Claim Missing Document
Check
Articles

PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA KONSERVASI EKOSISTEM MANGROVE DI DESA TABULO SELATAN KABUPATEN BOALEMO Mile, Lukman; Pasisingi, Nuralim; Koniyo, Yuniarti; Hamzah, Sri Nuryatin; Sulistijowati, Rieny; Naiu, Asri Silvana; ., Juliana; Harmain, Rita Marsuci
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i2.42023

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Tabulo Selatan Kabupaten Boalemo Kecamatan Mananggu, Boalemo, Provinsi Gorontalo dengan pertimbangan hasil survey penelitian dan permasalahan penanaman mangrove dan pengembangan pemanfaatan rumput laut. Warga setempat belum memiliki pengetahuan dan pemahaman yang optimal akan pentingnya ekosistem mangrove dan pemanfaatan rumput laut. Kegiatan yang dilakukan pada bulan Oktober tahun 2024 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat wilayah pesisir Desa Tabulo Selatan dan membantu mereka memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang tersedia khususnya mangrove dan rumput laut. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya fungsi ekosistem mangrove dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, sekaligus memberikan informasi yang relevan bagi pihak-pihak terkait. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sosialisasi dan aktivitas penanaman bibit mangrove. Keterlibatan masyarakat dalam konservasi mangrove sangat krusial, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang berdampak pada kestabilan lingkungan pesisir. Dengan adanya peningkatan permukaan air laut dan frekuensi bencana alam yang lebih tinggi, keberadaan mangrove menjadi semakin krusial. Beberapa komunitas telah memulai inisiatif untuk menanam kembali mangrove, tidak hanya untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem ini. Kata kunci: Ekosistem, mangrove, Desa Tabulo. ABSTRACT Community service was conducted in South Tabulo Village, Mananggu District, Boalemo Regency, Gorontalo Province, based on the findings of research surveys addressing challenges in mangrove planting and the development of seaweed utilization. The local community has yet to acquire optimal knowledge and understanding of the critical role of mangrove ecosystems and the potential benefits of seaweed. Implemented in October 2024, these activities aimed to enhance the awareness of coastal communities in South Tabulo Village while assisting them in maximizing the sustainable use of local resources, particularly mangroves and seaweed. The initiative also sought to improve public understanding of the ecological functions of mangrove ecosystems in maintaining the sustainability of coastal environments and to provide valuable information for relevant stakeholders. The program was conducted in two phases: socialization and practical mangrove seedling planting. Community participation in mangrove conservation is essential, particularly in addressing the challenges of climate change, which significantly impacts coastal ecosystem stability. With rising sea levels and the increasing frequency of natural disasters, the preservation and restoration of mangroves have become more critical than ever. Several community-driven efforts to replant mangroves have emerged, aiming to mitigate existing environmental damage and foster greater awareness of the indispensable role these ecosystems play in coastal resilience and biodiversity conservation. Keywords: Ecosystem, mangrove, Tabulo Village
Kualitas Otak-otak Ikan Bandeng (Chanos-chanos) Dengan Kombinasi Tepung Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Dan Tepung Buah Mangrove (Rhizopora mucronata) Lemba, Satryani; Mile, Lukman; Nento, Wila Rumina
Jambura Fish Processing Journal Vol 7, No 1 (2025): VOLUME 7 NOMOR 1, JANUARY 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jfpj.v7i1.29007

Abstract

Milkfish can be utilized in making otak-otak by replacing tapioca flour with kepok banana flour and mangrove flour, through food diversification as an effective solution. This study aims to determine the organoleptic value, chemical characteristics and fiber content of the formulation of milkfish, kepok banana flour (Musa Paradisiaca L.) and mangrove fruit flour (R. mucronata). The research method was carried out through several stages, including making kepok banana flour, making mangrove fruit flour and making milkfish brain-brain. Data analysis used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 2 replicates. The data obtained will be analyzed with One Way ANOVA. If each treatment is significantly different then Duncan's further test. The results showed that the organoleptic value of milkfish brain-boxes influenced the level of panelists' liking, namely appearance, taste, texture, but had no effect on aroma. Fish brain-brain products have chemical content, namely: water content (20.96% - 58.34%), protein content (5.41% - 6.36%), fat content (3.42% - 5.93%), ash content (1.32% - 1.65%), carbohydrate content (24.74% - 53.12%) and fiber content (6.76% - 21.87%).
INOVASI PRODUK KERIPIK DAUN MANGROVE DI DESA TABULO SELATAN MANANGGU, BOALEMO Mile, Lukman; Naiu, Asri Silvana; Nento, Wila Rumina
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2169

Abstract

Inovasi produk keripik daun mangrove di Desa Tabulo Selatan Mananggu bertujuan untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Daun mangrove, khususnya dari spesies Rhizophora mucronata dipilih sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya pesisir di desa tersebut. Di samping itu, jenis mangrove ini memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang tinggi, yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen. Proses pengolahan keripik ini melibatkan teknik yang efisien untuk menjaga kualitas dan rasa, serta penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk pangan lokal berbasis potensi sumber daya alam di pesisir, khususnya melalui pemanfaatan daun mangrove sebagai bahan baku keripik. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup pelatihan bagi masyarakat dalam pengolahan, pemasaran, dan manajemen usaha. Melalui sosialisasi dan pelatihan, diharapkan masyarakat dapat memahami cara mengolah daun mangrove menjadi produk yang menarik dan bernilai jual tinggi. Selain itu, inovasi ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, serta berkontribusi pada pelestarian ekosistem mangrove yang penting bagi lingkungan. Hasil dari inovasi ini menunjukkan potensi besar dalam menciptakan produk pangan yang tidak hanya lezat tetapi juga sehat, serta mampu bersaing di pasar lokal dan nasional. Dengan demikian, keripik daun mangrove diharapkan menjadi salah satu produk unggulan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tabulo Selatan Mananggu dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa keripik daun mangrove memiliki potensi pasar yang baik dan dapat menjadi alternatif produk unggulan desa berbasis kearifan lokal serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.
Identifikasi Fisikokimia Dan Gugus Fungsional Menggunakan FTIR Campuran Iota caragenan-FPM kulit ikan patin-Tepung buah Mangrove Sebagai Bahan Edible Film Setijawati, Dwi; Rudianto, Mr.; Mile, Lukman; ., Yahya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.26

Abstract

Tujuan penelitian adalah melakukan identifikasi material atau bahan iota caragenan-FPM kulit ikan patin-Tepung buah mangrove spesies Bruguerra gymnoryza sebagai bahan pembuatan biocomposite edible film. Karakteristik fisiko-kimia  bahan dan interaksi bahan melalui ikatan gugus fungsi yang diamati dengan menggunakan FTIR dapat digunakan untuk mengetahui kualitas biocomposite edible film. Interaksi komponen protein, hidrokoloid sebagai polimer dan karbohidrat serta lipid dalam bentuk starch pada campuran bahan dapat mempengaruhi Tensile Strength, hardness, elongasi, kadar air, kelarutan dan Swelling power serta WVTR biocomposite edible film. Selain itu keberadaan gugus fungsional dalam bahan dan interaksi dalam campuran bahan bias juga digunakan untuk melihat hubungan kualitas biocomposite edible film. Metode penelitian adalah penelitian eksperimental dengan melakukan  identifikasi yang datanya disajikan secara deskriptif  meliputi data karakteristik kimia dan gugus fungsi  iota caragenan, FPM kulit ikan patin dan tepung buah Mangrove spesies Bruguerra gymnoryza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Bahan campuran Iota caragenan-FPM kulit ikan patin-tepung buah Mangrove lindur (Bruguerra gymnoryza) memberikan kuat tarik tertinggi sebesar 0,9 (N/mm2), hardness tertinggi sebesar 18,07 (N), kadar air tertinggi sebesar 23,38%, elongasi tertinggi sebesar 76,03%, WVTR sebesar 20,34 (gr/m2/h). Kesimpulan penelitian adalah Penggunaan campuran antara karbohidrat  dan protein dapat memperbaiki kualitas biocomposite edible film. Interaksi bahan terhadap kualitas biocomposite dipengaruhi adanya ikatan hydrogen atau Hydrogen bonding yang dapat diamati melalui FTIR.Disarankan untuk melakukan uji kelarutan biocomposite edible film untuk penggunaan lebih lanjut pada bidang pangan.
Formulation and Characterization of Spray Hand Sanitizer from Cuttlefish Bone Chitosan (Sepia sp.) as an Antibacterial Agent Rasyid, Febriyanti; Naiu, Asri Silvana; Mile, Lukman
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2025.014.01.3

Abstract

AbstractHand hygiene is crucial to prevent infection, while repeated alcohol use risks disrupting the skin barrier. This study formulated a hand sanitizer spray based on cuttlefish bone chitosan and evaluated its physicochemical quality and antibacterial activity against Escherichia coli. Chitosan was isolated through deproteinization, demineralization, and deacetylation, resulting in a 30% yield, 5.23% moisture content, 3.36% ash content, and a 74.78% deacetylation degree. The study used a completely randomized design with chitosan concentrations of 5%, 10%, and 15%. Results were analyzed using ANOVA for pH, viscosity, and inhibition zone. Significant differences were further tested using DMRT at a 5% significance level. The results showed an increase in pH from 8.38 ± 0.10 to 9.26 ± 0.47, viscosity from 750 ± 250 cP to 4517 ± 680 cP, and inhibition zone from 9.07 ± 1.33 mm to 25.43 ± 3.96 mm. The 5% formula had the best spray comfort despite its low activity, the 15% formula produced the most significant inhibition but had high viscosity, while the 10% formula provided the best compromise with potent antibacterial activity and functional viscosity. The pH value at 10% was still above the ideal skin range of 4.5–6.5, so buffer optimization was necessary. These findings confirm the potential of cuttlefish bone chitosan as an effective and environmentally friendly non-alcoholic alternative when pH and rheology are tightly controlled.Keywords: cuttlefish bone chitosan, Escherichia coli, pH, spray hand sanitizer, viscosity AbstrakKebersihan tangan berperan penting dalam pencegahan infeksi, sementara penggunaan alkohol berulang berisiko mengganggu sawar kulit. Penelitian ini merumuskan spray hand sanitizer berbasis kitosan tulang sotong dan mengevaluasi mutu fisikokimia dan aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli. Kitosan diisolasi melalui deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi yang menghasilkan rendemen 30%, kadar air 5,23%, kadar abu 3,36%, dan derajat deasetilasi 74,78%. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan konsentrasi kitosan 5%, 10%, dan 15%. Hasil dianalisis dengan ANOVA pada parameter pH, viskositas, dan zona hambat. Perbedaan nyata diuji lanjut dengan DMRT pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan pH meningkat 8,38 ± 0,10 hingga 9,26 ± 0,47, viskositas 750 ± 250 cP hingga 4517 ± 680 cP, dan zona hambat 9,07 ± 1,33 mm hingga 25,43 ± 3,96 mm. Formula 5% memiliki kenyamanan semprot terbaik meski aktivitasnya rendah, formula 15% menghasilkan hambatan terbesar namun viskositasnya tinggi, sedangkan formula 10% memberikan kompromi terbaik dengan aktivitas antibakteri kuat dan viskositas fungsional. Nilai pH pada 10% masih di atas rentang ideal kulit 4,5–6,5 sehingga optimasi penyangga diperlukan. Temuan ini menegaskan potensi kitosan tulang sotong sebagai alternatif non-alkohol yang efektif dan ramah lingkungan saat pH serta reologi dikendalikan ketat.Kata kunci: Escherichia coli, kitosan tulang sotong, pH, spray hand sanitizer, viskositas 
Effect of Nano Chitosan Concentration and Storage Temperature on the Physical Characteristics of Edible Films of Black Mangrove Starch-Chitosan Mile, Lukman; Nursyam, Happy; Setijawati, Dwi; Sulistiyati , Titik Dwi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.vi.44434

Abstract

Abstract Edible films made from chitosan and starch materials have several physical limitations, particularly in terms of tensile strength and elongation. To address these limitations, glycerol and sorbitol are often added as plasticizers during the production process. Chitosan has also been reported to have plasticizing properties and can serve as an alternative through its modification into nano-sized particles, thereby increasing its reactivity. Therefore, this study aimed to characterize the physical properties of edible films made from black mangrove (Rhizophora mucronata) fruit starch and chitosan by adding nano chitosan suspension at different storage temperatures to determine the best treatment. A completely randomized factorial design was used, and the data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 95% confidence level with IBM SPSS statistics 25. The treatments used included the addition of nano chitosan suspension (A) at various concentrations of 0%, 25%, 50%, and 75% with storage (B) for 0 days, 9 days at room temperature, and 9 days at cold storage (± 50C) in triplicates. The significant treatments were then further tested using Honestly Significant Difference (sig < 0.05). The results showed that the addition of nano chitosan suspension with storage method affected the physical properties of the edible films. The edible film made from black mangrove fruit starch-chitosan with the addition of nano chitosan (50%:50%:75%) stored at cold temperature for 9 days had the best physical properties to be applied as a package for fishery products (fillets) based on De Garmo analysis.   Highlight Research Nano chitosan can be applied as plasticizer in making edible film of black mangrove starch-chitosan. The concentration of nano chitosan and storage temperature influenced the thickness, tensile strength, elongation, young modulus, and water resistance of edible film. The edible film made from Black mangrove starch - chitosan with the addition of 75% concentration of nano chitosan when stored at cold temperature (5 0C) for nine days can increase tensile strength, young modulus, elongation, and water resistance. Components of edible films interact less with one another intermolecularly due to nano chitosan, which encourages the creation of hydrogen bonds between polymer chains.
Analisis Organoleptik Ikan Julung-Julung (Hemirhampus far) Asap Cair dengan Perlakuan Lama Perendaman Berbeda Patra, Fitriani; Sulistijowati, Rieny; Mile, Lukman
The NIKe Journal VOLUME 11 ISSUE 4 | DECEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v11i5.23933

Abstract

This research aims to determine the organoleptic value of julung-julung fish (Hemirhampus far) with 3% concentration of liquid smoke treated with different soaking times (25, 30 and 35 minutes). This research was carried out in April - September 2016 at the Biotechnology and Fishery Product Characteristics Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Gorontalo State University for Organoleptic testing. Data analysis used for organoleptic testing of hedonic quality was Kruskal Wallis followed by Duncan's advanced test. Organoleptic test results for the hedonic quality of julung-julung fish (Hemirhampus far) from liquid smoke with different soaking times produced different organoleptic values for all parameters. Based on the results of the organoleptic test, the soaking time of 30 minutes and 35 minutes is different from the soaking time of 25 minutes, namely having an average value of 7 for the appearance parameters which are in the criteria of intact, clean, brown, shiny, specific to the type; the smell is in the criteria of less fragrant, sufficient smoke, without additional disturbing odors; The taste is in the criteria of good but not tasty, while in terms of texture parameters, the soaking time of 25 minutes and 30 minutes is different from the soaking time of 35 minutes, namely with an average value of 7 which is in the criteria of solid, compact, quite dry and tight tissue.
Formulasi dan Karakterisasi Organoleptik Roti Manis yang Disubstitusi dengan Tepung Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) pada Formula Terpilih Asrim, Muh Lubis; Mile, Lukman; Naiu, Asri Silvana
The NIKe Journal VOLUME 10 ISSUE 4 | DECEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v10i4.1276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi roti manis yang disubstitusi dengan tepung ikan lele dumbo (C. gariepinus) dan mengetahui nilai organleptik pada formula terpilih. Perlakuan pada penelitian ini yaitu substitusi tepung ikan lele dumbo (C. gariepinus) sebanyak 10%, 20%, dan 30% dari total jumlah komposisi pada formula. Parameter yang diuji adalah karakteristik organoleptik melalui uji hedonik pada produk dengan atribut kenampakan, rasa, aroma, tekstur dan warna. Karakterisasi mutu hedonik dilakukan pada produk terpilih dengan atribut warna, tekstur, aroma dan rasa. Hasil uji hedonik dianalisis berdasarkan Kruskall Wallis dan diuji lanjut dengan uji Duncan. Selanjutnya dilakukan uji Bayes untuk menentukan produk terpilih dari seluruh perlakuan. Hasil uji Bayes produk terpilih adalah formula A, yaitu roti yang menggunakan tepung ikan lele dumbo (C. gariepinus) 10%. Hasil uji mutu hedonik produk terpilih (Formula A) yaitu, warna kuning, tekstur agak lembut, aroma agak khas roti ikan, dan rasa agak manis.
Pengaruh Fortifikasi Daging Ikan Sidat (Anguilla sp.) terhadap Karakteristik Mutu Makanan Tradisional Dinango Okong, Ayong Adiyarto; Naiu, Asri Silvana; Mile, Lukman
The NIKe Journal VOLUME 10 ISSUE 4 | DECEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v10i4.1281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan karakteristik mutu kimiawi produk dinangoi yang difortifikasi dengan ikan sidat.Penelitian ini terdiri atas 2 tahap yaitu penelitian pendahuluan untuk mengetahui formula dinangoi dan penelitian utama untuk mengetahui karakteritik dinangoi. Perlakuan pada penelitian ini adalah fortifikasi ikan ikan sidat dengan konsentrasi 175 g, 200 g, dan 225 g. Data hasil score sheet hedonik dirancang menggunakan Kruskal Wallis dan dianalisis dengan Nonparametric Tests K Independent pada perangkat SPSS 16. Data kimia dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan dianalisis dengan Anova pada perangkat SPSS 16.Data hasil perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai produk dinangoi formula B (ikat sidat 200 g) dibanding formula A (ikat sidat 175 g) dan formula C (ikat sidat 225g) dari segi parameter tekstur, rasa, bau, kenampakan dan warna. Karakteristik mutu kimia produk dinangoi memiliki kadar air berkisar antara 32,14%-44,20%; kadar protein 1,34%-12.67%; kadar abu 1.23%-1.92%; kadar lemak 6.27%-7.92%; kadar serat 2,54%-3,52% dan karbohidrat 33.17 – 55.59%.
Karakteristik Mutu Organoleptik Nugget Ikan Terbang Hasil Fortifikasi dengan Tepung Keong Bakau Dino, Haris; Sulistijowaty, Rieny S; Mile, Lukman
The NIKe Journal VOLUME 11 ISSUE 1 | MARCH 2023
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v11i1.1289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu organoleptik dan kimia nugget ikan terbang hasil fortifikasi dengan tepung keong bakau. Faktor perlakuan pada penelitian adalah fortifikasi tepung keong bakau dalam formula nugget ikan yang terdiri atas 5 g, 10 g, dan 15 g. Analisis data organoleptik mutu hedonik yang digunakan adalah RAL dan uji Duncan. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa nugget ikan terbang hasil fortifikasi dengan tepung keong bakau, formula C (fortifikasi tepung keong bakau 15 g : ikan terbang 50 g) signifikan dapat meningkatkan mutu hedonik pada parameter kenampakan, rasa, tekstur, dan bau. Hasil uji metode bayes menunjukkan bahwa nugget ikan terbang yang difortifikasi dengan tepung keong bakau Pada formula C (tepung keong bakau 15 g : daging ikan terbang 50 g) adalah produk nugget terpilih yang disukai panelis. Karakteristik organoleptik mutu hedonik kenampakan lapisan tepung roti kering, cemerlang spesifik produk, rasa kurang kuat spesifik produk, tekstur padat kompak, dan bau kuat spesifik produk.