Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Buku Teks Siswa SMP Kelas VIII Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Ditinjau dari Taksonomi Bloom Siti Mae Munah; Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini adalah hasil penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian materi dan soal di dalam buku siswa SMP kelas VIII Pokok Bahasan Teorema pythagoras ditinjau dari Taksonomi Bloom. Hal ini dilatar belakangi karena rendahnya proporsi soal-soal dalam buku teks yang mendorong siswa untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif, subjek penelitian ini adalah pokok bahasan yang terdiri dari materi dan soal teorema pythagoras dalam buku smp kelas VIII semester II, kemendikbud. Pedoman yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar deskriptor masing-masing tingkatan taksonomi bloom. Pada penelitian ini secara bertahap akan dianalisis tingkat kognitif pada soal-soal tersebut yang digunakan dalam penyelesaiannya, terdapat ke dalam enam tingkat kognitif taksonomi Bloom revisi. Hasil dari penelitian ini adalah persentase soal untuk masing-masing tingkat kognitif adalah: C1 (0%), C2 (7,24%), C3 (62,32%) termasuk kedalam kategori rendah dan C4 (37,68%), C5 (0%), C6 (0%) termasuk kedalam kategori tinggi. Cakupan materi pada C1 (0%), C2(0%), C3(83,3%), C4(0%), C5(16,67%), C6(0%). Dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut belum memenuhi proporsi soal yang mendukung ketercapaian kompetensi dasar dan masih terdapat soal yang berkategori rendah.
Deskripsi Kemampuan Sintesis Matematis Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar salma viamita; Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil studi yang bertujuan untuk mendeksripsikan kemampuan sistesis dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bangun ruang sisi datar. Hal ini dilatar belakangi rendahnya kemampuan sintesiss dalam menyelesaika soal cerita pada materi bangun ruang sisi datar. Subjek yang di kaji sebanyak 16 siswa kelas IX disalah satu Sekolah Menengah Pertama di kecamatan karawang barat Tahun ajaran 2019/2020. Penelitian deksritif kualitatif ini menggunakan kemampuan sintesis berupa tes uraian sebanyak 2 soal. Berdasarkan pengolahan data diperoleh bahwa kemampuan sintesis siswa ialah 18,75% dapat menguasai 3 indikator kemampuan sintesis,57,75% dalam katagori sedang mampu menguasi indikator merumuskan dan memproduksi,25% dalam katagori rendah yaitu ketidakmampuan siswa dalam 3 indikator. Dapat disimpulkan bahwa kemmapuan sintesis siswa pada materi bangun ruang sisi datar hanya pada katagori merumuskan dan memproduksi kemampuan sintesisKata kunci: Kemampuan sintesis,, soal cerita, bangun ruang sisi datar
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP pada Materi Lingkaran Hanna Mustikasari; Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP pada materi lingkaran. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa khususnya pada soal-soal cerita. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX B pada salah satu SMP Swasta di Kabupaten Karawang Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 23 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes uraian berupa soal cerita sebanyak empat butir soal pada indikator fluency, flexibility, originality dan elaboration. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa indikator kemampuan berpikir fluency yang mampu menghasilkan ide, jawaban, pemecahan masalah atau pertanyaan lancar sebanyak 701%, indikator kemampuan berpikir flexibility yaitu mampu memberikan ide, pertanyaan atau jawaban yang bervariasi sebanyak 36%, kemampuan berpikir originality yang mempu memberikan ekspresi baru dan ide-ide unik sebanyak 79%, dan kemampuan berpikir elaboration mampu merinci dan mengembangkan objek sebanyak 47%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hanya terdapat dua indikator yang termasuk kriteria tinggi yaitu berpikir fluency dan berpikir originality. Sementara indikator yang termasuk kriteria sedang yaitu indikator berpikir elaboration, dan indikator yang termasuk kriteria rendah yaitu indikator berpikir flexibility.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Materi Aritmatika Sosial Berdasarkan Teori Polya Ditinjau dari Self-Confidence Siswa SMP Rita Nurkhalipah; Ramlah Ramlah; Attin Warmi
Logaritma : Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan dan Sains Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/logaritma.v8i02.2884

Abstract

This study aims to describe mathematical problem solving abilities in terms of students' self-confidence. This is motivated by the number of students who have low self-confidence in solving mathematical problem solving problems. The research used a qualitative approach to the case study method with the subject as many as 3 students of class VII of one of the state junior high schools in Karawang district, using tests in the form of questions to describe their problem-solving abilities, self-confidence questionnaires and interviews. The data analysis technique used data reduction, display data, and conclusion drawing or verification. Based on the results of data analysis, it was showed that self-confidence are high and solving problems, it is be able to meet the stages of understanding problems, compiling plans, and implementing plans. Students with low self-confidence show that they do not meet any of the problem solving stages. So, it can be concluded that the ability to solve mathematical problems in terms of students' self-confidence in social arithmetic material, no one student can re-examine the results in the Polya stage.
Deskripsi Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP Berdasarkan Teori APOS Mahfuziah Rusfiana; Ramlah Ramlah; Haerudin Haerudin
Logaritma : Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan dan Sains Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/logaritma.v8i02.2887

Abstract

This study aims to describe the mathematical understanding of junior high school students on quadrilateral based on the APOS theory. This study used a qualitative approach to the case study method with the subject as many as 3 students of class VII of one of the State Junior High Schools in Karawang district, using a test question description of comprehension and interview abilities. Data analysis in this study was carried out with data reduction, display data, and conclusion drawing or verification. Based on the results of data analysis, students with high abilities are able to meet the APOS stages on the indicators of presenting concepts in various forms of mathematical representations and developing necessary or sufficient requirements of a concept. Students with moderate abilities are able to meet the APOS stage on the indicators of presenting concepts in various forms of mathematical representations. And students with low abilities have not been able to meet the APOS stages on the four indicators. So, the students' mathematical understanding ability based on the APOS theory on the rectangular material is still low, where students have not been able to meet all the indicators of understanding based on the APOS theory.
PEMANFAATAN PLATFORM CANVA DALAM MENDESAIN BAHAN AJAR ‘PUZZLE DIGITAL’ BAGI GURU SEKOLAH DASAR Ramlah Ramlah; Dewi Siti Aisyah; Siti Mutmainah; Eri Manuri; Niken Nurul Azizah; Omiyati Oman Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12869

Abstract

ABSTRAKPembelajaran abad 21 melibatkan teknologi sebagai sarana untuk pendidikan. Dalam hal ini, guru sebagai agen perubahan harus mampu menguasai kompetensi teknologi, tidak terkecuali guru Sekolah Dasar (SD). Peningkatan kompetensi digital guru, salah satunya dapat dilakukan melalui kegiatan merancang dan menghasilkan perangkat ajar digital yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa serta tujuan pembelajaran. Canva sebagai platform yang dapat digunakan guru SD untuk mendesain bahan ajar yang menarik seperti “lembar evaluasi” puzzle digital. Oleh karena itu, bahan ajar digital menjadi kebutuhan prioritas yang harus disediakan oleh para guru SD. Kegiatan PkM dilakukan di SDN Kiara 2 Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Peserta adalah para guru SDN Kiara 1 dan 2 yang berjumlah 9 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi canva serta meningkatkan kompetensi para guru dalam mendesain bahan ajar berbasis puzzle digital. Metode pelatihan dan pendampingan berbasis blended learning digunakan untuk pencapaian tujuan. Hasil kegiatan memberikan implikasi yang berarti, yakni: 1) 71,4% guru tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasikan canva; 2) 100% guru menghasilkan bahan ajar puzzle digital berupa lembar evaluasi. Bahan ajar tersebut dapat diimplementasikan kepada siswa sebagai lembar evaluasi yang efektif dan menyenangkan. Secara umum berimplikasi pada ketercapaian tujuan pembelajaran. Kata kunci: bahan ajar; canva; digital; platform; puzzle. ABSTRACT21st century learning involves technology as a means of education. In this case, teachers as agents of change must be able to master technological competencies, including elementary school (SD) teachers. Increasing teacher digital competence, one of which can be done through activities to design and produce digital teaching tools that are in accordance with the characteristics and needs of students and learning objectives. Canva is a platform that elementary teachers can use to design engaging teaching materials such as digital puzzle “evaluation sheets”. Therefore, digital teaching materials are a priority requirement that must be provided by elementary school teachers. PkM activities are carried out at SDN Kiara 2 Cilamaya Kulon, Karawang Regency, West Java. The participants were 9 teachers at SDN Kiara 1 and 2. This activity aims to introduce the Canva application and increase the competence of teachers in designing digital puzzle-based teaching materials. Blended learning-based training and mentoring methods are used to achieve goals. The results of the activity have significant implications, namely: 1) 71.4% of teachers have no difficulty operating Canva; 2) 100% of teachers produce digital puzzle teaching materials in the form of evaluation sheets. These teaching materials can be implemented to students as an effective and fun evaluation sheet. In general, it has implications for the achievement of learning objectives. Keywords: canvas; digital; platforms; puzzles; teaching materials.
Mengembangkan Literasi Numerasi Anak Usia Dini melalui Media Pembelajaran Puzzel Edukatif-Interaktif Ramlah Ramlah; Nancy Riana; Agung Prasetyo Abadi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2171

Abstract

ABSTRACTIn the era of the industrial revolution 4.0,  literacy movement is still a very important concern in education sector. One of the literacy skills must be developed in early childhood is numeracy literacy in aspect of counting. Numeracy ability of early childhood has’nt been optimally developed. The application of educational-interactive puzzle learning media can be done by teachers and parents is an alternative to solve this problem. The purpose this activity to help teachers and parents in the Az-Zariyat environment of Pasirjengkol Village, Majalaya District, Karawang Regency in developing numeracy literacy skills in numeracy aspect of early childhood, through mentoring and training in making educational-interactive puzzle media. This service activity received very positive responses, this can be seen from the enthusiasm and active participation of the participants during activity. The level of satisfaction given by the participants was 87.5%. Participants gave the response “strongly agree” when educational-interactive puzzle media are applied to early childhood, to develop their numeracy literacy skills. In general, this service activity provides excellent feedback, and improves skills in using and making educational-interactive puzzle media for the participants. So, media can be implemented by teachers and parents to develop numeracy literacy skills arithmetic aspect of early childhood. ABSTRAKPada era revolusi industri 4.0, gerakan literasi masih menjadi perhatian yang sangat penting dalam sektor pendidikan. Salah satu kemampuan literasi yang harus dikembangkan pada anak usia dini adalah literasi numerasi pada aspek berhitung. Kemampuan berhitung anak usia dini belum berkembang secara optimal. Penerapan media pembelajaran puzzle edukatif-interaktif yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua, menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk membantu para guru dan orang tua di lingkungan PAUD Az-Zariyat Desa Pasirjengkol Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang dalam mengembangkan kemampuan literasi numerasi pada aspek berhitung anak usia dini, melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan media puzzle edukatif-interaktif. Kegiatan pengabdian ini memperoleh tanggapan yang sangat positif, hal ini terlihat dari antusias dan partisipasi yang aktif dari para peserta selama kegiatan berlangsung. Tingkat kepuasan yang diberikan oleh para peserta, yaitu sebesar 87,5%. Peserta memberikan tanggapan ‘sangat setuju’ bila media puzzle edukatif-interaktif diterapkan pada anak usia dini, untuk mengembangkan kemampuan literasi numerasinya. Secara umum kegiatan pengabdian ini memberikan feed back yang sangat baik, dan meningkatkan keterampilan menggunakan dan  membuat media puzzle edukatif-interaktif bagi para peserta. Sehingga media tersebut dapat diimplementasikan oleh guru dan orang tua untuk mengembangkan kemampuan literasi numerasi pada aspek berhitung anak usia dini. 
PENGEMBANGAN MODUL AJAR SCAFFOLDING METAKOGNITIF BERBASIS LITERASI MATEMATIS UNTUK SISWA SMA Nita Hidayati; Ramlah Ramlah; Hanifah Hanifah; Adiesty Novia Yesiliana; Siti Annisa Samsudin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i1.10668

Abstract

Siswa diharapkan memiliki kemampuan literasi matematis, yang berkorelasi dengan kompetensi matematis, karena keduanya akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Berbagai metode, pendekatan, dan pendekatan pembelajaran matematika dapat digunakan untuk meningkatkan literasi matematika siswa. Scaffolding metakognitif adalah salah satu strategi yang dapat digunakan oleh siswa ketika mereka menghadapi kesulitan. Bahan ajar adalah model scaffolding yang paling umum digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu modul ajar scaffolding metakognitif berbasis literasi matematis. Studi ini adalah studi pengembangan, dan model ADDIE digunakan untuk analisis, desain, pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil uji ahli yang dilakukan, modul ajar dengan scaffolding metakognitif memiliki klasifikasi yang sangat baik dengan persentase 89,8% untuk ahli media dan sangat baik dengan persentase 90,8% untuk ahli materi. Tanggapan siswa terhadap modul ajar dengan scaffolding dinilai sangat baik dengan persentase 87,82%. Selanjutnya, ketuntasan klasikal kelas 81,48%, artinya siswa secara efektif dapat menggunakan modul ajar dengan scaffolding metakognitif. Hasilnya adalah modul ajar berbasis scaffolding metakognitif ini layak dimanfaatkan dalam pembelajaran untuk melatih ketrampilan literasi matematis siswa.