Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA ASPIRASI BENDA ASING PADA ANAK TODDLER TERHADAP PENGETAHUAN IBU: Influence of Health Education on First Aid for Aspiration in Toddler to Mother's Knowledge Haryani, Siti; Minardo, Joyo; Astuti, Ana Puji
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 3 (2023): JIKep | Oktober 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i5.1761

Abstract

Pendahuluan: Kecelakaan pada toddler diantaranya adalah aspirasi benda asing. Anak toddler kemampuan mengeksplor lingkungan sekitar karena rasa ingin tahu yang tinggi. Jika anak dan orang tua mendapatkan informasi dan bimbingan antisipasi pencegahan kecelakaan, maka kecelakaan dapat dicegah. Studi pendahuluan yang dilakukan melalui kader didapatkan informasi bahwa kurang lebih 3 anak yang  mengalami aspirasi benda asing dalam  satu tahun  terakhir. Data mengenai  aspirasi  benda  asing juga didapatkan  melalui wawancara terhadap 5  ibu  yang  berada  di  wilayah  Candirejo  mengatakan belum  pernah  mendapatkan  informasi  tentang  penanganan  aspirasi  benda asing dari petugas kesehatan maupun media informasi lainnya. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan tentang aspirasi benda asing terhadap pengetahuan ibu. Metode: rancangan analitik komparatif dengan pendekatan   cross sectional. Jumlah sampel  penelitian ini adalah 36 ibu yangg mempunyai anak toddler (1-3 tahun) . Sebelum dilakukan pengambilan data terlebih dahulu dilakukan pemberian informed consent. Penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan melalui Pendidikan Kesehatan tentang pertolongan pertama aspirasi benda asing pada anak toddler. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan. Hasil: ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan. Simpulan: Pendidikan kesehatan efektif mengingkatkan pengetahuan Ibu dalam pemberian pertolongan aspirasi pada anak. Karena itu, kegiatan  pendidikan kesehatan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat
Upaya Deteksi Penyakit Degeneratif untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat pada Warga RT 03, RW 01 Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang Minardo, Joyo; Haryani, Siti; Pujiastuti, Ana; Maksum, Maksum; Ismiryam, Fiktina Vifri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.135 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1600

Abstract

Degenerative disease is a health condition that deteriorate tissues or organs over time. Degenerative disease can be classified into three groups, namely cardiovascular, neoplastic, and nervous system.. WHO stated that degenerative disease is the most common cause of death in the world that has become a global epidemic, especially in countries with medium and small income. The residents of RT 03 RW 01 Candirejo Sub-district have the potential to suffer degenerative disease caused by unhealthy lifestyle. This service activity was aimed to help the residents receive proper information about degenerative disease and detect its indicators by checking blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid that can be used as a reference for their health status. The approach method is by giving health education about various degenerative diseases and its prevention, as well as medical examination. From the results after conducting service activity on the residents, most of the residents’ knowledge about degenerative disease and its prevention by improving healthy lifestyle are at value 33.3% for very good understanding, 47.6% good understanding, and 19.1% sufficient understanding. Additionally, the results of medical examination shows that 15 people have increased blood pressure from minor to medium, 5 people have increased blood sugar above normal, 5 people have increased cholesterol above normal, and 3 people have increased uric acid.From the results above, , the residents knowledge and understanding of degenerative diseases have increased. Furthermore, from the medical examination results, there are some residents who have increased their blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid above normal.ABSTRAKPenyakit degenerative adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ tubuh memburuk dari waktu kewaktu. Penyakit degenerative diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu kardiovaskular, neoplastic, dan system saraf. WHO menyatakan penyakit degenerative merupakan penyakit penyebab kematian terbesar didunia yang telah menjadi epidemic global terutama dinegara dengan tingkat pendapatan sedang dan kecil. Warga masyarakat RT 03 RW 01 kelurahan candirejo termasuk warga masyarakat yang mempunyai potensi mengalami penyakit degenerative yang diakibatkan oleh faktor resiko gaya hidup tidak sehat. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian ini agar para warga mendapatkan informasi yang benar tentang penyakit degenerative dan deteksi terhadap indicator terjadinya penyakit degenerative pada warga melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat yang dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan pemeliharaan terhadap status kesehatanya Metode pendekatan yang dilakukan yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang macam penyakit degenerative dan upaya pencegahannya serta melakukan pemeriksaan kesehatan Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan didapatkanhasil sebagian besar warga pemahamnanya baik tentang penyakit degenerative dan upaya pencegahanya dengan memperbaiki pola hidup sehat sebesar 33.3 % pemahamnan sangat baik, 47,6 % pemahamannya baik, serta 19.1 % pemahamannya cukup. Sedangkan hasil pemeriksaan kesehatan pada warga didapatkan hasil ada 15 warga mengalami peningkatan tekanan darah dari ringan sampai sedang, 5 warga gula darah meningkat diatas normal, 5 warga kolesterol meningkat diatas normal, dan 3 warga mengalami peingkatan asam urat. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuannya tentang penyakit degenerative dan upaya pencegahanya, serta terdapat beberapa warga yang hasil pemeriksaan terhadap tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat mengalami peningkatan diatas normal.
Implementasi Deteksi Perkembangan Anak Melalui Pelatihan KPSP ( Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) pada Guru TK Islam Nurul Izzah Haryani, Siti; Astuti, Ana Puji; Minardo, Joyo; Sari, Kartika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.678 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1622

Abstract

Development is an increase in abilities (skills) in more complex body structures and functions in a regular and predictable pattern, as a result of the maturation process. The purpose of this activity is to provide an overview of the detection of child development through training. The method used is to provide KPSP training (Pre-Development Screening Questionnaire) to teachers at Nurul Izzah Kindergarten in order to detect the development of students according to their age. The result of this activity is that 100% of teachers participate in developmental detection training using KPSP and the development of students who are carried out for developmental detection is in accordance with their age(100%).ABSTRAKPerkembangan merupakan bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan gambaran tentang deteksi perkembangan anak melalui pelatihan. Metode yang digunakan yaitu memberikan pelatihan KPSP (Kuesioner pra Skrining Perkembangan) kepada para guru di TK Nurul Izzah agar dapat mendeteksi perkembangan para siswa sesuai usianya. Hasil kegaiatan ini adalah 100 % guru mengikuti pelatihan deteksi perkembangan dengan menggunakan KPSP dan perkembangan siswa yang dilakukan deteksi perkembangan sudah sesuai dengan usianya (100%).
Pengaruh Baby Massage terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi: The Influence of Baby Massage on Improvement Weight in Babies Siti Haryani; Joyo Minardo; Ana Puji Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.3154

Abstract

The first five years are a golden time for children starting from infancy from birth. Infancy is a golden period as well as a critical period of a person's development. Baby massage or often called baby massage, is a comfortable touch of communication between mother and baby. Massage is a touch therapy that has long been known to people, but is still rarely used by parents of toddlers.. The positive impact that can arise from baby massage is an increase in the baby's weight if done regularly. Apart from that, baby massage can also increase the body's immunity and improve the quality of the baby's sleep. From the results of interviews in the preliminary study with several mothers who had babies, the majority of mothers said they rarely massaged their babies, baby massage was only done once in a while if the child was not feeling well, and even then the person who did the massage was the dukun. The baby's mother said that her baby's weight increased very little, in fact there were 3 children whose weight did not increase. The aim of this research was to determine the effect of baby massage on increasing body weight. This research method uses an experimental design with a Pretest - Posttest design. The total sample was 15 respondents who were babies aged 0-12 months. The instrument uses SOP (Standard Operating Procedure) for baby massage and weight observation sheets. The intervention was given for 12 days. Bivariate test using t-test. The results of the study showed that there was an effect of baby massage on body weight with a p-value of 0.000. Based on this, it is necessary to carry out ongoing baby massage and weight monitoring through posyandu activities every month. Abstrak Kesehatan anak dimulai sejak periode kehamilan sampai dengan usia remaja. Lima tahun pertama merupakan waktu keemasan bagi anak yang dimulai dari bayi sejak lahir. Pijat bayi atau sering disebut baby massage, merupakan sentuhan komunikasi yang nyaman antara ibu dan bayi. Pijat merupakan terapi sentuhan yang sudah lama dikenal orang, namun masih jarang diterapkan oleh orang tua yang mempunyai anak balita. Dampak positif yang dapat ditimbulkan dari pijat bayi adalah adanya peningkatan berat badan bayi apabila dilakukan secara rutin. Selain itu pijat baayi juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan kualitas tidur bayi. Dari hasil wawancara pada studi pendahuluan dengan beberapa ibu yang mempunyai bayi, sebagian besar ibu mengatakan jarang memijat bayinya, pijat bayi dilakukan hanya sekali-kali kalau anak kurang enak badan, itupun yang melakukan pijat adalah dukun bayi. Ibu bayi mengatakan berat badan bayinya sedikit sekali peningkatannya, bahkan terdapat 3 anak yang berat badannya tidak mengalami kenaikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh baby massage terhadap paningkatan berat badan. Metode penelitian ini menggunakan eksperiment design dengan rancangan Pretest – Postest design. Jumlah sampel 15 responden yang merupakan bayi usia 0-12 bulan. Instrumen menggunakan SOP (Standar Operasional Prosedur) pijat bayi dan lembar observasi berat badan. Pemberian intervensi diberikan selama 12 hari. Uji bivariat menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pijat bayi terhadap berat badan dengan p-value 0,000. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk pijat bayi dan pemantauan berat badan melalui kegiatan posyandu setiap bulan.
STUDI KASUS PENGELOLAAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PIJAT REFLEKSI KAKI Susilo, Adam Firdi; Mustain, Mukhamad; Haryani, Siti; Minardo, Joyo
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 12 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v12i2.6677

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan ketika tekanan darah sistolik meningkat ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Tekanan darah tinggi juga dapat menjadi penyebab gangguan pola tidur.  Hubungan antara tidur dengan hipertensi terjadi akibat aktivitas simpatik pada pembuluh darah sehingga seseorang berpeluang mengalami perubahan curah jantung yang tidak signifikan pada malam hari. Pijat refleksi kaki direkomendasikan pada pasien dengan masalah gangguan pola tidur, karena dapat membantu memperlancar aliran darah dan dapat membantu menstimulasi saraf dan peredaran darah pada tubuh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional berupa studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan yang mendeskripsikan pengelolaan pemberian pijat refleksi kaki pada lansia yang menderita gangguan pola tidur akibat hipertensi. Pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik. Pengelolaan dilakukan selama empat minggu pada Tn. S berusia 65 tahun. Hasil pengkajian ditemukan pasien mengeluh sulit tidur, sering terjaga, dan tidak puas saat tidur. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu gangguan pola tidur berhubungan dengan kurangnya kontrol tidur dibuktikan dengan mengeluh sulit tidur dan mengeluh sering terjaga. Intervensi yang dilakukan yaitu pijat refleksi kaki selama 4 minggu. Evaluasi yang didapatkan yaitu pasien mengatakan puas dengan tidurnya semalam, klien mengatakan badannya segar saat bangun pagi ini, klien juga mengatakan tegang pada tengkuknya sudah tidak terasa. Saran kepada penderita hipertensi untuk menjaga asupan natrium dan berolahraga semampunya.
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR Zulmi Roestika Rini; Kartika Yuni Purwanti; Joyo Minardo
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada anak perlu ditanamkan sejak dini, termasuk juga dalam mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satu manfaatnya adalah agar anak terbiasa melakukan hal baik ini, sehingga terbawa hingga dewasa nanti. Namun, perilaku dalam menjaga kesehatan bukan hanya terjadi di rumah, tetapi juga di sekolah. Hal ini disebut juga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Orangtua perlu tahu apakah program ini diterapkan dengan baik di sekolah atau tidak. Saat anak terbiasa melakukan hal ini, tentu berbagai risiko dari penyakit dapat diturunkan dengan baik. Selain itu, cara ini juga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberikan informasi bagi siswa tentang PHBS di SD Sidomulyo 01. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan menggunakan LCD dan simulasi tentang cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar. Penyuluhan PHBS pada anak sekolah dasar di SD Sidomulyo 01 berjalan lancar, semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan PKM ini.
Upaya Pencegahan Tindak Kekerasan melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Bullying pada Remaja di SMA Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang Minardo, Joyo; Haryani, Siti; Herdinata, Guntur Ratih Prestifa
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.48

Abstract

Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan dan tak berdaya.  Dampak yang diakibatkan oleh tindakan inipun sangat luas cakupanya.  Remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Kasus penganayaan ringan di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 12.211 kasus. Sedangkan penganiayaan berat sebanyak 8.445 kasus.  Pada tahun 2017 total kasus mencapai  33.734 kasus, namun pada tahun 2021 menjadi 20.656 kasus, capaian ini turun 27,69 % dari tahun 2020. Tujuan dilakukan kegiatan agar siswa SMA Negeri 2 Ungaran dapat memperoleh peningkatan kognitif dan afektif  tentang upaya pencegahan tindakan kekerasan/bullying yang terjadi dilingkungan pendidikan, sehingga para siswa memiliki pertahanan mental dan sikap yang baik untuk tidak melakukan atau tidak menjadi korban atas tindakan kekerasan/bullying. Metode pendekatan yang dilakukan melaksanakan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada siswa dengan memberikan   materi Kesehatan mental pada remaja,  Perilaku kekerasan/ bullying dan resiko yang dihadapi, serta melatih tehnik EFT (emotional freedom technicque) dan (Seft spiritual emosional Freedom Technique). Hasil pelaksanaan Pengetahuan siswa tentang  tindakan perudungan atau bullying sebelum dilakukan pre tes telah memiliki pemahaman yang baik dengan kategori pengetahuan exelent 3.6%,  kategori pengetahan dengan baik sekali 35,7 %, dan pengetahuan dengan hasil baik 14% serta degan kategori cukup 10,7 %.  Pengetahuan siswa setelah post test mendapatkan hasil pengetahuan dengan kategori exxelent :89,3 %, dan pengetahuan dengan kategori baik sekali : 10,7 %.
Optimalisasi Kader dalam Peningkatan Kualitas Kesehatan Lansia di Candirejo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Minardo, Joyo; Musta'in, Mukhammad; Sugiarto, Heri; Eko Nur Hermansyah; Olif Rina Susanti5
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3921

Abstract

Elderly people are very susceptible to health problems due to decreased body function. Complaints of illness experienced by the elderly include respiratory tract disorders, headaches, hypertension, diabetes mellitus, and other degenerative diseases. Health protection for the elderly needs to be considered so that the elderly carry out healthy physical and mental life management. The health of the elderly is facilitated by the Elderly Posyandu program which aims to improve the quality of life of the elderly. Elderly Posyandu is organized by health cadres, who are volunteers recruited from the community. Cadres are not professional health workers, but the role of cadres can help health workers to empower the community. Increasing the knowledge and skills of cadres is very important to support the health of the elderly towards healthy and happy elderly people. Increasing the capacity of cadres is carried out by increasing knowledge about degenerative diseases, and basic examinations. The purpose of this activity is to provide cadres with knowledge about degenerative diseases and how to measure blood pressure as a basic health examination. The method used is to provide health education accompanied by training in blood pressure examinations. The target of this activity is elderly Posyandu cadres. The stages carried out include providing material about degenerative diseases followed by a demonstration of blood pressure measurement. At the evaluation stage, there was an increase in the knowledge and skills of cadres in measuring blood pressure. The results of this activity were that all cadres had good knowledge of 60.71% and very good knowledge of 17.8%, the rest had sufficient knowledge of 21.42%   ABSTRAK Lansia sangat rentan mengalami gangguan kesehatan karena penurunan fungsi tubuh.. Keluhan sakit yang dialami lansia berupa gangguan  saluran pernapasan, sakit kepala, hipertensi, diabetes mellitus, dan gangguan  penyakit degenerative lainnya.  Proteksi kesehatan terhadap lansia perlu diperhatiakan agar lansia  melakukan manajemen hidup sehat jasmani dan rohani. Kesehatan para lansia difasilitasi dengan  program Posyandu Lansia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Posyandu lansia diselenggarakan oleh kader kesehatan.yang  merupakan tenaga sukarela yang direkrut dari masyarakat.. Kader bukanlah petugas kesehatan yang profesional, namun peranan kader dapat membantu tenaga kesehatan untuk memperdayakan masyarakat. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader sangat penting untuk menunjang kesehatan lansia menuju lansia sehat dan bahagia. Peningkatan kapasitas kader dilakukan dengan peningkatan pengetahuan tentang penyakit degeneratif, dan pemeriksaan dasar.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan  pengetahuan kader tentang penyakit degenerative dan  cara  pengukuran tekanan darah sebagai pemeriksaan kesehatan dasar.. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kesehatan disertai melatih  pemeriksaan tekanan darah.  Sasaran pada kegiatan ini adalah kader posyandu. lansia  Tahapan yang dilakukan meliputi pemberian materi tentang penyakit degeneratif dilanjutkan demonstrasi pengukuran tekanan darah. Pada tahap evaluasi  terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengukur tekanan darah Hasil dari kegiatan ini adalah seluruh kader dengan pengetahuan baik 60,71 % dan pengetahuan baik sekali 17,8 % sisanya dengan pengetahuan cukup 21,42%.
Tanam Selasih (Therapeutic Nape Massage dan Senam Lansia Sehat) sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Hipertensi Mustain, Mukhamad; Sugiarto, Heri; Minardo, Joyo; Maksum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3947

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that is commonly experienced by the elderly, with a prevalence that continues to increase. Uncontrolled hypertension, where systolic blood pressure is ≥140 mmHg and diastolic blood pressure is ≥90 mmHg, can lead to various complications such as heart disease, stroke, kidney failure, and vision disturbances. In addition to regular medication, hypertension complications can be minimized with complementary therapies such as Therapeutic Nape Massage and elderly exercises. The results of a preliminary study in the Ngadipiro Walitelon Utara area, Temanggung Regency, found that out of 70 elderly individuals, 54% were experiencing hypertension. Most elderly people do not regularly exercise, such as doing gymnastics, and do not understand alternative treatments for hypertension complications. The purpose of providing Tanam Selasih is to increase the knowledge of the community, especially the elderly, in minimizing hypertension complications and promoting healthy living behaviors through exercise. The activities were conducted using lecture, discussion, and demonstration methods. The activities included blood pressure checks, pre-post tests, education, as well as demonstrations of Therapeutic Nape Massage and elderly exercises. Community service was conducted on Tuesday, December 7, 2024, in the Ngadipiro area, Walitelon Utara. The activity was attended by 36 participants. The results of the community service showed an increase in public knowledge about Tanam Selasih to minimize hypertension complications, where there was a difference in the average knowledge before and after the education with a paired t-test value of 0.000. There is a need for the dissemination of information to a wider community regarding the benefits of planting basil in reducing hypertension complications. There is a need for the dissemination of information to the wider community regarding the benefits of Tanam Selasih in reducing hypertension complications.   ABSTRAK Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dengan prevalensi yang terus meningkat. Hipertensi yang tidak terkendali, dimana ukuran tekanan darah sistolik ³140 mmHg dan tekanan darah diastolik ³90 mmHg dapat memunculkan berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan gangguan penglihatan. Selain dengan pengobatan teratur, komplikasi hipertensi dapat diminimalisir dengan tindakan  terapi komplementer seperti Therapeutic Nape Massage (pijat tengkuk) dan senam lansia sehat (Tanam Selasih).   Hasil   studi   pendahuluan   di lingkungan   Ngadipiro Walitelon   Utara   Kab Temanggung, dari 70 lansia ditemukan 54% yang mengalami hipertensi. Sebagian besar lansia juga belum rutin berolahraga seperti senam dan belum memahami pencegahan alternatif komplikasi hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Tanam Selasih yaitu  untuk  meningkatkan  pengetahuan  masyarakat khususnya lansia  dalam  meminimalkan komplikasi hipertensi dan meningkatkan perilaku hidup sehat melalui senam. Kegiatan  dilakukan  dengan  metode  ceramah,  diskusi dan demonstrasi.  Kegiatan meliputi  pemeriksaan  tekanan  darah,  pre-posttest,  edukasi  serta demonstrasi Therapeutic Nape Massage dan senam lansia. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 7 Desember 2024  bertempat  di  lingkungan Ngadipiro,  Walitelon  Utara Kab Temanggung.  Kegiatan  diikuti  oleh  30  peserta.  Hasil pengabdian  kepada  masyarakat  didapatkan  peningkatan  pengetahuan  masyarakat  mengenai tanam selasih  dalam  meminimalkan komplikasi hipertensi  dimana  ada  perbedaan  rata-rata pengetahuan  sebelum  dan  sesudah  edukasi  dengan  nilai  uji  t  berpasangan  0.000. Perlu  adanya penyebarluasan informasi kepada masyarakat yang lebih luas mengenai manfaat tanam selasih dalam menurunkan komplikasi hipertensi.
Penerapan Teknik Batuk Efektif untuk Mengatasi Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Pasien Tuberkulosis Paru (Studi Kasus): Implementation of Effective Cough Technique to Overcome Ineffective Airway Clearance in Pulmonary Tuberculosis Patients (Case Study) Mawar, Selvia; Minardo, Joyo
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v3i2.3477

Abstract

Coughing accompanied by secretions is a common complaint experienced by tuberculosis patients. The accumulation of thick and difficult-to-expel secretions results in ineffective airway clearance. Effective coughing with the correct technique is expected to address that issue. The purpose of the research is to provide an overview of the application of effective coughing techniques to address airway clearance issues in tuberculosis patients to expel sputum. The research method is a descriptive case study using nursing process management over 3 days. The research results show that during the assessment, patients reported having a productive cough that has been difficult to expel for 3 months, RR: 26 breaths per minute, SPO2: 96%. The nursing diagnosis established was ineffective airway clearance, with implementation involving effective coughing. Upon evaluation, the patient reported that the coughing had decreased compared to the previous day, felt more refreshed, and did not appear lethargic. The respiratory rate was 20 breaths per minute, and the oxygen saturation was 98%. The outcome of the management is that the problem has been resolved. There is a need for health promotion about the benefits of effective coughing for tuberculosis patients.