Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening Pada Pelaku UMKM Sektor Jasa Di Kota Dumai Andri Prayetno; Jumiati Sasmita; Mida Aprillina Tarigan
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 3: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i3.7173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh kompetensi terhadap kinerja pelaku UMKM sektor jasa di Kota Dumai, 2) pengaruh kompetensi terhadap motivasi pelaku UMKM sektor jasa di Kota Dumai, 3) pengaruh motivasi terhadap kinerja pelaku UMKM sektor jasa di Kota Dumai, 4) pengaruh kompetensi terhadap kinerja dengan motivasi sebagai variabel intervening pelaku UMKM sektor jasa di Kota Dumai. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif. Penlitian ini menggunakan data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada 83 responden. Metode pengambilan sample menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan alat analisis statistik IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pelaku UMKM sektor jasa di Kota Dumai, 2) kompetensi berpengaruh signifikan terhadap motivasi pelaku UMKM sektor jasa di Kota Dumai, 3) motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pelaku UMKM sektor jasa di Kota Dumai, 4) kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja melalui motivasi sebagai variabel intervening pada pelaku UMKM sektor jasa di Kota Dumai.
KEPEMIMPINAN INOVATIF DALAM ORGANISASI HIERARKIS: STUDI PADA LINGKUNGAN KERJA BIROKRATIS Waloyo Waloyo; Jumiati Sasmita
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/z1eayw27

Abstract

Kepemimpinan inovatif telah ekstensif dikaji dalam konteks organisasi fleksibel seperti startup atau perusahaan berbasis teknologi, namun penelitian penerapannya dalam organisasi birokratis yang hierarkis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gaya kepemimpinan inovatif dapat mendorong kreativitas dan inovasi di lingkungan kerja dengan struktur komando yang kaku, khususnya pada aparatur sipil negara (ASN). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan lokasi di Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai Batam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 8 parisipan dari berbagai tingkatan, observasi non-partisipan selama 40 jam, dan analisis naskah dinas yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan inovatif berperan signifikan dalam membangun iklim kerja yang lebih terbuka terhadap ide baru, meskipun terhambat oleh prosedur birokrasi yang panjang dan budaya organisasi yang konservatif. Pemimpin inovatif mampu menciptakan ruang eksperimen, memberikan dukungan psikologis, serta mendorong komunikasi lintas level dalam hierarki. Temuan ini memperluas literatur kepemimpinan inovatif ke ranah organisasi publik dan memberikan rekomendasi praktis untuk mendukung reformasi birokrasi serta peningkatan kinerja ASN.
PENGARUH E-WORD OF MOUTH DAN CITRA MEREK TERHADAP MINAT BELI ULANG PRODUK SOMETHINC MELALUI KEPUASAN PELANGGAN DI KOTA PEKANBARU Yolla Afifah; Jumiati Sasmita; Samsir Samsir
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/3aqyxx43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh E-Word of Mouth (E-WOM) dan citra merek terhadap kepuasan pelanggan serta minat beli ulang pada produk Somethinc. Hasil analisis menunjukkan bahwa E-WOM berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan karena ulasan dan rekomendasi online yang kredibel mampu meningkatkan kepercayaan dan persepsi kualitas produk. Citra merek juga terbukti berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan melalui kekuatan reputasi, nilai emosional, dan kesesuaian dengan ekspektasi konsumen. Selain itu, E-WOM dan citra merek memiliki pengaruh positif terhadap minat beli ulang, baik secara langsung maupun melalui kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Kepuasan pelanggan menjadi faktor paling dominan yang mendorong minat beli ulang, karena pengalaman penggunaan produk yang konsisten dan memuaskan meningkatkan loyalitas serta komitmen konsumen untuk terus membeli produk Somethinc.
Peran Change Readiness dalam Menurunkan Resistensi terhadap Perubahan Organisasi: Tinjauan Literatur Selfi Riani; Samsir Samsir; Jumiati Sasmita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10890

Abstract

Perubahan organisasi telah menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari di era disrupsi global dan kemajuan teknologi yang masif. Meskipun demikian, pelaksanaan transformasi strategis sering kali menghadapi hambatan struktural dan psikologis yang besar berupa resistensi aktif maupun pasif dari anggota organisasi di berbagai tingkatan. Tinjauan literatur komprehensif ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran krusial kesiapan untuk berubah (change readiness) dalam memitigasi dan menurunkan tingkat resistensi terhadap dinamika perubahan organisasi. Melalui metode sintesis naratif konseptual terhadap 20 artikel ilmiah pilihan, artikel ini secara sistematis mengulas dinamika transisi dari berbagai dimensi, meliputi perspektif psikologis individu, kapabilitas struktural, peran kepemimpinan perubahan, hingga tata kelola manajemen pengetahuan. Hasil ulasan secara tegas menunjukkan bahwa change readiness tidak hanya bertindak sebagai pendorong utama, melainkan juga sebagai peredam kejut operasional yang efektif menetralkan reaksi kognitif, gejolak afektif, dan perilaku negatif karyawan. Faktor-faktor internal dan eksternal seperti self-efficacy yang kuat, komitmen organisasi yang mengakar, komunikasi kepemimpinan yang autentik, serta injeksi pemberdayaan psikologis terbukti secara signifikan memfasilitasi proses transisi yang mulus dan inklusif. Lebih jauh, kajian ini menemukan bahwa penciptaan ruang adaptif sangat krusial dalam mengatasi inersia birokrasi, terutama di sektor layanan publik. Kesimpulannya, manajemen perubahan yang sukses mutlak mensyaratkan pembangunan fondasi kesiapan yang matang pada fase pra-implementasi strategi, guna mengubah potensi resistensi dan penolakan akar rumput menjadi modalitas inovasi berkelanjutan yang sangat produktif.
Dinamika Faktor Pendorong dan Pendekatan Perubahan: Sebuah Tinjauan Literatur Rindu Riana; Samsir Samsir; Jumiati Sasmita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam dinamika faktor pendorong dan pendekatan perubahan di dalam organisasi melalui tinjauan literatur sistematis. Di era disrupsi teknologi digital yang sangat masif, adaptasi merupakan keharusan mutlak guna memastikan keberlangsungan operasional. Berdasarkan dua puluh jurnal utama yang dikaji, artikel ini merumuskan berbagai pandangan mengenai kapasitas perubahan organisasi, kesiapan untuk berubah, gaya kepemimpinan di masa transisi, serta penerapan model manajemen perubahan Kotter. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap deretan publikasi terbaru dengan pendekatan deduktif serta induktif. Hasil penelitian secara rinci mengelaborasi tiga rumusan masalah utama terkait anteseden perubahan, mekanisme kepemimpinan transformasional, dan hambatan implementasi adaptasi struktural dalam bermacam konteks, termasuk sektor pelayanan kesehatan dan pendidikan tinggi. Temuan sentral menunjukkan bahwa peran kepemimpinan transformasional dinilai amat efektif dalam menekan resistensi psikologis para staf, sementara elemen transaksional terus diandalkan mencapai sasaran spesifik jangka pendek. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kapabilitas perubahan organisasi bukanlah sekadar suatu atribut yang sifatnya statis, melainkan wujud kompetensi dinamis yang wajib mengintegrasikan tingkat kesiapan individu, kelincahan dukungan teknologi, hingga kepemimpinan adaptif. Pada akhirnya, pembuat kebijakan atau jajaran pimpinan sangat disarankan untuk menolak penerapan instruksi paksaan demi memastikan lahirnya sebuah transformasi budaya perusahaan yang berjalan positif, inklusif, humanis, serta bernilai amat berkelanjutan kelak.
Manajemen Konflik Interpersonal di Tempat Kerja: Sebuah Kajian Pustaka tentang Akar Penyebab dan Efektivitas Strategi Resolusi Sausan Najda Andriani; Samsir Samsir; Jumiati Sasmita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11075

Abstract

Konflik interpersonal di tempat kerja merupakan fenomena tak terhindarkan yang memengaruhi produktivitas, iklim organisasi, serta kesejahteraan psikologis karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji baik secara komprehensif dan mendalam akar penyebab konflik interpersonal, sekaligus mengevaluasi efektivitas strategi resolusi konflik melalui pendekatan ulasan literatur. Dengan mengintegrasikan temuan dari dua puluh studi terdahulu, artikel ini menggeser fokus dari analisis statistik kuantitatif konvensional menuju sintesis naratif komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa inersia birokrasi struktural, polarisasi intervensi kepemimpinan, tingkat efikasi diri, dan dinamika ruang adaptif merupakan determinan utama yang membentuk eskalasi maupun resolusi konflik. Konflik yang dibiarkan dan tidak terkelola akan memicu pengucilan sosial, kejenuhan kerja, serta tingginya niat keluar karyawan. Sebaliknya, keberhasilan manajemen konflik yang fungsional sangat bergantung pada penyediaan ruang adaptif yang aman, strategi kolaborasi, pemberdayaan psikologis, serta komunikasi kepemimpinan yang inklusif dan bermakna. Artikel ini menawarkan model konseptual multidimensi baru yang menggabungkan kepemimpinan perubahan transformasional, adaptasi pergeseran demografis makro, dan modal psikologis individu. Seluruh elemen ini berfungsi sebagai jangkar internal untuk menurunkan tingkat resistensi karyawan, mengurangi stres kerja, serta menciptakan kesiapan kolektif terhadap perubahan organisasi. Pada akhirnya, kerangka kerja ini diharapkan mampu menjadi panduan bagi manajemen sumber daya manusia dalam merancang intervensi adaptif guna membangun ekosistem kerja yang harmonis serta berkinerja tinggi.
Memahami Manajemen Perubahan Organisasi di Era Transformasi Digital: Tinjauan Literatur Sistematis Nadhila Putri Ridarman; Samsir Samsir; Jumiati Sasmita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11111

Abstract

Transformasi digital telah mendorong perubahan mendasar pada strategi, struktur, proses kerja, budaya, dan identitas organisasi. Kondisi tersebut menuntut penerapan manajemen perubahan yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memperhatikan kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan organisasi untuk beradaptasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor utama yang menentukan keberhasilan manajemen perubahan organisasi di era transformasi digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan menelaah 20 artikel ilmiah terpilih yang diterbitkan pada periode 2018–2025 dan relevan dengan kepemimpinan transformasional digital, budaya organisasi, kelincahan organisasi, model manajemen perubahan, kesiapan kecerdasan buatan, serta strategi sumber daya manusia. Data dianalisis melalui proses identifikasi, evaluasi, pengelompokan, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional digital dan budaya yang kolaboratif berperan penting dalam mengurangi resistensi karyawan serta membangun kesiapan terhadap perubahan. Model perubahan seperti Kotter, Lewin, dan ADKAR menjadi lebih efektif ketika diterapkan secara adaptif dan dipadukan dengan kelincahan organisasi. Kajian ini juga menemukan bahwa transformasi digital berbeda dari perubahan teknologi informasi konvensional karena mencakup perubahan proposisi nilai, identitas organisasi, tata kelola data, pola rekrutmen, dan kompetensi tenaga kerja. Dengan demikian, keberhasilan transformasi digital bergantung pada penyelarasan sistem teknis dan sosial, komunikasi yang partisipatif, pembelajaran berkelanjutan, serta penguatan kapabilitas digital di seluruh tingkat organisasi. Temuan ini memberikan landasan praktis bagi organisasi dalam merancang perubahan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Peran Kepemimpinan dan Budaya Organisasi dalam Mendukung Keberhasilan Perubahan Organisasi: Tinjauan Literatur Rifqi Hadziqurrahman; Samsir Samsir; Jumiati Sasmita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11130

Abstract

Perubahan organisasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam dinamika lingkungan bisnis modern yang ditandai oleh perkembangan teknologi, tuntutan sosial, serta kompleksitas persaingan global. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan memegang peran strategis dalam memastikan keberhasilan proses perubahan melalui kemampuan mengarahkan, memotivasi, serta mengelola sumber daya organisasi secara efektif. Gaya kepemimpinan dan strategi implementasi perubahan menjadi faktor determinan yang memengaruhi tingkat keberhasilan transformasi organisasi, terutama dalam mengatasi resistensi dan membangun adaptasi anggota organisasi terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran gaya kepemimpinan dan strategi pemimpin dalam keberhasilan perubahan organisasi melalui pendekatan literature review. Metode penelitian dilakukan dengan penelusuran literatur ilmiah dari database Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan Emerald Insight menggunakan kata kunci kepemimpinan perubahan, gaya kepemimpinan, strategi perubahan, manajemen perubahan, dan organizational change. Sebanyak 20 artikel ilmiah terbitan lima tahun terakhir dianalisis secara tematik melalui proses seleksi, identifikasi tema, dan sintesis hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan gaya yang paling dominan dan efektif dalam mendorong keberhasilan perubahan organisasi, didukung oleh strategi komunikasi yang efektif, pengelolaan resistensi, serta penguatan budaya organisasi. Selain itu, keberhasilan perubahan sangat dipengaruhi oleh konsistensi pemimpin dalam mengimplementasikan strategi perubahan secara adaptif dan berkelanjutan. Kesimpulannya, kepemimpinan memiliki peran fundamental dalam menentukan keberhasilan perubahan organisasi melalui integrasi gaya kepemimpinan yang tepat dan strategi implementasi yang sistematis.
Menavigasi Perubahan Organisasi: Analisis Literatur terhadap Tantangan, Hambatan, dan Strategi Adaptasi Fadlan Rafif Abael; Samsir Samsir; Jumiati Sasmita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11135

Abstract

Perubahan organisasi merupakan proses strategis yang tidak dapat dihindari sebagai respons terhadap perkembangan teknologi, globalisasi, persaingan bisnis, serta perubahan kebutuhan dan ekspektasi pemangku kepentingan. Organisasi dituntut memiliki kemampuan beradaptasi agar mampu mempertahankan keberlangsungan, meningkatkan efektivitas, dan memperkuat daya saing dalam lingkungan yang semakin dinamis. Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai tantangan, hambatan, dan strategi adaptasi dalam perubahan organisasi berdasarkan kajian literatur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari 20 artikel ilmiah yang terdiri atas 10 artikel nasional dan 10 artikel internasional yang dipublikasikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir serta dipilih berdasarkan kriteria relevansi terhadap topik perubahan organisasi. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis tematik untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan perubahan organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, kemampuan inovasi, serta resiliensi organisasi. Selain itu, komunikasi yang efektif, partisipasi aktif anggota organisasi, kepemimpinan yang adaptif, dan budaya organisasi yang fleksibel berperan penting dalam mengurangi resistensi serta meningkatkan keberhasilan implementasi perubahan. Sebaliknya, birokrasi yang kaku, lemahnya koordinasi, keterbatasan sumber daya, serta ketidakpastian dan ketakutan individu terhadap perubahan menjadi hambatan utama dalam proses transformasi. Oleh karena itu, organisasi perlu menerapkan manajemen perubahan yang holistik dengan mengintegrasikan aspek teknologi, kepemimpinan, komunikasi, budaya organisasi, dan pengembangan sumber daya manusia guna meningkatkan kemampuan adaptasi serta mewujudkan perubahan organisasi yang efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.