Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SWARNA

Panggilan Dalam Kehidupan Membiara Riasnugrahani, Missiliana
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i2.1216

Abstract

Calon imam adalah seseorang yang mengikuti pendidikan untuk tujuan menjadi seorang imam. Mereka adalah pribadi yang menerima rahmat Tuhan dan bersedia menjawab panggilan Tuhan. Menjadi imam Katolik memiliki tantangan yang besar, oleh karena itu Gereja harus 'ketat' dalam memilih calon imam. Gereja bertanggung jawab dalam membina calon imam harus memastikan bahwa para calon imam itu telah 'dewasa dan matang secara emosional' sebelum mereka ditahbiskan. Salah satu pembinaan yang dilakukan adalah pembinaan kepribadian yang bertujuan agar para calon imam dapat mengenal dirinya, bakat dan minatnya, serta kelebihan dan kekurangannya. Kegiatan menggunakan metode psikoedukasi, yang meliputi kegiatan ceramah, studi kasus, diskusi kelompok, analisis film, dan refleksi. Melalui berbagai kegiatan ini diharapkan para calon imam dapat lebih mengenal diri dan minatnya, serta semakin memperkuat panggilannya. Dalam akhir kegiatan ini, calon imam semakin menyadari bahwa panggilan tidak mudah ditemukan, membutuhkan refleksi diri, mencoba suatu kegiatan, ketekunan dan berdialog dengan orang lain.
PENINGKATAN KETERLIBATAN SISWA DI SEKOLAH: PERAN GURU, ORANG TUA DAN TEMAN SEBAYA Riasnugrahani, Missiliana; Djono, Olivia Budi; Nasya, Amanda Eillen; Khalisha, Mazaya Afatharani; Fadhiya, Raysha Auliya; Michel, Michel; Sabrina, Azra Nur; Belinda, Carissa; Manalu, Cicilya Theodora; Azka, Zauzan
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 12 (2024): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i12.1468

Abstract

Pembelajaran positif diperlukan oleh siswa agar dapat terlibat secara emosi, pikiran dan perilaku. Siswa yang terlibat di sekolah akan tampak aktif dalam kegiatan sekolah, mengerjakan tugas dan belajar dengan baik. Faktor-faktor pembentuk keterlibatan sekolah (school engagement) adalah parental involvement, parenat autonomy support dan parent structure. Melalui metode psikoedukasi orang tua dan guru diberikan materi tentang bagaimana memahami anak dan menunjukkan kepedulian pada kegiatan anak, mendorong kemandirian serta memberikan aturan yang jelas. Sementara siswa kelas 1-6 diberikan psikoedukasi melalui permainan edukatif yang mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai pertemanan, saling menghormati, empati dan saling mengasihi. Nilai-nilai ini diharapkan dapat menghambat perilaku negatif seperti bullying. Hasil kegiatan menunjukkan semua faktor orang tua berkaitan erat dengan keterlibatan siswa di sekolah, dan siswa pun memahami pentingnya menjalin pertemanan yang positif, untuk membentuk lingkungan belajar yang positif.