiar; Dedi Mulia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4897

Abstract

Warga binaan dengan hambatan pendengaran memerlukan layanan pendidikan dan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan komunikasinya, terutama bagi individu yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal. Keterbatasan akses komunikasi dapat memengaruhi kemampuan akademik, interaksi sosial, serta proses adaptasi di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil assessment awal pada warga binaan dengan hambatan pendengaran tanpa latar belakang pendidikan formal di Lapas Kelas III Rangkasbitung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah satu orang warga binaan berusia sekitar 25 tahun dengan riwayat pendidikan yang sangat terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki keterbatasan dalam kemampuan komunikasi, terutama dalam penggunaan bahasa isyarat dan membaca gerak bibir, serta lebih mengandalkan gesture sebagai bentuk komunikasi. Pada aspek akademik, subjek belum mampu membaca dan mengenal huruf dengan baik, namun memiliki kemampuan menulis yang relatif lebih baik. Dalam aspek sosial, subjek cenderung mengalami isolasi dan perundungan akibat hambatan komunikasi. Intervensi awal berupa pengenalan bahasa isyarat dasar menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri subjek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa assessment awal penting dilakukan sebagai dasar penyusunan layanan pembinaan dan pendidikan yang inklusif bagi warga binaan dengan hambatan pendengaran.