Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGGUNAAN METODE DRILL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN VOKASIONAL MERAJUT CHUNKY BAG PADA ANAK DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN Zhafira Salsabila; Toni Yudha Pratama; Sistriadini Alamsyah Sidik
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3869

Abstract

Anak dengan hambatan pendengaran kelas 10 di SLB Negeri Bogor manunjukan kesulitan dalam mendengar sehingga membutuhkan pembelajaran khusus. Pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus kepada akademik namun juga perlu diberikan pendidikan vokasional, selaras dengan itu penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan vokasional merajut chunky bag dengan menggunakan metode drill dalam penerapannya. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif one group pre-test and post-test, serta diolah dengan menggunakan uji wilcoxon. Subjek penelitian yaitu siswa hambatan pendengaran tingkat SMALB kelas X di SLB Negeri Bogor dengan jumlah 4 orang perserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam bentuk tes. Pembelajaran keterampilan vokasional ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki perserta didik yang dapat diarahkan menjadi peluang usaha pasca sekolah. Metode drill yang diterapkan dalam penelitian ini dilakukan secara langsung dan berulang serta bertahap agar perserta didik lebih mudah memahami tahapan pembelajaran yang diberikan. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukkan bahwa Thitung = 0, dengan dasar uji wilcoxon 0,05 dan jumlah sampel N=4, maka diperoleh Ttabel = 0, maka, pada saat itu, H0 ditolak Karena Thitung = Ttabel yaitu 0=0, maka artinya hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode drill berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan vokasional merajut chunky bag pada anak dengan hambatan pendengaran di SLB Negeri Bogor.
PENGGUNAAN MEDIA ACTIVITY DAILY BOOK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK TUNADAKSA DI SKH NEGERI 01 KOTA CILEGON Via Waspia; Sistriadini Alamsyah Sidik; Reza Febri Abadi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3875

Abstract

Anak tunadaksa merupakan anak yang memiliki hambatan fisik dan motorik sehingga mengalami keterbatasan pada kemampuan motorik nya, baik motorik kasar maupun motorik halus. Dikehidupan sehari-hari, kemampuan motorik halus menjadi aspek dasar yang perlu dikuasai oleh anak, tidak terkecuali pada anak tunadaksa. Keterbatasan anak tunadaksa pada kemampuan motorik halus tersebut ditunjukkan pada gerakan anggota tubuh yang dominan lebih kaku dan sulit dalam mengontrol gerakan yaitu pada jemari tangan dalam menggenggam dan menempel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik halus pada anak tunadaksa kelas V di SKh Negeri 01 Kota Cilegon dengan menggunakan media activity daily book. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah salah satu anak tunadaksa kelas V SDKh. Target behavior ini adalah kemampuan motorik halus. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi, dokumentasi, tes. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan penyajian grafik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa media activity daily book dapat meningkatkan kemampuan motorik halus subjek. Hal ini berdasarkan adanya peningkatan yang diperoleh pada target behavior yaitu meningkatnya kemampuan motorik halus. Pada fase baseline-1 (A1) sebesar 40%, fase ini merupakan kondisi alamiah tanpa adanya pemberian intervensi menggunakan media activity daily book. Pada fase intervensi (B) sebesar 85,93%, pada fase ini adanya pemberian intervensi dengan menggunakan media activity daily book. Sedangkan pada fase terakhir fase baseline-2 (A2) sebesar 58,75%, pada fase ini hasil alamiah subjek setelah diberikannya intervensi menggunakan media activity daily book. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa media activity daily book dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak tunadaksa di SKh Negeri 01 Kota Cilegon.
PENGARUH MEDIA PUZZLE BRAILLE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN BRAILLE PADA ANAK TUNANETRA KELAS IV DI SLB NEGERI BEKASI JAYA Salsabila Mutti Rahmania; Sistriadini Alamsyah Sidik; Sayidatul Maslahah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3877

Abstract

Anak tunanetra merupakan anak yang mengalami gangguan pada indra penglihatannya, sehingga mengalami keterbatasan dalam menerima informasi secara visual termasuk dalam pembelajaran mengenal lambang bilangan. Keterbatasan tersebut membuat anak tunanetra mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran yang bersifat abstrak, oleh karenanya diperlukan suatu media yang bersifat konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media puzzle braille dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan braille pada anak tunanetra kelas IV di SLB Negeri Bekasi Jaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain yang digunakan adalah A-B-A dengan pendekatan single subject research (SSR). Subjek pada penelitian ini adalah satu anak tunanetra total (totally blind). Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tes menggunakan instrumen yang telah melalui uji validasi isi berupa expert judgement. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ditampilkan melalui grafik garis. Berdasarkan data yang telah dianalisis menunjukkan adanya perubahan yang lebih baik terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan braille 1-10 dibandingkan dengan kemampuan awal. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata atau mean level pada fase baseline 1 (A-1) adalah 40%, setelah diberikan perlakuan pada fase intervensi (B) rata-rata atau mean level mengalami peningkatan menjadi 91,09% dan rata-rata atau mean level pada fase baseline 2 (A-2) sebesar 73,75%. Maka dapat disimpulkan bahwa media puzzle braille berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan braille 1-10 pada anak tunanetra kelas IV di SLB Negeri Bekasi Jaya.
EFEKTIVITAS PERMAINAN BOWLING MODIFIKASI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-10 PADA ANAK TUNADAKSA DI SKH NEGERI 01 KOTA CILEGON Fazahra Rahmadhani Hasena; Sistriadini Alamsyah Sidik; Dedi Mulia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3904

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anak tunadaksa yang mengalami hambatan pada bentuk kelainan atau kecacatan pada sistem otot, tulang dan persendian. Permasalahan yang dialami anak tunadaksa kelas III SDKh ini, selain itu juga mempengaruhi pada tingkat perkembangan kognitifnya, sehingga pada dampak perkembangan kognitif anak tunadaksa ini memiliki keterlambatan atau kesulitan, terutama dalam proses pembelajaran matematika dalam mengenal angka 1-10. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan bowling modifikasi dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10. Pada permainan bowling modifikasi adalah perlakuan yang diberikan kepada subjek untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) yang menggunakan desain A-B-A. Pengumpulan data yang dilakukan dengan tes melalui instrumen yang telah diuji validitas isi berupa expert judgement dan uji realibilitas konsistensi internal dengan teknik alpha cronbach. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif ditampilkan melalui grafik garis. Hasil penelitian dapat menunjukkan adanya efektivitas permainan bowling modifikasi dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10 yang dibuktikan pada target behavior yang dilakukan sebanyak 3 sesi. Baseline (A-1) memperoleh persentase 0% sampai 40%, fase intervensi yang diberikan perlakuan mendapatkan persentase 53% sampai 80% dan fase baseline (A-2) mendapatkan persentase 60% sampai 83% dan fase baseline (A-2) mendapatkan persentase 0% sampai 56%. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan bowling modifikasi efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10.
Effect of the GASING Method on Addition Speed in Students with Visual Impairments: A Single-Subject A-B-A Study Atsir Al Atsari; Dody Bakhtiar Al Anshori; Sistriadini Alamsyah Sidik; Dedi Mulia
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 12, No 2 (2025): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um029v12i22025p83-92

Abstract

Children with visual impairments often face challenges in mastering basic mathematics. This study aimed to examine the effect of the GASING Method in improving addition calculation speed among these students. Adopting a quantitative approach, a Single Subject Research (SSR) design with an A-B-A design was used. This study involved one subject, a 6th-grade elementary school student. The instrument was a worksheet consisting of 30 addition problems, presented in Braille format. Data were analyzed visually, including trends, levels, stability, and overlap percentages between phases. The research results indicated a significant effect of the GASING Method intervention. This was particularly evident from the very low percentage of data overlap: 17 percent between Phase A1 (Baseline) and Phase B (Intervention), and 0 percent between Phase B and Phase A2 (Withdrawal). The intervention successfully reduced the subject’s average calculation time from 3.0 seconds in the A1 phase to 2.2 seconds in the B phase, further improving to 1.6 seconds in the A2 phase. This represents a significant overall reduction in completion time. Thus, it is concluded that the GASING Method is effective in improving the addition calculation speed of children with visual impairments
The Orientation Mobility Social Communication (OMSC) Learning Based Universal Design for Learning: Optimizing the Potential of Students with Multiple Disabilities and Visual Impairments (MDVI) Sistriadini Alamsyah Sidik; Dedi Mulia; Yuni Tanjung Utami
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v5i1.507

Abstract

Multiple Disabilities with Visual Impairment (MDVI) refers to individuals with visual impairments—ranging from total blindness to partial vision or residual vision—accompanied by additional limitations. These limitations may include cognitive, developmental, hearing, or mobility impairments. Orientation is utilizing functional senses to position oneself relative to significant objects in the surrounding environment. At the same time, mobility refers to the ability to move from one location to another in a practical, precise, and safe manner. Orientation and mobility are interdependent; orientation is ineffective, and mobility cannot function without orientation. Similarly, social and communication skills are interconnected, as communication skills positively impact the social aspects of multiple disabilities with visual impairment (MDVI) students. This study examines the effectiveness of The Orientation Mobility Social Communication(OMSC) based Universal Design for Learning for students with MDVI. Specifically, it explores the application of OMSC learning in a school with a unique setting that researchers in the Banten area used as research objects. The study employs a mixed-methods research approach, integrating qualitative and quantitative methodologies. The findings demonstrate that media and subject matter experts validated the developed instructional guide, and its trial implementation with students revealed improvements in OMSC skills. These improvements were observed through graphical analyses during baseline 1, intervention, and baseline 2 phases. The study concludes that implementing The Orientation Mobility Social Communication (OMSC) Learning Based Universal Design for Learning is effective for MDVI students, as evidenced by enhancing their OMSC skills during the intervention.
Implementation of Loose Part Play STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Media on STEM Understanding of Pre-service Teachers: A Case Study in Serang City, Indonesia Reza Febri Abadi; Siti Musayaroh; Sistriadini Alamsyah Sidik; Neti Asmiati; Toni Yudha Pratama; Dedi Mulia; Yuni Tanjung Utami; Sayidatul Maslahah
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v3i1.179

Abstract

This study aimed to implement the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)-based Loose Part Play Media on an understanding of cerebral palsy pre-service teachers in the city of Serang. The participants in this study are cerebral palsy pre-service teachers in Serang, Indonesia. The participant was 21 teachers. The method in this activity is a case study. The results showed that increasing of the STEM understanding was 26.2. It can be concluded that the STEM-based loose part play media can increase the STEM understanding of the pre-service teachers to find solutions to the problems faced by cerebral palsy pre-service teachers in Serang. An increase in understanding achievement indicates this through loose part play STEM of 26.2 (seen from the initial and final test), and the pre-service teacher's understanding of STEM-based loose play part media is 82.5.