Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

DESKRIPSI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VIII PADA SOAL TIMSS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL Nisrina Hani Prasetyo; Ramlah Ramlah
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 4, No 5 (2021): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v4i5.p%p

Abstract

This research aims to determine the students’ math problem-solving ability according to the students’ initial ability category. The subjects of this study were randomly selected and obtained 3 students of class VIII in one of the junior high schools in Tambun Selatan, Bekasi. The method used is descriptive qualitative with interactive model data analysis from Miles & Huberman. The instrument used is the 2011 TIMSS question as a test of students' mathematical problem solving abilities in terms of initial abilities and semi-structured interviews to the 3 students. The indicator of mathematical problem solving ability used is the Polya indicator which consists of understanding the problem, device a plan, carry out the plan and looking back. The results showed that students with low initial abilities had not been able to pass the four indicators of problem solving abilities. Students with intermediate initial ability can pass two problem-solving ability indicators, while students with high initial ability can pass three problem-solving ability indicators
PENERAPAN TEORI PERKEMBANGAN MENTAL PIAGET TAHAP OPERASIONAL KONKRET PADA HUKUM KEKEKALAN MATERI Ramlah Ramlah
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 3 No 2 (2015): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.727 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlakuan teori tahapan perkembangan mental Piaget tahap operasional konkret, dan pemahaman konsep kekekalan materi pada anak usia 7–11 atau 12 tahun yang ada di negara kita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini hanya tiga orang anak, dua orang berjenis kelamin laki-laki dan satu orang berjenis kelamin perempuan. Dalam penelitian ini ada dua cara yang digunakan yaitu cara melihat gambar dan melakukan percobaan secara langsung. Berdasarkan hasil pembahasan penelitian, maka simpulan dari penelitian ini adalah keberlakuan teori tahapan perkembangan mental Piaget tahap operasional konkret dapat berlaku juga pada anak usia 7–11 atau 12 tahun yang ada di negara kita. Dan pada anak yang sesuai dengan usianya berada pada tahap operasional konkret yang ada di negara kita, ternyata belum memahami konsep kekekalan materi.Kata kunci: Teori Perkembangan Mental, Hukum Kekekalan Materi
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP pada Materi Prisma dan Limas Ahmad Masykuri; Dori Lukman Hakim; Ramlah Ramlah
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v4i1.6170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP pada materi Prisma dan Limas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kedungwaringin yang dipilih masing-masing 1 siswa dari setiap kategori kemampuan komunikasi matematis tinggi, sedang, dan rendah secara purposive. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes dan wawancara. Teknik analisis data di olah melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah bahwa kemampuan memahami masalah sudah mampu dipahami oleh siswa kategori tinggi, sedang dan rendah sedangkan kemampuan menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian siswa kategori rendah masih lemah.
Menyeimbangkan Fungsi Otak Melalui Teknik Kreasi Lagu dalam Pencapaian Pemahaman Matematis Siswa SMP Ramlah Ramlah; Hanifah Hanifah
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 2 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v2i1.923

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran matematika sekolah adalah menguasai kemampuan pemahaman matematis.Tetapi, faktanya kemampuan pemahaman matematis siswa masih tergolong rendah.Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah keefektifan TKL dengan menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan  terhadap pencapaian kemampuan pemahaman matematis siswa. Serta tingkat kepuasaan siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan TKL. Penelitian dengan pendekatan perbedaan ganda, desain grup non-ekivalen kepercobaan-kuasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP N kelas VII di Kecamatan Karawang Barat, dengan sampel sebanyak 30 siswa untuk masing-masing grup ( pembelajaran TKL) dan kelompok kontrol (pembelajaran langsung). Teknik analisis data menggunakan SPSS Versi 17. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pencapaian kemampuan Pemahaman Matematis siswa yang memperoleh TKL dengan menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Dan respon yang sangat baik  tehadap pembelajaran TKL. Jadi dapat disimpulkan bahwa Teknik kreasi lagu dengan menyeimbangkan fungsi oatak, efektif dalam pencapaian kemampuan pemahaman matematis siswa.
Fun Math Learning For Elementary School Students Through Interactive Puzzle Media Ramlah Ramlah; Nancy Riana; Agung Prasetyo Abadi
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 6 No 1 (2022): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v6i1.5775

Abstract

Amid the covid-19 pandemic, teachers and students should undergo an educational transformation which suddenly force them to embrace digital learning to support an online mode of teaching. In mathematic context, teachers can make use of interactive puzzle media as one of the digital tools that may stimulate activeness, mathematical understanding, and fun math learning for students. The purpose of this study is therefore to unearth the students’ reception during mathematics instruction using the media. This descriptive qualitative research involved 30 first graders of elementary school in West Java, Indonesia and employed questionnaire, interview, and video-based observation to collect the data. The research findings showcase that learning mathematics using interactive puzzle media is enjoyable for students, and there is a strongly positive response from 80% of them which can be seen from the activeness and enthusiasm demonstrated during the learning process. It further indicates that the application of interactive puzzle media increases students' confidence, fosters learning motivation, develops self-reliant learning, and provides clearer understanding of  recognizing the concept of numbers and recognize the concept of numbers and geometric shapes. With these specialties, interactive puzzle would be appropriate instructional media and technology for learning. Interactive puzzle media can be accessed online through http://bit.ly/MediaPuzzleInteraktif
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP PADA MATERI HIMPUNAN Yeremita Nurhalin; Ramlah Ramlah
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2021): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan materi himpunan. Himpunan merupakan salah satu materi pelajaran matematika SMP yang terdapat pada kelas VII. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling dan diperoleh sebanyak 3 orang siswa dari kelas VII. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument tes yang dimana peneliti sebagai instrument utama dan tes kemampuan pemecahan masalah yang berbentuk 2 soal uraian dengan 4 indikator Polya dan wawancara sebagai instrument pendukung. Teknik pengolahan data yang digunakan dengan menilai hasil jawaban siswa berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 2 soal tes yang diberikan, masih terdapat beberapa kesalahan yang ditemukan pada hasil jawaban siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah, seperti: tidak memberikan proses penyelesaian, kurang memahami permasalahan, kesalahan dalam perhitungan, dan kesimpulan yang tidak tepat akibat kesalahan perhitungan. Kata-kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah, Himpunan, Analisis Kesalahan
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS POKOK BAHASAN KECEPATAN JARAK DAN WAKTU DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA Fyrda Jamiatul Hasanah; Ramlah Ramlah
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2021): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah soal cerita pada materi kecepatan, jarak, dan waktu dengan ditinjau dari kemampuan awal siswa. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD yang berjumlah 3 orang dan berada di Desa Pasirtalaga II. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu satu buah tes uraian dan wawancara dengan materi jarak, waktu, dan kecepatan. Data penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa data nilai kemampuan pemecahan masalah sedangkan data kualitatif berupa hasil wawancara yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan awal siswa. Analisis data dalam penelitian ini memiliki tiga tahapan, yaitu: 1) tahap perencanaan, pada tahap ini peneliti membuat sebuah instrument tes pemecahan masalah matematis dengan meliputi kisi-kisi, dan juga wawancara; 2) tahap pelaksanaan, pada tahap ini siswa diberikan sebuah test pemecahan masalah matematis, setelah itu dilanjutkan dengan wawancara mengenai soal yang diberikan.; 3) tahap evaluasi, pada tahap ini peneliti mengolah data yang telah diperolah ketika penelitian itu, lalu peneliti menyusun hasil dalam bentuk laporan dan mengevaluasi soal tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan  memahami dan tidak mengetahui rumus dalam sebuah soal kemampuan pemecahan masalah dengan materi keceptan, jarak, dan waktu untuk kelas V SD. Siswa juga tidak mengetahui prasyarat materi soal tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis masih sangat rendah, begitu pula untuk kemampuan awal siswa juga masih sangat rendah. Kata-kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Kemampuan Awal, Kecepatan Jarak dan Waktu.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL Anita Anita; Ramlah Ramlah
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2021): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan kemampuan awal siswa. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan subjek sebanyak tiga orang siswa SMP kelas VIII di kabupaten Bekasi yang telah dipilih secara purposive sampling. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen pendukung yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal uraian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jawaban siswa yang merujuk pada keenam indikator kemampuan berpikir kritis yang dikembangkan oleh Facione dan melakukan wawancara tak terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa 1 hanya mampu memenuhi satu indikator yaitu inference, sedangkan siswa 2 dan 3 mampu memenuhi empat indikator yaitu interpretation, analysis, evaluation, dan inference. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel masih tergolong rendah. Hal tersebut dapat diperkuat dengan hasil wawancara pada siswa yang menunjukkan bahwa ketiga siswa memiliki kemampuan awal yang rendah. Kata-kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan awal, SPLDV.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS Rina Novita; Ramlah Ramlah
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2021): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa kelas VIII pada materi SPLDV berdasarkan kemampuan awal siswa. Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif yang digunakan ialah indikator kemampuan berpikir kreatif menurut Munandar terdiri dari (1) berpikir lancar, (2) berpikir luwes (fleksibel), (3) berpikir orisinal, (4) berpikir terperinci. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP kelas VIII di Lingkungan Kp.Selaeurih dengan jumlah siswa sebanyak tiga orang diantaranya siswa berkemampuan matematika sedang dan siswa berkemampuan matematika tinggi. Teknik pengambilan subjek yang dilakukan yaitu dengan mengunakan purposive sampling yang merupakan salah satu jenis probability sampling. Pengambilan teknik ini karena berdasarkan pertimbangan dari situasi dan kondisi pandemi covid-19.Teknik pengambilan data dilakukan dengan tes uraian mengenai materi SPLDV model TIMSS (Trends In International Mathematics And Science Study) dan wawancara. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sedangkan teknik analisis data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa hanya mampu menyelesaikan soal berdasarkan tiga indikator kemampuan berpikir kreatif saja yakni berpikir lancar, berpikir luwes dan berfikir terperinci dan siswa belum mampu menyelesaikan soal berdasarkan pada indikator berpikir orisinal karena siswa cenderung kurang mampu dalam mengerjakan dan menyelesaikan soal dengan jawaban sendiri atau pemikiran sendiri mereka hanya mampu mengikuti cara penyelesaian soal SPLDV pada umumnya saja.Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa masih tergolong sedang dan hal tersebut diperkuat dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada siswa yang menunjukkan bahwa kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa tergolong sedang. Kata-kata kunci: Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis Siswa, Kemampuan Awal ,SPLDV
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL TIMSS BERDASARKAN TAHAPAN POLYA Siti Muthmainah Darmawan; Ramlah Ramlah
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2021): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan matematis siswa dalam menyelesaikan soal TIMSS berdasarkan tahapan Polya. Penelitian kualitatif ini, menggunakan subjek siswa berusia 13-15 tahun sebanyak 5 orang siswa yang telah dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan tes pemecahan masalah. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, sedangkan instrument pendukung yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa terjemahan soal TIMSS 2011. Hasil jawaban siswa secara tertulis dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan kategori tinggi mampu melakukan seluruh tahap pemecahan masalah menurut Polya, sedangkan siswa dengan kategori sedang dan rendah belum mampu melakukan hampir seluruh tahap pemecahan masalah. Hal yang menyebabkan tidak terpenuhinya seluruh tahapan kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan tahapan polya, diantaranya adalah kurangnya kemampuan siswa dalam menganalisis soal dan siswa kurang terlatih dalam mengerjakan soal tidak rutin. Kata-kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Soal TIMSS, Tahapan Polya.