Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ANAK TUNARUNGU DALAM MELATIH KECERDASAN VISUAL SPASIAL Citta Delia Noventy; Dedi Mulia; Sigit Setiawan; Ujang Jamaludin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.2760

Abstract

Pada dasarnya anak berkebutuhan khusus membutuhkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan strategi dalam penerapan pembelajaran menggambar pada anak tunarungu terhadap kecerdasan visual spasial dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pembelajaran menggambar pada anak tunarungu terhadap kecerdasan visual spasial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, metode fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berasal dari Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa 1) Strategi pembelajaran menggambar pada anak tunarungu dalam melatih kecerdasan visual spasal meliputi 3 hal penting yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran. 2) Faktor pendukung dari pembelajaran menggambar ini berasal dari fasilitas yang memadai salah satunya tedapat lemari di tiap sudut kelas yang berisi peralatan belajar dan termasuk peralatan untuk menggambar, peran guru yang mampu melayani anak berkebutuhan khusus terutama dalam komunikasi dengan bahasa isyarat BISINDO. Sedangkan faktor penghambatnya berasal dari peran orang tua terhadap pembelajaran di rumah misalnya saat orang tua membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah namun mereka belum fasih dalam berkomunikasi dengan bahasa isyarat yang digunakan anak saat sekolah.
Analisis Upaya Guru Terhadap Kemampuan Membaca Disleksia Kelas V SDN Jatinegara Kaum 14 Aisyah Hoirunnisah; Dedi Mulia; Sigit Setiawan; Sundawati Tisnasari
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2023): Juni
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v6i2.2714

Abstract

Dyslexic reading skills in children with learning difficulties are based on obstacles in reading and spelling. This research focuses on how the teacher's efforts in teaching dyslexic reading skills in children with learning difficulties This research method uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques triangulation techniques using interviews, observation and documentation. The subjects of this research using purposive sampling technique are fifth grade teacher, special assistant teacher, principal, and parents. The results showed that the reading ability of grade V dyslexia included an increase in reading ability which initially only syllables now increased to words. The Special Assistance Teacher's efforts towards dyslexic reading skills in children with learning difficulties are carried out by giving attention and motivation to dyslexic children, fostering a sense of enthusiasm in learning, and providing rewards and additional grades to students who have improved in reading.
Pengembangan Program Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta Sonya Mutiara Sarah Runtu; Toni Yudha Pratama; Dedi Mulia; Yuni Tanjung Utami
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i2.3253

Abstract

This study focuses on the problem of sexual violence against children with special needs in DKI Jakarta, which has reached a substantial magnitude. Presently, there is a lack of a specialized preventative program that is specifically designed to address the distinct characteristics and requirements of these children. The main aim of this research is to create a program that focuses on preventing sexual violence and is tailored to meet the unique needs and circumstances of children with special needs. The chosen research approach is Research and Development (R&D), which utilizes the 4-D (Four D) development paradigm. The researchers engage in a series of developmental stages, which include the defining stage, design stage, development stage, and dissemination stage. Data were gathered using interview methodologies, then examined, and the final outcomes were authenticated by specialists. The study's findings suggest that the sexual violence prevention program designed for children with exceptional needs passed rigorous validation. The material validation score attained a percentage of 96.6, while the media validation score reached a percentage of 82.2. Furthermore, the practicality assessment of the designed program produced favorable outcomes, with a feasibility rate of 82%.
Kualitatif : Implementasi Workshop Braille Untuk Kesadaran Inklusif Warga Binaan di Lapas Kelas III Rangkasbitung Siti Aisyah; Dody Bakhtiar Al-Anshori; Dedi Mulia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4838

Abstract

Keterbatasan pemahaman mengenai disabilitas tunanetra masih menjadi tantangan dalam menciptakan lingkungan yang inklusif di lembaga pemasyarakatan, sehingga diperlukan upaya edukatif yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi workshop Braille dalam meningkatkan kesadaran inklusif warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Rangkasbitung. Dalam mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 25 warga binaan sebagai partisipan, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan workshop, peserta belum memiliki pengetahuan mengenai Braille maupun pemahaman terkait disabilitas tunanetra, sedangkan setelah mengikuti workshop, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta mengalami peningkatan pemahaman dan empati terhadap penyandang disabilitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa workshop Braille efektif sebagai media edukasi sekaligus sarana pembinaan yang mampu menumbuhkan kesadaran inklusif dan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga berpotensi menjadi alternatif inovasi dalam pembinaan warga binaan di lembaga pemasyarakatan.
Assessment Awal Pada Warga Binaan Dengan Hambatan Pendengaran Tanpa Latar Belakang Pendidikan Formal di Lapas Kelas III Rangkasbitung Anisa Kurniasih; Dody Bakhtiar; Dedi Mulia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4897

Abstract

Warga binaan dengan hambatan pendengaran memerlukan layanan pendidikan dan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan komunikasinya, terutama bagi individu yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal. Keterbatasan akses komunikasi dapat memengaruhi kemampuan akademik, interaksi sosial, serta proses adaptasi di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil assessment awal pada warga binaan dengan hambatan pendengaran tanpa latar belakang pendidikan formal di Lapas Kelas III Rangkasbitung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah satu orang warga binaan berusia sekitar 25 tahun dengan riwayat pendidikan yang sangat terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki keterbatasan dalam kemampuan komunikasi, terutama dalam penggunaan bahasa isyarat dan membaca gerak bibir, serta lebih mengandalkan gesture sebagai bentuk komunikasi. Pada aspek akademik, subjek belum mampu membaca dan mengenal huruf dengan baik, namun memiliki kemampuan menulis yang relatif lebih baik. Dalam aspek sosial, subjek cenderung mengalami isolasi dan perundungan akibat hambatan komunikasi. Intervensi awal berupa pengenalan bahasa isyarat dasar menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri subjek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa assessment awal penting dilakukan sebagai dasar penyusunan layanan pembinaan dan pendidikan yang inklusif bagi warga binaan dengan hambatan pendengaran.
EFEKTIVITAS PERMAINAN BOWLING MODIFIKASI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-10 PADA ANAK TUNADAKSA DI SKH NEGERI 01 KOTA CILEGON Fazahra Rahmadhani Hasena; Sistriadini Alamsyah Sidik; Dedi Mulia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3904

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anak tunadaksa yang mengalami hambatan pada bentuk kelainan atau kecacatan pada sistem otot, tulang dan persendian. Permasalahan yang dialami anak tunadaksa kelas III SDKh ini, selain itu juga mempengaruhi pada tingkat perkembangan kognitifnya, sehingga pada dampak perkembangan kognitif anak tunadaksa ini memiliki keterlambatan atau kesulitan, terutama dalam proses pembelajaran matematika dalam mengenal angka 1-10. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan bowling modifikasi dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10. Pada permainan bowling modifikasi adalah perlakuan yang diberikan kepada subjek untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) yang menggunakan desain A-B-A. Pengumpulan data yang dilakukan dengan tes melalui instrumen yang telah diuji validitas isi berupa expert judgement dan uji realibilitas konsistensi internal dengan teknik alpha cronbach. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif ditampilkan melalui grafik garis. Hasil penelitian dapat menunjukkan adanya efektivitas permainan bowling modifikasi dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10 yang dibuktikan pada target behavior yang dilakukan sebanyak 3 sesi. Baseline (A-1) memperoleh persentase 0% sampai 40%, fase intervensi yang diberikan perlakuan mendapatkan persentase 53% sampai 80% dan fase baseline (A-2) mendapatkan persentase 60% sampai 83% dan fase baseline (A-2) mendapatkan persentase 0% sampai 56%. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan bowling modifikasi efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10.
PENERIMAAN SOSIAL GURU KELAS TERHADAP PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD ISLAM AL AZHAR 10 KOTA SERANG Shiva Hasanata Putri; Dedi Mulia; Toni Yudha Pratama
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3953

Abstract

Penerimaan sosial merupakan pengakuan serta penghargaan terhadap individu, baik oleh individu lain maupun kelompok sosial, serta sebagai perhatian positif dari orang lain dalam suatu hubungan yang dekat sehingga individu merasa aman, nyaman serta dihargai keberadaanya. Guru kelas yang mampu menerima dan menghargai keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus akan menciptakan suasana belajar yang inklusif, meningkatkan partisipasi aktif siswa, dan mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal. Tujuan dari penerlitian ini adalah mengetahui bagaimana penerimaan sosial guru kelas terhadap peserta didik berkebutuhan khusus. Hasil penelitian diperoleh bahwa penerimaan sosial guru kelas terhadap peserta didik berkebutuhan khusus SD Islam Al Azhar 10 penerimaan sosial guru kelas teradap peserta didik berkebutuhan khusus dapat dikatakan sudah baik. Aspek penerimaaan sosial oleh Parker dan Asher yang mencakup 5 aspek, yaitu kepedulian, perselisihan, kebersaman, bantuan, dan kedekatan. Secara umum, kelima aspek tersebut menunjukkan bahwa penerimaan sosial guru kelas terhadap peserta didik berkebutuhan khusus di SD Islam A l Azhar 10 kota Serang telah diterapkan oleh guru kelas.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SKH NEGERI 01 PANDEGLANG Eva Hilda Salsabila; Dedi Mulia; Neti Asmiati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3996

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa anak tunagrahita ringan belum mampu membaca huruf konsonan. Salah satu penyebabnya ialah kurang optimalnya pembelajaran pada media interaktif yang dilakukan oleh guru. Media wordwall adalah platform pembelajaran interaktif berbasis web yang digunakan untuk membuat berbagai permainan edukatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media wordwall dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada peserta didik tunagrahita ringan kelas V di SKh Negeri 01 Pandeglang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain Single Subject Research (SSR) tipe A-B-A. Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas V di SKh Negeri 01 Pandeglang. Target behavior dalam penelitian ini yaitu kemampuan menunjukkan huruf, menyebut kan huruf, dan menuliskan huruf konsonan (b,c,d,f,g,h,j,k,l,m) dalam aspek membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan pada kemampuan menunjukkan huruf konsonan mendapatkan rata-rata persentase atau mean level dari fase baseline A1, intervensi (B), dan baseline A2 yaitu 40%,92,2%, dan 75%. Pada hasil penelitian kemampuan menunjukkan huruf konsonan dari fase baseline A1, intervensi (B), baseline A2 yaitu 40%,89,7%,dan 65%. Kemudian hasil penelitian kemampuan menuliskan huruf konsonan dari fase baseline A1, intervensi (B), baseline A2 yaitu 30%,93,5%, dan 65%. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan media wordwall memberikan pengaruh pada kemampuan membaca permulaan pada siswa tunagrahita ringan kelas V di SKh Negeri 01 Pandeglang.
Effect of the GASING Method on Addition Speed in Students with Visual Impairments: A Single-Subject A-B-A Study Atsir Al Atsari; Dody Bakhtiar Al Anshori; Sistriadini Alamsyah Sidik; Dedi Mulia
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 12, No 2 (2025): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um029v12i22025p83-92

Abstract

Children with visual impairments often face challenges in mastering basic mathematics. This study aimed to examine the effect of the GASING Method in improving addition calculation speed among these students. Adopting a quantitative approach, a Single Subject Research (SSR) design with an A-B-A design was used. This study involved one subject, a 6th-grade elementary school student. The instrument was a worksheet consisting of 30 addition problems, presented in Braille format. Data were analyzed visually, including trends, levels, stability, and overlap percentages between phases. The research results indicated a significant effect of the GASING Method intervention. This was particularly evident from the very low percentage of data overlap: 17 percent between Phase A1 (Baseline) and Phase B (Intervention), and 0 percent between Phase B and Phase A2 (Withdrawal). The intervention successfully reduced the subject’s average calculation time from 3.0 seconds in the A1 phase to 2.2 seconds in the B phase, further improving to 1.6 seconds in the A2 phase. This represents a significant overall reduction in completion time. Thus, it is concluded that the GASING Method is effective in improving the addition calculation speed of children with visual impairments
The Orientation Mobility Social Communication (OMSC) Learning Based Universal Design for Learning: Optimizing the Potential of Students with Multiple Disabilities and Visual Impairments (MDVI) Sistriadini Alamsyah Sidik; Dedi Mulia; Yuni Tanjung Utami
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v5i1.507

Abstract

Multiple Disabilities with Visual Impairment (MDVI) refers to individuals with visual impairments—ranging from total blindness to partial vision or residual vision—accompanied by additional limitations. These limitations may include cognitive, developmental, hearing, or mobility impairments. Orientation is utilizing functional senses to position oneself relative to significant objects in the surrounding environment. At the same time, mobility refers to the ability to move from one location to another in a practical, precise, and safe manner. Orientation and mobility are interdependent; orientation is ineffective, and mobility cannot function without orientation. Similarly, social and communication skills are interconnected, as communication skills positively impact the social aspects of multiple disabilities with visual impairment (MDVI) students. This study examines the effectiveness of The Orientation Mobility Social Communication(OMSC) based Universal Design for Learning for students with MDVI. Specifically, it explores the application of OMSC learning in a school with a unique setting that researchers in the Banten area used as research objects. The study employs a mixed-methods research approach, integrating qualitative and quantitative methodologies. The findings demonstrate that media and subject matter experts validated the developed instructional guide, and its trial implementation with students revealed improvements in OMSC skills. These improvements were observed through graphical analyses during baseline 1, intervention, and baseline 2 phases. The study concludes that implementing The Orientation Mobility Social Communication (OMSC) Learning Based Universal Design for Learning is effective for MDVI students, as evidenced by enhancing their OMSC skills during the intervention.