Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

WEBSITE www.yokpeduli.xyz MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN MENGENAI NYERI KANKER DI UPT KLINIK KESEHATAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Dian Wahyuni; Hikayati Hikayati; Dhona Andhini; Khoirul Latifin; Karolin Adhisty; Eka Yulia Fitri
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian penyakit kanker, jumlahnya cenderung mengalami peningkatan. Keluhan nyeri merupakan keluhan dominan yang disampaikan oleh penderita kanker, terutama pada stadium terminal. Oleh karena itu diperlukan pemahaman tentang nyeri kanker bagi masyarakat khususnya tenaga kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah mensosialisasikan program paliatif kanker dan mengimplementasikan website www.yokpeduli.xyz mengenai manajemen nyeri kanker. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, diskusi dan pengembangan yang berupa peningkatan kualitas pelayanan perawatan paliatif di UPT Klinik Kesehatan Universitas Sriwijaya pada pasien dan keluarga dengan keluhan nyeri kanker. Hasil dari kegiatan ini berupa kehadiran peserta kegiatan sebanyak 45 orang, perubahan tingkat pengetahuan peserta tentang nyeri kanker menggunakan paired t-test menunjukan ada perbedaan signifikan antara pretest pengetahuan sebelum diberikan website (mean=1,06; SD=0,250) dan pengetahuan sesudah diberikan website (mean=6; SD=0,001; p<0,001. Simpulan, telah dilakukan kegiatan sosialisasi program paliatif kanker dan implementasi website www.yok.peduli.xyz meningkatkan pengetahuan tenaga Kesehatan mengenai nyeri kanker di UPT. Klinik Kesehatan Universitas Sriwijaya.Kata kunci: nyeri kanker, perawatan paliatif, sosialisasi, pengetahuan.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PENDERITA KANKER SERVIKS STADIUM III Mutia Nadra Maulida; Antarini Idriansari; Karolin Adhisty
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.251 KB)

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular dan penyakit kronis yang paling mematikan didunia, salah satunya adalah kanker serviks. Kualitas hidup merupakan persepsi mengenai posisi individu didalam konteks budaya dan hubungannya dengan tujuan, harapan dan standar mereka. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui gambaran kualitas hidup penderita kanker serviks stadium III. Penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasidalam penelitian ini adalah penderita kanker serviks stadium III yang berada di wilayah Palembang. Metodepengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan non probability sampling dan dilakukansecara purposive sampling berjumlah 60 responden. Selanjutnya data dianalisis dan didapatkan hasil usia >35 tahun (81.7%), responden berpendidikan Rendah (≤ SMA) (71.7%), menikah (100%) dan paritas tinggi(73.3%). Dari hasil analisis kualitas hidup, sebanyak 58.3% responden memiliki kualitas hidup yang buruk.Menurut Matzo & Sherman (2014) kualitas hidup mempunyai konsep yang luas dan dipengaruhi olehkesehatan fisik seseorang, keadaan psikologis, keperacayaan, hubungan sosial dan hubungannya dengan halhal yang penting di lingkungan mereka. Hal ini menyebabkan rendahnya kualitas penderita kanker servikskarena penderita kanker serviks tidak hanya mengalami gangguan kesehatan secara fisik tetapi jg semuaaspek kehidupannya.Kata Kunci : Kanker serviks, Kualitas Hidup
DISTRIBUSI STATUS KESEHATAN PASIEN KANKER DI RSUP Dr. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Karolin Adhisty; Firnaliza Rizona; Maya Hudiyati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.613 KB)

Abstract

Pasien kanker yang juga merupakan pasien paliatif, berpotensi untuk mendapatkan status kesehatan yang menganggu kesehatan biopsikososial spiritualnya Dasar dari beberapa aspek tersebut mengindikasikan kebutuhan pasien kanker dalam semua aspek kebutuhannya, sehingga dengan melihat status pasien paliatif dapat diindikasikan sebuah pelayanan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan status kesehatan pasien dengan melihat karakteristik responden. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dalam menggambarkan distribusi variabel tertentu. 62 responden sebagai data primer di penelitian didapatkan dalam jangka waktu 1 bulan pada September 2018. Kuesioner yang diberikan antara lain antara lain: Kuesioner karakteristik responden, screening palliative performance scale, kuesioner EORTC QLQ-C30 dan kuesioner Rhodes INVR. Hasil dari penelitian ini menggambarkan mengenai status kesehatan pasien yang tergolong masih sangat baik walaupun pasien telah lama terdiagnosis dan berada pada stadium lanjut. Berdasarkan penelitian ini, tenaga kesehatan dapat menyesuaikan pemenuhan kebutuhan pasien berdasarkan keadaan biopsikososial spiritual bagi masing-masing pasien.Kata kunci: distribusi karakteristik, pasien kanker, status kesehatan
PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETERNAK AYAM Mona Lestari; Karolin Adhisty; Dwi Septiawati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.406 KB)

Abstract

Peternak ayam memiliki risiko terkena penyakit zoonosis yang ditularkan oleh hewan ternak. Salah satu upaya pencegahannya yaitu dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan, sepatu safety, dan baju pelindung saat kontak langsung dengan unggas. Namun, saat ini perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) masih terbilang cukup rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada peternak ayam dengan melihat pengaruh ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD). Desain penelitian adalah cross sectional, dengan sampel penelitian sebanyak 90 peternak ayam di peternakan kawasan X, Provinsi Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 51,1% peternak ayam yang memiliki perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang baik. Hasil uji bivariate menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh pemilik usaha/peternakan terhadap perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada peternak (P-value= 0,667), dengan 52,9% peternak ayam yang memiliki perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) namun Alat Pelindung Diri (APD) tidak disediakan oleh pemiliki usaha/peternakan.Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesadaran peternak ayam terhadap pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sudah baik meskipun tempat mereka bekerja belum menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mereka. Untuk itu, perlu adanya bantuan dari pemerintah untuk menanggulangi hal tersebut, seperti memberikan sanksi tegas bagi peternakan yang tidak memberikan perlindungan pada pekerja, memberikan bantuan dalam menyediakan Alat Pelindung Diri (APD), dan semakin giat mensosialisasikan terkait penyakit zoonosis, baik media cetak maupun media massa.
LITERATURE REVIEW: PENERAPAN TEORI ELLA JOY LEHRMAN-MORTHEN DAN REVA RUBIN PADA PELAYANAN PALIATIF IBU DENGAN KONDISI TERMINAL Karolin Adhisty; Christantie Effendy; Sri Setiyarini
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu dengan kondisi terminal memiliki kebutuhan akan pelayanan paliatif dengan melihat keadaan BIOPSIKOSOSIAL SPIRITUALNYA. Keadaan ini memungkinkan ibu mengalami penurunan keadaan psikologis yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan anak. Perawatan paliatif ini merupakan perawatan yang sangat komprehensif sehingga pelayanan yang diberikan dapat dipadukan dengan pendekatan teori Ella Joy Lehrman-Morthen dan Reva Rubin sehingga tujuan awal untuk mengetahui tidak hanya keadaan psikologis ibu akan tetapi keadaan janin juga dapat terpantau dengan baik.  Metode yang digunakan adalah analisa kualitatif dengan pendekatan literature review. Tujuan akhir dari pendekatan teori Ella Joy Lehrman-Morthen dan Reva Rubin dalam implikasi pelayanan paliatif secara berkesinambungan pada ibu dengan kondisi terminal yaitu ibu akan  dapat terus menjalankan peranannya tanpa ada keterbatasan dalam aktivitasnya. Tujuan dalam pelayanan ini dapat dicapai dengan pemberian komunikasi efektif pada pasien dan keluarga. Komunikasi efektif merupakan dasar dalam pengkajian sehingga kebutuhan dan permasalan juga penyelesaian dapat diberikan dengan maksimal. Pelayanan paliatif merupakan pelayanan komprehensif yang dapat menjadi wadah dalam implikasi pelayanan maternitas dengan menggunakan pendekatan teori Ella Joy-Lehrman dan Reva Rubin. Teori ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kondisi terminal sehingga secara BIOPSIKOSOSIAL SPIRITUAL pasien dapat memperoleh pelayanan baik maternitas maupun paliatif dengan maksimal. Kata kunci: pelayanan paliatif, teori Ella Joy-Lehrman dan Reva Rubin, ibu kondisi terminal
ANALISIS FAKTOR STRES DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI DI SMA NEGERI 1 PALEMBANG DAN SMA TARUNA INDONESIA Elsa Putri Wulan; Nurna Ningsih; Karolin Adhisty
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.717 KB)

Abstract

AbstrakSiklus menstruasi normal berlangsung tidak kurang dari 21 hari dan tidak melebihi 35 hari. Siklusmenstruasi tidak normaldapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu aktivitas fisik dan stres.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor stres dan aktivitas fisik terhadap siklus menstruasipada siswi di SMA Negeri 1 Palembang dan SMA Taruna Indonesia.Desain penelitian yang digunakanyaitu analitik komparatif tidak berpasangan pada dua kelompok dengan pendekatan cross sectional.Sampel penelitian ini yaitu siswi SMA Negeri 1 Palembang dan SMA Taruna Indonesia yang berjumlah60 siswi. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat, secara bivariat menggunakan ujiSpearman dan uji Mann-Whitney.Hasil uji statistik dengan Spearman menunjukkan ada hubungan faktorstres terhadap siklus menstruasi pada kedua SMA tersebut (p=0,002 dan 0,000) dan ada hubungan faktoraktivitas fisik terhadap siklus menstruasi pada kedua SMA (p=0,001 dan 0,000). Hasil uji statistik denganMann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan faktor stres pada siswi di SMA Negeri 1 Palembangdengan siswi di SMA Taruna Indonesia (p=0,743), dan tidak ada perbedaan faktor aktivitas fisik padasiswi di SMA Negeri 1 Palembang dengan siswi di SMA Taruna Indonesia (p=0,317) serta tidak adaperbedaan siklus menstruasi pada siswi di SMA Negeri 1 Palembang dengan siswi di SMA TarunaIndonesia (p=0,595).Gangguan siklus menstruasi dapat dicegah dengan memberikan edukasi mengenaiaktivitas fisik yang seimbang dan manajemen stres.Kata kunci: aktivitas fisik; kesehatan reproduksi; remaja; siklus menstruasi; stresAbstractNormal menstrual cycle is not less than 21 days and does not exceed 35 days. Abnormal menstrual cyclescan be caused by several factors, among of it are physical activities and stress. This study aimed toanalyze stress factors and physical activities on the menstrual cycle of female student in SMA Negeri 1Palembang and SMA Taruna Indonesia.The study design was comparative analytics unpaired in twogroups with a cross-sectional approach. The sample of this study was 60 female students of SMA Negeri 1Palembang and SMA Taruna Indonesia. Data were analyzed by univariate and bivariate analysis,bivariate using the Spearman test and Mann-Whitney test.The results of the statistical test with Spearmanshowed that there was a relationship between stress factors on the menstrual cycle in the two senior highschools (p=0,002 and 0,000) and there was a relationship between physical activities factors on themenstrual cycle in the two senior high schools (p=0,001 and 0,000). The results of the statistical test withMann-Whitney showed no difference in stress factors on female students in SMA Negeri 1 Palembangwith female students in SMA Taruna Indonesia (p = 0.743), and there were no differences in physicalactivities factors on female students in SMA Negeri 1 Palembang with female students in SMA TarunaIndonesia (p = 0.317) and there were no differences in menstrual cycles for female students in SMANegeri 1 Palembang with female students in SMA Taruna Indonesia (p = 0.595).Menstrual cycledisorders can be prevented by providing education about balanced physical activities and stressmanagement.Keywords: physical activity; reproductive health; adolescents; menstrual cycle; stress
TERAPI KOMPLEMENTER: TERAPI SEFT PADA STRESS DAN ADAPTASI PASIEN KANKER OVARIUM Karolin Adhisty; Dewi Septa Rica; Zaleha Zaleha; Dwi Marista; Winni Ardhia Paramesti; Indah Agustin; Selvie Dwi Yanti
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.175 KB)

Abstract

AbstrakPasien kanker merupakan pasien dengan kondisi kualitas hidup yang menurun. Keadaan ini berakibatjuga pada penurunan status kualitas tidurnya, aktivitas keseharian dan tujuan dalam hidupnya. Dampakyang akan dirasakan oleh pasien kanker ovarium ini juga telihat secara psikologis yang tergambar dalamkeadaan stress nya. kondisi stress ini disebabkan oleh berbagai ketakutan yang mungkin dapat terjadipada pasien kanker ovarium tersebut seperti takut akan nyeri, operasi, kematian, perubahan padareproduksi dan seksual, perubahan body image serta hubungan dengan keluarga. Intervensi SEFT yangdiberikan kepada responden merupakan teknik penggabungan dari sistem energi tubuh (energy medicine)dan terapi spiritualitas dengan menggunakan metode tapping pada beberapa titik tertentu pada tubuh.Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan kuantitaif. Kuesioner tingkat stressmenggunakan kuesioner perceived stress scale (PSS). Sampel berjumlah 3 orang pasien kanker ovariumdi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dengan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Respondenpada penelitian ini sebelum mendapatkan terapi berada dalam kategori stress cukup berat dan stress berat.Tindakan SEFT yang dilakukan mencoba untuk menggabungkan energy spiritual dan metode tappingsehingga meningkatkan proses katasis pada pasien. Proses ini yang menjadikan pasien lebih rikeks dantenang. Hal ini terlihat pada penurunan kategori stress pasien yang berada dalam tingkat ringan dan stress.Terapi SEFT ini dapat diterapkan sebagai salah satu terapi komplementer untuk menurunkan tingkatstress pada pasien kanker ovarium.Kata kunci: Terapi SEFT, Kanker Ovarium, Stress dan AdaptasiAbstractCancer patients are patients with decreased quality of life. This situation also results in a decrease in thestatus of sleep quality, daily activities and goals in his life. The impact that will be felt by patients withovarian cancer is also seen psychologically illustrated in a state of stress. This stress condition is causedby a variety of fears that may occur in ovarian cancer patients such as fear of pain, surgery, death,changes in reproduction and sex, changes in body image and relationships with family. SEFTinterventions given to respondents are techniques of combining the body's energy system (energymedicine) and spirituality therapy using the tapping method at certain points on the body. This researchwas a quantitative case study approach. The stress level questionnaire used the perceived stress scale(PSS) questionnaire. A sample of 3 patients with ovarian cancer in RSUP Dr. Mohammad HoesinPalembang with statistical tests using the Wilcoxon test. Respondents in this study before getting therapyare in the category of stress quite severe and severe stress. The SEFT Therapy measures taken try tocombine spiritual energy and tapping methods so as to improve the process of catasis in patients. Thisprocess makes the patient more relaxed and calm. This can be seen in the decrease in stress categories ofpatients who are in mild levels and stress. SEFT therapy can be applied as a complementary therapy toreduce stress levels in ovarian cancer patients.Keywords: SEFT Therapy, Ovarian Cancer, Stress and Adaptation
Terapi Kombinasi: Aromaterapi Jahe dan Relaksasi Otot Progresif pada Pasien Kanker Serviks Pasca Kemoterapi Ameinabilla Pasa Trisnaputri; Karolin Adhisty; Sigit Purwanto
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v6i1.1977

Abstract

Mual muntah merupakan salah satu efek samping dari kemoterapi pada pasien kanker serviks. Upaya penanganan mual muntah dapat dilakukan dengan pemberian intervensi non farmakologi yaitu dengan terapi kombinasi: aromaterapi jahe dan relaksasi otot progresif. Aromaterapi jahe dan relaksasi otot progresif bermanfaat untuk memberikan kenyamanan dengan mengurangi atau menghilangkan mual muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi jahe dan relaksasi otot progresif terhadap mual muntah pada pasien kanker serviks pasca kemoterapi. Desain dalam penelitian ini adalah pre experimental dengan one grup pra-post test design dan penentuan sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pemberian aromaterapi jahe dan relaksasi otot progresif diberikan 2 kali dalam sehari selama ±30 menit. Berdasarkan hasil uji t-test menunjukkan aromaterapi jahe dan relaksasi otot progresif berpengaruh dalam menurunkan mual muntah yang ditunjukkan dengan p-value sebesar 0,0001 (p-value<0,05). Aromaterapi jahe dan relaksasi otot progresif memberikan kenyamanan baik secara fisik dan psikis sehingga meningkatkan kenyamanan pasien. Kenyamanan ini akan membuat pasien mampu untuk mengontrol dan mengatasi mual muntah yang dirasakan. Intervensi kombinasi ini tentu menjadi salah satu alternatif solusi agar pasien dapat menggurangi efek kemoterapi sehingga terapi ini dapat diberikan secara maksimal
Utilization of the SIMPACA Application to improve the quality of nursing care documentation for nurses Jum Natosba; Jaji Jaji; Nurna Ningsih; Herliawati Herliawati; Fuji Rahmawati; Karolin Adhisty
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 7, No 2 (2022): May 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v7i2.6837

Abstract

The phenomenon of nurses in hospitals being preoccupied with recording documentation activities manually compared to providing independent nursing care to patients. One of the reasons for improving the behavior of nurses in documenting nursing care is increasing the ability of nurses to do documentation using application assistance to facilitate the work of nurses. This community service activity aims to improve the ability of nurses to document effectively and efficiently. The activity was carried out for two days through a zoom meeting. Previously, at the beginning of the activity, a nurse's ability pre-test was conducted and at the end of the session, another measurement was made for the nurse's ability. Community service activities were carried out with 45 nurses in South Sumatra. During the activity, the participants were very enthusiastic in listening, discussing with resource persons, and doing simulations well. There is an increase in documentation ability before and after the documentation training using SIMPACA is carried out. SIMPACA is proven to be effective in improving nurses' documentation skills and reducing nurses' time in documenting their nursing care to patients. There is a need for further development of SIMPACA because it must adapt to the needs of the hospital.
Complementary Therapy: Citrus Aromatherapy for pain Karolin Adhisty
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Vol. 2 No. 1 (2020): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.837 KB)

Abstract

Pain is an unpleasant sensory sensation that can coincide with the onset of the disease. This pain will cause a psychological condition that will disrupt the daily life of the patient if it is not treated immediately. Health workers will certainly provide interventions that can be used by patients and their families to support this reduction in sensation. A complementary action that can be used to reduce this pain perception is a citrus aromatherapy. Citrus aromatherapy has a complete content not only relaxes the mind but also inhibits pain inhibitors so that the perception of pain can be immediately reduced. The pain decrease perception will certainly improve the quality of life of patients after the disease, both acute and chronic.