Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Tumbuh Kembang

PENGEMBANGAN DONGENG BERBENTUK VIDEO ANIMASI UNTUK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA 2 PALEMBANG Ela Paramita; Hasmalena hasmalena; syafdaningsih syafar
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 6, No 1 (2019): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v6i1.8350

Abstract

This research aims to produce a fairy tale in a form of animated video. Development of this fairy tale in a form of animated video uses a combination of ADDIE development model and Tessmer evaluation. The ADDIE development model consists of five phases namely the analysis phase, the design phase, the development phase, the implementation phase and the evaluation phase. At the evaluation phase, the formative is proposed by Tessmer consisting of four stages namely self-evaluation stage, expert review stage, one-to-one evaluation and small group evaluation. The data is collected by using an observation technique. The result of the expert review with the suggestion given by the experts in the story content has been appropriate for the children aged 5-6 years as well as the theme and the language with a good average assesment score with a valid average result of 3.75 (very valid category) and any suggestions given by the experts are the cover of that animation, interesting design, a very good music for the video and the illustration of the story in that aninated video is giving a good time for the children, and it is not borung at all which the average score of 4,00% (very valid catagory). An average for the experts validation for the development of a fairy tale in a form of animated video is 3,87% (very valid category). At the stage of one to one evaluation using a 3 child samples viewing a tale in form of animated video with an average of 91.7% (very practical category). The small group evaluation stage of this fairy tale in form of animated video obtained an average yield of 88.3% in average (very practical category). From all stages that have been done can be concluded that the fairy tale in a form of animated video is valid and practical for children.
IDENTIFIKASI CERITA ORANG TUA PADA ANAK USIA 4- 5 TAHUN di DESA TANJUNG BULAN KECAMATAN PULAU BERINGIN Ira Hasrita; Hasmalena hasmalena
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 2 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI NOVEMBER
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i2.14815

Abstract

 Cerita merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran kepada anak usia dini. Pada saat sebelum masuknya teknologi berupa digital seperti saat ini, orang tua sering memberikan cerita kepada anak dengan teknik cerita secara langsung dan biasanya bercerita tentang kisah legenda dan dongengdaerah setempat. Di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Pulau Beringin juga terdapat berbagai macam cerita rakyat yang diceritakan turun temurun. Pada kenyataannya untuk kondisi saat ini diera digital seperti sekarang ini, orang tua dan anak di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Pulau Beringin sudah mengenal bahkan menggunakan alat komunikasi yang dapat menjangkau informasi yang lebih luas. Cerita sudah dapat disampaikan dalam berbagai macam teknik dan berbagai jenis cerita yang dapat disampaikan oleh orang tua kepada anak, sehingga memungkinkan penyampaian teknik dan jenis cerita dapat berubah dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cerita orang tua kepada anak usia 4- 5 tahun di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Pulau Beringin yang memuat teknik dan jenis cerita yang digunakan orang tua dalam bercerita kepada anak usia 4- 5 tahun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Objek pada penelitian yaitu tiga orang tua di Desa Tanjung Bulan yang menggunakan metode cerita dalam memberikan pembelajaran kepada anaknya. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa teknik yang digunakan orang tua kepada anak ketika memberikan cerita adalah membaca langsung dari buku cerita, bercerita secara langsung, dramatisasi suatu cerita, bercerita melalui film dan bercerita sambil memainkan jari- jari tangan. Kemudian jenis cerita yang digunakanorang tua ketika bercerita kepada anak yaitu dongeng, lelucon atau anekdot, mitos, legenda, fabel dan hikayat
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN MELALUI GERAK DAN LAGU PADA ANAK KELOMPOK A TKIT MENARA FITRAH INDRALAYA OGAN ILIR Helsa Yulianti; syafdaningsih syafar; hasmalena hasmalena
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 4, No 1 (2017): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v4i1.8234

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas, dengan judul penelitian “Peningkatan Kemampuan Berhitung Permulaan melalui Gerak dan Lagu Pada Anak Kelompok A TKIT Menara Fitrah Indralaya Ogan Ilir” dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan pada anak. Subjek yang digunakan pada Penelitian ini Anak Kelompok A di TKIT Menara Fitrah Indralaya Ogan Ilir pada semster Genap Tahun Ajaran 2015-2016 dengan jumlah 16 orang siswa, yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Pengumpulan data menggunakan tes berbentuk perbuatan dan observasi. Hasil analisis data diperoleh peningkatan dari pra siklus, ke siklus I, kemudian ke siklus II, diperoleh hasil anak yang berkembang sangat baik berjumlah 13 anak atau 81,25%, anak yang berkembang sesuai harapan ada 2 orang atau 12,5%, anak yang mulai berkembang ada 1 orang atau 6,25%, lalu anak yang belum berkembang sudah tidak ada. Semua indikator muncul dalam penelitian ini, terlihat Indikator 1 anak membilang angka satu sampai sepuluh 16 atau seluruh anak mendapat nilai 4. Indikator 2 anak membilang angka 1 sampai 10 dengan gerakan dan lagu 16 atau seluruh anak mendapat nilai 4, Indikator 3 yaitu menambah angka satu sampai sepuluh dengan gerakan dan lagu 5 dari 16 anak mendapat nilai 4, terakhir pada Indikator 4 anak mengurang angka satu sampai sepuluh belum ada anak yang mendapat nilai 4. Kelemahan dari penelitian ini ialah menyeimbangkan antara gerakan dan lagu serta tema yang digunakan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar memilih meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan atau meningkatkan kemampuan aspek perkembangan yang lainya agar lebih bervariasi dan sebagai pembanding serta bermanfaat untuk peneliti selanjutnya.
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN MAKRO TERHADAP PERCAYA DIRI ANAK KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA INDRALAYA Rizka Supriyanti,; yetty rahelly; hasmalena hasmalena
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 4, No 1 (2017): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v4i1.8240

Abstract

Pre-experimental research with One Shoot Case Study design entitled The Influence of Macro Role Playing Methods On Children Confidence of B group TK Negeri Pembina Indralaya aimed to know the influence of macro role playing on children confidence. To collect the samples of the study, purposive sampling technique in consideration with the low confidence level in B1 class was applied. The sample consisted of 20 children. The treatment was done 4 times with posttest on each treatment. Posttest used an observation aid in form of sheets observation which was showed in form of test scores and was changed to scores consisted of 4 indicators. The scores of each posttest summed by 4 obtained an average score of 78.65. As the data was hypothesized was the data contained in the lower limit class interval BSH score category was 63. The data analysis results obtained t value= 5,19 ? t table value = 1,73 with the significance level 5% and dk= (19). Therefore, it can be concluded that there was an influence of macro role playing on children confidence of B group TK Negeri Pembina Indralaya. It can be seen from each meeting, 3 of 4 indicators occurred dominantly was showing courage when playing a role, showing tolerant attitude when playing role, and showing responsible attitude when playing role, while one less indicator occured that showing the interaction among friends when playing the role. It is expected that in the next lesson, more trained interaction indicators among friends when playing role.
PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF FAKTA DASAR PENJUMLAHAN BILANGAN (1-10) PADA ANAK KELOMPOK B Ayu soraya; Syafdaningsih syafar; hasmalena hasmalena
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 6, No 1 (2019): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v6i1.8348

Abstract

This study aims to development of basic facts educative game of number (1-10) in group B in children that are valid and practical by used combination of Ronwtree development models and Tessmer evaluations. The Rowntree development model consistsed of three stages, namely the analysis, development, and evaluation stages. The evaluation used is Tessmer formative evaluation, consis stages of self evaluation, expert review, one-to-one evaluation, small group evaluation. The expert review results obtained an average percentage of the assessment results from educational tools on the basic facts of adding numbers (1-10) by media and material experts. The obtained percentage 93% with very valid categories which included content validity and constructs. The mean, the basic fact game tool corresponds to the material about the basic facts of addition, for example for the basic facts of numbers 10 is 1 + 9, 2 + 8, 3 + 7 and so on in other words the basic fact of addition 10 is the sum of 10 results. The results of the one-to-one and small group evaluation stages were obtained percentage of 94,5% with a very practical category, that is mean the basic fact game tools were in accordance with the requirements: easy to use, interested, and meaningful for children. However, the basic fact game tool still experiences a deficiency of 7% because the colors used in the game device must contrast with the color numbers so that the numbers are more clearly visible,while practically still found deficiency of 5,5% because the game equipment material used is 5 ml plywood which is felt very hard for the child For this reason, it is recommended that the next researcher use the plywood 3 ml and increase the size of the number card from 5 cm x 3.5 cm before.
PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR PADA ANAK KELOMPOK B DI TK KARTIKA II-1 PALEMBANG Tuti sundari; hasmalena hasmalena
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 5, No 2 (2018): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI NOVEMBER
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v5i2.7580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan menggambar pada anak Kelompok B TK Kartika II-1 Palembang. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Kartika II-1, dengan jumlah siswa sebanyak 15 anak terdiri atas 9 orang anak laki-laki dan 6 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui teknik obsevasi, wawancara, dan pemberian tugas kemudian dianalisis secara deskriptif dari data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak dapat dikembangkan pada kegiatan menggambar. Peningkatan kreativitas terjadi pada setiap Siklus dan meningkat dengan baik. Pada tahap pra siklus persentase pencapaian kreativitas anak sebanyak 66,7% berada pada kriteria mulai berkembang, kemudian meningkat pada Siklus I menjadi 53,3% berada pada kriteria berkembang sesuai harapan. Pada Siklus II persentase pencapaian kreativitas anak meningkat mencapai 80% berada pada kriteria berkembang sangat baik.